Main Api

Main Api

last updateLast Updated : 2026-09-23
By:  NomNom69Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Arman sadar bekerja menjadi office boy saja mungkin tidak cukup menyenangkan istrinya. Tapi apapun ia akan lakukan demi Keysha sampai setiap hari diam-diam istrinya sering pulang larut malam membawa pulang barang mewah, bahkan pulang dalam bekas kecupan di lehernya. Kecurigaannya membawa Arman ke tempat rahasia istrinya yang terungkap. Namun bukannya menemukan istrinya, ia malah dianggap talent film biru. Awalnya, Arman hanya ingin membongkar kebohongan Keysha. Namun, ketika pekerjaan itu menawarkan uang besar sekaligus jalan menuju kehidupan yang tak pernah bisa diraihnya. Mengapa ia tak mencoba? Jika Keysha ternyata berani bermain api di belakangnya, mengapa Arman harus terus menjadi suami setia?

View More

Chapter 1

Sesuatu yang Disembunyikan

Arman sadar bekerja menjadi office boy saja mungkin tidak cukup menyenangkan istrinya.

Bahkan malam ini ia mengurungkan niatnya membeli sebungkus rokok demi membeli martabak kesukaan Keysha.

Tidak masalah. Malam ini ia membawa kabar baik yang jauh lebih berharga untuk Keysha.

Setelah bertahun-tahun menjadi pekerja alih daya, akhirnya ia diangkat sebagai pegawai tetap.

Arman sudah membayangkan wajah Keysha ketika mendengar kabar itu. Mulai bulan depan, pendapatannya akan bertambah lima ratus ribu rupiah. Langkah Arman mendadak terhenti ketika lampu motornya menyorot lima kardus yang bertumpuk di depan pintu kontrakan.

“Paket lagi?” bisik Arman pelan.

Arman mematikan mesin motor, lalu berjongkok. Jemarinya meraba resi di salah satu kardus untuk memeriksa nama penerima.

Keysha Amanda.

Alamatnya benar. Nomor telepon istrinya juga tercetak jelas di sana.

Dada Arman bergemuruh pelan. Kemarin Keysha baru saja membawa pulang dua kantong pakaian baru.

Sebelumnya, ia membelikan ponsel untuk adiknya dan mengirim satu dus besar peralatan dapur mahal kepada ibunya.

Arman tidak pernah mempermasalahkan Keysha membantu keluarganya.

Namun, selama tiga bulan terakhir, seluruh gaji Arman selalu diserahkan utuh kepada Keysha. Setelah membayar sewa kontrakan, tagihan listrik, dan kebutuhan makan harian, uang yang tersisa di rekening bahkan tidak mencapai satu juta rupiah.

Dari mana uang untuk membeli semua kemewahan ini?

Arman mengangkat kardus-kardus berat itu ke dalam rumah. Kontrakannya kosong, dingin, dan gelap. Nasi di dalam penanak sudah dingin dan mengeras, sementara lauk di dalam tudung saji tidak tersentuh sedikit pun sejak pagi.

Sekarang sudah lewat pukul sepuluh malam.

Arman meletakkan kantong martabak di atas meja makan. Keinginan hangat untuk memberikan kejutan bahagia perlahan hilang.

Hampir pukul sebelas malam ketika irama ketukan sepatu hak tinggi terdengar menyapu semen lorong luar.

Keysha melangkah masuk, dengan balutan blus putih rapi dan rok hitam selutut. Rambutnya ditata halus. Persis seperti orang pekerjaan. Tapi.. sejak kapan istrinya bekerja kantoran?

Seketika, aroma parfum mahal yang pekat segera memenuhi ruang kontrakan sempit dan lembab itu.

“Mas? Kenapa lampunya enggak dinyalain?” tanya Keysha, suaranya sedikit tersentak.

Arman tidak menjawab. Ia mengulurkan tangan, menekan sakelar dan menyalakan lampu meja. Cahaya kuning yang menyala langsung jatuh pada tas kulit kecil berwarna merah yang menggantung di bahu Keysha.

Tas itu pun baru.

“Kamu dari mana?” tanya Arman datar.

Keysha membetulkan posisi tali tasnya dengan gerakan agak canggung. “Acara.”

“Acara siapa?” Arman menatap lurus ke matanya.

Keysha terdiam.

Hanya sesaat, tetapi jeda singkat itu sudah cukup bagi Arman untuk menangkap adanya keraguan dan kebohongan di sana.

“Tempat teman aku kamu gak kenal.” lanjut Keysha cepat, mencoba terdengar santai. “Aku bantu-bantu kalau ada acara.”

“Dibayar?” tanya Arman lagi.

Keysha mendengkus pelan. “Ya dibayar, lah.”

“Berapa?”

Raut wajah Keysha langsung berubah keruh, tatapannya menajam. “Kenapa jadi interogasi begini?”

Arman mengulurkan tangan, menunjuk tumpukan paket yang berjejer di lantai dekat pintu.

“Karena gajiku enggak cukup buat beli semua itu.”

Keysha membuang muka. “Aku enggak pakai uang kamu.”

“Makanya aku tanya berapa kamu dibayar sampe bisa belanja sebanyak ini.” Suara Keysha memantul keras di dinding kontrakan. “Aku capek harus mikir dua kali cuma buat beli baju. Aku capek lihat teman-temanku bisa jalan-jalan, punya rumah, punya mobil, sementara aku masih tinggal di kontrakan sempit!”

“Aku sedang mengusahakan semuanya.”

“Sampai kapan?”

Keysha menunjuk seragam biru muda yang masih melekat di tubuh Arman. “Aku capek hidup begini terus. Masa sampai tua suamiku cuma jadi OB?”

Arman menghela napas berat, mencoba menetralkan rasa sesak di dadanya seraya melangkah pelan berniat nyusul Keysha ke kamar.

Namun, tepat saat jemarinya baru mau menyentuh gagang pintu, Arman menghentikan langkahnya seketika.

Dari balik pintu kamar yang sedikit renggang, terdengar suara Keysha sedang menerima panggilan telepon.

"Halo Kakak..." suara Keysha terdengar samar, tapi kali ini nadanya berubah sangat manja dan penurut.

Arman perlahan memiringkan posisinya, lalu mengintip melalui celah pintu kamar tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

Ia melihat Keysha duduk di tepi kasur sambil mengusap rambutnya, terkekeh pelan dengan senyum yang terus mengembang lebar di wajahnya saat mengobrol di telepon.

"Aman kok, Kak... Tadi aku udah dikasih sama si Bunga, katanya harus diminum malam ini sama besok pas sebelum mulai," tutur Keysha renyah seraya tersenyum manis ke arah cermin.

Obat?

Arman membeku kaku di depan celah pintu. Pekerjaan apa yang mengharuskan Keysha menyembunyikannya dari suami?

*

Arman berdiri kaku di dekat pintu kamar seraya merapikan seragam kerjanya. Jarum jam dinding sudah menunjukkan waktu yang mengharuskannya segera berangkat, tetapi pikirannya masih tertahan pada pertengkaran semalam.

Di depan meja rias, Keysha tampak santai mengoleskan lipstik merah muda ke bibirnya. Gerakannya begitu tenang seolah pertengkaran dan kebohongan semalam tidak pernah terjadi di antara mereka.

Arman menghela napas pelan, berusaha meredam gejolak di dadanya sebelum melangkah mendekati istrinya.

"Key, kamu pergi lagi hari ini?" tanya Arman pelan, menatap pantulan wajah Keysha dari cermin.

Keysha menghentikan gerakan jemarinya sejenak tanpa menoleh sedikit pun. "Iya."

Jawaban singkat dan dingin itu membuat Arman terdiam sejenak di tempatnya.

Ia ingin bertanya lebih lanjut tentang siapa teman yang dimaksud atau ke mana tujuan Keysha hari ini. Namun, bayangan pertengkaran hebat semalam membuatnya ragu dan memilih menahan diri.

“Aku berangkat kerja dulu," ucap Arman singkat.

"Iya," sahut Keysha seadanya, kembali fokus merapikan rambutnya di depan cermin.

Arman meraih tas kerjanya di atas meja lalu melangkah keluar rumah dengan dada yang terasa sesak. Ia memacu motor matiknya membelah kemacetan pagi, berusaha mengalihkan pikiran dari sikap dingin istrinya.

Setibanya di kantor, Arman langsung mengambil peralatan kebersihan dan menyibukkan diri dengan rutinitas. Saat ia sedang menyapu koridor utama, nada dering ponsel di saku celananya bergetar nyaring.

​Arman merogoh saku, mendapati nama Budi—teman dekatnya yang bekerja sebagai driver ojol—terpampang di layar.

"Kenapa, Bud?" sapa Arman santai seraya menjepit ponsel di antara telinga dan bahunya.

"Man, Bini lu kerja di gedung ya sekarang? Bohay bener sekarang.”

Kerja?

“Liat dimana, Bud?”

Suara dari seberang bersamaan suara deru jalanan bising membuatnya terdiam. “Nih gue liat di Gedung Altama. Pinter juga lo cari bini.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status