Mag-log inDarren mulai dengan gemas memainkan dada Fiona, dan juga meletakkan terlebih dahulu ponsel Fiona. Tak lama, Darren mulai menaikkan baju Fiona, dan melihat buah dada Fiona yang mengeras karena tegang.Fiona menerima perlakuan Darren, membiarkan Darren melepaskan semua pakaiannya, sampai membuat Fiona merasa malu karena tak mengenakan apapun di hadapannya.“Baby… you look sexy,” ucap Darren.Fiona malah makin merona mendengar ucapan Darren yang memujinya. Tangan Darren menyentuh pipinya dengan lembut, dan sedikit mencubit karena merasa gemas.“Tubuhmu benar-benar indah, Baby,” ucap Darren, yang semakin tak bisa menahan.Sembari malu-malu, Fiona berusaha memasang wajah paling menggoda untuk bisa merayu Darren. Ia suka, sangat menyukai bagaimana Darren menyentuhnya.“Kalau begitu, tunggu apa lagi, Sayang? Kemari,” ucap Fiona.Darren yang sudah bersiap, segera menyesap pucuk dada Fiona. Ia remas dengan keras, dan membuat Fiona mendesah dengan nikmat. Mendengarkan Fiona dengan suara indahny
Darren yang merasa muak dengan drama keluarga ini ingin berperilaku kasar. Ia tak suka, ada orang-orang yang datang dengan tidak tahu dirinya, dan bersikap seenak hati tanpa memikirkan perasaan orang lain.Emosinya yang membesar, membuat napas Darren memanas, dan matanya bahkan melotot memandangi dua wanita tidak tahu diri di hadapannya.“Itu dulu, Darren. Tak bisakah kamu lupakan apa yang sudah berlalu? Sekarang, kami datang untuk memperbaiki, apa yang salah selama ini,” Hanna berbicara, masih dengan tidak tahu dirinya.Darren makin tertawa. Ini tawa muak hati dan juga menunjukkan betapa buruk perasaan yang dia rasakan saat ini.“Berlalu? Kalau begitu, biarkan saja. Mau ada kesalahan atau tidak di masa lalu, sekarang, Fiona adalah istriku, dan tetap akan menjadi istriku!” tegas Darren.Hanna yang melihat kegigihan Darren merasa tak menemukan celah untuk bisa membuat Darren kembali kepada Helen. Jadi, dia menarik lengan Fiona, dan membuat wanita yang sudah ketakutan itu berdiri di seb
Bukan seperti kencan orang dewasa pada umumnya, Fiona dan Darren sama-sama ingin merasakan, bagaimana kencan seperti anak muda pada umumnya.Mereka menuju ke toko barang-barang lucu, dan Fiona sudah memilih beberapa bandana yang sangat imut. Dia sangat menyukai karakter bebek yang ada pada bandana. Baru ia angkat bandana tersebut, hendak dipasangkan di kepala Darren, Darren spontan menolak.“Tunggu…. itu…”Darren masih merasa kikuk. Dia memang bilang setuju dengan ide mereka untuk kencan seperti para remaja. Tetapi, dia juga menjelaskan bahwa dia tak pernah berkencan dengan baik, jadi jelas baginya ini asing.“Ini lucu….” ucap Fiona dengan berseru.Sambil mengerutkan dahinya, Darren bertanya kepada Fiona.“Apa tidak kelihatan aneh? Maksudku… aku ini tak semuda itu lagi,” ucap Darren.“Heii, tak usah dipikirkan. Memang apa salahnya?” Fiona meyakinkan.Masih dengan ekspresi wajah yang tak yakin, Darren akhirnya mengikuti saran Fiona. Ia sedikit membungkuk untuk memberikan kepalanya kepa
Helen awalnya masih mencoba memasang wajahnya yang sombong. Namun, seketika raut wajahnya menjadi lusuh, menunjukkan betapa dia termenung dengan pertanyaan Fiona.“Helen?” panggil Fiona, sekali lagi.Tak kunjung ada respon dari Helen saat Fiona memanggil. Marvel kelihatan kesal, karena Helen bersikap seperti seorang pengecut yang minta dikasihani.Tangannya memang merangkuli pinggang Helen. Namun, sebuah cubitan yang melayang pada pinggangnya membuat Helen nyaris bersuara tinggi.“A-”Belum sempat Helen mengeluarkan rasa sakitnya, badannya sudah ditarik lebih dekat dengan Marvel, membuat dia langsung sadar dan melirik ke arah sang pacar.Fiona yang memperhatikan respon Helen seperti itu, jelas langsung sadar. Ini bukan terjadi karena Helen tak memperhatikan. Tetapi, kelihatan kalau ada sesuatu yang membuat Helen seperti ketakutan.“Helen sekarang itu hidup jauh lebih bahagia. Dia bisa beli apapun yang dia mau, Fiona. Lalu, kamu?” Marvel melirik sambil tersenyum smirk.Dari mimik wajah
DRTTTTT. Marvel membuat alat itu bergetar lebih hebat dibanding sebelumnya. “EUNGGGGHHH…” Desahan Helen malah makin hebat.Marvel tersenyum lebar. Ia lepaskan dalaman yang ada di sekitar mulut Helen, dan membuat wanita itu memenuhi ruangan dengan suara desahan yang semakin tak terkendali.“Ah,.... Ahhh…..,” desahan Helen semakin tak terkendali.Ia mulai mengangkat tinggi pinggulnya, ia melenguh dengan panjang setelah berhasil mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya. Tubuhnya bergetar hebat dan kakinya terasa lemas.Namun, alat yang masih berada di dalam tubuhnya membuat Helen tak bisa berhenti merasakan geli. Helen merasakan semuanya dengan begitu jelas sampai ia kembali mengejang.“Ahhhhhhh…..”Marvel baru mengambil alat tersebut, membuat tubuh yang sudah lemas itu jatuh ke atas kasur. Masih terasa begitu jelas, bagaimana getaran barusan menguasai dirinya.Napas Helen masih tak beraturan, bukannya merasa prihatin atau memberi sedikit pengertian, Marvel justru naik ke atas tubuh Hele
Dengan begitu buas, Marvel menyerang bibir Helen dan membuat Helen melawan. Wanita itu berusaha mendorong tubuh Marvel agar menjauh darinya.Namun, Marvel justru menarik pinggang Helen, dan membuat bibirnya semakin sakit. Helen merasakan ada sesuatu yang perih muncul dari sudut bibirnya. “Ma- Marveel-”GRETTT. Rambut Helen ditarik ke belakang sampai Helen mendongak ke atas. Tarikan Marvel begitu kuat, sampai membuat Helen menahan sakit sambil meringis.“Bagus, Sayang. Kalau kamu melawan terus, aku malah makin suka,” ujar Marvel.Dalam sekali gerakan, Marvel kembali mencumbui Helen dengan ganas. Ia buat Helen berbaring sambil ia menindih tubuh wanita di bawahnya. Helen masih mencoba melawan, tetapi jelas sudah kalah tenaga.‘Kenapa…. kenapa dia jadi kasar begini?!’ Helen benar-benar terkejut.Marvel melepaskan semua dalaman Helen, hingga Helen tak mengenakan apapun. Terlihat jelas bagaimana tubuh Helen sekarang di bawahnya.“Jika biasanya kamu akan menikmati setiap sentuhan, kali ini,







