Se connecterAurora Sinclair a tout sacrifié par amour, jusqu'à son propre corps. Elle a donné un rein pour sauver son mari, pour n'être remerciée que par la trahison. Piégée, rejetée, divorcée et ruinée. Mais elle n'était pas seule. Portant l'enfant dont Adrian Kingston ignorait l'existence, Aurora a disparu dans l'ombre, pour se réveiller aux côtés d'un inconnu, un homme aussi brisé qu'elle. Zane Carter. Impétueux. Intouchable. Cachant des secrets plus sombres que ses tatouages. Un homme qui l'a demandée en mariage dans un brouillard d'alcool et de chagrin, et elle a dit oui. Des années plus tard, Aurora est de retour. Non plus comme la femme qu'ils ont détruite, mais comme celle qu'ils devraient craindre. Mais le destin n'en a pas fini avec elle. Adrian est sur le point de se remarier, avec la femme qui a ruiné sa vie. La vérité sur sa trahison se dévoile peu à peu. Et Zane ? Il ne la laissera pas partir. « Tu veux te venger, ma belle ? » Les lèvres de Zane se tordent en un sourire narquois, tandis qu’il fait tourner une cigarette éteinte autour de son doigt. « Réduisons-les en cendres ensemble. » Mais dans ce jeu de mensonges, de pouvoir et de tromperie, qui est le chasseur et qui est la proie ? Car la véritable guerre ne fait que commencer.
Voir plusMalam ini udara malam cukup dingin. Angin yang berhembus terdengar berbisik di antara kisi-kisi jendela kamar, dua orang yang sedang mencari kehangatan diri. Hanya kehangatan yang semakin naik yang dinikmati oleh sepasang manusia itu.
Suara desahan bergantian dengan erangan, menyusup ke luar, menyatu bersama angin malam. Mengalun berirama membentuk nada cinta bagi yang memadu, tetapi tidak untuk yang tersakiti oleh mereka. Danica mengerang di bawah kungkungan Xavier. Pria berbobot lebih berat darinya itu memberi sentuhan tanpa henti yang membuat Danica merasa lemas, tetapi sepertinya Xavier malah menikmatinya karena deru napas Xavier terdengar sangat keras. "Ah ... Xavier, sshh ... ke-kenapa kau ... tidak putus saja ... dengan Nada?"Danica bertanya terengah-engah karena desakan Xavier tidak berhenti dan mengamati gerakannya. Saat melihat pertanyaan Danica, Xavier justru mendorong aksinya, menyelesaikan keinginan yang tengah bergejolak dan membuncah agar segera memintanya. Keduanya terlalu hanyut dalam gelora panas yang mengisi hasrat mereka dan tidak menyadari jika di depan pintu seorang wanita bernama Nada, sudah berdiri selama beberapa menit. Mendengar suara desahan dan erangan dari dalam kamar didiskusikan juga ide yang dihasilkan dalam hati.Nada baru saja pulang dari rumah sakit karena pembantu sekaligus pengasuhnya yang begitu dia sayangi baru saja didiagnosa mengalami gagal ginjal akut. Hal itu membuat Nada harus mencari biaya tambahan lebih banyak lagi, bahkan sangat banyak untuk mengobati Bethany, pembantu yang telah mengasuhnya selama ini. Sementara pikirannya sedang dipenuhi masalah biaya Bethany, telinga Nada lagi-lagi mendengar permintaan dari wanita yang suaranya sangat familiar dengan disertai desahan yang belum juga berhenti. "Sebaiknya k-kau ... segera mencampakkan wanita itu! Ahh ... Xavier ...." Suara itu sangat membuat Nada muak dan tidak mampu bertahan untuk berdiri lebih lama di depan pintu tersebut ."Pengkhianat! Benar-benar menjengkelkan!" teriak Nada tegas, seraya menendang daun pintu di hadapannya dengan tenaga. BRAK! Dalam hitungan detik, setelah pintu terbuka lebar, kedua netra Nada harus berhadapan dengan dua orang yang berada di atas ranjang dengan tubuh polos mereka. Rasa pahit menjalari kerongkongan Nada. Namun, mata wanita itu malah menyorot tajam pada orang kedua yang segera mendekati tubuh mereka dengan kain terdekat yang bisa mereka raih. Xavier turun dari ranjang terburu-buru, lalu meraih sebuah handuk yang diletakkan di atas lantai. "Rupanya ini yang kamu lakukan di belakangku, Xavier? Sebuah pengkhianatan untukku?" pekik Nada tanpa menunjukkan wajah terluka.Namun Xavier malah membalasnya dengan amarah yang lebih tinggi. "Beraninya kamu mengganggu kesenanganku!" balas Xavier tanpa rasa bersalah sama sekali. Untuk sekali waktu Nada dan tak bisa menahan ingatannya akan kenangan manis kebersamaan dengan Xavier. Di mana hari-hari emas yang manis pernah dia rasakan bersama lelaki itu. Namun, matanya tetap mengungkapkan ke arah Xavier, seolah-olah semua kenangan yang sempat melintas tadi, kini hanya butiran debu yang dengan cepat terbang ditiup angin, hilang tak berbekas. Sejurus Nada melihat wajah Xavier yang telah diperbaiki dengan ekspresi berbeda, kemudian pada bagian bawah tubuhnya, lalu berjalan mendekatinya dengan wajah penuh amarah.Dengan gerakan cepat tanpa terlupakan, Xavier melayangkan sebuah tamparan ke wajah Nada dengan keras membuat wajah wanita itu terhempas ke samping. Untuk sekali waktu leher Nada bergoyang keras ke arah samping. Namun beberapa detik kemudian, Nada telah berusaha kembali untuk menyorot lurus ke depan. Hatinya sakit sekali! Namun Xavier tampak sangat menarik bagi mereka. Nada tidak akan menunjukan apa yang dirasakannya di depan pria pengkhianat itu. Terlalu berharga bila dia harus meneteskan air mata untuk mereka, para bajingan yang tidak tau malu. Dengan mengeraskan hati, Nada mengangkat tinggi-tinggi wajahnya, kemudian dengan tenaga dia membalas tamparan Xavier. "Hubungan kita putus dari detik ini," seru Nada dengan wajah sedingin es ke wajah Xavier.Kepala lelaki itu hanya sedikit terhempas. Sama seperti Nada, kepala itu telah kembali terarah ke depan, mencengkeram tangan Nada dan menatap dengan tajam. Sementara itu, Danica yang tidak mendapat perhatian dari adik tirinya itu, mengungkapkan penuh kebencian ke arah Nada. Namun, Nada tidak peduli padanya. "Lepaskan tangan kotormu dari tanganku!" sentak Nada sambil menarik tangannya dari cengkeraman Xavier yang menyeringai padanya. Tak mau kalah dengan Xavier, Nada mengukir wajah sinis kepada lelaki itu, lalu memutar tubuhnya untuk pergi dari tempat itu. Derap langkah kaki terdengar menaiki tangga menuju kamar atas, di mana keributan antara Xavier dan Nada berlangsung.Mereka adalah orang tua angkat Nada, yang datang ke kamar itu karena melihat apa yang terjadi. Mereka berpapasan dengan Nada yang berjalan tergesa meninggalkan ruangan atas, namun mereka tetap melanjutkan langkahnya menuju ruangan itu. "Apa yang kamu lakukan Danica? Kamu akan menikah dengan Ethan, tapi kamu malah berselingkuh dengan Xavier?" Tepat ketika sampai di ambang pintu kamar, Vincent terkejut saat melihat keadaan Xavier dan Danica dengan tubuh sebagian tidak berpakaian, hanya tertutupi kain saja. Apa yang dilihatnya sudah cukup untuk memastikan dugaan mereka, apa yang sedang terjadi sebenarnya. Sang ibu tak bisa berkata-kata. Wanita itu hanya menutup mulutnya dengan kedua kalinya. Danica malah melengos ketika mendengar kutipan sang ayah."Ethan lelaki tidak berguna itu?" batin Danica mencemooh lelaki yang akan dinikahkan dengannya. Danica tidak mau menikah dengan pria itu. Itu sebabnya dia dekat dengan Xavier. Danica akhirnya membocorkan kekesalan dan penolakan pada ayahnya. "A-aku sudah hamil, Ayah," ucap Danica berbohong. Dia melontarkan alasan itu untuk menghindari pernikahannya dengan Ethan, pria pemalas yang tidak berguna. "Apa?" Mata Vincent melotot dengan mulut menganga kaget.Pria paruh baya itu panik dan gelisah. Dia harus mencari cara untuk memilih posisi Danica untuk dinikahkan dengan Ethan, anak haram dari keluarga Andrew. Setelah Danica mengatakan dirinya hamil anak dari Xavier, kini dia harus mencari calon pengganti bagi Ethan karena dirinya, dari keluarga Vincent telah menyukai keluarga Andrew untuk saling menikahkan anak tertua mereka masing-masing. "Ah-ya! Nada! Aku akan mintanya menikah dengan Ethan. Kudengar dia butuh uang banyak untuk pengobatan Bethany. Aku akan memaksanya menuruti permintaanku ini," tukas sang ayah angkat dari Nada dengan senang. Nada pasti tidak akan menolak jika dia akan menawarkan biaya pengobatan untuk pengasuhnya. Karena di mana lagi Nada bisa memperoleh uang pengobatan Betany dengan cepat saat ini?Dan akhirnya sang ayah angkat menyampaikannya kepada Nada. Mendengarnya, Nada sangat terkejut. Betapa ayah angkatnya begitu mudah memintanya untuk menikah dengan pria yang dia dengar adalah pria tidak berguna dan merupakan anak haram keluarga Andrew. Betapa dirinya merasa terasing dan marah karena dipaksa untuk melakukan hal yang tidak diinginkannya. Namun, Nada juga memikirkan kondisi Bethany yang terbaring tak berdaya di rumah sakit dan tidak bisa menunggu lama dan hanya dirinya harapan satu-satunya bagi pengasuhnya itu yang bisa membantunya untuk membiayai pengobatannya. "Baiklah. Aku menerimanya," ucap Nada pada akhirnya. Keputusan itu harus dia ambil demi Bethany. Satu-satunya orang yang dia sayangi. Sang ayah puas. Dia senang, karena Nada akhirnya menerima penawarannya.Sepeninggal sang ayah angkat, kembali wajah Nada mengeras. Tipuan yang dilakukan Xavier untuknya sangat menyakiti hati. Betapa dia merasa jijik pada Xavier dan marah pada pria itu. Namun, dirinya berada dalam pilihan yang sulit. Hanya alasan penyembuhan untuk Bethany-lah yang membuat Nada menerima permintaan orang tua angkatnya itu. Tanpa suara, air mata jatuh jatuh pipi Nada dalam kesendiriannya malam itu, bukan karena pernikahannya, tapi kondisi Bethany yang membuat lemah. Dalam hidupnya, wanita itu yang selalu dekat dengannya.« Et qu'est-ce qu'on y gagne ? » demanda l'un d'eux. « Vous voulez qu'on fasse votre sale boulot. Il doit bien y avoir un prix à payer. »Je fixai l'homme. C'était Francis. Celui-là même qui m'avait causé des ennuis avec la police et pour lequel j'avais dû appeler un de mes hommes au FBI afin de classer l'affaire. Il me devait une faveur depuis des lustres.Et je savais combien il détestait me devoir une telle faveur. Je parie qu'il brûlait d'envie de s'en débarrasser et je mourais d'envie de lui dire que ce service effacerait toutes ses dettes. Après tout, faire ça pour ma femme en valait largement la peine.Mais non, je ne pouvais pas laisser les choses en rester là. J'avais un atout dans ma manche et j'allais le jouer avant de céder à leurs exigences.« Inutile de rappeler à tout le monde qui est Adrian Roman. » Je me tournai vers Robert. « Il a volé le design de votre entreprise et l'a vendu à la presse. » Ensuite, concernant Alexander : « C’est à cause de lui que votre meilleure
Point de vue de ZaneTout mon être me disait de rendre cette affaire publique. Après tout, si je voulais vraiment le détruire et l'empêcher de se relever, c'était le meilleur moyen d'y parvenir.J'étais tellement tenté, mais un simple regard vers ma femme m'a fait comprendre que je ne pouvais pas l'impliquer dans un tel scandale. Je savais que je ne pouvais pas attirer l'attention sur elle, car si je rendais l'affaire publique, toute la presse voudrait l'interroger.Ils feraient tout pour la harceler, et je ne pouvais pas laisser une chose aussi cruelle lui arriver. Mais je ne pouvais pas non plus laisser cet homme s'en tirer impunément. Je ne pouvais pas le laisser la blesser autant et s'en tirer comme ça.Alors, il me fallait élaborer un plan pour le détruire. Sans la presse, sans les rumeurs chuchotées aux journalistes avides qui se contenteraient de broyer le nom d'Aurora pour en faire leurs gros titres et la jeter aux orties. Elle avait déjà assez souffert à cause d'Adrian, de Se
POINT DE VUE DE SÉLÈNEJe me suis dirigée vers le bar. J'avais besoin d'un verre, et tout de suite. Je me suis accordée une longue inspiration, savourant le pouvoir que m'apportait cette certitude. Mais même en m'en délectant, une ombre de doute a vacillé, ténue, hésitante, presque absurde.Adrian. Il était instable et imprévisible. Et il n'était pas comme sa mère. Je connaissais sa mère sur le bout des doigts, mais Adrian était totalement imprévisible. Je n'arrivais jamais à le cerner complètement. J'avais l'impression que toutes mes tentatives pour le comprendre étaient vaines.Il pouvait exploser. Il pouvait tout anéantir, et ce, sans sourciller. Il suffisait de voir comment il avait découvert la vérité. Ce n'était pas quelqu'un avec qui je devais être indulgente.Cette pensée m'a fait frissonner. Non pas de peur, mais de lucidité. Je devais être prudente. Il avait déjà commencé à rassembler les fragments de la vérité. Le rein. Aurora. Les dossiers falsifiés. Il était intelligent e
Maman frappa la table du poing. « Espèce de vipère cupide ! Tu as voulu voler mon fils ! »Sélène sourit calmement. « Je voulais assurer mon avenir. Allons, Edouria ! On sait toutes les deux que tu ne t'es jamais souciée de moi. Pour toi, je n'étais qu'un instrument pour atteindre tes objectifs, et je t'ai laissé le croire. Je t'ai laissé m'utiliser pendant des mois parce que je savais que tu ne verrais jamais la vérité en face.Tu pensais que je n'avais pas de volonté propre, mais tu oublies que je viens de rien et que, pour cette raison, je ferai tout pour protéger la seule source de revenus que je connaisse. La seule source qui me permette d'assurer un avenir à ma famille. »Je ris d'un rire amer. « Alors, c'est tout. Tout ça… pour de l'argent ? »Sélène me regarda droit dans les yeux. « Pas seulement de l'argent. Du pouvoir. De la stabilité. Un endroit où personne ne pourra me jeter comme un déchet. Toute ma vie, je n'ai été rien. J'étais celle qu'on regardait en sachant qu'on pou
J'ai tendu la main par-dessus la table, mes doigts effleurant son poignet. Il s'est raidi, mais n'a pas retiré sa main.« Sais-tu ce que j'ai entendu aujourd'hui ? » ai-je demandé doucement. « Que mon nom ne figure nulle part sur ce document. Pas même en note de bas de page. »À peine ces mots sort
Point de vue de SélénéJ'avais vite compris que les puissants ne laissaient rien au hasard en matière de sécurité. Après des années passées à leurs côtés, à tenter de m'accaparer une partie de leur fortune grâce à mon physique, j'étais obligée de chercher la moindre faille.Mais ces failles étaient
Point de vue d'AuroreJ'ai attendu que Zane parte au bureau, puis j'ai appelé ma nounou et je me suis habillée pour aller affronter ce diable qui m'empêchait de partir.Je n'ai pas eu besoin de parler beaucoup pour que mon chauffeur comprenne de qui je parlais.Après tout, nous étions déjà venus et
Point de vue d'AuroreTout s'éclaira soudainement. Les nausées, les envies, les ballonnements, tout prit son sens.Je veux dire, j'avais toujours su qu'une grossesse était quelque chose que j'envisageais pour plus tard, mais maintenant ? Et avec Zane en plus ?En parlant de Zane, peu après notre sor






Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.