共有

Enam

作者: Zizizaq
last update 公開日: 2022-08-24 14:17:34

Danil dan Alex tiba di kampus Emili, walaupun agak aneh berada di tempat itu, mereka tidak merasa canggung sama sekali.

Alex bertindak seperti Intel yang mengawasi setiap mahasiswa yang lalu-lalang dari kejauhan, tidak lama kemudian, ia akhirnya menemukan targetnya, setelah merasa yakin tidak salah orang, ia pun menghampiri targetnya tersebut.

"Nona Emili...!" Alex berseru, membuat Emili yang tampak lesu menjadi kaget.

"Alex..?" Emili lupa sopan santunnya sakin kagetnya karena tiba-tiba melihat Alex di depan matanya.

"Maaf, maksud Saya, Pak Alex." Emili meralat dengan sopan.

"Maaf, tapi kok bisa, Pak Alex ada di sini?" lanjutnya dengan nada bertanya sambil celingukan mengawasi sekitar, berharap tidak ada teman dekat yang melihatnya.

"Ikut saya, bukannya Nona Emili mau bertemu dengan Saya?" Ucap Alex sedikit menekan agar Emili mengingat pesan yang ia kirim padanya.

"Iya, Pak. Tapi 'kan, setidaknya balas pesan saya dulu, kemudian buat janji untuk bertemu, jangan tiba-tiba datang seperti ini_" Emili protes dan merasa berhak untuk tidak menuruti Alex.

"Anda pikir anda ini siapa, Nona? Hah?" ucap Alex terkesan mengejek.

"Bisakah kamu ikut saya saja, Nona?" ucap Alex dengan nada penuh tekanan dan menggertak. Ia melangkah lebih dulu. Emili merasa terintimidasi dan mau tidak mau ia pun mengekor di belakangnya.

Emili jadi gelisah karena ternyata Alex tidak sendirian, selain Alex, sudah ada Danil juga yang sedang menunggunya di mobil, bahkan sudah mengawasinya sejak tadi.

"Mohon maaf, Pak Alex. Saya 'kan hanya ingin bertemu dengan, Anda." ucap Emili begitu lirih, ia tidak berani masuk ke dalam mobil.

"Tolong menurut saja, ya. Saya juga hanya melaksanakan perintah," ucap Alex mulai tidak sabar, ia mempersilahkan calon Nyonya-nya masuk ke dalam mobil.

Mau tidak mau, dengan sangat terpaksa, Emili masuk ke dalam mobil, dengan jantung berdegup khawatir tanpa henti. Suasana ini sungguh menyiksanya. Aura mematikan Danil seperti menyelimuti dirinya. Apa mungkin ia sanggup menjadi pasangannya nanti. Emili merasa harus tetap menyapa meski nyawanya sudah berada di ujung tanduk, ia pun berkata,

"Siang, Pak Danil!"

Rasanya sangat tidak sopan jika mengabaikan bosnya. Untungnya yang ia sapa cuek saja, seperti tidak peduli dengan kehadirannya, ia sangat bersyukur dengan itu, ia lebih takut kalau Danil berbicara dan mengungkit kelakuannya kemarin, mengingatnya membuat ia merasa ingin mati saja.

Andai waktu bisa diulang ia ingin sekali menghapus kajadian saat menolak kerja sama konyol yang ditawarkan Danil kemarin, hasilnya ia harus menjilat ludahnya sekarang, ternyata meskipun konyol dan gila ia tetap mengharapkan kerja sama itu. Demi cuan.

Tanpa aba-aba Alex ikut masuk ke dalam mobil, ia menyalakan mesin lalu melesat pergi meninggalkan halaman kampus Emili, menuju entah kemana.

Suasana di dalam mobil seperti sedang berada di pemakaman saat malam hari, sunyi tak ada suara sedikitpun, ditambah aura mematikan Danial tetap setia menyelimuti meski ia hanya duduk tanpa suara. Suasana seperti itu berlangsung selama beberapa menit hingga tiba di tempat tujuan.

Emili tidak berani bertanya dan hanya menurut saja, ia mengikuti kemana langkah Danil pergi, persis seperti anjing peliharaan orang lain yang tersesat lalu menemukan majikan baru yang siap menampung dengan berbagai persyaratan dan ini baru permulaan, sangat jelas, Danial begitu siap menciptakan moment balas dendam untuk ia nikmati.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Nuniee
Sepertinya Emili hrs menelan kata katanya sendiri yg kmarin menolak Danil... dibawa ke penghulu kali yaaa
goodnovel comment avatar
Rita Septiyanti
wow..sikap danil menunjukkan pertanda yg baik..jangan2 danil dimasa depan akan jatuh cinta pada emili dan pada akhirnya melupakan alea
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Enam

    Matahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka Danil, Emili dan putri kecilnya Dania, ada juga Bu Eni yang telah resmi jadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya Dania.Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu, rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya, hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban yaitu Emili, yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, yang satu karena ambisi yang satu karena keterpaksaan yang di sebabkan faktor ekonomi.Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terkontrak tanpa syarat sepanjang hidup mereka.Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus di selesaikan telah beres, Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat.Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya ia bahkan rela

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Lima

    Danil tiba di rumahnya, ia tau bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi, ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi Sosial media, tak lupa memintanya menghubungi stasiun tv juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal sosial media tidak ketinggalan berita."Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit, jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin, Oke" Jelas Danil antusias."Iya Pak Danil, tapi tolong bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat."Sory, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting" Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya."Oke Aku akan membantumu" ucap Alex."Thank's bro, selamat bersenang-senang" Danil mengakhiri peanggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata, ia sepertinya tidak sabar menunggu sebuah berita viral

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Empat

    "kesayangan Ayah sudah wangi" Danil berdiri menyambut putrinya."Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil."Ini putri Danil Nek, Saat Nenek mengusir Emili dia sedang mengandung anakku, Ah Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya" Ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah, sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi."Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat, yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania."Iya Nek, apa Nenek meragukannya? padahal dia begitu mirip denganmu Nek" Ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya, Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri."Betul Kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili, kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang."Iya Nek, tapi Emili juga tidak tahu

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Tiga

    Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili, ia tidak memberitahu hal itu pada siapapun, karena itu ponselnya berdering beberapa kali entah itu panggilan dari asistennya Alex, klien bahkan ada panggilan juga dari Neneknya.Ia terbangun dan mengucek matanya, ia sadar sedang berada di kamar orang lain, namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya.[Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingun harus menyebutnya apa, Nenek Marita mencarimu dan ku beri tahu Kamu bersamanya, mungkin Nenek sedang ke sana sekarang, jadi siapkan alat untuk bertempur, dia terdengar tidak senang karena panggilannya di abaikan cucu kesayangannya, Oh iya aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien, jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas."Aku akan menyambutnya" Ucap Danil tersenyum menyering

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Dua

    "Kenapa Emili lama sekali? Kemana pula perginya Nak Danil?" Ucap Bu Tiara merasa tidak senang, ia sudah bersusah payah masak untuk mereka tapi justru mereka yang tidak hadir di meja makan."Tidak apa Bu, biarkan saja" Pak Feri masih setia menghibur sang istri."Mungkin lagi melepas rindu, Bu" Celetuk Bu Eni asal, sebenarnya ia hanya bercanda karena dirinya sendiri tidak tau kemana kedua orang itu berada, Pak Feri yang memahami langsung tersedak."Ayah, hati-hati dong makannya" Kata Mila yang dari tadi menyuapi Dania yang tampak asyik dengan mainannya."Iya, ayah akan hati-hati" Ucap Pak Feri gelagapan."Itu sama sekali tidak boleh dibiarkan, mereka baru saja bertemu setelah berpisah selama tiga tahun" Seru Bu Tiara menanggapi candaan Bu Eni ia segera bangkit dari duduknya, ia hendak melabrak Emili."Ibu mau apa?" Pekik Pak Feri, ia juga berdiri untuk mencegah sang istri.Bersamaan dengan itu Danil keluar dari kamar Emili dengan penampilan yang lebih cerah dari sebelumnya, ia tampak sep

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Satu

    Setelah selesai merapikan mainan Dania, seluruh orang berkumpul di ruang keluarga, karena memang tidak ada lagi ruangan yang lebih luas dari tempat itu, kecuali Bu Eni dan Bu Tiara yang sedang sibuk di dapur, demi menyambut menantunya yang tiba-tiba datang dan tampaknya tidak berniat untuk pergi, dan juga Emili yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi."Apa rencana kalian kedepannya?" Pak Feri memulai obrolan, ia bertanya pada Danil sebagai kepala keluarga dari pernikahan kontrak putrinya."Saya ingin tetap melanjutkan pernikahan Kami Yah, tidak ada lagi kontrak atau apapun itu, tolong restua hubungan kami" Danil berbicara sungguh-sungguh, ia menatap kedua mata mertuanya."Bagaimana dengan keluargamu, mereka tidak menerima Emili lagi, Nyonya Marita bahkan mengusirnya dari rumahmu" "Nenek melakukan itu karena terpengaruh omongan setan, informasi yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan" Danil membahas soal Alea. Tampak kebencian dari raut wajahnya."Apa yang membuatmu m

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Lima Belas

    Danil memutar tubuh Emili yang masih tidak berani memandangnya dan ia pun melihat dengan jelas betapa cantiknya istrinya itu ketika dilihat dari jarak sedekat ini, namun ia tidak terpengaruh karena di hatinya Alea masih lebih cantik dari siapapun."Ayolah, kamu tatap aku biar semua ini segera selesai

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Empat Belas

    Keesokan paginya, di pagi yang bahkan masih gelap Emili terbangun, mungkin efek karena tidur terlalu sore, ia mencari sosok Danil tapi tidak mendapatinya di manapun, ia pun buru-buru bangun dan segera memeriksa pakaiannya di loteng tapi ia tidak menemukan apa-apa di tempat itu. Ia masuk lagi dan men

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Tiga belas

    Emili dan Danil kembali bergabung dengan Nenek Marita, setelah mereka merasa lelah menikmati keindahan suasana pantai dan hangatnya air laut. Sebenarnya Danil tidak benar-benar menikmati pantau, ia hanya mengikuti Emili, itupun dengan berat hati, meski begitu ia tetap mengimbangi suasana hati Emili

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   DuaBelas

    Mereka tiba di pantai yang di tentukan oleh Nenek Marita, Mia yang merupakan asisten Nenek Marita telah menyelesaikan pembayaran dan sebagainya secara online sebelum mereka berangkat, jadi mereka langsung masuk ke area terbaik di pantai itu dan tentu saja ada VIP room lengkap dengan restoran mewah d

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status