Share

4. Alexa's Acting

last update publish date: 2026-04-17 19:04:30

4. Alexa's Acting

"Ha... ha... ha...." Gabriel tertawa hingga memegangi perutnya mendengarkan semua cerita yang di tuturkan oleh Kenzo. "Kupikir kau adalah pria cerdas, nyatanya kau masih kalah cerdas dari Alexa."

Wajah Kenzo tampak masam, ia menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya lalu menaikkan sebelah kakinya.

"Teruslah menertawakan aku," katanya dengan nada kesal.

"Kenapa kau tidak mengatakan kebenarannya kepada pamanku? Aku yakin dia mengerti. Lagi pula, Alexa memang seperti itu, dia memang menyusahkan dan pembuat ulah," ujar Gabriel dengan nada sangat santai seolah penderitaan Kenzo bukanlah hal serius.

Mengingat Alexa membuat Kenzo benar-benar geram. Bagaimana tidak? Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, ia kini telah menghiasi beberapa portal berita online meski bukan menjadi topik utama.

"Jika dia bukan sepupumu, aku tidak sudi bekerja sama dengannya."

"Sekarang apa rencanamu?" tanya Gabriel sambil mengangkat cangkir yang berisi kopi.

"Untuk apa lagi kau bertanya, tentu saja membawa Alexa ke Tokyo," jawab Kenzo.

Gabriel nyaris menyemburkan kopi yang baru saja ia seruput. Ia meletakkan cangkir kopinya lalu meraih selembar tisu, mengusap bibirnya dengan lembut sambil matanya menatap sahabatnya.

"Pamanku mengizinkan?"

"Ya," jawab Kenzo. "Dan apa kau tahu? Malam ini aku harus bertamu ke rumah keluarga pamanmu itu untuk memperkenalkan diri kepada seluruh keluarga Johanson... sebagai kekasih Alexa."

"Apa kau perlu kutemani?" Gabriel menaikkan sebalah alisnya seolah menggoda Kenzo.

"Kau pikir aku banci? Hanya makan malam dan memperkenalkan diri, itu mudah."

"Kau yakin?"

"Jangan menyepelekan aku," jawab Kenzo meski di dalam benaknya nyalinya sedikit mengerucut karena Alexander Johanson sama sekali tidak ramah, pria itu begitu dingin saat menatapnya.

Gabriel menatap Kenzo dengan tatapan menyelidik. "Apa kau telah memberi tahu Luna?"

"Aku akan memberitahunya nanti, lagi pula Alexa hanya dua Minggu di Tokyo dan Luna juga sedang berada di China," jawab Kenzo, sebenarnya ia tidak mengingat Luna.

"Bagaimana jika ia membaca berita online?"

"Kau seperti tidak tahu dia saja," jawab Kenzo. Kali ini pria itu meraih cangkir kopinya dan menyesap isinya.

"Benar-benar wanita sibuk dan mandiri, ya?"

Gabriel adalah salah satu korban perusahaan pialang yang didirikan oleh Luna dan teman-temannya, jika Gabriel tidak menderita kerugian, ia tidak akan meminta bantuan Kenzo untuk menyelidiki perusahaan itu. Dengan kata lain, Gabriel juga yang menjembatani pertemuan Kenzo dan Luna di masa lalu.

Kenzo tidak menjawab, tetapi ia diam-diam menyiagakan apa yang Gabriel ucapkan.

"Kenapa kau tidak menghapus berita online saja?"

Kali ini Kenzo yang nyaris tersedak kopinya. "Pamanmu akan menganggap aku mempermainkan anak gadisnya, padahal faktanya anak gadisnyalah yang mempermainkan aku," ucap Kenzo disertai dengan dengusan kecil.

Setiap kali mengingat Alexa membuat Kenzo benar-benar ingin melipat-lipat tubuh kecil gadis itu lalu melemparkannya. Tadi malam saat ayah gadis kecil itu datang dengan penuh sandiwara Alexa justru berakting, ia sengaja merapatkan tubuhnya juga mengeratkan lengannya di pinggang Kenzo.

"Bekerja sama denganku, maka kau akan aman," bisik Alexa.

Perasaan Kenzo sedikit tidak nyaman, tetapi sepertinya ia tidak memiliki pilihan lain. Lagi pula posisinya saat ini, bagaimanapun juga tidak menguntungkan, jika gadis kecil itu menuduhnya telah melakukan usaha pencabulan, bisa jadi akan menang karena gaunnya telah terkoyak.

"Daddy, biarkan aku dan kekasihku melepas rindu," ucap Alexa sambil beringsut ke samping Kenzo, tetapi ia sama sekali tidak melepaskan lengannya dari pinggang pria tampan yang baru saja ia temui dua kali.

Seketika Kenzo membeku mendengar pengakuan anak kecil yang berada di dalam pelukannya itu. Tetapi, tidak ada cara lain selain mencoba mengikuti alur yang di buat Alexa.

Alexander tampak mengerutkan keningnya menyaksikan putrinya bersama seorang pria asing.

"Daddy, kekasihku ini jauh-jauh datang dari Jepang. Sayang, perkenalkan dirimu pada daddyku," kata Alexa dengan nada lembut, tetapi memerintah.

Berakhir dengan berkenalan, bercakap-cakap sebentar dengan ayah Alexa yang ekspresinya begitu dingin membuat Kenzo merasa bergidik, apa lagi Alexa terus menempel dengan manja di pinggangnya membuat Kenzo benar-benar kehabisan akal selain mengiyakan apa titah ayah Alexa yang memerintahkan dirinya untuk mengantarkan putrinya kembali ke rumahnya. Tetapi, faktanya gadis kecil itu menipunya lagi. Alexa menolak untuk kembali ke rumahnya, ia bersikeras untuk pergi ke tempat tinggal Kenzo dan terus mengancam menggunakan gaunnya yang telah terkoyak.

Enggan berdebat, akhirnya Kenzo membawa Alexa kembali ke tempat tinggalnya. Di London, ia tinggal di mansion kakeknya, masih seperti dulu ketika ia menimba ilmu. Kali ini ia memiliki urusan penting di London, ia juga tinggal di kediaman kakeknya. Lucunya, neneknya sangat menyukai gadis kecil itu, memperlakukannya seolah gadis itu bukan orang lain. Tidak cukup sampai di situ, Alexa bersikeras untuk menginap di kamar Kenzo dan sialnya lagi anak kecil itu mengenakan kaos miliknya ketika tengah malam ayahnya ternyata datang menjemput paksa putrinya sambil menatap dengan tatapan dingin ke arah Kenzo seolah ia adalah seorang pria cabul yang telah menculik lalu meniduri putrinya.

"Master, senang sekali sepertinya kita akan menjadi keluarga," ucap Alexander Johanson kepada kakeknya, Edward Pollini. Itu adalah berita gembira, tetapi diucapkan dengan nada dingin yang membuat Kenzo merasa dunianya telah tamat malam itu.

"Sayang, kau berjanji akan mengenalkan aku pada orang tuamu bukan? Bukankah lusa kau akan kembali ke Tokyo?" tanya Alexa, membuat Kenzo benar-benar mengakui gadis kecil yang ia hadapi tidak bisa dianggap enteng. Gadis itu bahkan tahu jika lusa ia akan kembali ke Tokyo. Padahal selama ia mengobrol bersama Gabriel di lounge, Alexa tampak sangat acuh dan hanya peduli kepada gadgetnya saja, tapi nyatanya Alexa tahu apa yang ia bicarakan bersama Gabriel.

Kenzo bersumpah, ia akan membalas semua perbuatan Alexa nanti. Ya, nanti saat mereka berada di Tokyo. Gadis kecil itu harus diberikan pelajaran yang berharga agar tidak terus semena-mena.

Bersambung....

Salam manis dari Cherry yang manis.

🍒

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   Epilogue

    Epilogue"Luna mengirimkan beberapa hadiah untuk Ryu," ujar Alexa, matanya tertuju pada layar ponselnya yang berisi pesan dari Luna. Yamada Ryuu adalah nama putra pertama mereka yang baru saja satu Minggu yang laku dilahirkan oleh Alexa. Bayi mungil itu tampak gemuk dan sehat, Ryuu juga memiliki hobi menangis dan tidak penyabar saat menginginkan air susu ibunya saat merasa lapar. "Sampaikan salam kami untuknya," ujar Kenzo yang sedang menggendong Ryuu. "Bagaimana perkembangan terapinya?" "Ia mengatakan operasi pertama beberapa bulan yang lalu sangat membantu, Minggu ini ia mulai belajar melangkahkan kakinya." Kenzo menyentuh pipi putranya menggunakan ujung hidungnya. "Syukurlah." Pada akhirnya, baik Alexa maupun Luna, keduanya memilih saling berdamai dengan keadaan. Terutama Luna, wanita malang itu memilih menerima kenyataan jika ia harus melepaskan Kenzo, juga kesempurnaannya raganya. Namun, Tuhan tidak tinggal diam karena pada akhirnya, mungkin dengan cara itulah ia bert

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   42. End

    Ending "Ayo, tunda pernikahan kita." Alexa menatap bayangan dirinya di cermin. Mereka berada di dalam kamar Kenzo, di kediaman Edward, kakek Kenzo. Mereka baru mengetahui kehamilan Alexa dua hari yang lalu, kandungan Alexa telah berusia enam Minggu. Kenzo menyipitkan kedua matanya, pernikahan mereka hanya tinggal beberapa hari lagi dan Alexa mengatakan ingin menundanya. Tentu saja ia keberatan. "Sayangku, jangan bermain-main." Alexa berbalik menatap Kenzo dengan tatapan kesal. "Kau menghamiliku. Lihat, aku sangat gemuk sekarang," ucapnya terdengar sangat kesal sabil setengah merentangkan tangannya dan matanya menatap tubuhnya yang sedikit bertambah berat. "Aku tidak ingin foto pernikahanku terlihat tidak sempurna." Kenzo menjepitkan sejumput rambut ke belakang telinga Alexa. "Dengar, sayangku. Aku tidak masalah menikahimu kapan saja. Tapi, jika kita menikah menunggu calon buah hati kita lahir, orang tuamu tidak akan setuju." Juga orang tuaku tentunya, terutama ibuku yang su

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   41. My Benefit

    41. My BenefitBersamaan dengan itu Kenzo menginjak rem mobil yang ia kemudikan, pria itu dengan tenang keluar dari mobil lalu berjalan menghampiri Alexa dan Gilbert. "Jiel," sapa Kenzo. "Lama tidak berjumpa." Gilbert tersenyum. "Selamat atas pertunangan kalian." "Terima kasih." Kenzo menarik pinggang Alexa, merapatkan tubuh mereka seolah ia sedang menegaskan jika Alexa hanya miliknya. Pria itu mengecup pelipis sebelah kanan Alexa. "Selamat pagi, Sayang." "Selamat pagi, Ken." Alexa tersenyum manis, ia harus mendongak untuk menatap wajah Kenzo karena perbedaan tinggi mereka yang jauh. "Jiel, sayang sekali, aku harus pergi bekerja," ucap Alexa dengan nada tidak nyaman karena ia harus meninggalkan Gilbert. "Kita akan mengobrol lagi nanti, oke?" Gilbert memasukkan tangannya ke saku jaketnya. "Jangan khawatir, aku akan berada di sini satu Minggu. Kita memiliki banyak waktu." "Good," ujar Alexa. Gilbert melirik sekilas ke arah Kenzo. "Bagaimana jika siang ini kita makan sian

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   40. Your Fault

    40. Your Fault"Bermain denganku tidak perlu berpura-pura mengalah," ucap William. Seusai acara makan malam di kediaman keluarga Johanson, Alexander meminta William menggantikannya bermain catur bersama Kenzo. William dengan senang hati menggantikan ayahnya bermain catur karena ia juga ingin mengenal pria yang akan menjadi suami dari adiknya, Alexa. "Sama sekali tidak," sahut Kenzo kepada pria bermanik mata berwarna Hazel di depannya. Otak yang memiliki pembawaan sedikit kaku tetapi faktanya tidak selalu yang tampak dari luar, bagi Kenzo, William cukup ramah. Ia memang telah berpura-pura mengalah agar Alexander mendapatkan kemenangan dua kali dalam bermain catur meskipun tidak sepenuhnya Kenzo berpura-pura lemah karena bagaimanapun juga permainan catur Alexander tidaklah buruk. Tetapi, tetap saja calon mertuanya itu bukanlah lawan yang seimbang baginya. William tersenyum simpul. "Kau mengalah dua kali dari ayahku, kau hanya ingin mengetahui kemampuan permainan catur ayahku,

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   39. New Rival

    Alexander dan Kenzo duduk berseberangan, fokus kedua orang itu sepenuhnya tertuju pada papan catur yang ada di atas meja di antara mereka. “Kenapa tidak menyerah saja?” tanya Alexander, nada bicaranya sarat dengan ejekan. Bibir Kenzo mengulas senyum tipis, sudah hari ketiga dan ia belum mengalahkan Alexander. “Jika aku menyerah, putrimu akan patah hati.” Alexander tersenyum miring. “Gilbert akan dengan cepat mengobati patah hati putriku.” Kenzo memindahkan ke arah depan salah satu bidak caturnya. “Aku tidak yakin jika Gilbert mampu mengambil hati Alexa.” Alexander juga tahu itu, ia sadar sepenuhnya jika Gilbert tidak mampu mengambil hati Alexa selama bertahun-tahun. “Kau memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi, ya?” “Bukankah itu bagus?” Alexander memindahkan salah satu bidak caturnya ke arah samping. “Kau sangat percaya diri dalam segala hal, sayangnya aku masih belum bisa percaya dengan kemampuanmu menjaga putriku kelak.” “Aku tidak menjanjikan apa pun kepadamu, juga ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   38. Long Time No See

    Satu tangan Kenzo meraih telapak tangan Alexa, ia menautkan jari jemari mereka, dan saling menggenggam sepanjang jalan sementara satu tangannya memegang kemudi mobil. Sesekali Kenzo mendaratkan kecupan-kecupan kecil di jemari gadis yang sangat ia cintai. “Sayangku,” ucap Kenzo saat mobil telah berhenti dengan sempurna di basemen parkir hotel yang dikelola oleh Alexa. Ia melepaskan seat belt-nya juga seat belt yang dikenakan oleh Alexa, matanya lalu menatap Alexa dengan tatapan serius. “Aku tidak akan melarang menjadi apa pun yang kau inginkan nanti setelah kita menikah. Tetapi, apa pun jalan yang kau ambil, kau harus bertanggung jawab,” Alexa mengangguk, ia mengerti apa yang Kenzo maksudkan. Benar apa yang Kenzo ucapkan, ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan. Apa lagi menyangkut masalah pekerjaan, jika ia mengundurkan diri secara mendadak, bukan hanya membuat jadwal William berantakan karena bertambahnya pekerjaan baru tetapi seluruh jajaran stafnya juga akan ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   3. A Little Girl

    3. A Little girl Alexa mengamati sekeliling, ia memastikan ayahnya sedang tidak memedulikannya, kemudian ia juga memastikan keberadaan Gabriel. Sepupunya itu tampak sedang berbincang dengan anggota keluarga yang lain. Sedangkan bodyguard-nya tentu saja tidak ada karena saat itu masih di dalam acar

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   2. First Meet

    2. First MeetMemiliki tubuh kecil dan tinggi badan yang tidak seberapa bukanlah pilihannya, Alexa juga tidak mempermasalahkannya. Tetapi, terkadang tinggi badannya itu mengganggu juga. Dari semua saudaranya, mengapa hanya dirinya yang dikaruniai tubuh mungil? Mengapa ia harus mewarisi gen ibunya y

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   1. First Love

    1. First Love"Jadi, kau akan tinggal di Tokyo?" Kenzo menaikkan sebelah alisnya sambil memasang sabuk pengamannya.Luna, wanita yang duduk di sebelahnya tersenyum lebar. "Mau bagaimana lagi? Satu-satunya cara untuk mengembangkan perusahaan kami di kawasan Asia timur ini, aku sendiri yang harus tur

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   Prologue

    Prologue "Gabe!" Suara Alexa melengking, gadis dengan tinggi 158 cm bernama Alexandria Johanson dan biasa di panggil Alexa itu langsung menarik kursi di seberang meja kerja Gabriel dan duduk tanpa menunggu dipersilakan.Gabriel Smith, saudara sepupu Alexa menatap Alexa yang tiba-tiba muncul di ru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status