Share

5. Call Me Kenzo

Penulis: Cherry Blossom
last update Tanggal publikasi: 2026-04-17 19:36:49

5. Call Me Kenzo

"Kenapa kita tidak menggunakan kelas ekonomi?" Itu adalah pertanyaan ketiga yang terlontar dari bibir Alexa.

Demi Tuhan, Kenzo merasa ingin menyumbat telinganya agar terbebas dari suara berisik Alexa. Pria tampan itu menarik napasnya perlahan lalu mengembuskannya.

"Gadis kecil, apa kau tahu berapa jam perjalanan kita?" tanyanya dengan nada ramah dan tentunya perasaan yang disabar-sabarkan.

"Aku ingin sekali merasakan kelas ekonomi." Gadis kecil itu merengek dengan ekspresi wajah yang begitu serius bahkan alisnya berkerut dalam.

Diam-diam Kenzo mengeraskan rahangnya. Oh, andai saja jendela di dalam pesawat bisa dibuka ia akan melemparkan Alexa dari pesawat saat ini juga. "Alexa, perjalanan kita lebih dari sebelas jam."

Alexa memperbaiki posisinya, bibirnya mencebik. "Orang lain baik-baik saja," katanya.

Kenzo nyaris putus asa, sebagai putra dan pewaris kekayaan keluarga Yamada, ia mampu menyewa pesawat bahkan keluarganya juga memiliki satu pesawat pribadi. Dan yang terpenting adalah sekarang ia membawa putri salah satu konglomerat di Inggris, apa pantas jika mereka duduk di bangku ekonomi? Membawa Alexa di kelas bisnis saja menurutnya kurang pantas, tetapi mau bagaimana lagi karena kelas pertama telah penuh terisi.

"Lebih baik kau tidur." Akhirnya Kenzo memilih mengucapkan kalimat yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan Alexa.

"Aku tidak bisa tidur tanpa ibuku di sampingku," gumam Alexa. Biasanya ia ditemani oleh ibunya hingga ia tertidur dan baru akan ibunya meninggalkan saat ia benar-benar telah terlelap.

Baiklah, satu kesulitan kembali muncul. Kenzo semakin menyadari jika dirinya dalam bahaya besar. Sangat besar malah karena gadis bertubuh kecil itu bukanlah balita melainkan seorang bayi yang mungkin harus dinyanyikan sebelum tidur atau dibacakan dongeng.

"Apa kau ingin menyalakan lampu?" tanya Kenzo.

Anggukan lemah Alexa sedikit membuat Kenzo sedikit merasa panik, ia takut jika gadis kecil itu menangis. Kenzo memang memiliki beberapa orang keponakan, tetapi bukan berarti ia harus memperlakukan Alexa seperti keponakannya.

Oh, ayolah. Dia tampaknya sungguh-sungguh dan hendak menangis.

Setelah menyalakan lampu baca untuk Alexa, Kenzo kembali duduk lalu ia berdehem. "Apa kau ingin makan sesuatu?"

Alexa hanya menggelengkan kepalanya, ia lalu memeluk boneka lumba-lumba yang ia bawa dari salah satu koleksinya di kamarnya.

"Jadi, ini pertama kali kau tidak tidur di kamarmu?"

Alexa dengan malas melirik Kenzo dengan lirikan mengabaikan. "Aku pernah kok menginap di apartemen Grace."

Kenzo menelan ludahnya, ia tahu siapa yang di maksud Alexa. Grace adalah salah satu kakak perempuannya, anak angkat di keluarga Johanson yang dinikahi oleh putra pertama keluarga itu.

"Apa kau ingin menonton?" Kenzo melembutkan nada bicaranya karena bagaimanapun gadis kecil itu tampak sedang berjuang melawan kesedihannya berpisah dari keluarganya untuk pertama kali.

Alexa menoleh ke arah Kenzo. "Bukankah kau tadi menyuruhku untuk tidur?" tanyanya dengan nada sangat ketus.

Kesabaran Kenzo mulai terkikis, ia telah berusaha dengan baik menghadapi gadis kecil itu, tetapi hasilnya sama sekali tidak ada yang benar. Ia menawarkan semua kebaikan, tatapi semua berujung dengan sikap menjengkelkan Alexa yang seolah menganggapnya musuh. Ia bersumpah ingin sekali melemparkan Alexa dari atas pesawat.

***

"Ini adalah liburan pertamaku!" seru Alexa sambil menyeret kopernya yang berukuran kecil setelah mereka keluar dari pengecekan imigrasi. Ia menolak bantuan Kenzo yang menawarkan diri untuk membawakan kopernya yang berukuran mini dan berwarna merah jambu.

Mendengar itu Kenzo mengerutkan keningnya. "Kau tidak pernah berlibur?" Rasanya mustahil jika anggota keluarga Johanson tidak pernah berlibur.

"Ini adalah liburan pertamaku sendirian, tanpa bodyguard, tanpa siapa pun dan aku bebas. Terima kasih kau telah memuluskan semua rencanaku," ucap Alexa sambil menyeringai lebar.

Kenzo tiba-tiba berdiri di depan Alexa membuat gadis itu menabrak dada bidangnya. "Apa maksudmu?"

Alexa mengerjapkan matanya beberapa kali. "Terima kasih kau telah memuluskan rencanaku terbebas dari bodyguard dan aturan keluargaku," ucap Alexa sambil meraih ponsel yang ada di dalam saku celananya. "Aku akan mencari taksi, menuju hotel dan mencari seorang guide."

"Apa kau sinting?"

Kenzo bukan hanya terkejut mendengar ucapan Alexa. Tetapi, seribu kali terkejut karena Alexa ternyata memanfaatkanya untuk kepentingan pribadi. Gadis itu ingin bebas dari belenggu keluarganya.

Ia membawa Alexa, mendapatkan kepercayaan orang tua Alexa dengan mudah bukan tanpa jaminan. Pertama, keluarga Johanson mengenal kakeknya Edward Pollini sebagai seorang komposer yang tidak diragukan lagi ketenarannya sebagai pianis juga pemimpin orkestra. Kedua, nama baik keluarga Yamada beserta perusahaannya pasti akan menjadi taruhannya jika sedikit saja ia membuat Alexa dalam bahaya. Apa lagi yang Kenzo dengar dari Gabriel, Alexa adalah putri kesayangan ayahnya.

Alexa mengulurkan tangannya, gadis itu menepuk pundak Kenzo. "Kau tenang saja, aku jamin keluargamu dan perusahaanmu juga aman, aku akan mengatakan kepada Daddy bahwa kita tidak cocok dan kita putus. Mudah, bukan?"

Begitu ringan kata-kata itu terlontar dari bibir Alexa, seringan bulu, tanpa beban apa pun. Baiklah, Kenzo mengakui gadis kecil itu pandai membaca situasi, tetapi semua tidak semudah yang Alexa ucapkan.

"Kau tinggal di rumahku, rumah orang tuaku sesuai perkataanmu, aku akan mengenalkan kau pada orang tuaku sebagai kekasihku," ucap Kenzo setengah menggeram.

Alexa ternganga. "Hah?"

Kenzo meraih pergelangan tangan Alexa, ini adalah masalah tanggung jawab. Tadi malam ia telah menyanggupi untuk menjaga Alexa sebaik mungkin, hanya menjaganya selama dua Minggu gadis itu berada di Tokyo. Tidak akan sulit, ia bisa mengatur pekerjaannya nanti, ia bisa pergi ke perusahaan jika situasi sangat mendesak atau mungkin ia juga bisa membagi waktunya. Pria itu menyeret Alexa menuju pintu keluar di mana sopir pribadinya telah menunggu.

"Tuan Yamada, aku telah merencanakan liburanku sendiri, aku tidak ingin bersamamu, tidak ingin bersama siapa pun." Alexa berusaha membebaskan pergelangan tangannya.

Tuan Yamada.

Entah kenapa, ia tidak suka Alexa memanggilnya dengan panggilan seformal itu. "Panggil aku, Kenzo!"

Alexa tidak peduli, ia masih berusaha meronta untuk membebaskan pergelangan tangannya yang di cengkeram telapak tangan Kenzo yang lebar. "Lepaskan atau aku berteriak!"

Kesabaran Kenzo telah menguap bersama dengan udara yang ia hirup, dengan sekali sentakan ia meraih tubuh kecil Alexa, mengangkatnya seolah mengangkat benda ringan lalu meletakkan tubuh Alexa di sebelah pundaknya kemudian meraih pegangan koper milik Alexa dan menyeretnya. Melangkah dengan langkah kaki lebar dan tegap menuju pintu keluar.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak komentar.

Salam manis dari Cherry yang manis.

🍒

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   Epilogue

    Epilogue"Luna mengirimkan beberapa hadiah untuk Ryu," ujar Alexa, matanya tertuju pada layar ponselnya yang berisi pesan dari Luna. Yamada Ryuu adalah nama putra pertama mereka yang baru saja satu Minggu yang laku dilahirkan oleh Alexa. Bayi mungil itu tampak gemuk dan sehat, Ryuu juga memiliki hobi menangis dan tidak penyabar saat menginginkan air susu ibunya saat merasa lapar. "Sampaikan salam kami untuknya," ujar Kenzo yang sedang menggendong Ryuu. "Bagaimana perkembangan terapinya?" "Ia mengatakan operasi pertama beberapa bulan yang lalu sangat membantu, Minggu ini ia mulai belajar melangkahkan kakinya." Kenzo menyentuh pipi putranya menggunakan ujung hidungnya. "Syukurlah." Pada akhirnya, baik Alexa maupun Luna, keduanya memilih saling berdamai dengan keadaan. Terutama Luna, wanita malang itu memilih menerima kenyataan jika ia harus melepaskan Kenzo, juga kesempurnaannya raganya. Namun, Tuhan tidak tinggal diam karena pada akhirnya, mungkin dengan cara itulah ia bert

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   42. End

    Ending "Ayo, tunda pernikahan kita." Alexa menatap bayangan dirinya di cermin. Mereka berada di dalam kamar Kenzo, di kediaman Edward, kakek Kenzo. Mereka baru mengetahui kehamilan Alexa dua hari yang lalu, kandungan Alexa telah berusia enam Minggu. Kenzo menyipitkan kedua matanya, pernikahan mereka hanya tinggal beberapa hari lagi dan Alexa mengatakan ingin menundanya. Tentu saja ia keberatan. "Sayangku, jangan bermain-main." Alexa berbalik menatap Kenzo dengan tatapan kesal. "Kau menghamiliku. Lihat, aku sangat gemuk sekarang," ucapnya terdengar sangat kesal sabil setengah merentangkan tangannya dan matanya menatap tubuhnya yang sedikit bertambah berat. "Aku tidak ingin foto pernikahanku terlihat tidak sempurna." Kenzo menjepitkan sejumput rambut ke belakang telinga Alexa. "Dengar, sayangku. Aku tidak masalah menikahimu kapan saja. Tapi, jika kita menikah menunggu calon buah hati kita lahir, orang tuamu tidak akan setuju." Juga orang tuaku tentunya, terutama ibuku yang su

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   41. My Benefit

    41. My BenefitBersamaan dengan itu Kenzo menginjak rem mobil yang ia kemudikan, pria itu dengan tenang keluar dari mobil lalu berjalan menghampiri Alexa dan Gilbert. "Jiel," sapa Kenzo. "Lama tidak berjumpa." Gilbert tersenyum. "Selamat atas pertunangan kalian." "Terima kasih." Kenzo menarik pinggang Alexa, merapatkan tubuh mereka seolah ia sedang menegaskan jika Alexa hanya miliknya. Pria itu mengecup pelipis sebelah kanan Alexa. "Selamat pagi, Sayang." "Selamat pagi, Ken." Alexa tersenyum manis, ia harus mendongak untuk menatap wajah Kenzo karena perbedaan tinggi mereka yang jauh. "Jiel, sayang sekali, aku harus pergi bekerja," ucap Alexa dengan nada tidak nyaman karena ia harus meninggalkan Gilbert. "Kita akan mengobrol lagi nanti, oke?" Gilbert memasukkan tangannya ke saku jaketnya. "Jangan khawatir, aku akan berada di sini satu Minggu. Kita memiliki banyak waktu." "Good," ujar Alexa. Gilbert melirik sekilas ke arah Kenzo. "Bagaimana jika siang ini kita makan sian

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   40. Your Fault

    40. Your Fault"Bermain denganku tidak perlu berpura-pura mengalah," ucap William. Seusai acara makan malam di kediaman keluarga Johanson, Alexander meminta William menggantikannya bermain catur bersama Kenzo. William dengan senang hati menggantikan ayahnya bermain catur karena ia juga ingin mengenal pria yang akan menjadi suami dari adiknya, Alexa. "Sama sekali tidak," sahut Kenzo kepada pria bermanik mata berwarna Hazel di depannya. Otak yang memiliki pembawaan sedikit kaku tetapi faktanya tidak selalu yang tampak dari luar, bagi Kenzo, William cukup ramah. Ia memang telah berpura-pura mengalah agar Alexander mendapatkan kemenangan dua kali dalam bermain catur meskipun tidak sepenuhnya Kenzo berpura-pura lemah karena bagaimanapun juga permainan catur Alexander tidaklah buruk. Tetapi, tetap saja calon mertuanya itu bukanlah lawan yang seimbang baginya. William tersenyum simpul. "Kau mengalah dua kali dari ayahku, kau hanya ingin mengetahui kemampuan permainan catur ayahku,

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   39. New Rival

    Alexander dan Kenzo duduk berseberangan, fokus kedua orang itu sepenuhnya tertuju pada papan catur yang ada di atas meja di antara mereka. “Kenapa tidak menyerah saja?” tanya Alexander, nada bicaranya sarat dengan ejekan. Bibir Kenzo mengulas senyum tipis, sudah hari ketiga dan ia belum mengalahkan Alexander. “Jika aku menyerah, putrimu akan patah hati.” Alexander tersenyum miring. “Gilbert akan dengan cepat mengobati patah hati putriku.” Kenzo memindahkan ke arah depan salah satu bidak caturnya. “Aku tidak yakin jika Gilbert mampu mengambil hati Alexa.” Alexander juga tahu itu, ia sadar sepenuhnya jika Gilbert tidak mampu mengambil hati Alexa selama bertahun-tahun. “Kau memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi, ya?” “Bukankah itu bagus?” Alexander memindahkan salah satu bidak caturnya ke arah samping. “Kau sangat percaya diri dalam segala hal, sayangnya aku masih belum bisa percaya dengan kemampuanmu menjaga putriku kelak.” “Aku tidak menjanjikan apa pun kepadamu, juga ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   38. Long Time No See

    Satu tangan Kenzo meraih telapak tangan Alexa, ia menautkan jari jemari mereka, dan saling menggenggam sepanjang jalan sementara satu tangannya memegang kemudi mobil. Sesekali Kenzo mendaratkan kecupan-kecupan kecil di jemari gadis yang sangat ia cintai. “Sayangku,” ucap Kenzo saat mobil telah berhenti dengan sempurna di basemen parkir hotel yang dikelola oleh Alexa. Ia melepaskan seat belt-nya juga seat belt yang dikenakan oleh Alexa, matanya lalu menatap Alexa dengan tatapan serius. “Aku tidak akan melarang menjadi apa pun yang kau inginkan nanti setelah kita menikah. Tetapi, apa pun jalan yang kau ambil, kau harus bertanggung jawab,” Alexa mengangguk, ia mengerti apa yang Kenzo maksudkan. Benar apa yang Kenzo ucapkan, ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan. Apa lagi menyangkut masalah pekerjaan, jika ia mengundurkan diri secara mendadak, bukan hanya membuat jadwal William berantakan karena bertambahnya pekerjaan baru tetapi seluruh jajaran stafnya juga akan ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   19.Don't Touch Me!

    Alexa membuka matanya, sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah tidak jendela di kamarnya. Rupanya matahari telah tinggi. Di Jepang, matahari terbit lebih cepat di musim panas, yaitu pukul 4:30 pagi. Alexa turun dari atas tempat tidurnya untuk membuka tirai jendela agar sinar matahari bisa masu

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   18. Jealous?

    Alexa mengentakkan kakinya beberapa kali di lantai, ia merasa sangat kesal kepada Kenzo karena di matanya, pria itu banyak sekali memiliki dosa kepadanya. Ya, dosa. Pertama, tadi malam Kenzo membiarkannya tidur sendiri. Apa pria itu tidak tahu jika Alexa harus meminta bantuan Grace untuk menemanin

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   17. I Hate You

    "Ken, aku telah memikirkannya," ucap Luna yang duduk di samping Kenzo. Mereka berada di sebuah bangku taman tak jauh dari di area apartemen yang di tempati Luna.Kenzo menatap dua orang yang sedang menikmati sore itu di taman sambil sang pria mendorong stroller bayi sementara si wanita tampak sibuk

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   16. Another Dictator

    Pagi di Tokyo, karena akhir pekan Kenzo tidak pergi ke perusahaan. Ia melatih fisiknya lebih lama dari biasanya sambil menenangkan perasaan kalut yang menderanya. Tadi malam Alexa tidak mengganggunya, dalam artian gadis itu benar-benar mencoba tidur sendirian di kamarnya. Seharusnya ia merasa tenan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status