Share

6. Alexa's Boobs

last update publish date: 2026-04-17 19:41:06

6. Alexa's Boobs

Kebun binatang.

Oke. Hanya dua kata, tetapi benar-benar mampu menggema di otak Kenzo pagi itu hingga pria itu hanya bisa berharap jika dunia berhenti berputar. Dari sekian banyak orang yang mengunjungi Jepang, mereka ingin melihat indahnya bunga sakura. Karena ini adalah musim panas bunga sakura tidak mekar, tetapi masih banyak wisata lain yang bisa Alexa kunjungi. Bukan mengunjungi kebun binatang.

Kenzo bermaksud menginterupsi gagasan konyol Alexa untuk pergi ke kebun binatang, tetapi ibunya menatap dengan tatapan tajam seolah mengatakan jangan coba-coba menentang keinginan Alexa. Konyolnya lagi gadis kecil itu tidak bersedia menggunakan mobil, ia ingin menggunakan kereta. Bukan masalah besar karena layanan kereta di Jepang sangat baik dan nyaman, masih bisa di terima oleh akal, tetapi pergi ke kebun binatang?

Gagasan terkonyol yang pernah Kenzo dengar seumur hidupnya.

Beberapa kali Kenzo berusaha meregangkan otot-ototnya, tadi malam ia tidak bisa tidur dengan nyaman karena Alexa tidak bersedia tidur di kamar yang telah di sediakan untuknya, gadis itu beralasan tidak bisa tidur tanpa di temani lebih dulu oleh ibunya atau ayahnya. Kenzo akhirnya mengalah, setelah memastikan Alexa tertidur, Kenzo merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berukuran lebih pendek dari tinggi badannya dan hasilnya pagi ini otot-otot tubuhnya menegang. Bukan hanya menegang, ia juga merasa kepalanya sedikit berat karena kurang tidur dan tentunya kualitas tidurnya tadi malam sangat buruk.

“Cepatkah, kau lambat sekali seperti seekor kerang,” gerutu Alexa sambil memberengut.

“Apa di London tidak ada kebun binatang?” tanya Kenzo sambil tertawa mengejek.

Alexa mengerutkan bibirnya. “Kebun binatangnya lebih baik, tapi aku ingin melihat Panda di sini,” ujarnya.

Kenzo mengepalkan telapak tangannya dan meletakkannya di depan bibirnya, ia tertawa hingga bahunya terguncang. “Hanya itu?” tanyanya kemudian.

Alexa menatap Kenzo dengan tatapan kesal. “Cepatlah!” Ia meraih pergelangan tangan Kenzo, menyeret pria tinggi itu seolah ia anak kecil yang sedang menyeret kakaknya.

Setelah berulang kali membaca denah lokasi untuk mencari kandang Panda, akhirnya mereka berdua tiba di sana.

“Ken, lihat! Dia sangat lucu.”

“Lihat! Dia sangat menggemaskan.”

“OMG! So cute!”

“Aku ingin menggendongnya.”

“Aku ingin memeluknya.”

Kenzo yang berdiri di sambil Alexa hanya tersenyum, ia bersedekap menyaksikan gadis itu begitu antusias melihat Panda. Semua pose Panda diabadikan oleh Alexa menggunakan ponselnya.

“Aku akan meminta Daddy untuk membelikan satu untukku,” gumam Alexa sambil terus mengarahkan kamera ponselnya kepada Panda yang berada di dalam kandangnya.

Kenzo meletakkan telapak tangannya di atas kepala Alexa. Menepuknya dengan lembut beberapa kali sambil bibirnya mengilas senyum samar, ia tidak ingat lagi kapan bersenang-senang. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia menghabiskan waktunya untuk belajar dan terkadang bermain game. Mungkin terakhir kali ia menginjakkan kakinya di kebun binatang adalah umurnya delapan tahun, ia nyaris tidak bisa mengingatnya. Seperti gagasan pergi ke kebun binatang tidak buruk.

“Lihat Panda yang berada di sebalah sana, kuperhatikan dia tidak berhenti makan! Oh, dia sangat rakus. Pantas saja badannya besar,” ucap Alexa sambil menunjuk seekor Panda yang tampak lahap memakan batang bambu muda.

“Karena nutrisi yang terkandung di dalam batang bambu muda itu sangat sedikit, sehingga Panda memerlukan banyak batang bambu untuk ia konsumsi,” ujar Kenzo memberikan penjelasan dengan sabar seolah ia sedang berbicara dengan Crystal, keponakannya.

“Apa dia hanya memakan bambu muda?”

“Ya.”

“Kenapa bukan wortel saja?”

Kenzo terkekeh. “Karena dia bukan kelinci,” jawabnya dengan nada geli.

“Aku ingin ke sini setiap hari untuk melihat Panda,” ujar Alexa.

Kenzo tersenyum. “Kau akan bosan jika ke sini setiap hari,” ujarnya.

“Andai bisa memberi makan Panda sendiri....” gadis itu bergumam.

Sebenarnya ada satu tempat di mana pengunjung dapat berinteraksi dan memberi makan Panda secara langsung, sayangnya tempat itu bukan di Tokyo, tetapi di Chengdu, China. Kenzo tahu itu dan ia tidak ingin memberi tahu Alexa karena akan merepotkan nantinya.

Alexa menggeser layar ponselnya. “Aku akan mencari informasi siapa tahu ada tempat khusus yang memperbolehkan kita memberi makan Panda,” ujarnya.

Mendengar itu, Kenzo tiba-tiba panik. “Bagaimana jika kita membeli permen kapas dulu?” tanyanya sambil dengan gerakan halus menarik ponsel di tangan Alexa. Ia mengingat di tempat khusus penjual makanan ada yang menjual permen kapas, karena Alexa dianggap anak kecil olehnya, Kenzo berharap permen kapas bisa mengalihkan perhatiannya.

“Tapi....” Alexa bermaksud meraih ponselnya kembali, sayangnya Kenzo telah menyimpan benda itu ke dalam saku celananya.

Pria itu tersenyum manis dan hangat. “Setelah itu kita akan bertanya kepada petugas kebun binatang, lagi pula aku juga merasa haus," katanya sambil berpura-pura mengelus lehernya.

“Ide bagus. Ayo, membeli permen kapas!” Gadis itu tampak kegirangan. Pendar di matanya tampak berkilat-kilat, ia menyeringai lebar kemudian melangkah mendahului Kenzo.

***

Kenzo menghela napasnya lalu mengembuskannya, perasaannya sangat lega. Diam-diam ia mengamati penampilan Alexa dari belakang, gadis itu mengenakan rok mini berwarna merah dipadukan dengan kaos berlengan panjang dan sepatu berwarna putih dengan corak senada dengan pakaiannya. Rambut panjangnya yang lurus dibiarkan tergerai, rambut berwarna coklat keemasan itu tampak berkilat-kilat terkena cahaya matahari. Benar-benar seperti anak kecil. Sayangnya saat mengamati bokong Alexa yang tampak meliuk, pikirannya mulai mengembara menyusuri tubuh gadis itu. Tubuhnya memang tidak terlalu tinggi, tetapi Alexa tidak kurus dan bentuk tubuhnya sintal, padat dan terbentuk sempurna di tempat yang tepat. Tanpa sadar ia menelan menelan liurnya sambil membayangkan jika ia meremasnya, sepertinya kenyal dan lembut. Bukan hanya di sana, pikiran pria itu juga membayangkan dada Alexa yang selalu ia tutupi menggunakan pakaian longgar. Kenzo yakin area itu juga sempurna seperti bokongnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   18. Jealous?

    Alexa mengentakkan kakinya beberapa kali di lantai, ia merasa sangat kesal kepada Kenzo karena di matanya, pria itu banyak sekali memiliki dosa kepadanya. Ya, dosa. Pertama, tadi malam Kenzo membiarkannya tidur sendiri. Apa pria itu tidak tahu jika Alexa harus meminta bantuan Grace untuk menemaninya mengobrol melalui panggilan video hingga ia tertidur, padahal Alexa telah berjanji kepada orang tuanya untuk tidak merepotkan siapapun. Tetapi, Kenzo tetaplah pengecualian. Pria itu boleh direpotkan. Ia ingin sekali Kenzo datang ke kamarnya. Kedua, Kenzo menghilang seharian dan baru kembali saat makan malam tiba, Alexa yakin jika Kenzo menemui Luna, kekasihnya.Alexa membenci itu, sangat membencinya. Rasanya ia ingin sekali menyingkirkan Luna sejauh mungkin dari Kenzo. Gadis itu adalah pengganggu liburannya yang menyenangkan bersama Kenzo, liburan yang semula berjalan sesuai keinginannya, tetapi kemunculan Luna membuat segalanya menjadi tidak menarik lagi di mata Alexa. Gadis itu naik ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   17. I Hate You

    "Ken, aku telah memikirkannya," ucap Luna yang duduk di samping Kenzo. Mereka berada di sebuah bangku taman tak jauh dari di area apartemen yang di tempati Luna.Kenzo menatap dua orang yang sedang menikmati sore itu di taman sambil sang pria mendorong stroller bayi sementara si wanita tampak sibuk dengan ponselnya mengambil foto suami dan anaknya. Wanita itu tampak begitu ceria, begitu juga sang pria. Ia tidak keberatan meski si wanita memerintahkannya berpose berulang kali untuk mendapatkan foto terbaik bersama anaknya yang masih bayi.Kenzo meninggalkan bandara karena ayahnya dan Alexa tidak ada di daftar penumpang pesawat yang ia cek dan ketika memeriksa GPS ponsel ayahnya dan Alexa, ternyata kedua orang itu berada di tempat tinggal kakak tirinya. Kenzo benar-benar telah dibodohi oleh ibunya sendiri, hingga merasa sangat geram. Ia tidak langsung kembali ke tempat tinggal orang tuanya tetapi, ia memilih pergi ke perusahaan. Yang ia perlukan saat itu hanya ingin sendiri agar bisa be

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   16. Another Dictator

    Pagi di Tokyo, karena akhir pekan Kenzo tidak pergi ke perusahaan. Ia melatih fisiknya lebih lama dari biasanya sambil menenangkan perasaan kalut yang menderanya. Tadi malam Alexa tidak mengganggunya, dalam artian gadis itu benar-benar mencoba tidur sendirian di kamarnya. Seharusnya ia merasa tenang karena tidak harus meninabobokan bayi besar, faktanya ia justru tidak bisa tenang. Berulang kali ia mengecek Alexa di kamarnya dan gadis manja itu terlihat baik-baik saja meski ia menendang selimut hingga terjatuh dari tempat tidur. "Mom, Alexa telah bangun?" tanya Kenzo sambil menarik kursi dia ruang makan seusai membersihkan tubuhnya setelah berolah raga. "Kenapa?" Kenzo meraih tempat roti, membukanya lalu mengambil dua lembar roti gandum lalu meletakan di atas piring. "Aku mengetuk kamarnya, tidak ada jawaban," katanya sambil meraih tempat selai. Livia yang sedang menyusun bunga segar di dalam vas menghentikan gerakannya, wanita itu menarik kursi tepat di seberang putra bungsunya ya

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   15. Akward

    Sepanjang pagi Alexa terus bungkam membuat Kenzo merasa sedikit kebingungan karena gadis itu tiba-tiba kehilangan keceriaannya, apa lagi setelah sarapan Alexa tiba-tiba berubah pikiran dan meminta kembali ke Tokyo. Parahnya lagi gadis itu juga merengek ingin kembali ke London hari itu juga. Berulang kali Kenzo menggoda Alexa agar suasana kaku di antara mereka melunak, tetapi semua usaha Kenzo belum membuahkan hasil. Seperti saat ini contohnya, Alexa terus menatap ke arah luar kereta dengan bibir terkatup rapat. Kenzo menduga gadis itu merasa malu karena tadi malam mereka berciuman penuh gairah dan pastinya Kenzo nyaris lepas kendali jika ia tidak memikirkan risikonya. Alexa adalah seorang perawan dan ia adalah putri seorang konglomerat yang tidak bisa diusik. Setelah Alexa tertidur Kenzo harus menyelesaikan gairahnya sendiri di kamar mandi sambil membayangkan bagaimana hangatnya lidah Alexa dan bagaimana kenyalnya dada Alexa yang sempat ia remas perlahan. Sedangkan Alexa, ia merasa

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   14. Alexa's First Kiss

    Kenzo keluar dari kamar mandi, ia hanya mengenakan handuk yang melingkar rendah di pinggang, menampakkan dadanya yang bidang. Ia tidak mendapati Alexa berada di atas tempat tidur seperti biasa, biasanya gadis itu bermain game sambil duduk bersila di sana. Kenzo menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan dan mendapati Alexa tampak duduk dengan posisi setengah meringkuk di soda. Pria itu bergegas menghampirinya dan sedikit terkejut karena gadis itu tampaknya tertidur. Kenzo menekuk kakinya, matanya mengamati wajah Alexa yang tampak begitu rapuh setiap kali gadis itu tertidur. Bukan hanya kali ini ia mengagumi wajah Alexa, mengagumi indahnya alis gadis itu, mengagumi bulu matanya yang tebal seindah kupu-kupu dan yang utama adalah mengagumi bibirnya yang tampak ranum. Perlahan Kenzo mengangkat tubuh Alexa untuk memindahkannya ke atas tempat tidur. Sayangnya hawa dingin dari kulit Kenzo seusai mandi rupanya membangunkan Alexa, gadis itu membuka matanya. Jarak wajah mereka sangat dekat

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   13. Heart Beating

    “Aaa....” Alexa mendekatkan sendok yang berisi es krim penuh ke mulut Kenzo. Pria itu tertegun, ia sedikit memundurkan tubuhnya untuk menatap es krim yang berada sangat dekat dari bibirnya lalu menatap Alexa dengan perasaan geli. “Tenang saja, aku membeli dua es krim. Jadi, sendoknya bukan bekas dari mulutku,” ucap Alexa seolah ia menebak isi pikiran Kenzo. Kenzo membuka mulutnya, melahap es krim yang disodorkan Alexa, rasa manis langsung menjalari rongga mulutnya. Manis dan lembut, mungkin seperti bibir Alexa. “Aku tidak keberatan jika itu bekasmu,” ucapnya menggoda Alexa. “Kata Mommy, coklat bisa memperbaiki suasana hati kita yang kacau,” ucap Alexa sambil kembali menyendok es krim lalu menyodorkan kepada Kenzo. Kenzo yang sedang menerima suapan es krim buru-buru menelan es krim di mulutnya tanpa menikmati terlebih dahulu. “Jadi, kau sedang menghiburku?” “Anggap saja aku sedang menebus kesalahanku, kau mungkin akan di putuskan oleh Luna gara-gara ulahku,” jawab Alexa sambil me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status