Share

3. A Little Girl

last update publish date: 2026-04-17 19:05:19

3. A Little girl

Alexa mengamati sekeliling, ia memastikan ayahnya sedang tidak memedulikannya, kemudian ia juga memastikan keberadaan Gabriel. Sepupunya itu tampak sedang berbincang dengan anggota keluarga yang lain. Sedangkan bodyguard-nya tentu saja tidak ada karena saat itu masih di dalam acara pesta pernikahan. Gadis itu mengendap-endap menuju keluar ruangan untuk kembali ke lounge. Setahu Alexa, teman-temannya biasanya pergi berpesta tengah malam, bukan pukul tujuh malam. Jadi, ia ingin memastikan tempat itu sekali lagi, ia tadi hanya berpura-pura pada Gabriel mengakui kalau ia tidak merasa penasaran lagi.

Setelah berhasil keluar dari tempat pesta, Alexa melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa menuju tangga yang melingkar lalu menuju lift. Ia menunduk untuk menghindari beberapa orang wartawan yang diizinkan untuk meliput berita pernikahan Grace dan William. William adalah kakak kandung Alexa sedangkan Grace adalah putri angkat di keluarga Johanson, mereka saling jatuh cinta kemudian menikah.

Pernikahan mereka menjadi incaran para pemburu berita karena Grace berkecimpung dalam dunia hiburan juga seorang perancang sepatu, di luar itu keluarganya adalah keluarga terpandang yang sehingga menjadi incaran untuk dijadikan berita di London ditambah lagi Johanson Coorporation memiliki sebuah anak perusahaan yang bergerak di bidang entertainment bernama Glamour Entertainment.

Baru saja lift terbuka, Alexa menubruk seseorang dan payahnya lagi gaunnya tersangkut di kancing jas pria yang ia tubruk.

"Sial!" Umpat Alexa dengan suara pelan.

Gadis itu mendongakkan wajahnya dan terkejut mendapati siapa pria yang ia tubruk. Pria itu adalah teman Gabriel yang ia sendiri tidak mengingat namanya.

"Alexa?" Sama halnya dengan Alexa, Kenzo pun tidak menyangka jika mereka bertemu kembali.

"Maaf, gaunku, tersangkut. Bisakah kau diam sebentar?"

Kenzo mengalihkan pandangannya, benar gaun Alexa tersangkut di kancing lengan jasnya.

Bagaimana bisa?

Kenzo menggeser posisi mereka yang berada di depan pintu masuk lift, sayangnya ia salah mengambil langkah. Seharusnya ia membawa Alexa masuk ke dalam lift bukan malah keluar dari lift dan berada di depan wartawan seperti ini. Diam-diam ia mengutuk kesialannya. Lounge berada di lantai bawah, kebetulan ia melupakan sesuatu dan hendak menemui Gabriel untuk menyerahkan sesuatu yang ia simpan di saku jasnya. Saat berbincang dengan Gabriel tadi, mereka terlalu asyik dan sedikit terburu-buru membuat Kenzo melupakan bahwa selain bertemu sahabatnya itu, ia juga hendak memberikan benda yang diminta oleh Gabriel.

Saat Alexa menabraknya otomatis Kenzo refleks menangkap pinggang gadis kecil itu agar gadis itu tidak kehilangan keseimbangannya. Tetapi, ia tidak menyangka jika niat baiknya justru berujung dengan kancing lengan jas yang ia kenakan tersangkut di gaun yang dikenakan Alexa, tepat di bagian pinggangnya hingga membuat terkesan ia sedang memeluk Alexa dengan cara yang sangat posesif. Posisi yang tidak menguntungkan karena beberapa kilatan lampu blitz kamera mulai mengarah kepada mereka.

"Celaka...," gumam Kenzo.

Benar-benar sial, mereka terlihat seperti pasangan yang tertangkap basah oleh wartawan. Kenzo tahu siapa keluarga Johanson karena ia sangat dekat dengan Gabriel. Jika ia menarik paksa lengannya dari gaun yang Alexa kenakan bukan tidak mungkin gaun itu akan sobek karena dari yang Kenzo lihat, bahan gaun itu terbuat dari brokat tipis yang terlihat rapuh.

"Mereka mengambil foto kita," ucap Alexa lirih.

"Dengar, bagaimana jika kita mencari tempat yang sepi agar aku bisa melepaskan kancing yang tersangkut ini?"

Alexa mengangguk, gadis itu merasa kikuk karena ia belum pernah berada di dalam pelukan seorang pria selain ayahnya, William, dan Leonel, kedua kakak laki-lakinya. Kedua orang itu berjalan dengan santai melewati beberapa orang wartawan yang terus saja mengarahkan kamera dan dengan leluasa mengambil gambar mereka. Alexa yakin, ia akan masuk ke dalam headline berita dengan judul : Alexa Johanson tampil di pernikahan kakaknya bersama kekasihnya.

Setibanya di ujung lorong yang sepi, mereka berhenti di dekat sofa berwarna merah. Kenzo melepas jas semi formal yang ia kenakan, menyisakan kaos santai yang ia kenakan. Ia duduk di sofa itu sementara Alexa masih berdiri, perlahan ia menarik kancing yang tersangkut di bagian pinggang gaun Alexa. Tetapi, untung tidak dapat diraih dan malang tidak bisa ditolak. Gaun itu justru sobek.

Alexa memekik. Wajahnya merah padam, ia belum pernah memperlihatkan bagian tubuhnya kepada pria mana pun meski itu ayahnya sejak ia telah dewasa. Ia selalu mengenakan kaos, ia tidak menyukai pakaian terbuka dan kini kulit pinggangnya dilihat oleh seorang pria asing.

"Kau merobek gaunku!" seru Alexa.

Kenzo mendengus pelan, itu hanya sedikit robek bukan sampai menelanjangi, untuk apa anak kecil itu begitu heboh. Ia menatap Alexa dengan tatapan lurus.

"Aku tidak sengaja," kata Kenzo.

"Kau pasti ingin mencabuliku!" bentak Alexa.

"Kau pikir aku seorang pedofil? Mana mungkin aku mencabuli anak lima belas tahun," jawabnya dengan nada geli dan tidak bisa untuk menahan tawa kecil.

Alexa membeliak. "Umurku sembilan belas tahun, asal kau tahu," ucapnya dengan nada kesal.

Kenzo mengernyit. "Oh, ya... anak kecil lain kali kalau berjalan hati-hati, lihat sekarang gaun mahalmu sia-sia," katanya sambil bangkit dari posisi duduk lalu memakaikan jasnya ke bahu Alexa.

"Kubilang umurku sembilan belas tahun! Sembilan belas tahun!" ucap Alexa sambil berkecak pinggang di depan Kenzo. Ia mengangkat dagunya tinggi-tinggi agar bisa menatap wajah Kenzo dengan ekspresi menantang.

Kenzo tertawa ringan, ia bermaksud menyentuh puncak kepala Alexa karena gemas, sayangnya Alexa menghindar dan insiden tidak mengenakan terjadi kembali. Gadis itu kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh, Kenzo kembali refleks menangkap pinggang kecil Alexa. Baru saja ia berhasil menangkap pinggang Alexa, bersamaan dengan itu, Alexander Johanson muncul dan posisi mereka sungguh tidak menguntungkan apa lagi Alexa juga refleks lengannya melingkar di pinggang Kenzo. Posisi mereka terlihat sangat intim, teramat sangat dekat dan demi Tuhan, hari ini Kenzo merasa benar-benar sial.

"Alexa...." Pria itu memanggil putrinya.

Bersambung....

Slow update!

Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan rate bintang.

Salam manis dari Cherry yang manis.

🍒

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   Epilogue

    Epilogue"Luna mengirimkan beberapa hadiah untuk Ryu," ujar Alexa, matanya tertuju pada layar ponselnya yang berisi pesan dari Luna. Yamada Ryuu adalah nama putra pertama mereka yang baru saja satu Minggu yang laku dilahirkan oleh Alexa. Bayi mungil itu tampak gemuk dan sehat, Ryuu juga memiliki hobi menangis dan tidak penyabar saat menginginkan air susu ibunya saat merasa lapar. "Sampaikan salam kami untuknya," ujar Kenzo yang sedang menggendong Ryuu. "Bagaimana perkembangan terapinya?" "Ia mengatakan operasi pertama beberapa bulan yang lalu sangat membantu, Minggu ini ia mulai belajar melangkahkan kakinya." Kenzo menyentuh pipi putranya menggunakan ujung hidungnya. "Syukurlah." Pada akhirnya, baik Alexa maupun Luna, keduanya memilih saling berdamai dengan keadaan. Terutama Luna, wanita malang itu memilih menerima kenyataan jika ia harus melepaskan Kenzo, juga kesempurnaannya raganya. Namun, Tuhan tidak tinggal diam karena pada akhirnya, mungkin dengan cara itulah ia bert

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   42. End

    Ending "Ayo, tunda pernikahan kita." Alexa menatap bayangan dirinya di cermin. Mereka berada di dalam kamar Kenzo, di kediaman Edward, kakek Kenzo. Mereka baru mengetahui kehamilan Alexa dua hari yang lalu, kandungan Alexa telah berusia enam Minggu. Kenzo menyipitkan kedua matanya, pernikahan mereka hanya tinggal beberapa hari lagi dan Alexa mengatakan ingin menundanya. Tentu saja ia keberatan. "Sayangku, jangan bermain-main." Alexa berbalik menatap Kenzo dengan tatapan kesal. "Kau menghamiliku. Lihat, aku sangat gemuk sekarang," ucapnya terdengar sangat kesal sabil setengah merentangkan tangannya dan matanya menatap tubuhnya yang sedikit bertambah berat. "Aku tidak ingin foto pernikahanku terlihat tidak sempurna." Kenzo menjepitkan sejumput rambut ke belakang telinga Alexa. "Dengar, sayangku. Aku tidak masalah menikahimu kapan saja. Tapi, jika kita menikah menunggu calon buah hati kita lahir, orang tuamu tidak akan setuju." Juga orang tuaku tentunya, terutama ibuku yang su

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   41. My Benefit

    41. My BenefitBersamaan dengan itu Kenzo menginjak rem mobil yang ia kemudikan, pria itu dengan tenang keluar dari mobil lalu berjalan menghampiri Alexa dan Gilbert. "Jiel," sapa Kenzo. "Lama tidak berjumpa." Gilbert tersenyum. "Selamat atas pertunangan kalian." "Terima kasih." Kenzo menarik pinggang Alexa, merapatkan tubuh mereka seolah ia sedang menegaskan jika Alexa hanya miliknya. Pria itu mengecup pelipis sebelah kanan Alexa. "Selamat pagi, Sayang." "Selamat pagi, Ken." Alexa tersenyum manis, ia harus mendongak untuk menatap wajah Kenzo karena perbedaan tinggi mereka yang jauh. "Jiel, sayang sekali, aku harus pergi bekerja," ucap Alexa dengan nada tidak nyaman karena ia harus meninggalkan Gilbert. "Kita akan mengobrol lagi nanti, oke?" Gilbert memasukkan tangannya ke saku jaketnya. "Jangan khawatir, aku akan berada di sini satu Minggu. Kita memiliki banyak waktu." "Good," ujar Alexa. Gilbert melirik sekilas ke arah Kenzo. "Bagaimana jika siang ini kita makan sian

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   40. Your Fault

    40. Your Fault"Bermain denganku tidak perlu berpura-pura mengalah," ucap William. Seusai acara makan malam di kediaman keluarga Johanson, Alexander meminta William menggantikannya bermain catur bersama Kenzo. William dengan senang hati menggantikan ayahnya bermain catur karena ia juga ingin mengenal pria yang akan menjadi suami dari adiknya, Alexa. "Sama sekali tidak," sahut Kenzo kepada pria bermanik mata berwarna Hazel di depannya. Otak yang memiliki pembawaan sedikit kaku tetapi faktanya tidak selalu yang tampak dari luar, bagi Kenzo, William cukup ramah. Ia memang telah berpura-pura mengalah agar Alexander mendapatkan kemenangan dua kali dalam bermain catur meskipun tidak sepenuhnya Kenzo berpura-pura lemah karena bagaimanapun juga permainan catur Alexander tidaklah buruk. Tetapi, tetap saja calon mertuanya itu bukanlah lawan yang seimbang baginya. William tersenyum simpul. "Kau mengalah dua kali dari ayahku, kau hanya ingin mengetahui kemampuan permainan catur ayahku,

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   39. New Rival

    Alexander dan Kenzo duduk berseberangan, fokus kedua orang itu sepenuhnya tertuju pada papan catur yang ada di atas meja di antara mereka. “Kenapa tidak menyerah saja?” tanya Alexander, nada bicaranya sarat dengan ejekan. Bibir Kenzo mengulas senyum tipis, sudah hari ketiga dan ia belum mengalahkan Alexander. “Jika aku menyerah, putrimu akan patah hati.” Alexander tersenyum miring. “Gilbert akan dengan cepat mengobati patah hati putriku.” Kenzo memindahkan ke arah depan salah satu bidak caturnya. “Aku tidak yakin jika Gilbert mampu mengambil hati Alexa.” Alexander juga tahu itu, ia sadar sepenuhnya jika Gilbert tidak mampu mengambil hati Alexa selama bertahun-tahun. “Kau memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi, ya?” “Bukankah itu bagus?” Alexander memindahkan salah satu bidak caturnya ke arah samping. “Kau sangat percaya diri dalam segala hal, sayangnya aku masih belum bisa percaya dengan kemampuanmu menjaga putriku kelak.” “Aku tidak menjanjikan apa pun kepadamu, juga ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   38. Long Time No See

    Satu tangan Kenzo meraih telapak tangan Alexa, ia menautkan jari jemari mereka, dan saling menggenggam sepanjang jalan sementara satu tangannya memegang kemudi mobil. Sesekali Kenzo mendaratkan kecupan-kecupan kecil di jemari gadis yang sangat ia cintai. “Sayangku,” ucap Kenzo saat mobil telah berhenti dengan sempurna di basemen parkir hotel yang dikelola oleh Alexa. Ia melepaskan seat belt-nya juga seat belt yang dikenakan oleh Alexa, matanya lalu menatap Alexa dengan tatapan serius. “Aku tidak akan melarang menjadi apa pun yang kau inginkan nanti setelah kita menikah. Tetapi, apa pun jalan yang kau ambil, kau harus bertanggung jawab,” Alexa mengangguk, ia mengerti apa yang Kenzo maksudkan. Benar apa yang Kenzo ucapkan, ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan. Apa lagi menyangkut masalah pekerjaan, jika ia mengundurkan diri secara mendadak, bukan hanya membuat jadwal William berantakan karena bertambahnya pekerjaan baru tetapi seluruh jajaran stafnya juga akan ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   13. Heart Beating

    “Aaa....” Alexa mendekatkan sendok yang berisi es krim penuh ke mulut Kenzo. Pria itu tertegun, ia sedikit memundurkan tubuhnya untuk menatap es krim yang berada sangat dekat dari bibirnya lalu menatap Alexa dengan perasaan geli. “Tenang saja, aku membeli dua es krim. Jadi, sendoknya bukan bekas

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   12. Like a Fairy

    "Selamat pagi, Ken." Luna mengecup sebelah pipi Kenzo, ekor matanya mengarah kepada Alexa yang duduk tepat di depan Kenzo. "Selamat pagi." Kenzo membalas sapaan Luna tanpa membalas kecupan kekasihnya. Pagi itu suasana di kamar yang mereka tempati teramat sangat kaku, entah hanya Kenzo yang merasa

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   11. Back to London

    Luna membeku di ambang pintu ketika mendapati kekasihnya membukakan pintu kamar hotel untuknya, pria itu mengenakan celaan pendek kain di padukan dengan kaos longgar berwarna putih. Rambutnya tampak berantakan dan ia beberapa kali menguap, tampaknya ia letih dan sangat mengantuk. Tetapi, bukan itu

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   9. Playing Together

    Seperti biasa Kenzo bangun lebih awal. Setelah melakukan olah raga ringan, ia membersihkan tubuhnya lalu bergegas pergi menuju perusahaan tanpa menyantap sarapannya. Ia bisa mendapatkan sarapan di perjalanan atau meminta sekretarisnya untuk membelinya. Yang jelas ia tidak ingin bertemu Alexa pagi i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status