Share

Cemburu?

Author: Dek ita
last update publish date: 2026-03-19 22:07:22

Fiona meringis menahan tangannya yang kepanasan. Kedua bola matanya terasa bergetar melihat apa yang ia buat pagi ini berantakan di sekitarnya.

Tatapannya langsung tertuju kepada Darren. Pria itu tak merasa bersalah sedikitpun setelah melemparkan makanan yang ada di atas meja. Hati Fiona terasa semakin sakit.

“Kalau kamu tak mau memakannya, ya sudah. Biar aku yang makan sendiri!” gerutu Fiona, meski suaranya gemetar menyahuti Darren.

Makin menukin tatapan Darren. Pria itu tak peduli dengan apa yang dirasakan Fiona. Mungkin, baginya Fiona hanyalah wanita yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya hanya karena kesalahan saudari Fiona.

“Selain kamar tidurmu dan kamar mandi, aku tak sudi kamu meletakkan apapun di rumahku!” tegas Darren.

Tanpa bicara lagi, Darren langsung pergi meninggalkan rumah. Sorot mata Fiona hanya melihat lantai yang sudah mulai sedikit mengering dengan minyak yang menempel.

Air matanya membasahi wajahnya. Ia usap pelan pipinya yang basah, lalu memunguti dahulu mangkuk dan piring, serta lauk yang masih bisa dipungut.

‘Jahat! Harusnya dia batalkan saja pernikahan itu kalau tak mau aku menggantikan Helen!’ batin Fiona dengan amat sakit.

Sambil sesekali sesenggukkan, Fiona benar-benar membereskan semua kekacauan. Makanan yang sudah terjatuh terpaksa ia buang. Ia buat dapur seperti bagaimana sebelum ia gunakan. Tak mau lagi ada perilaku tak menyenangkan dari Darren.

Tak lama, Fiona keluar dari rumah itu sejenak. Rumah yang sekarang ia tinggali tak layak ia sebut sebagai rumahnya. Dia hanya numpang tinggal, hanya karena status pernikahan.

Berjalan cukup jauh, Fiona pada akhirnya sampai di kafe favoritnya. Aroma manis minumannya membuat Fiona merasa jauh lebih tenang. Saat baru saja ia mulai menegak sedikit, sudut matanya langsung tertuju kepada seseorang.

Di seberang sana, Fiona melihat Darren yang berdiri tak jauh dari mobil hitam yang mungkin adalah milik Darren.

‘Kenapa dia tak pergi bekerja di jam segini?’ batin Fiona, merasa penasaran. Sebuah toko yang terus dipandangi Darren membuat Fiona semakin penasaran. ‘Memang ada apa di sana?’ batin Fiona yang masih bergumam.

Darren tampak langsung masuk ke dalam mobilnya, melaju dengan kencang. Fiona hanya memandangi kepergian mobil Darren. Menghampirinya adalah ide yang buruk, mengingat bagaimana Darren memperlakukannya hanya dalam satu hari.

Fiona yang mengabaikan hal itu, kini beralih untuk berjalan menuju taman setelah ia mencari pada map internet. Ia perlu menarik energi positif lebih banyak, sebelum kembali ke tempat yang tak ada bedanya dengan rumah sebelumnya.

Sebuah taman dengan lapangan luas yang didatangi, memberikan suasana nyaman serta aman bagi Fiona. Ia pandangi rerumputan yang hijau, serta berteduh di bawah pohon yang rindang.

“Hai.”

Sapaan seseorang membuat Fiona sontak menoleh, namun mundur satu langkah ke belakang.

Seorang pria nyaris menyentuhnya, dan memberikan senyuman lebar serta manis melihat Fiona. Fiona kebingungan, karena ia tidak kenal akan pria ini. Raut wajahnya langsung berubah waspada.

“Aku Jayden. Apa kamu tak ingat?”

“Jayden?” Alis Fiona mengkerut setelah mendengar nama yang disebut.

Tak ada bayangan yang keluar dalam ingatan Fiona setelah mendengar nama yang diucap. Rasa bingungnya semakin lama malah semakin besar setelah mencoba mengingat-ingat. “Teman kuliahmu. Kita satu kelas selama 3 semester, apa kamu tak mengenaliku?” ujarnya. Melesat begitu jauh. Fiona akhirnya mendapatkan ingatan mengenai siapa pria itu. Ia langsung pasang senyumannya yang ramah, sembari membalas jabatan tangan Jayden yang sudah menunggunya daritadi.

“Haha, maaf. Sudah lama sekali,” balas Fiona.

“Yah, tak masalah. Wajar kamu tak mengingatku. Kita hanya bertemu di awal perkuliahan,” ucap Jayden.

“Maaf ya. Kamu apa kabar?” Fiona berbasa-basi.

“Tak ada perubahan. Masih sama seperti saat kita bertemu pertama kali,” jawab Jayden. “Begitukah?”

Keduanya asik mengobrol mengungkapkan bagaimana mereka sudah lama tak bertemu. Jayden menjadi satu-satunya teman pria yang berhasil membuat Fiona bisa bicara dengan tenang.

Pria dihadapannya adalah seseorang yang bagi Fiona merupakan hal istimewa, karena akhirnya dia bisa percaya diri berbicara pada seorang pria.

Obrolan mereka terasa semakin nyaman selayaknya dua sahabat yang sudah lama tak bertemu. Namun, tanpa disadari, seseorang menarik tubuh Fiona dan memegangi lengannnya dengan kuat.

Spontan menoleh, Fiona lebih terkejut bahwa yang menariknya adalah seseorang yang dari awal mereka saling bertatap muka, sudah begitu kasar padanya.

Tatapan Darren tampak dingin, namun tajam kepada Jayden. Sementara, Jayden tak bergeming dengan masih tersenyum ramah memandangi Darren.

“Kamu, siapanya?” tanya Jayden, dengan lembut.

Mengiraukan pertanyaan Jayden, Darren menoleh ke arah Fiona yang membuat wanita itu langsung ciut hanya dengan satu kali lirikan.

“Beginikah kamu di luaran?” tanya Darren. “A- Apa?” gugup Fiona.

“Jawab!”

Jayden refleks mencoba menjauhkan Fiona dari Darren. Bahkan wajah ramah Jayden langsung sirna menjadi mode pengamanan melihat suara tegas Darren.

“Jangan kasar begitu! Kamu membuatnya tak nyaman!” tegas Jayden.

Alih-alih memberitahukan Jayden jawaban, Darren justru makin mengeratkan tangannya, dan melirik ke arah Fiona. Seolah sorot matanya berucap, meminta Fiona yang maju memberikan jawaban.

“Tak apa, Jayden. Dia… Suamiku,” ucap Fiona, sembari menyingkirkan tangan Jayden yang masih berusaha menjarakkan ia dengan Darren.

Jayden terkejut dengan jawaban Fiona. Tatapannya yang kaget tak percaya bahwa Fiona sudah menikah.

“Sudah dengar? Jadi jangan mengusik!” tegas Darren.

Darren menepis tangan Fiona, lalu menarik wanita yang tengah ia genggam. Semakin berjalan jauh dengan Darren yang memeganginya, Fiona semakin merasakan bahwa jantungnya semakin tak tenang.

Di dalam mobil Darren, Fiona baru pertama kali masuk ke dalam sana. Suasananya mencengkram, bahkan mencekik pernapasannya.

“Darren, maaf, aku tak-”

“TCKk!” Hanya dengan suara itu, Fiona langsung berhenti bicara, saat hendak menjelaskan. Kepalanya hanya bisa menunduk sambil memegangi tangannya sendiri. Kemungkinan terburuk sudah terbayang dalam kepalanya. Darren bisa marah hanya perkara hal yang tak perlu dipermasalahkan. Tetapi, sekarang ada masalahnya. Tak mungkin ia tak marah besar. ‘Mampus aku habis ini.’

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Feel Hard

    Darren tak memulainya dengan kasar, dia bermain perlahan, sembari sesekali memberi kecupan kecil pada sang istri.Fiona juga tak bisa membohongi diri, bahwa dia merindukan tiap sentuhan dari sang suami yang membuatnya semakin lama semakin membara.“Kenapa tidak lanjutkan buat kukisnya?” tanya Darren, berbisik di telinga Fiona.Fiona yang masih melenguh karena tiap titik sensitifnya yang dipermainkan, berusaha menjawab pertanyaan Darren.“Ba- Bagaimana…. bisa…. Kamu…. membuatku…. enak…” lenguhnya yang merasakan tiap sentuhan Darren.Darren menyeringai puas mendengar ucapan Fiona. Ia justru memainkan jemarinya semakin lihat pada klit Fiona sembari beberapa kali memilin putingnya.“Jadi, lebih enak makananmu, atau aku?” tanya Darren.Saat Fiona lebih sibuk mendesah merasakan permainan Darren, Darren memberhentikan gerakannya terlebih dahulu. Dengan gerakan yang cepat, Darren menggerakkan jemarinya di klit Fiona, membuat wanita di depannya menjepit begitu kuat.“Sa- Sayang….. Arhhhhhh….”

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Everything Goes... Well?

    Fiona yang berangsur membaik, jelas membuat Darren merasa lega. Fiona sudah bisa melakukan pekerjaan rumah, bahkan beberapa kali mulai mencari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya.Darren lebih mengatur waktu untuk bisa bersama Fiona, bahkan sikap Darren jauh lebih baik dari selama ini.“Belakangan, semua terasa baik-baik saja. Tapi, kenapa aku merasa ada yang mengganjal?” celetuk Fiona, sambil melihat ke arah Darren yang sedang menggunakan laptopnya di atas meja makan.Darren sempat melirik ke arah Fiona, lalu tersenyum lebar, kemudian hanya menggeleng kecil kepalanya.“Itu berarti semua baik-baik saja, Sayang,” ucap Darren, manis.Terdengar sangat meyakinkan. Fiona awalnya abai dengan melanjutkan adonan cookies yang yang ia buat. Namun, tetap saja, ada perasaan mengganjal yang terus menghantui dengan berbagai pertanyaan di dalam kepala.Darren yang sekarang sangat peka, ia tahu Fiona memikirkan apa yang dikatakan oleh dirinya. Ia dekati Fiona, dan dipeluk dari belakang sambil membe

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Biar jadi Urusanku

    Selama beberapa hari belakangan, Fiona dan Darren tetap tinggal di rumah orang tua Darren. Fiona masih sering melamun tiba-tiba, bahkan beberapa kali sempat tiba-tiba menangis tanpa sebab.Tak bisa dipungkiri, bahwa Fiona merasa ingatan yang selama ini ia sudah biasakan kini menyakitinya kembali. Apapun pergerakan Fiona, selalu ada bekas ingatan yang terus menghantui.Ia masih bisa menerima bahwa fakta mengatakan ia adalah anak angkat. Tetapi, ia tidak bisa menerima, bahwa semua kesalahan yang selama ini terjadi selalu ditumpahkan kepadanya hanya untuk membuat Helen Kelihatan sempurna.“Sayang, jangan melamun lagi,” panggil Darren.Fiona seketika tersentak setelah mendengar Darren memanggilnya. Ia menoleh, dan melihat sang suami menatapnya dengan begitu sedih.“Maaf. Aku berusaha mengendalikan pikiranku,” Fiona sontak menjawab.Darren menarik bahu Fiona agar lebih dekat dengannya, kemudian membuat Fiona bersandar pada bahunya. ia juga memberikan tepukan kecil, menandakan agar Fiona ti

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Keributan yang Tak Pernah Usai

    Fiona merasa geram mendengar ucapan Roy. Tak habis-habisnya perkara Darren yang sudah dinikahkan dengannya. Sambil menggigit ujung bibirnya, Fiona jadi semakin tahu, bahwa tak ada yang benar-benar menyayanginya selama di rumah.“Bukankah ayah sudah tak menganggapku anak ayah lagi? Ah, lebih tepatnya, ayah memang bukan ayahku, kan?”Roy tersentak setelah mendengar ucapan Fiona. Dia sempat membeku, tatapannya gemetar. Bukan penuh penyesalah. Melainkan, karena ia merasa tak seharusnya ini terbongkar.“Aku sudah tahu kenapa kalian selalu pilih kasih padaku. Selalu menuduhku yang bukan tindakanku. Atau bahkan mengecapku buruk selalu. Itu karena aku adalah sasaran paling pas untuk disalahkan, karena tak ada hubungan darah kalian padaku!” tegas Fiona.Fiona menahan diri. Dadanya sesak dan juga merasa bahwa tubuhnya bisa jatuh kapan saja. Tetapi, ia mencoba menghadapi. Sudah lebih dari 20 tahun dia hidup menjadi anak yang penurut. Sekarang, sudah sepantasnya ia menjadi anak yang membela diri.

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Bukan Kenikmatan

    Helen yang tubuhnya sudah gemetar karena dipakai tadi, kini merasa takut. Pasalnya, setiap kali Marvel marah dan melampiaskan sesuatu, Helen selalu merasa bahwa semuanya berubah menjadi neraka yang menyakitkan.Pria itu berputar, melihat Helen dengan tatapan yang tajam. Degup jantung Helen semakin tidak karuan. ia merasakan ada sebuah serangan dari balik tubuhnya yang menolak pendekatan dari Marvel.“Sa- Sayang… itu tak seperti kelihatannya,” Helen berusaha membela diri. Namun, Marvel sudah tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Helen. Ia mendekati Helen, dan memasangkan sebuah benda kecil pada area kewanitaan Helen. Sebuah getaran hebat menyambar tubuh Helen, membuat Helen tak mampu menahannya.“Ahhhh!!!”Denyutan yang belum usai pada tubuhnya itu terlanjutkan kembali. Helen merasa sekujur tubuhnya menggelinjang karena tak kuat dengan rasa itu.“Kamu suka rasanya, kan? Sekarang, nikmati ini seperti kamu menikmati pria lain!” tegas Marvel.“Ti- Tidak.. Sayang…. maaf…. aku minta ma

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Nikmat tak Terkira

    Tanpa membiarkan Helen bisa sedikit bernapas lega, Gery sudah kembali mengikuti permainan. Ia dengan begitu ganasnya, menyesap pucu dada Helen dengan kasar. Bahkan, ia memilin kasar kedua ujungnya.“Ahhhh….. Sa… Sakit…..”Helen tak bisa berhenti mendesah karena pompaan dari Marvel yang justru semakin kuat. Gery bangun dari dada Helen.Marvel dengan cepat menarik Helen, membuat mereka berdua saling berhadapan dengan Helen berada di atasnya. Ia buat Helen menindih tubuhnya.Napas Helen benar-benar tersengal. Ia bahkan merasakan bagian bawahnya kini masih berkedut meski Marvel sudah berhenti bergerak. Tatapan Marvel puas melihat Helen tak berdaya.Selama ini, Marvel susah membuat Helen berada di bawah perintahnya. Tetapi, sekarang, ia dapatkan apa yang dia inginkan dengan mudahnya.‘Kalau begini terus, aku bisa melakukan apapun padanya!’ seru Marvel yang bersorak riang.“Bagaimana, sayang? Apa kamu suka dengan hari ini?” tanya Marvel, dengan penuh suara manis.“A…. Aku….” helen masih ber

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Menggantikan Helen

    Dengan dress putih tema yang dipilih keluarganya, Fiona datang ke pernikahan sang adik yang sudah direncanakan dengan baik.Fiona tersenyum lebar. Bukan menandakan kebahagiaan. Namun, kebebasan. Kebebasan menjadi bayang-bayang negatif sang adik yang selama ini selalu diberikan kepadanya.Hendak mel

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Emosi Memanas

    Kedua tangan Fiona langsung gemetar setelah mendengar ucapan Helen. Sementara itu, Helen malah tertawa kecil melihat respon Fiona. ‘Jadi, dia sengaja kabur?’“Tapi tenang saja, Fiona. Dia tak tersentuh sama sekali. Jadi, kamu mungkin orang pertama yang akan disentuhnya. Itupun kalau dia mau!” Tawa

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Sandiwara

    Fiona meredamkan diri di dalam kamarnya. Rasanya isi pikirannya dibuat kacau oleh hadiah dari sang mertua.‘Apa mereka pikir, Darren mau melakukan hal itu padaku? Mustahil! Dia melirikku saja tak sudi!’ batin Fiona.Ia ratapi kotak hadiah yang diletakkan di atas kasur. Masih terbayang bagaimana pak

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Hadiah Mertua

    “Sampai mana pendidikanmu?” tanya Darren, dengan nadanya yang dingin menusuk. “Ya?” spontan Fiona menoleh.Tak diulang dua kali, namun, tatapan pria yang sedang mengemudi membuat Fiona undur diri untuk bertanya kedua kalinya.“Kuliah. Aku tamat kok,” balas Fiona.Satu kali lirikan, dan sekali hembu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status