共有

Bab 145

作者: Wei Yun
last update 公開日: 2026-04-10 20:08:01

Matahari belum sepenuhnya beranjak dari ufuk timur ketika kabut tipis masih menyelimuti hutan di pinggiran Danxue.

Semalaman, Long Xuan tidak kembali ke gubuk persembunyian mereka. Sang Adipati menghabiskan malam yang gundah di bawah naungan pohon tua, hanya ditemani cahaya rembulan yang seolah mengejek kekalutan batinnya.

Di sana, di antara akar-akar besar yang mencuat, ia akhirnya jatuh tertidur karena kelelahan emosional yang luar biasa setelah mengetahui rahasia garis keturunannya.

​Berbe
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
rifdanafisha
banyakin dong thorrrrrrrrrr
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 149

    Cahaya fajar perlahan melalui celah jendela kayu, menyentuh permukaan kulit Liya yang halus. Kesadarannya terjaga saat merasakan hembusan napas hangat yang teratur menyapu keningnya, diikuti sebuah kecupan lembut yang mendarat lama di bibirnya. ​Liya membuka mata, mendapati wajah Long Xuan hanya berjarak seujung kuku darinya. Namun, ia terkesiap melihat penampilan suaminya. Tidak ada lagi jubah sutra megah dengan sulaman naga atau baju zirah perak yang berkilau; yang ada hanyalah pakaian kasar dari serat rami yang kusam, ikat kepala kain kumal, dan corengan jelaga di rahang tegasnya.​"Xuan?" bisik Liya parau, suaranya serak khas orang baru bangun tidur. "Kau ... kau sudah akan pergi?"​"Waktunya tiba, Shishi," jawab Xuan dengan suara rendah. Ia mengelus pipi istrinya dengan jemari yang kasar.​Liya segera bangkit, duduk di tepi ranjang sementara jemarinya meraba kain rami yang dikenakan Xuan. Ia memandangi suaminya dari ujung kepala hingga kaki. "Penyamaranmu ... kau terlihat sangat

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 148

    Liya berdiri mematung di lorong penginapan yang remang, menatap punggung suaminya yang kian menjauh dan menghilang di balik kegelapan tangga. Hatinya seperti diremas melihat kehancuran di mata Xuan. Isak tangis dari dalam kamar memanggilnya kembali; Na Ying sedang meratap, sebuah suara yang sarat akan penyesalan yang terlambat.​Liya masuk kembali dan mendapati Na Ying berusaha duduk, tangannya mencengkeram kain seprai. Wajahnya yang pucat kini basah oleh air mata yang tak terbendung.​"Dia membenciku, Shishi ... Dia benar-benar membenciku," isak Na Ying parau. "Setiap kata yang ia ucapkan ... semuanya benar. Aku adalah seorang pengecut."​Liya duduk di tepi ranjang, merangkul bahu wanita yang gemetar itu. "Dia tidak membencimu, Na Ying. Dia hanya sedang terluka. Seluruh dunianya baru saja terbalik. Bayangkan, pria yang dibesarkan untuk menjadi pedang Beiyuan kini mengetahui bahwa selama ini darah yang ia perangi adalah darahnya sendiri.""Tapi aku punya alasan yang kuat!" Na Ying men

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 147

    Xuan mengembuskan napas panjang dengan kasar, sebuah geraman frustrasi tertahan di tenggorokannya. Untuk kesekian kalinya, ia harus menelan kembali gairah yang sudah di ujung tanduk karena gangguan yang tak terduga. ​Liya, yang masih berada di pelukan Xuan, menatap wajah suaminya yang nampak kesal dengan binar jenaka. Ia memberikan senyum meledek, menyadari bahwa suaminya sedang berjuang keras menekan hasrat yang masih terjebak di dalam dirinya. ​"Jangan menertawakanku, Shishi," bisik Xuan parau, matanya masih berkilat gelap. ​Liya terkekeh kecil, lalu mengecup hidung Xuan. "Aku tidak tertawa, Xuan. Hanya saja ... sepertinya semesta memang sedang menguji kesabaran sang Adipati Beiyuan malam ini." ​Xuan memejamkan mata sejenak, mencoba menstabilkan degup jantungnya. Ia memberi kode melalui gerakan kepala agar Liya segera bangkit dan memenuhi panggilan Na Ying. Sebelum benar-benar keluar dari bak mandi, Liya sempat mengecup bibir suaminya dengan ringan, sebuah kecupan manis yang seo

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 146

    "Xuan!!" Liya terpekik, air mawar yang semula tenang kini bergelombang hebat akibat gerakannya yang tiba-tiba. Wajahnya yang semula pucat karena kelelahan, seketika berubah merah padam hingga ke telinga.​Long Xuan sudah berada di dalam bak kayu besar itu. Tubuhnya yang kokoh dan penuh otot tampak berkilau tertimpa cahaya lilin yang temaram. Ia tidak mengenakan sehelai benang pun. Tatapannya yang tadi dingin saat menyusun strategi dengan Lu Chen, kini berubah menjadi gelap dan intens, penuh dengan kerinduan yang tak tertahankan.​"Sst ... jangan berteriak, Shishi. Kau ingin seluruh pasukan Beiyuan mendobrak pintu ini karena mengira ada penyusup?" bisik Xuan, suaranya serak dan rendah, bergetar tepat di depan wajah Liya.​"Kau ... sejak kapan kau masuk?" Liya bertanya dengan napas terengah-engah, tangannya secara refleks menutupi dadanya yang terekspos, meski ia tahu itu sia-sia di hadapan suaminya sendiri.​Xuan terkekeh rendah, suara yang terdengar sangat maskulin dan penuh dominasi.

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 145

    Matahari belum sepenuhnya beranjak dari ufuk timur ketika kabut tipis masih menyelimuti hutan di pinggiran Danxue. Semalaman, Long Xuan tidak kembali ke gubuk persembunyian mereka. Sang Adipati menghabiskan malam yang gundah di bawah naungan pohon tua, hanya ditemani cahaya rembulan yang seolah mengejek kekalutan batinnya. Di sana, di antara akar-akar besar yang mencuat, ia akhirnya jatuh tertidur karena kelelahan emosional yang luar biasa setelah mengetahui rahasia garis keturunannya.​Berbeda dengan Xuan, Liya justru tidak memejamkan mata sedetik pun. Bukan kegundahan Xuan yang menjadi pusat pikirannya, melainkan wanita yang masih terbaring kaku di atas meja kayu yang dijadikan tempat tidur darurat. Na Ying masih tersiksa demam tinggi akibat luka tusuk yang dalam. Semalaman, Liya dengan telaten mengganti kain kompres di dahi pendekar wanita itu, memastikan panas tubuhnya tidak melampaui batas yang bisa merusak kesadaran. Na Ying tidur tertelungkup, napasnya terdengar berat namun

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 144

    Air mata yang membasahi dada Xuan kian menderu, beradu dengan isak tangis Liya yang pecah di tengah keheningan gubuk. Liya menyadari bahwa beban rahasia ini terlalu pekat untuk dipikul sendirian. Ia menengadah, menatap paras ksatria yang selama ini berdiri kokoh sebagai pelindungnya, namun kini tampak begitu rapuh di bawah bayang-bayang ketidaktahuan. ​Tanpa sepatah kata, Liya merangkum wajah Xuan dengan kedua tangannya. Ia mencium suaminya, bukan dengan gairah yang menuntut, melainkan sebuah kecupan yang sarat akan pengabdian dan penghiburan. Ia ingin menyalurkan seluruh kekuatannya melalui tautan bibir itu, meyakinkan Xuan bahwa apa pun badai yang menerjang setelah ini, ia tidak akan pernah melepaskan genggamannya. ​Xuan awalnya terpaku, namun ia segera membalas ciuman itu dengan lembut. Di atas dipan sempit itu, dalam pelukan yang kian erat, Liya membiarkan dirinya berada dalam kuasa Xuan yang menyesapnya dalam-dalam, hingga napas suaminya yang tadinya memburu perlahan mulai tena

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 85

    Kereta kuda yang membawa Song Liya kembali ke Kediaman Long berguncang pelan di atas jalanan berbatu. Di dalamnya, suasana terasa mencekam, bukan karena ancaman luar, melainkan karena rencana yang sedang disusun Liya di dalam kepalanya. Di depannya, Lu Chen duduk dengan posisi siaga, pengawal setia

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 71

    Gema kegaduhan di ruang kerja Chen Yuan perlahan surut seiring diseretnya Yue Ning oleh pasukan Balai Kota. Suasana Akademi Shin Yue kembali tenang, meski desas-desus di kalangan orang tua murid masih berdengung riuh di kejauhan, menguliti skandal yang baru saja terungkap. ​Long Xuan tidak membia

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 69

    Fajar baru saja menyingsing sepenuhnya saat Liya merapikan lipatan hanfu sutra di depan cermin. Hari ini, ia tidak memilih pakaian yang bersahaja. Sebaliknya, ia mengenakan gaun dengan potongan kerah yang sedikit lebih rendah dari biasanya, menonjolkan lekuk leher dan kemolekan dadanya yang penuh.

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 72

    Malam di Kediaman Long merayap penuh kesunyian. Di dalam Paviliun Anggrek, Liya tampak gelisah. Ia berjalan mondar-mandir di kamarnya, sesekali berhenti di depan jendela untuk menatap kegelapan di luar. Sudah hampir tengah malam, namun ia belum juga mendengar suara gerbang utama dibuka atau derap l

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status