Share

Bab 53

Penulis: Pixie
last update Tanggal publikasi: 2025-10-22 17:02:04

"Benarkah?" Andrew membulatkan matanya. "Kau seharusnya bilang begitu dari tadi. Aku dan Briony jadi tidak perlu khawatir. Sekarang ayo kita ke bioskop! Aku tidak mau melewatkan filmnya sedikit pun."

Andrew menarik tangan Briony. Kalau bocah itu sudah membulatkan tekad, Briony tidak akan tega melarangnya. Mereka bertiga pun lanjut bersenang-senang.

Saat Alex pulang, alangkah terkejutnya ia mendapati apartemen yang kosong. Ia menelepon Briony, tetapi tidak diangkat. Ia menghubungi Tuan Carl, te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 252

    Para fotografer terkejut mendengarnya. Mereka tak menduga ada yang seberani itu bersuara. Mereka langsung menyoroti ekspresi Briony dan Brandon dengan kamera. Sementara itu, wartawan lain diam-diam tersenyum mengejek. Mereka berpikir Briony perlu diberi pelajaran.Untungnya, Briony tidak terusik. Ia menyangkal dengan lantang, "Tidak. Saya diundang sebagai salah satu nomine."Wajah para wartawan seketika berubah kaku. Bahkan si penanya kini terlihat seperti patung."N-nomine?" desahnya ragu.Briony mengangguk. "Karena Brandon juga masuk nominasi dan diundang ke acara ini, sekalian saja kami datang bersama. Tidak ada salahnya, kan?"Desas-desus kembali terdengar. "Dia masuk nominasi kategori apa? Memangnya dia punya perusahaan atau pengaruh besar dalam bidang bisnis? Mungkinkah pihak penyelenggara melakukan kesalahan atau dia yang mengada-ada?"

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 251

    Sesuai dugaan Brandon, publik menolak untuk percaya dengan klarifikasi. Selama beberapa hari, media sosial Briony dipenuhi hujatan. Brandon sampai melarang Briony untuk membuka media sosial, takut sang kekasih merasa sedih atau terintimidasi. Ke mana-mana pun selalu ia temani. Ia tidak mau Briony di-bully.Hingga akhirnya, acara penghargaan tiba. Mereka datang dengan setelan jas dan gaun berwarna senada. Hitam membuat mereka tampak gagah dan elegan."Sudah siap?" tanya Brandon saat mobil mereka berhenti.Briony melirik ke luar jendela. Para wartawan sudah standby dengan mic masing-masing, sedangkan para fotografer sudah mengangkat kamera. Ia pun menghela napas cepat dan menggenggam tangan Brandon lebih erat."Ayo kita hadapi mereka," angguk Briony sambil berusaha melunturkan ketegangan. Meski demikian, jantungnya tetap berdetak tak karuan.Begitu Bra

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 250

    Tiba-tiba, Brandon memegang pundaknya. "Apa ada masalah?"Briony refleks menepis tangan Brandon. Mata bulatnya menatap sang kekasih seakan-akan ia orang jahat. Saat kesadarannya kembali, barulah ia mengerjap."Maaf. Kupikir kau orang jahat.""Orang jahat?" Brandon mengernyitkan dahi. Kemudian, ia melirik ponsel Briony. "Siapa yang menelepon tadi?""Apakah ada yang mengganggumu, Briony? Wajahmu sampai pucat," tanya Andrew, tak kalah khawatir.Briony menarik napas dalam-dalam. Setelah menenangkan diri, ia menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Kalau tidak, Andrew pasti banyak tanya."Jadi, seseorang menyebarkan videomu yang sudah diedit? Orang-orang jadi berpikir kalau kau melakukan sesuatu yang buruk? Tapi sekarang, video itu sudah dilaporkan dan akan dihapus?" simpul bocah itu dengan wajah serius.&nb

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 249

    Andrew menimbang-nimbang sejenak. Tak lama kemudian, ia turun dari bangku. "Oke. Ayo Briony, kita kalahkan Brandon!"Sementara ketiga orang itu pergi, Delilah buru-buru mengeluarkan ponsel. Ia cari perusahaan yang dipimpin oleh Briony. Namun, tidak ada satu pun nama yang muncul."Namanya tidak tercatat di perusahaan mana pun, tapi kenapa Andrew menyebutnya CEO? Apakah Andrew mengada-ada? Tapi Briony dan kekasihnya itu tidak membantah. Atau jangan-jangan, mereka sengaja membohongi Andrew supaya bocah itu kagum?"Delilah masih saja menaruh curiga. Otaknya sudah terbiasa berpikiran negatif terhadap Briony. Ia butuh waktu untuk mengubahnya.Karena masih penasaran, ia pun membuka portal berita. Melihat nama Briony menempati urutan pertama di tagar terpopuler, matanya terbelalak maksimal."Ada apa ini? Kenapa dia viral? Apakah dia betul-betul CEO dari sebu

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 248

    Briony tersipu. "Mana bisa besok, Andrew? Pernikahan kami saja tiga minggu lagi.""Memangnya tidak boleh punya anak dulu, baru menikah?"Briony melirik Brandon dengan tatapan penuh makna. Sesuai dugaannya, sang kekasih tersenyum usil. Meski demikian, pria itu tetap memberikan jawaban bijak, "Punya anak setelah menikah itu jauh lebih baik.""Kenapa?""Karena itu artinya dia lahir atas dasar cinta dan janji suci dari kedua orang tuanya. Dengan begitu, hidupnya akan lebih bahagia dan penuh berkah," jawab Briony seperti berceramah.Mulut Andrew pun membulat. Matanya berkedip-kedip mencerna. "Apakah aku lahir sebelum Papa dan Mama menikah?"Briony dan Brandon tersentak. "Kenapa kau bertanya begitu?""Karena aku merasa kalau aku lahir bukan atas dasar cinta. Buktinya, Papa dan Mama berpisah. Mama juga tidak s

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 247

    Saat itulah, sebuah ide melintas dalam benak Delilah. "Benar juga. Kenapa tidak kupakai saja cara mereka? Lain kali, aku harus mengajaknya ke sini. Siapa tahu, Andrew bisa berhenti marah kepadaku atau bahkan menyukaiku."Setelah mencatat idenya di catatan ponsel, Delilah kembali mengawasi. Melihat kekompakan tiga orang itu, matanya memicing."Sebenarnya apa tujuan mereka mengajak Andrew kemari?" gumamnya, heran. "Apakah demi pencitraan? Mereka terlihat seperti calon orang tua yang baik dengan Andrew bersama mereka. Itu bisa mendongkrak reputasi mereka, kan?"Tiba-tiba, Andrew dan pasangan tersebut datang dan menempati bangku di hadapannya. Takut ketahuan, Delilah cepat-cepat membentang majalah yang sudah ia siapkan untuk penyamaran. Suara Andrew kini terdengar olehnya."Terima kasih, Briony. Kau sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, tapi masih sempat meluangkan waktu untukku," sebe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status