Share

#Bab 40: Final Form

last update Tanggal publikasi: 2026-05-28 11:56:01
Dia menghindari semua serangan bidak diriku yang agung??

“Itu sajakah kemampuan kalian?”

Senyuman Billy the Kid melebar begitu rentetan serangan sosok-sosok di sekitar singgasana telah selesai. Ia benar-benar menghindari semuanya tanpa tergores meski sudah sempoyongan. Pun seakan memang bukan gertakan, Billy the Kid menatap sosok yang Dante duga sebagai Qin Shi Huang remeh.

“Kalau aku, sih, tidak, ya,” ujar Billy the Kid seraya melepas koin yang di bagian depan sabuknya.

Di titik itu, gerakan Bi
Amerta Klandestin

Pahlawan Bertopeng meratakan seluruh lawannya!!!

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 117: Epilog

    “Tunggulah dan berharaplah, Oda Nobunaga, dari kedalaman dendam dan kebencian ...!!”“Tidak ... mungkin! Bisa-bisanya ... aku kalah oleh orang sepertimu, Edmond Dantes ...!!”Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok!“Bukankah pertunjukan dramanya sangat bagus, Jeanne, Florence?”“Iya, tidak salah saya mengiyakan paksaan Florence untuk mengikutimu, Marie.”“Apa kubilang, drama pilihan Marie adalah yang terbaik, Jeanne!”Mengiringi suara tepukan tangan yang menderu ke penjuru gedung teater, suara-suara tiga gadis yang terus memuji pertunjukan terdengar di telinga Dante. Meski seharusnya itu adalah obrolan tiga gadis acak, Dante merasa sangat tidak asing dengannya. Pun ia tersenyum tipis mendengarnya.“Tidakkah menurutmu ... kronik itu akan menjadi kisah yang romantis, Beatrice ...?” gumam Dante.Entah sudah berapa tahun berlalu sejak saat itu, Dante sudah tidak ingat. Mungkin saja sudah ratusan tahun berlalu. Mungkin juga sudah ribuan tahun berlalu. Pun bisa saja beberapa milenium laman

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 116: Kronik Kepahlawanan Yggdrasil – Bagian Akhir

    “Jawab pertanyaan diriku, Dante Alighieri. Apa itu Pahlawan?”Meski tadinya sudah bersikap santai dan mulai bisa menerima bahwa suara Beatrice di hadapannya tak ubahnya program yang digunakan perwujudan Yggdrasil, kini Dante kembali terdiam. Ia tak bisa langsung menjawab pertanyaan butiran cahaya itu. Pikirannya lebih dulu pergi ke banyak ingatan.Ingatan tentang sosok Muramasa Sengo yang menempa karma demi mencegah kehancuran dunia.Ingatan tentang sosok Gadjah Mada yang mengakhiri hidup dalam pujian dewa-dewi pujaannya.Ingatan tentang sosok Qin Shi Huang yang menolak kematian hingga akhir hayat.Ingatan tentang sosok Edmond Dantes, dirinya yang lain, yang merelakan dendam yang terus dipegang teguh seumur hidupnya, lantas berlayar pergi ke dunia yang lebih baik bersama Haydee.Ingatan tentang sosok Hassan-I-Sabbah yang menyeramkan dan mengintimidasi.Ingatan tentang sosok Nitocris yang terlihat ramah meski aslinya penguasa jiwa.Ingatan tentang sosok Richard I yang meraung di medan p

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 115: Kronik Kepahlawanan Yggdrasil – Bagian Awal

    Di awal legenda, dunia berada dalam kekacauan.Bencana melanda, wabah menyebar, hingga Dewi dari Tanah Jauh turun ke dunia.Pada dunia yang kacau, Dewi dari Tanah Jauh menghapus semua peradaban yang menyiksanya, lalu menanamkan ulang benih Pohon Dunia yang menciptakan peradaban-peradaban baru.Tiga peradaban membawa kemakmuran.Tiga peradaban membawa kesengsaraan.Tiga peradaban membawa perubahan.Kesembilan peradaban menumbuhkan benih Pohon Dunia, menginisiasi peradaban kesepuluh—yang berawal damai dan makmur, namun berujung sengsara dan kacau akibat konsep Kematian yang tak pernah diminta penciptaannya.“Wahai manusia. Bila kalian mendamba kedamaian, carilah Cawan Suci di kedalaman Pohon Dunia.”Maka sejak saat itu, ritual megah Pencarian Cawan Suci pun digelar.“Sang Kaisar Pertama yang lolos dari maut, bimbinglah rakyat engkau dalam ritual, maka engkau akan mendapatkan keabadian yang engkau dambakan di akhir hidup engkau.”“Akan muncul di hadapan engkau, Rubah Penguasa Jiwa yang me

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 114: Pertarungan 12 Menit

    Buagh! Buagh! Buagh! Buagh!Di titik itu, baik Oda maupun Dante tak lagi memiliki Muasal Roh yang banyak.Di titik itu, baik Oda maupun Dante sudah tahu dirinya tak lagi lama.Di titik itu, baik Oda maupun Dante hanya bisa mengandalkan tinju masing-masing.Meski begitu, baik Oda maupun Dante tetap bergelut, saling baku hantam demi melihat siapa yang akan benar-benar bertahan di akhir. Tinju demi tinju terus dilayangkan, tak lagi sakit. Pukulan demi pukulan terus dihantamkan, berharap lawan tumbang.Hah ... hah ... hah ...!Bukan duel yang megah memang. Oda dan Dante bahkan sama-sama sempat berhenti jual-beli tinju, mengatur napas. Namun tak selang lama, Oda sudah kembali melayangkan tinju—yang meski gagal karena lengan kanannya itu lebih dulu terlepas dari tubuh, hancur dan menghilang.Sempat terkejut, Dante memanfaatkan momen itu, berusaha balik melayangkan tinjunya ke Oda. Kabar baiknya, ia berhasil menghantam wajah Oda yang sudah memar itu. Kabar buruknya, Oda tidak menyerah meski k

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 113: Tahap Ketiga

    “Terima kasih banyak, Dante Alighieri ... atas perasaanku yang kamu terima ini ...!”Krak! Brak!Marie melepaskan diri dari pegangan Dante, mengakhiri dansa beriringan Waltz mereka seorang diri. Langkahnya menghancurkan dataran es yang menyelimuti penjuru Yggdrasil. Lalu, pecahan-pecahan esnya membentuk sebilah pedang yang melayang beberapa senti di atas kepalanya.“Marie—“Syuuu—syat!!Terlambat. Dante gagal mencegah pedang es melayang di atas kepala Marie menjatuhkan bilahnya. Bak guillotine, pedang es itu mengakhiri riwayat Marie dalam sekejap. Meski begitu, pengorbanan itu agaknya tak berujung sia-sia.Ketika Dante menyadarinya, tubuhnya sudah dipenuhi Muasal Roh dingin milik Marie, membuatnya jauh cukup mampu untuk lanjut melepas Tahap Ketiga Pelepasan Penuh Api Jiwa miliknya.“Sayalah yang berterima kasih, Marie,” tidak terasa, air mata Dante pun mengalir membasahi pipinya, “Akan saya terima perasaanmu kalau kita memang bertemu lagi di kehidupan berikutnya ...!!”Iya, efek akhir

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 112: Pergi ke Surga

    “Menari hingga akhir ... Marie, jangan bilang kau juga ...?!”Dante hanya bisa terus mempertanyakan alasan Marie menahan tangannya untuk menolong Jeanne dan Florence di bawah sana. Situasi sudah terlanjur kacau balau. Dante agaknya sudah tidak sanggup jika harus kehilangan teman lainnya.Meski begitu, Marie justru tertawa kecil, “Kamu benar-benar berubah dibanding saat pertama kali kita bertemu,” ujarnya, “Tapi tenang saja, kalau kamu mau berdansa denganku, kita mungkin akan bisa menyelamatkan Jeanne dan Kak Flora,” ia tersenyum meyakinkan.Dante menelan ludah, berusaha menenangkan diri, “Bagaimana ...?”“Kamu ingat Api Jiwa milikku, kan,” ujar Marie membalas.Dante mengangguk.“Meski efeknya hanya membekukan sekitar untuk sesaat, lalu menghancurkan semua bak guillotine mengeksekusi terdakwa, Muasal Roh mereka yang dihancurkan akan tersalur ke tempat yang kuingin,” Marie menjelaskan ulang, “Seharusnya itu cukup untukmu mencapai Surga, kan?”Dante melebarkan mata, “Tapi dengan Muasal R

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 6: Di Balik Ritual

    Pulau Hera, di dalam batang Yggdrasil, Kalender Bintang – 14 Oktober 2148Dor! Trang!“Jangan bercanda, Richard! Jangan menghalangiku!” seru sosok lelaki bertopeng besi yang sejak tadi berlarian sembari memuntahkan peluru tanpa henti dari kedua pistolnya.“Itu kalimatku, Billy!” lelaki lain dengan

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 5: Aliansi Yang Terlemah, Di Atas Kapal Legendaris

    Di suatu tempat di dalam Yggdrasil, Kalender Bintang – 14 Oktober 2148“Apa pun itu, pokoknya kuucapkan selamat datang di kapal, Dante Alighieri.”Seharusnya, Dante baru saja bangun beberapa saat lalu setelah banyak hal terjadi semalam. Namun bukannya penatnya lepas, begitu terbangun, ia justru ber

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 4: Gadis Suci di Medan Perang

    Suatu gudang di Distrik Barat, Kalender Bintang – 13 Oktober 2148“M—Mati? Tunggu dulu ... saya baru saja hampir mati ...!”Malam itu mungkin salah satu malam terpanjang untuk Dante. Ia baru saja hampir dibunuh dua temannya yang entah sekarang ada di mana. Tidak berselang lama, monster sebesar gunu

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 3: Ujian Kelayakan Pencari Api

    Suatu gudang di Distrik Barat, Kalender Bintang – 13 Oktober 2148[Embers #444 – Kode Nama: Asterios]Berbeda dengan sebelumnya, suara yang menyerupai sistem yang tak asing bagi Dante itu kembali dalam bentuk teks yang tampak begitu saja di penglihatannya. Tentu saja Dante sendiri tidak paham maksu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status