Gairah Liar Sang Presdir

Gairah Liar Sang Presdir

last updateLast Updated : 2026-10-16
By:  Andy LorenzaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
9Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Memiliki istri yang cantik dan menjadi presdir sebuah perusahaan besar, tak lantas membuat seorang Bobby Biandra berpuas diri. Gairah liarnya semakin hari kian menjadi-jadi dilampiaskan pada para wanita muda yang ia inginkan tak perduli berapapun dia harus membayar, dia juga tak perduli wanita itu masih sendiri ataupun sudah bersuami baginya yang terpenting hasratnya tersalurkan dan ia merasa puas. Kebiasaan Bobby bercinta dengan daun-daun muda berawal sejak ia patah hati pada mantan kekasihnya bernama Friska yang mencampakan dirinya demi seorang pria milyader, hingga Bobby langsung menerima saat Papanya menjodohkan dia dengan Aulia putri sahabat karib Papanya itu yang juga seorang milyader. Akankah rasa patah hati yang menimbulkan dendam di hati Bobby bercinta dengan para wanita muda akan terus berlanjut, sementara Aulia istri sahnya tak pernah ia sentuh?

View More

Chapter 1

Bab 1. Sebuah Tanda Tanya

Seperti biasanya pagi-pagi sekali Bobby telah berada di tempat kerjanya sebagai karyawan teknisi di sebuah perusahaan yang memproduksi sepeda motor, meskipun Papanya yang bernama Azhar merupakan kepala manager di perusahaan itu namun Bobby tak serta-merta bekerja semaunya di sana.

Sebagai karyawan seorang Bobby sangat profesional dalam bekerja meskipun secara tidak langsung Pak Azhar merupakan salah satu atasannya, berkat kinerjanya yang baik dan juga trampil Bobby bahkan menjadi andalan perusahaan itu di bagian teknisi hingga CEO perusahaan itu melalui Papanya yang sebagai manager di sana mengangkat Bobby sebagai kepala tenaga teknisi.

Jam istirahat siang seperti biasa pula Bobby selalu makan siang di luar di sebuah restoran yang menjadi langganannya, setelah ke luar dari kantor ia langsung menuju tempat parkir di mana di sana ia memarkirkan sepeda motor miliknya.

“Hemmm, udah lama aku nggak ngajak Friska makan siang bareng. Sebaiknya aku telpon dia sekarang, moga aja dia juga udah istirahat di tempat kerjanya.”

Gumam Bobby lalu merogoh kantong celananya di mana di sana terdapat ponselnya.

Bobby langsung melakukan panggilan begitu nomor kontak Friska tampil di layar ponselnya, akan tetapi setelah beberapa kali dihubungi tak sekalipun tersambung seperti nomor yang dituju sedang dinonaktifkan.

Bobby nampak mengerutkan keningnya, sepertinya dia tengah dilanda rasa penasaran.

“Aneh, nggak biasanya nomor Friska nggak aktif. Apa batrai ponselnya lowbet? Ah, rasanya nggak mungkin karena di kantor pastinya dia bisa mencasnya. Atau terjadi sesuatu padanya? Sebaiknya aku sekarang menuju kantor tempat ia kerja.”

Bobby berbicara sendiri, lalu naik ke atas sepeda motornya dan berlalu dari area parkir kantor perusahaan itu.

Seorang pria berpakaian satpam nampak melangkah dari dalam kantor tepat di sebelah pintu masuk kantor sebuah perusahaan, ia menuju ke luar saat melihat dari kaca pintu ada seorang pria yang ia kenal menuju ke sana.

“Selamat siang Pak Bobby.”

Sapa satpam itu seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat, pria yang dipanggil dengan Pak Bobby itupun tersenyum lalu menjabat erat uluran tangan satpam itu dan balas berucap.

“Selamat siang Pak Kusdi.”

Setelah melepaskan jabat tangan mereka, Kusdi pun bertanya.

“Sudah lama Pak Bobby tak datang ke sini, tumben siang ini berkunjung? Pak Bobby ingin bertemu dengan Pak Sandy?”

Bobby menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, lalu balik bertanya.

“Aku datang ke sini mau ketemu dengan Friska, apakah Friska ada di ruangannya atau udah ke luar istirahat makan siang? Soalnya tadi aku hubungi ke ponselnya nggak nyambung-nyambung, Pak Kusdi.”

Pak Kusdi tak segera menjawab, dia nampak terbengong hingga membuat Bobby heran.

“Loh, kok Pak Kusdi bengong?”

Sambung Bobby, Kusdi pun tersentak.

“Ma.. Maaf Pak Bobby, saya bengong karena terkejut dengan pertanyaan dari Pak Bobby tadi mengenai Bu Friska. Masa Pak Bobby tidak tahu kalau Bu Friska resign dari kantor ini tiga hari yang lalu?”

Kali ini Bobby yang terperanjat kaget.

“Apa, resign? Pak Kusdi nggak becanda kan?”

Kusdi gelengkan kepalanya, lalu menjawab.

“Saya serius Pak Bobby, masa saya becandain Pak Bobby.”

Bobby yang memang tak pernah dicandai Kusdi merasa yakin apa yang dikatakan satpam itu benar adanya, akan tetapi rasa terkejutnya tadi beralih dengan rasa penasaran yang besar.

“Pak Kusdi tahu apa penyebab Friska resign dari perusahaan ini?”

Kembali Kusdi menggelengkan kepalanya, kemudian menjawab.

“Maaf saya tidak tahu alasan Bu Friska resign, begitu pula dengan karyawan lainnya tak satupun dari mereka yang tahu penyebab Bu Friska mengundurkan diri tiga hari yang lalu.”

Bobby terdengar menarik napasnya dalam-dalam, semua itu bukan saja karena rasa terkejutnya mendengar Friska resign dari perusahaan itu akan tetapi juga penasaran apa penyebab hingga kekasihnya itu memutuskan berhenti bekerja di sana.

“Baiklah, kalau begitu aku mohon diri dulu Pak Kusdi.”

Ucap Bobby pamitan, Kusdi pun menanggapi.

“Apa tidak sebaiknya Pak Bobby masuk dulu bertemu dengan Pak Sandy sebagai pimpinan perusahaan ini? Barangkali Pak Bobby bisa bertanya langsung padanya, mengenai alasan Bu Friska resign dari kantor ini.”

Bobby tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.

“Tidak usah Pak Kusdi, mungkin lain kali saja aku temui Pak Sandy. Terima kasih atas informasinya Pak, aku permisi dulu.”

Ucap Bobby, setelah Kusdi mengangguk Bobby pun menuju sepeda motornya yang ia parkir di area parkir kantor perusahaan itu.

Ada beberapa menit Bobby duduk di atas sepeda motornya di area parkir itu merenung dan menerka-nerka penyebab Friska resign, barulah kemudian ia menjalankan sepeda motornya itu meninggalkan area parkir dan kantor perusahaan itu.

Di depan pagar deretan rumah kontrakan, Bobby hentikan sepeda motornya. Kembali seorang pria berpakaian satpam menghampiri, saat Bobby menekan bel yang ada di sebelah pintu pagar masuk ke halaman rumah kontrakan itu.

“Eh, Mas Bobby rupanya. Silahkan masuk Pak!”

Sapa dan ajak satpam itu.

“Terima kasih Pak Anto, oh ya Friska nya ada di rumah Pak?”

Tanya Bobby sembari berjalan di halaman bermaksud menuju salah satu rumah di deretan rumah kontrakan itu di mana di sana Friska tinggal selama ini, namun tiba-tiba Anto mengarahkan Bobby menuju rumah majikannya atau pemilik deretan rumah kontrakan itu yang terletak di bagian ujung sebelah kiri.

Rumah yang diarahkan Anto itu tentu saja tak seperti deretan rumah kontrakan yang ada di sampingnya, rumah itu cukup mewah dan besar.

Bobby tentu saja terkejut kenapa tiba-tiba saja Anto mengarahkan dirinya untuk melangkah menuju rumah majikannya, bukannya menjawab pertanyaannya tadi mengenai Friska ada tidaknya ia di rumah kontrakan yang dihuni kekasihnya itu selama ini.

“Loh, kok Pak Anto mengajak aku ke rumah Tante Merry?”

Tanya Bobby dengan raut wajah yang heran dan penasaran, kembali Anto tak segera menjawab. Dia sepertinya bingung harus menjawab bagaimana, ia lalu hentikan langkahnya dan berkata.

“Sebaiknya Mas Bobby bertemu dengan Bu Merry, Mas bisa menanyakan tentang Mbak Friska padanya.”

Bobby semakin bingung dan penasaran mendengar jawaban dari Anto, dengan penuh tanya di hati ia mempercepat langkahnya menuju rumah Tante Merry itu. Apa sebenarnya yang terjadi pada diri Friska...?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status