مشاركة

Bimbang

مؤلف: Sedap Malam
last update تاريخ النشر: 2026-09-21 23:51:55

"Urusanku dengan dia belum sepenuhnya selesai, dia bahkan enggak menghitung berapa uang yang aku setorkan," ujar Yudha saat berjalan pulang. "Wah, gawat! Dia bisa aja mengaku jika kamu enggak bayar sama sekali," timpal Sari.

"Lalu bagaimanakah?" Yudha berhenti sejenak, ia menunggu saran dari kakaknya. "Mau kembali ke sana sepertinya enggak memungkinkan, Ratna masih marah sama kamu, Yudha. Besok aja deh, nunggu suasana reda," pungkas Sari.

Di kamarnya Ratna menangis, ia enggak menyangka jika ibu
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pria Pengganti Suami Loyo

    Hanya Yudha yang tak perduli desahan itu, sedangkan Jono dan Parjo memilih melambatkan laju kapal demi mengintip adegan panas di dalam kamar. Terdapat celah sempit yang memudahkan mereka melihat adegan tersebut meskipun hanya di dalam kamar bercahaya redup."Wah, tubuhnya indah banget. Masih legit dan pulen," ujar Parjo sambil menelan air liur, sedangkan Jono memandang tanpa berkedip. Adengan di dalam sana membuatnya memikirkan sesuatu yang lain. "Andai dia dalam dekapanku, aku rela menukar kebebasanku selama 90 hari," batin Jono.Di dalam, terlihat Joko menindih Sekar. Pria muda yang tampangnya pas-pasan itu tampak begitu bersemangat, ia menjilati sekujur tubuh istrinya sambil menancapkan pusaka berukuran mini ke liang hangat yang basah. Namun bagi Ratna itu baru pemanasan, Joko mengerang. Tubuhnya kaku dan ia langsung menumpahkan cairan ke dalam rongga lembab tadi sebelum akhirnya terkulai tak berdaya."Su--sudah, Mas?" tanya Sekar, Joko mengangguk dan beralih membelakangi istrinya.

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Mengantar Bulan Madu

    Pengantin pria bernama Joko, kabarnya ia anak orang kaya dari wilayah Lampung, namun tak ada yang paham bagaimana asal usul si Sekar yang dianggap keponakan bagi Kardi. Di kapal itu mereka ditemani oleh tiga orang kru yang mengoperasikan kapal yakni Jono, Parjo yang merupakan anak buah Kardi sedangkan Yudha cuma kru tambahan yang ikut pelayaran di luar rencana yang semestinya."Lihatlah, wajah Sekar lebih mirip Kardi ketimbang Ratna. Jangan-jangan dia anak kandung Kardi dengan perempuan lain yang tinggal di desa ujung barat. Seperti yang kita tahu Kardi hobi kawin. Jangankan pada yang masih lajang, pada istri orang pun dia embat sudah kebelet," bisik Jono. "Betul. Mana mirip banget mulai dari mata, bibir sampai rambutnya yang ikal. Cuma biar enggak malu aja dia nyebutnya keponakan, paling takut diamuk Sumiyati," balas Parjo.Di sisi kapal yang lain Yudha mendengar semua percakapan itu, senyumnya tersungging seperti mengejek. "Kenapa kamu tertawa, Yudha?" tanya Jono lagi. "Enggak apa

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Tugas tambahan

    Dengan mudah Sari membawa pulang uang itu, dia begitu sumringah sehingga masuk penuh senyum ke kamar Yudha yang kebetulan belum tidur. "Yudha, aku bawa uang buatmu," kata Sari, dia langsung merangkul Yudha serta menunjukkan satu segepok uang yang baru dia dapat dari pekerjaannya sebagai tukang pijat dadakan."Mbak, dari mana kamu dapat ini? Bahkan ini dua kali lebih banyak dari gaji kita selama dua minggu," Yudha langsung bangun, dia melihat uang itu dengan mata melotot. "Perempuan tadi, dia datang menyuruh aku memijat suaminya," kata Sari memberikan penjelasan singkat. "Cuma pijat dapat segitu?" Yudha menaruh curiga."Ehmmm, sebenarnya enggak begitu sih. Mas Anwar, suaminya Mbak Yanti memiliki masalah kebugaran. Itunya nggak bisa berdiri, dia minta ramuan dan pijatan ringan. Aku cuma asal ngerjain, tapi hasilnya benar-benar berfungsi," lanjut Sari, dia tidak berani menceritakan pengalaman itu sepenuhnya karena takut Yudha akan marah merasa khawatir."Huft!" Yudha menarik napas lega,

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Gelora Berbahaya Pasutri

    Melihat suaminya gelisah, Yanti semakin agresif bahkan dia tidak peduli jika di kamar masih ada Sari. "Kalian boleh melakukan apapun di depanku, aku akan menikmati semua permainan kalian" ucap Sari seperti memberi izin pada Anwar dan Yanti.Anwar bangkit, dia membopong Yanti berbaring di ranjang. Lalu Anwar berjongkok siap menghujamkan pusaka miliknya ke milik Yanti. "Jangan buru-buru, dia belum panas. Sebaiknya kamu buat dia nyaman dulu" bisik Sari. "Maksudnya gimana? Aku sudah nggak tahan ini," kata Anwar bingung."Coba untuk mainkan lidahmu di area intimnya, itu bisa membantu kepercayaan diri Mbak Yanti," balas Sari.Yanti membuka kedua pahanya lebar-lebar, ia berbaring setengah bersandar. Anwar membungkuk, mulai menjulurkan lidah dan menyapu area intim istrinya. Sari masih mengawasi, perhatian Sari tertuju pada gerakan lidah Anwar yang kaku dan kurang pengalaman. Sepertinya Anwar tidak terbiasa dengan posisi tersebut, ada rasa jijik yang terlihat diekspresi wajah Anwar."Gunakan u

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pasutri Nakal

    Gelora Pasutri NakalMalam pun tiba, Yudha masih duduk di beranda rumah dengan pikiran yang berkecamuk. Hesti hanya menatap dari jendela kamar, ia tahu jika Yudha menyimpan beban pikiran yang sangat dirahasiakan. Sebenarnya Hesti bisa saja membantu, namun jika Yudha tidak meminta ia takut dianggap neko-neko."Permisi," tiba-tiba suara seorang perempuan terdengar, Yudha mendongak dan melihat perempuan yang wajahnya cukup asing. "Cari siapa, Bu?" tanya Yudha. "Aku cari Sari, apa dia ada?""Hmmm," Yudha ragu menjawab, apalagi ia tak kenal dengan perempuan itu."Mbak Yanti ya, udah lama menunggu?" Sari yang selesai mandi dan berpakaian keluar dari pintu."Yudha itu tampan sekali ya," bisik Yanti tersenyum. "Mbak ada perlu sama aku kan?" Sari yang mengetahui tatapan nakal Yanti ke Yudha segera memotong pembicaraan. "Be--benar sekali. Oh ya, kalau kamu enggak keberatan, datang ke rumah ya malam ini. Suamiku butuh diurut lagi," lanjut Yanti.Sari termenung, dia tahu jika datang pasti akan da

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Bimbang

    "Urusanku dengan dia belum sepenuhnya selesai, dia bahkan enggak menghitung berapa uang yang aku setorkan," ujar Yudha saat berjalan pulang. "Wah, gawat! Dia bisa aja mengaku jika kamu enggak bayar sama sekali," timpal Sari."Lalu bagaimanakah?" Yudha berhenti sejenak, ia menunggu saran dari kakaknya. "Mau kembali ke sana sepertinya enggak memungkinkan, Ratna masih marah sama kamu, Yudha. Besok aja deh, nunggu suasana reda," pungkas Sari.Di kamarnya Ratna menangis, ia enggak menyangka jika ibunya mungkin menaruh perhatian pada Yudha. Entah karena apa, padahal dulu si ibu juga melarang ia berdekatan dengan Yudha yang dianggap berasal dari kelas bawah. "Apa iya ibu naksir Dirga? Ini semua pasti karena bapak enggak perhatian ke ibu," dengus Ranta. Setelah tangisan itu mereda, ia keluar dari kamar.Ia berada di meja makan, suasana rumah besar itu tampak sepi bahkan Sumiyati dan para pembantu tak terlihat sejak tadi. "Orang-orang pada ke mana?" gumam Ratna, ia yang penasaran lalu menuju k

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status