Share

sebuah rencana

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-10-10 22:15:48

Dari arah kapal, Jono dan Parjo memapah Sekar. Perempuan itu baru menikah, tapi secepat itu pula ia menjadi janda.

"Sekar, apa yang terjadi? Joko mana?" Sumiyati pura-pura kuatir, namun Sekar tidak menjadi. Perempuan itu memilih lebih dulu meninggalkan area kapal menuju daratan, sorot mata warga tertuju padanya.

"Apa yang tadi dikatakan Yudha soal penumbalan? Atau aku salah dengar?" bisik seorang warga pada warga lainnya. "Joko mati dalam perjalanan bulan madu, bukan sebuah kebetulan menging
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Godaan Janda Bohay

    Sejak Wati menjadi pembantu di rumah mereka, Irawan merasa tak nyaman. Seringkali saat ia berdekatan dengan Wati, ayahnya selalu memperhatikan. Suseno melihat gelagat Irawan yang sudah pantas mendapatkan pasangan, namun jika ia berada di dekat Wati justru Suseno kuatir Irawan kesulitan mendapatkan pasangan. Malam yang dingin di mana angin laut berhembus kencang ke daratan, Suseno tidak bisa tidur. Dia menggunakan jaket tebal untuk menghangatkan badannya. Segelas tuak dari ketan merah menjadi penambah penghangat suasana. Dia duduk sambil menikmati alunan musik keroncong yang keluar dari corong speaker radio. Namun di sela-sela musik yang dia dengarkan, telinga Suseno menangkap suara seorang perempuan bersenandung berpadu dengan gemericik air. Waktu menunjukkan pukul setengah delapan, biasanya Wati sudah pulang namun kali ini masih di sini. Untuk meyakinkan diri, dia mengencilkan radio."Nanananana ... cintaku bertambah selalu, padamuuuu! Oh pujaan hati!" begitu Wati bernyanyi, suara

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    sebuah rencana

    Dari arah kapal, Jono dan Parjo memapah Sekar. Perempuan itu baru menikah, tapi secepat itu pula ia menjadi janda. "Sekar, apa yang terjadi? Joko mana?" Sumiyati pura-pura kuatir, namun Sekar tidak menjadi. Perempuan itu memilih lebih dulu meninggalkan area kapal menuju daratan, sorot mata warga tertuju padanya. "Apa yang tadi dikatakan Yudha soal penumbalan? Atau aku salah dengar?" bisik seorang warga pada warga lainnya. "Joko mati dalam perjalanan bulan madu, bukan sebuah kebetulan mengingat Kardi dikenal sebagai seorang pengikut setan," jawab yang lain. "Heh, kalian bicara apa? Sinting kalian ini, mana mungkin aku melakukan ritual sesat semacam itu!" Kardi yang mendengar langsung memarahi dua orang warga tadi. Sekar dibawa Jono Parjo menuju rumah Parjo, mereka memilih tidak kembali ke rumah Kardi karena takut. Orang-orang mulai bertanya tentang dugaan Kardi yang menumbalkan Joko, namun tanpa bukti yang jelas maka tudingan itu hanya isapan jempol belaka. "Yudha, terimakasih te

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Kembalinya Sang Jagoan

    Di kediamannya, Suseno baru menerima tamu terakhirnya yang datang untuk urusan piutang. Saat melihat Wati berdiri di ambang pintu, Suseno langsung meminta tamunya itu pergi. Kali ini Irawan sedang tidak berada di rumah. "Pak, aku ke sini untuk menebus kesalahanku. Memang aku mengakui jika uang itu aku pakai untuk kebutuhan sehari-hari, tak masalah jika aku harus menggantinya dengan pekerjaan yang lain," ucap Wati dengan wajah tertunduk."Masuk dulu," pinta Suseno, ia kembali duduk dan menghela napas panjang. "Uang itu tak sedikit, aku mengira jika uang itu habis dipakai oleh Sari, tapi ternyata justru kami pakai sendiri. Aku kehilangan muka di depan dia karena ulahmu. Dia perempuan baik tidak seperti yang aku kira sebelumnya," gumam Suseno. "Be--benar, Pak. Dia memang perempuan yang baik, dan aku juga terpaksa memakai uang itu karena enggak memiliki pilihan lain," balas Wati. "Lalu Bagaimana kamu bisa mengembalikan uang itu? Sedangkan di sini aku tidak punya pembantu, jika kamu ber

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Tawaran Suseno

    Warna dan motif celana dalam itu sangat familiar, ada bekas cairan di sana. Suseno yakin jika Wati merahasiakan sesuatu di rumah ini. "Kamu ada main dengan anakku? Jika begini caramu, maka jangan salahkan aku jika nanti aku berbuat kasar!" bentak Suseno, Wati terdiam seribu bahasa. Dengan cepat Wati menyambar celana itu, terjadi tarik menarik antara Suseno dengan Wati. "Bawa siniiii!" Suseno mendorong Wati hingga jatuh terlentang, kain yang dia pakai tersingkap hingga lekuk tubuh bagian atas terlihat oleh Suseno. Gede, putih dan kenyal dengan sisa peluh yang masih menempel. Suseno memandang tanpa berkedip, pantas saja jika Irawan sering ke sini rupanya Wati yang merupakan seorang janda memiliki pesona tersembunyi. Suseno sampai menelan air liur. "Bapak enggak boleh begini, celana itu milik mantan suamiku, dia beberapa hari yang lalu ke sini menengok anak," ucap Wati setelah diam untuk mencari alasan, ia berdiri dan menautkan kain menutupi tubuhnya yang tadi sempat terekspos."Manta

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Ketahuan

    Wati begitu bersemangat, ia merangkul pundak Irawan dan melumat bibir pemuda itu. Dengan berani dia meletakkan tangan Irawan ke melon kembarnya untuk disesap. "Wan, lebih kencang ... remas aaaakh!" rancau Wati. Perempuan itu menggoyangkan pinggulnya, bahkan tak perduli jika mereka masih memakai pakaian lengkap. "Lepas semuanya, biar kulit kita menyatu dalam kehangatan, Wan. Aku benar-benar gak tahan, uuuuh!" imbuh Wati yang berbicara dengan mata terpejam. Irawan semakin mahir, dia mengikuti semua perintah Wati dengan maksud mempelajari bagaimana sisi sensitif seorang perempuan.Di sisi lain, Sari baru sampai di rumah. Pikirannya semrawut, ada rasa bersalah jika dia terus memaksakan hubungan itu berlangsung padahal dia tahu akhirnya tak akan pernah direstui oleh orang tuanya Irawan yang terkenal sebagai seorang lintah darat.Klek!Pintu rumah dibuka, Sari masuk. Namun ketika hendak mengunci pintu, tiba-tiba ada yang menahan pintu itu agar tetap terbuka. Sari terkejut, Pak Suseno suda

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Wati Yang Bergejolak

    Malam yang sunyi, Sari duduk termangu di dermaga. Sesekali ia menoleh ke arah jalan berharap Irawan segera datang, dengan dandanan sederhana ia menunggu seseorang yang dia sebut cinta. "Apa pantas aku buatnya? Perasaan ini tak dapat berdusta, aku menginginkan Irawan," batin Sari, ia tahu cintanya tak mungkin direstui tapi harapan pasti ada jika Irawan pun memiliki perasaan yang sama.Dengan mengayuh sepeda sekuat tenaga, Irawan tiba di sana. Semua pelajaran dari Wati telah ia cerna dan siap dipraktekkan. Dalam pikiran Irawan, Sari seorang perempuan yang haus belaian. "Sari, haiii!" sapa Irawan, senyum Sari merekah. Dia melihat Wawan yang pertama bertemu pemalu, kini sedikit berani. "Wan, kamu berkeringat," Sari melihat peluh menetes di sekujur badan Irawan, pemuda itu mengusap dengan lengannya. "Aku bawakan ini," langsung Irawan memberikan satu kotak berisi perhiasan berupa cincin, Sari termangu untuk beberapa saat. "Buat apa?" "Ya buat kamu dong, sini aku pasangin," Irawan meraih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status