Se connecterAmigdala adalah sepasang struktur kecil berbentuk seperti kacang almond yang terletak di bagian tengah otak (lobus temporal). Organ ini merupakan bagian penting dari sistem limbik yang berfungsi utama mengatur emosi, memproses rasa takut, membentuk ingatan emosional, serta memicu respons bertahan hidup atau fight-or-flight saat menghadapi ancaman. -Halo Dok
Seperti biasa, Charlie menyempatkan diri untuk pergi ke 23rd street untuk mengunjungi sebuah toko bernama people market, dimana orang-orang biasanya membeli kebutuhan sehari-hari mereka disini. Toko ini sudah berdiri selama 20 tahun dikelola oleh Keluarga Asia yang berimigrasi ke Amerika.Begitu pintu terbuka, sebuah bel berbunyi, sang pemilik toko bernama Park sedang melakukan inventori melihat ke arah pintu. “Char? Kau kesini lagi?”“Hai, Park, maaf aku mengganggu?”“Tidak, pilihlah apa yang kau mau.”“Park, aku sudah menghancurkan tokomu, tapi kau selalu menyuruhku untuk mengambil sesuatu. Serakahlah sedikit.”Park berjalan mendekat sambil memberikan sebotol kopi hitam kaleng padanya, dan mengajak duduk Charlie di dekat jendela. “Keluargamu sudah bertanggung jawab, kalian mengganti rugi, merenovasi toko, mengganti stok, bahkan memberikan kompensasi keuntungan toko selama masa renovasi, semua lebih dari cukup.”Charlie tersenyum, dia sudah cukup sering ke tempat ini setelah dia tahu
Samantha keluar dari toilet, setelah dia selesai dengan makan malam, namun ternyata dia tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang, dia tahu itu laki-laki karena tubuhnya yang tegap dan sangat berotot, Sam tak sengaja memegang lengan laki-laki itu.“Ma-maaf,” ucap Samantha sambil melepaskan tangannya.Matanya perlahan melihat orang yang dia tabrak. “Aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja,” ujarnya lagi.“Ah, tidak apa-apa aku juga tidak hati-hati.”Sam mengerutkan keningnya, dia seperti mengenal suara itu, ia memiringkan kepalanya, itu adalah hal yang selalu dia lakukan ketika dia mencoba untuk mengingat sesuatu. Bayangan itu ada di kepalanya, ketika dia masih di sekolah.Tapi nama i
Hari kelulusan pun tiba, Victor jadi menginap dirumah, dia memilih untuk tidur di sofa daripada di ruang studio milik Samantha, studio itu tidak ada bedanya dengan studio milik Victor yang butuh tempat steril untuk tidur.Samantha memakai flower dress berwarna krem bermotif bunga lily dengan jaket denim, tidak ada aturan khusus untuk pakaian saat wisuda kelulusan karena untuk beberapa saat juga pakaian itu akan di tutup dengan jubah kelulusan.“Wow, look at you,” ucap Victor sambil bertepuk tangan.“Ada apa? Ini bajuku yang biasanya.”“Bukan kamu Sam, lihat Rachel,” jawab Victor sambil menunjuk Rachel yang ada di belakang tangga.Sam pun menol
Samantha perlahan-lahan membuka matanya, cahaya matahari yang tak seberapa itu masuk melalui celah jendela dan tirai, meskipun silau, Sam tetap tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya.Ia mengambil ponsel sambil memeriksa berita di board kampus, besok adalah hari kelulusan dia dan Victor, tapi mengingat pertengkaran hebat mereka kemarin, dia tidak tahu apakah bisa tidak terlihat aneh besok.“Ah,” Sam menghela nafas kesal. “Kenapa bisa aku sebodoh itu.”“Oh ya, kamu cukup bodoh pergi ke Prince Cafe tanpa mengatakan apa-apa pada Victor, berjalan sendiri pula,” suara itu membangunkan Sam.“Mam!” teriaknya lalu keluar dari kasur dan memeluk ibunya. “Kita tinggal satu rumah tapi aku merasa aku jarang melihatmu.”
Langit telah berubah gelap, waktu jaga Emily kini sudah selesai, dia keluar dari ruangan berjalan untuk pulang, sambil jalan dia menyapa beberapa dokter dan perawat yang sudah bekerja sama dengannya, benar kata Rachel mereka menangani pasien 5-7 orang sehari, bahkan hari ini saja, dia sudah melakukan 3 kali operasi bedah.“Sudah dapat apa yang kau cari?” tanya Harem sambil Emily menunggu lift.Emily hanya tersenyum. “Apa maksudmu? Kenapa bicara begitu?”“Aku lihat tadi kau bicara dengan Rachel, sudah dapat apa yang kau cari?”Emily menatap Harem heran. “Astaga, aku lupa kau salah satu sahabatku yang paling pintar.”“Oh, orang yang jauh-jauh dari Jerman kau minta datang kembali ke Los Angeles itu lebih pintar dariku.”“Ah, Daniel, ya dia memang lebih pintar dari siapapun.”Harem menyerahkan sebuah dokumen pada Emily. “Ini akan jadi tindak pidana kalau orang-orang tahu aku yang menyerahkan ini padamu. Berikan pada Pengacara itu.”Emily mengambil dokumen itu dan membacanya. “Oh astaga.”
“Akhirnya!” seru Rachel sambil menutup pintu loker, dia menghela nafas panjang, duduk di kursi ruang ganti sambil meluruskan kaki sebelum dia memakai sepatu. Tapi sepertinya ketenangan itu tak berangsur lama.“Rach!” sebelum seruan itu terdengar, Rachel sudah bisa mendengar derap langkah kaki.“Astaga–haruskah kau berteriak? Tidak ingat dengan umurmu?”“Biarlah umurku, tapi aku tetap merasa jiwaku masih muda.”“Tidak salah merasa begitu, ada apa? Gosip baru?”“Oh iya, baru, katanya baru terjadi kemarin malam.”“Oh God,” Rachel sudah tahu kemana arah pembicaraan ini. Dia pasti habis mendengar tentang itu.“Kau dan Kapten Brick sudah sejauh apa!?”Bingo. “Tidak ada, aku dan dia hanya berteman, kau tahu sendiri dia yang menyelamatkan Sam,” benar sudah tebakan Rachel, April sedang membicarakan tentang dia dan Brick yang bicara.“Loh! Itu maksudku! Pertama dia menyelamatkan anakmu, lalu bertanya tentang anakmu, lalu bertanya tentang kabarnya, terus dia akan bertanya tentang, kamu! Ibunya!”







