author-banner
Zizizaq
Zizizaq
Author

Novel-novel oleh Zizizaq

Antara Mencintai dan Melupakan

Antara Mencintai dan Melupakan

Evan memandangi Celin yang sedang sibuk mengurus tubuhnya, terbayang kembali bagaimana wajah ceria Celin saat ia datang melamar, di awal pernikahan wanita itu sangat aktif dan riang namun perlahan ia berubah, wajah ceria itu terlihat tertekan, tingkahnya juga menjadi lebih tenang. "Kamu ingin bicara apa?" Celin berbalik dan berjalan ke arahnya. Evan buru-buru membuang muka ke samping. "Apa kau tidak penasaran dengan perempuan yang bersamaku?" "Kalau kamu ingin memperkenalkannya, lakukan saja, tidak usah bertele-tele," Celin terdengar ketus. "Dia Jeni, dia istriku juga, kami menikah sebelum aku menikahimu," Bagai petir yang menyambar di telinga Celin, untuk pertama kalinya ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis, dadanya sakit dan sesak, Evan melirik untuk melihat keadaannya. "Aku harus menjelaskannya agar kau tahu, kau bukan satu-satunya istriku, dan..." "Aku mencintanya," Hancur luluh lantak sudah perasaan Celin. Tenggorokannya tercekat, tubuhnya berguncang hebat. "Aku lelah, Van." Celin akhirnya menyerah.
Baca
Chapter: Bagian 78 Terlambat Menyadari (End)
"Ya, kamu pantas menertawakan kebodohanku," Evan merasa kesal dengan dirinya yang dulu. "Semua sudah berlalu," Celine berucap sambil mendekati Evan. "Terima kasih," Evan menatapnya penuh perhatian. "Untuk?" "Untuk semuanya, kalau dipikir-pikir sebenarnya cintaku sangat besar untukmu," "Oh iya?" "Aku sudah ditahap hampir gila demi mempertahankan hubungan pernikahan yang kamu tidak inginkan lagi, sampai Danil yang jelas-jelas rival bisnisku, aku mintai tolong untuk mengawasimu dan sempat-sempatnya aku cemburu setiap kali kamu mengobrol dengannya," "Mengawasiku?" "Aku menjadi sepecundang itu karena cinta, aku takut kamu pergi jadi aku menyuruhnya memberimu pekerjaan agar kamu tetap berada di sekitarku," "Kamu yang melakukan itu?" "Iya," "Ternyata kamu berjuang untukku?" Celine merasa terharu. "Aku melakukannya meski kekanak-kanakan?" "Aku suka, tapi ini kesempatan yang paling terakhir." "Iya, aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Aku akan membuatmu bahagia set
Terakhir Diperbarui: 2025-05-29
Chapter: Bagian 77 Di Hatiku Cuma Kamu
Evan dan Celine akhirnya pulang ke rumah, Evan terlihat begitu segar dan kembali mendapatkan aura berwibawa yang selalu menjadi ciri khasnya, sebelumnya ia seperti pria yang selalu takut kehilangan dan tidak pernah tenang. Sekarang apa lagi yang ia takutkan? Apa yang ia benar-benar inginkan sudah berada di tangannya, sementara Celine terkesan lebih pemalu dan mudah tersenyum tidak seperti sebelumnya, ia selalu memaksa dirinya untuk tegas dan terkesan dingin, ia sungguh memaksakan diri untuk menahan semua perasaannya. Bi Asih yang melihat keduanya datang bersama sambil bergandengan tangan sampai tersenyum-senyum sendiri, ia juga bisa menilai perubahan dari sikap dan ekspresi keduanya. "Ada apa ini?" goda Bi Asih. "Bi, bantu Celine mengangkat barang-barangnya ke kamar," ucap Evan, sebelumnya mereka sudah ke kos tempat tinggal Celine untuk mengambil barang-barang Celine, tentu saja setelah perdebatan panjang dan negosiasi yang tidak ada habisnya. "Bu Celine kembali tinggal di si
Terakhir Diperbarui: 2025-03-24
Chapter: Bagian 76 Celine Dian, Jadilah Istriku
*Versi Revisi Good Novel - Bagian Lanjutan* "Kamu bisa menomorsatukan aku, Van?" Celine ingin meyakinkan dirinya. Evan meraih tangan Celine dan menggenggamnya untuk membuatnya yakin, kemudian ia mulai bercerita, "Sekarang di hatiku cuma kamu, Celine. Jenny sudah menjadi kenangan, Mita hanya kesalahan. Kamu yang memenuhi hatiku sekarang, misiku tentang cinta saat ini dan seterusnya cuma ingin denganmu, aku ingin membalas semua kesalahan yang aku lakukan padamu. Oke dulu aku salah, dulu aku memanfaatkan perasaanmu, waktumu, tubuhmu bahkan menyebabkan anak kita meninggal, tolong biarkan aku memperbaikinya. Kalau perlu, kamu hukum aku, tapi jangan hukum aku dengan pergi meninggalkanku lagi, itu berat, rasanya sepi, saat Jenny pergi rasa sakit yang aku terima tidak begitu dalam, saat Mita mengatakan ingin ke luar negeri, aku juga tidak terlalu mempermasalahkannya, tapi saat kamu pergi, aku merasa sakit yang tidak bisa disembuhkan, aku merasa kosong sepanjang waktu, ternyata aku butuh
Terakhir Diperbarui: 2025-03-23
Chapter: Bagian 75 Pembuktian Cinta
Evan tidak menghubungi Celine seharian, sepertinya Celine juga tidak berniat melakukannya. Evan sudah merasakan perpisahan berkali-kali tapi kenapa kali ini cukup menyiksanya, jadi ia datang ke kantor Siregar, alasannya sudah jelas. "Apa yang kalian bicarakan?" suara itu membuat Danil yang baru saja ingin berbalik pergi dan juga Celine menoleh. "Kami membicarakanmu," Danil berlalu sambil menepuk pundak Evan. Sementara Celine langsung berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya. Evan tidak mengatakan apa pun, ia menarik sebuah kursi kosong lalu duduk di depan meja Celine sambil memperhatikannya. "Ayo pergi ke suatu tempat," "Aku sedang bekerja dan kamu seorang bos kamu tidak pantas duduk di sini," "Kalau Danil pantas?" "Dia bos aku, dia ke sini untuk bertanya pekerjaan dan dia tidak duduk sama sekali" "Aku tidak peduli, lagi pula aku sedang duduk di hadapan istriku." "Lakukan saja sesukamu, Evan." Celine tidak peduli lagi, ia kembali fokus dengan pekerjaannya. Evan memaju
Terakhir Diperbarui: 2025-03-22
Chapter: Bagian 74 Masuk Angin
Evan sangat senang bisa mendampingi Celine pergi ke rumah sakit, berbanding terbalik dengan sebelumnya, kali ini ia tidak ingin melewatkan waktu sedetik pun, ia menanti di depan pintu kamar rumah sakit karena Celine melarangnya ikut masuk, refleks mendekati Celine saat melihatnya keluar bersama seorang dokter obgyn. "Bagaimana hasilnya?" Evan bertanya penuh harap. Celine diam saja dengan wajah tanpa ekspresi. "Bu Celine hanya masuk angin, Pak Evan." Evan tampak kecewa, ia lalu berkata, "Yakin sudah memeriksanya dengan baik, Dok?" "Sudah, Pak. Yang sabar ya, Pak. Masih banyak kesempatan kok, kebetulan Bu Celine sedang di masa suburnya, semangat Pak Evan!" ucap dokter. Celine tampak santai sementara Evan diam saja, ia tahu kesempatan itu pasti akan sulit ia dapatkan. "Mohon maaf masih ada pasien, saya lanjut bekerja dulu," "Silakan, Bu." ucap Celine lalu pergi mendahului Evan. Evan hanya memandangi punggung Celine yang semakin menjauh tapi ia segera menyusul dengan lang
Terakhir Diperbarui: 2025-01-30
Chapter: Bagian 73 Kemungkinan Hamil
Evan terbangun karena merasakan pegal di punggungnya, ia mencoba membuka pintu kamar Celine yang ternyata tidak di kunci, ia memandang punggung istrinya beberapa saat, ia melangkah begitu saja seolah suasana di dalam kamar itu mengundangnya untuk masuk. Ia naik ke tempat tidur lalu meringkuk di atasnya tanpa berani menyentuh Celine. Ia selalu berhati-hati semenjak menyukai Celine, tapi Celine bergerak dan membalikkan badan ke arahnya, Evan secara tiba-tiba meluruskan tubuhnya untuk menyambut uluran tangan Celine yang akan memeluknya, selain tangan, kakinya juga bertengger nyaman di atas paha Evan, seluruh tubuh mereka menempel satu sama lain. Celine membuka mata sambil mengigau, "Kamu tampan sekali, Evan," ia menatap wajah Evan sebentar lalu menutup matanya kembali. "Kalau kamu begini, aku bisa memangsamu kapan saja," gumam Evan yang merasakan sensasi aneh di tubuhnya dan ia sangat mengerti apa itu. Ia mencoba menarik tubuhnya untuk melepaskan diri, untungnya ia berhasil. I
Terakhir Diperbarui: 2024-09-19
Wanita ketiga Duda Kaya

Wanita ketiga Duda Kaya

Sebagai laki-laki, aku tidak mau munafik, aku bukan tipe laki-laki yang akan melewatkan hubungan suami istri karena tidak cinta, karena itu aku akan meminta hak aku sebagai suami," ucap Rain, ia pikir harus memperjelas semuanya. Dania tau di dalam agama, hukum menolak suami adalah dosa besar, tapi dia benar-benar belum siap secara mental. Baginya berhubungan badan itu musibah karena kehidupan dan masa depannya hancur karena hal itu. "Apa aku boleh menolak? Kalau pak Rain tidak tahan, maka nikahi saja Bu Monika, aku akan membantu menutupinya untukmu." ucap Dania dengan hati-hati. Ia asal bicara saja agar Rain bisa menahan diri. Ia sengaja menyebut nama Monika agar Rain teralihkan. "Sekalipun aku mau menikahinya itu masih membutuhkan proses dan waktu yang lama, kenapa tidak memanfaatkan yang sudah di depan mata saja dan sudah halal tentunya." Rain tidak mau mengalah begitu saja, ia bangkit dari tempat tidur lalu mendekati Dania. "Aku benar-benar tidak siap, Pak." ucapnya dengan suara bergetar bahkan sudah mulai menangis. "Aku mengerti ketakutanmu tapi kamu harus menghadapinya." Rain tahu caranya menghadapi wanita seperti Dania, cukup berikan kenyamanan saja. Ia mengangkat dagu Dania, menatapnya sebentar walaupun Dania berusaha menggeleng untuk menolak. "Dania, coba lihat aku, apakah wajah tampanku ini terlihat mengintimidasi? Apa aku terlihat seperti laki-laki yang akan menodaimu?" Dania melemah, ia menatap Rain dengan mata basahnya, ia merasa sedikit aman dan nafas yang tadinya terasa berat dan tidak beraturan menjadi lebih ringan. Rain menghapuskan air matanya lalu perlahan mencondongkan tubuh untuk menciumnya.
Baca
Chapter: Bab 100
Satu bulan berlalu, Dania tengah bersantai di rumah keluarga ketika mendapat telepon dari Liya, "Assalamualaikum, Mbak!" Suara Liya terdengar bersemangat. "Waalaikumussalam, Liya. Bagaimana keadaan toko? Ada masalah?" Dania menerka, Liya biasanya menelpon untuk urusan toko dan dia selalu santai saat menelpon. Kali ini ia membuat Dania penasaran. "Mbak, aku mau bicara tapi bukan masalah toko." "Lalu apa?' "Mas Jeri, Mbak." "Kenapa, Jeri?" "Dia bilang mau melamarku." Suara Liya terdengar serak Karena menangis. Pasti sangat terharu, akhirnya orang ia kagumi akhir-akhir ini akan melamarnya. "Liya, aku turut senang mendengarnya." "Mbak, aku harus bagaimana?" "Terima, Liya. Dia baik dan sholeh. Kamu tahu sendiri aku mengenalnya." "Iya, Mbak. Kalau begitu aku sampaikan dulu ke keluargaku," "Iya, itu yang terpenting." "Iya, Mbak. Kalau begitu aku tutup ya, Mbak. Nanti kalau ada info, aku akan mengabarimu lagi." "Liya kamu harus yakin pada dirimu sendiri dan percaya
Terakhir Diperbarui: 2026-05-07
Chapter: Bab 99
Dania kembali manginjakkan kaki di kantor Milano setelah sekian tahun, ada banyak perubahan di tempat itu, bangunannya semakin cantik dan indah di pandang. Ia mendekati petugas resepsionis dan berkata, "Saya ingin mengantarkan ini untuk Pak Rain. Tadi dia lupa membawanya." Ia mengangkat paperbag di tangannya untuk diperlihatkan kepada petugas itu. "Silahkan, Bu. Nanti bisa dititip ke meja asisten di depan kantornya." Petugas resepsionis belum tau siapa Dania, dan mereka malas mengurus titipan itu agar bisa sampai ke kantor direktur, karena itu ia biarkan Dania sendiri yang mengantarnya. "Baik, terimakasih," ucap Dania, ia tersenyum membayangkan ekspresi Rain saat melihat kehadirannya. Dania tiba di depan ruangan Rain, ia sengaja membuka pintu tanpa mengetuk, ia belum sempat bereaksi saat ia melihat Monika ternyata berada di ruangan itu. Posisinya sedang berdiri sangat dekat di depan Rain. "Siapa?" Rain mengintip dari balik tubuh Monika. Ia kaget melihat Dania, hanya dengan m
Terakhir Diperbarui: 2026-05-07
Chapter: Bab 98
Keesokan harinya Rain bersiap berangkat kerja sedang Dania beraktifitas seperti saat ia masih menjadi istri Rain dulu, hanya saja kali ini lebih terasa hangat dan damai. Rain sedang menuruni tangga dengan gagah, wajahnya lebih fresh dan berseri-seri. Dania juga menyambutnya dengan senyum hangat. "Senang deh lihat mama sama papa tidak kayak robot di pagi hari, coba mereka seperti ini dari dulu, aku pasti terlihat awet muda karena senyum-senyum terus," celetuk Rena yang sudah selesai menyuapi Erlangga, sedang Erlangga hanya mengangguk, entah ia mengerti apa yang dimaksud Rena atau tidak. Setelah sarapan Rena akan mengantar Erlangga sekolah. "Kami jalan dulu, Bu, Pak." Rena pamit sedang Erlangga menghampiri mama dan papanya. "Belajar yang benar ya, Sayang," sambut Dania saat Erlangga menghampirinya untuk menyalami tangannya. "Baik-baik di sekolah," ucap Rain saat Erlangga beralih padanya. Setelah itu ia dan Rena berangkat diantar oleh sopir. Setelah keduanya pergi, Dania fokus
Terakhir Diperbarui: 2026-05-07
Chapter: Bab 97
Dania dan Rain kembali ke ibu kota bersama, tadinya Dania meminta izin agar Rain saja yang ke ibu kota sedang dirinya kembali mengelola toko kue, tapi Rain merasa berat untuk berjauhan. Apalagi mereka baru saja bersatu setelah beberapa tahun. Saat Dania kembali ke rumah Rain, Erlangga langsung menyambutnya, Rena juga terlihat sangat senang. Mama nggak akan pergi lagi 'kan?" Erlangga memastikan setelah menyalami dan mencium mamanya, Dania juga mengecup keningnya lalu berucap, "Nggak akan, Sayang." "Senangnya, Mama akhirnya kembali lagi." Erlangga tampak berseri-seri. "Sudah tiga tahun rumah ini kehilangan pemiliknya, selamat datang kembali, Bu Dania!" sambut Rena. "Biasa sajalah, Mbak Ren, kita 'kan pernah menjadi pekerja di rumah ini," "Nggak bisa begitu, sekarang aku harus memposisikanmu sebagai istri Pak Rainer Milano." "Itu benar," ucap Rain tiba-tiba bergabung. Dania menoleh pada suaminya dengan senyuman hangat. Rain bahagia berkali lipat melihatnya. Ia mendekati Da
Terakhir Diperbarui: 2026-05-07
Chapter: Bab 96
Dania dan Rain melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, setelah itu mereka berdoa, setelah berdoa, Dania menyalami tangan Rain kemudian lanjut Rain yang mengecup keningnya cukup lama. "Biar aku bantu lepas mukenanya," ucap Rain. Dania sudah memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, pasti bukan hanya mukenanya yang akan terlepas. "Iya, Mas." Tapi ia tetap patuh. Rain menatapnya dengan intens, Rain ternyata tidak membantu melepas mukenanya, ia malah mendekatkan wajah dan mengecup bibir istrinya dengan lembut. "Beneran boleh malam ini?" tanya Rain tanpa melepas tatapannya. "Boleh, Mas." Dania menjawab dengan malu-malu. "Aku dengar kamu ada trauma, bagaimana keadaanmu sekarang?" Rain perlu memastikannya. "Aku rasa kamu adalah obatnya, Mas." Dania ternyata bisa blak-blakan juga, memang hanya perlu dihalalkan saja. Rain tersenyum mendengarnya dan berkata, "Kalau begitu biar aku mengobatimu malam ini." ia sebenarnya sangat gugup tapi kesempatan sudah di depan mata, jad
Terakhir Diperbarui: 2026-04-16
Chapter: Bab 95
Rain menoleh pada istrinya dan bingung harus melakukan apa saking gugupnya, "Anda bisa membacakan doa di ubun-ubun istri anda, setelah itu terserah mau melakukan apa," ucap Bapak Penghulu. Rain menjadi panik karena tidak sempat menghafal doanya, tapi ia tetap bersikap tenang dan menyentuh ubun-ubun istrinya, Dania mengerti segalanya dan berucap dengan lirih. "Aku akan membantumu, Mas." "Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaih," bisik Dania lalu diikuti oleh Rain yang sedikit kehilangan harga diri sebagai suami, bisa-bisanya berdoa dituntun oleh istrinya. "wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi," lanjutnya dan kembali diikuti oleh Rain. Setelah selesai doa, Dania mencium tangan suaminya, setelah itu giliran Rain yang mengecup keningnya. Ia tidak bisa tahan untuk tidak memeluk, ia tumpahkan rasa rindu yang sudah tertahan selama beberapa tahun. "Terimakasih, Dania. Terimakasih sudah menerimaku kembali," ucap Rain. Dania belum sempat m
Terakhir Diperbarui: 2026-04-16
Siksaan Dari Tunangan Kakakku

Siksaan Dari Tunangan Kakakku

"Ini perintah! aku ingin menikah denganmu karena suatu alasan, ini tidak melibatkan perasaan yang membuatmu berdebar-debar, kamu pikir kamu siapa?" ucap Ronald, terdengar serius dan memaksa sekaligus meremehkan. "Pernikahan tidak bisa disamakan dengan pekerjaan, Pak. Anda tidak bisa memerintah sesenaknya untuk alasan apapun agar orang menikah, apalagi anda tidak benar-benar mengenal saya" Nadin masih bisa protes. "Jadi kau tidak mau?" Ronald berdiri dan menghampiri Nadin. "Iya, Pak. lagi pula alasan apa yang membuat anda tiba-tiba ingin menikah dengan saya, Pak?" Tanya Nadin, meski ia sudah bisa membaca alasannya, ia hanya ingin mengulur waktu. "Karena aku ingin melihatmu menderita setiap hari di depan mataku" ucap Ronald tepat di hadapan Nadin, itu seperti sebilah pisau yang menggerogoti lehernya, rasanya Nadin ingin menangis mendengarnya, tapi tidak semudah itu membuang-buang air mata untuk orang yang sedang emosi. 'kejam sekali! Harus semenderita inikah, anak dari wanita yang berselingkuh?' ucapnya dalam hati, ia menelan ludahnya dengan kesal. "Maaf, Pak. Saya tidak bisa!" Ucap Nadin tegas, tak ingin diganggu gugat.
Baca
Chapter: Bab 45 Kalian adalah keluargaku
"Ibu!" pekik Nadin, ia merasa sakit hati melihat ibunya dipukul. Ia hendak membalas tapi Bu Sinta mencegah dan berkata, "Itu tidak sama, Bu. Di sini putriku adalah korban dari tunangan putrimu. Seperti yang dia katakan tadi, dia menikahinya untuk menyiksanya." Ternyata Bu Sinta lebih ingin membela Nadin daripada mengurus rasa perih di pipinya. Ronald melihat ke arah Nadin yang terlihat menahan emosi, ia sadar ternyata semua yang ia lakukan selama ini benar-benar tidak ada gunanya, apa yang ada di bayangannya tentang Nadin dan Bu Sinta sangat jauh dari ekspektasi, nyatanya mereka adalah wanita-wanita baik yang terpaksa menyandang status itu karena keadaan. "Benarkah? Kamu merasakan penyiksaannya?" Nadin melirik Ronald, selama menjalani pernikahan, Nadin belum benar-benar merasakan penyiksaan karena pada dasarnya Ronald memang laki-laki yang baik. "Bu Ratih memangnya ingin melihat aku semenderita apa? Cukup lampiaskan padaku jangan pada ibuku, akulah penyebab ibuku bertahan den
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Chapter: Bab 44 Aku bisa melindunginya.
Ronald sudah memperkirakan waktu kedatangan orang tua Tari. Ia sempat mencuri dengar rencana Bu Ratih yang memaksa Pak Dion mengantarnya ke rumah Bu Sinta. Saat mengetahui rencana mereka, Ronald langsung bertindak lebih dulu. Ia tidak akan bersembunyi seperti pengecut lagi. Ia sekarang sedang duduk di ruang tamu sambil memperhatikan jam. Dan benar saja, mereka datang tepat di waktu yang telah diperkirakan Ronald. Mereka masuk dengan mudahnya berkat Pak Dion. "Kamu?" Pak Dion kaget melihat Ronald di rumah itu. Tapi Bu Ratih lebih kaget lagi. Ia bahkan sedikit lupa dengan tujuannya, sampai tidak melihat Bu Sinta dan Nadin yang baru saja keluar dari kamar. "Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanyanya penuh selidik. Ronald tidak langsung menjawab. Memang ini tujuannya. Ia ingin mengalihkan Bu Ratih agar fokus padanya. "Bu Ratih sendiri, kenapa bisa sampai ke sini?" Ronald tampak sangat tenang menghadapinya. "Jawab, Ronald!" tuntut Bu Ratih penuh penekanan. "Karena sudah tertangkap basah
Terakhir Diperbarui: 2025-12-30
Chapter: Bab 43 Hubungan tidak sehat
Nadin pulang ke rumah ibunya. Jika kemarin karena khawatir tentang Ronald, kali ini ia khawatir karena Bu Ratih. Ia tidak ingin seseorang menyakiti ibunya. Itu sebabnya ia mau saja menikahi Ronald, demi keamanan ibunya. Ia benar-benar rela menggantikan ibunya menanggung semuanya. Nadin tiba di rumah ibunya saat senja menyingsing. Begitu sampai, ia langsung mencari ibunya. "Ibu!" panggilnya. "Nadin? Ada apa lagi kali ini? Kalian berantem lagi?" selidik Bu Sinta. "Nggak, Bu." Nadin tidak memberi penjelasan, ia langsung memeluk ibunya. "Ada apa, Nad?" Bu Sinta membiarkan putrinya. "Haruskah aku jujur pada Ibu?" "Tentang apa?" "Tentang semuanya, tapi Ibu cukup mendengarkan, jangan melakukan apa pun." "Ya, Ibu janji." Bu Sinta menuntun Nadin menuju sofa. "Kami tidak saling mencintai, Bu. Hubungan kami tidak sehat," lanjut Nadin ketika ia duduk. Bu Sinta kaget, tapi ia tidak ingin membuat Nadin berubah pikiran, jadi ia tetap diam mendengarkan. "Dia menikahiku karena dia pikir kit
Terakhir Diperbarui: 2025-12-15
Chapter: Bab 42 Dia cocok denganmu.
Hari-hari berikutnya, kehidupan Ronald dan Nadin berkembang lebih baik. Ronald tidak usil lagi dan Nadin merasa lebih aman dari sebelumnya. Nadin sedang bekerja di kantor seperti biasanya. Kali ini pekerjaannya lebih banyak karena produk baru dari Mega Food ditambah tuntutan target marketing dari Bramasta. Di awal bergabung dengan perusahaan Bramasta, ia sengaja diberi tugas lebih banyak oleh Ronald dan masih berlangsung hingga sekarang. Ia pikir hubungan mereka sudah lebih baik sekarang, jadi ia berniat meminta pada Ronald agar pekerjaannya dikurangi. Saat ia sedang sibuk-sibuknya, seorang wanita paruh baya tiba-tiba mendekatinya dengan tatapan jijik. Ia mengenal wanita itu. Ia menegang seketika. "Jadi kamu putri perempuan itu? Bisa-bisanya dia menipuku selama bertahun-tahun." Mata Bu Ratih berkaca-kaca. Nadin diam saja karena ia sudah mengerti segalanya. Selain Bu Ratih, ada ayahnya juga. Ayahnya mencoba menenangkan Bu Ratih, tapi sia-sia. Pak Dion malah melihat Nadin dengan ta
Terakhir Diperbarui: 2025-09-25
Chapter: Bab 41 indah tapi semu 18+
Malam semakin larut. Nadin sudah masuk ke kamarnya tanpa mengajak Ronald. Akhirnya Ronald pergi ke kamar tamu. Ia tidak bisa memejamkan matanya. Ia mengingat saat pertama kali ke rumah itu dan memaksa Nadin melayaninya, dan itu kesalahan paling fatal yang ia lakukan pada Nadin. Ia bangun dari pembaringannya. Ia merasa tidak nyaman dengan pakaian formal yang ia gunakan, tapi ia lupa membawa baju ganti karena buru-buru ingin mendahului Nadin tiba lebih dulu. Ia hanya menggulung kemejanya hingga siku. Ia lalu keluar dari kamar karena merasa begitu bosan. Ternyata ada Nadin di dapur sedang membuat mi rebus. Nadin merasa penampilan Ronald yang paling terbaik adalah saat ia menggulung lengan kemejanya, seperti saat pertama kali ia melihatnya waktu itu. Tapi ia abaikan, lalu berkata, "Kenapa belum tidur?" Tangannya sibuk mengaduk panci di atas kompor. "Belum ngantuk," jawab Ronald seadanya. Ia lalu melanjutkan, "Buatkan untukku juga." "Kamu tidak boleh memakan makanan cepat saji,"
Terakhir Diperbarui: 2025-09-19
Chapter: Bab 40 Salah Paham
Nadin membelah jalan raya menuju kota kecil tempat kelahirannya untuk menemui ibunya. Ketika tiba di tujuan, ia dikagetkan oleh sebuah mobil yang ia kenal sedang terparkir di depan rumah ibunya. Ia panik dan buru-buru keluar dari mobilnya, lalu ingin segera masuk ke rumah. Saat mencoba membuka pintu, ternyata tidak terkunci. Tidak biasanya ibunya tidak mengunci pintu. Suasana semakin mencekam karena ruangan gelap dan ia tidak menemukan siapa-siapa. "Bu...!" seru Nadin, tapi tidak ada jawaban. Ia ke kamar ibunya dan tidak juga menemukannya. Ia melihat lampu kamarnya menyala. Biasanya lampu kamarnya tidak pernah dinyalakan saat ia tidak ada. Ia membuka pintu kamarnya dan menemukan Ronald sedang membaca buku miliknya. "Kenapa kamu bisa ada di sini? Di mana ibuku? Apa yang kamu lakukan padanya?" teriak Nadin dengan perasaan campur aduk. Ia menuduh Ronald karena ia tahu betul niat Ronald yang selama ini ingin menghancurkan keluarga kecilnya untuk membalas Tari. Kalau bukan karena itu, ap
Terakhir Diperbarui: 2025-09-19
Nikah Kontrak Berbuah Cinta

Nikah Kontrak Berbuah Cinta

"Kita menikah untuk kepentingan masing-masing, aku butuh status dan kau butuh uang, sudah beres itu saja, asal menikah segala kebutuhanmu mengenai uang saya urus, jangan bekerja lagi di perusahaanku, cukup nikmati kehidupan pernikahanmu, mengenai berapa lama dan kapan kita bercerai saya yang menentukan." ucap Danil "Iya." Jawab Emili singkat, ia tidak tau harus bicara apa lagi, uang membungkam mulutnya
Baca
Chapter: Sembilan Puluh Enam
Matahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka Danil, Emili dan putri kecilnya Dania, ada juga Bu Eni yang telah resmi jadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya Dania.Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu, rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya, hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban yaitu Emili, yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, yang satu karena ambisi yang satu karena keterpaksaan yang di sebabkan faktor ekonomi.Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terkontrak tanpa syarat sepanjang hidup mereka.Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus di selesaikan telah beres, Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat.Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya ia bahkan rela
Terakhir Diperbarui: 2023-06-23
Chapter: Sembilan Puluh Lima
Danil tiba di rumahnya, ia tau bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi, ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi Sosial media, tak lupa memintanya menghubungi stasiun tv juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal sosial media tidak ketinggalan berita."Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit, jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin, Oke" Jelas Danil antusias."Iya Pak Danil, tapi tolong bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat."Sory, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting" Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya."Oke Aku akan membantumu" ucap Alex."Thank's bro, selamat bersenang-senang" Danil mengakhiri peanggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata, ia sepertinya tidak sabar menunggu sebuah berita viral
Terakhir Diperbarui: 2023-06-23
Chapter: Sembilan Puluh Empat
"kesayangan Ayah sudah wangi" Danil berdiri menyambut putrinya."Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil."Ini putri Danil Nek, Saat Nenek mengusir Emili dia sedang mengandung anakku, Ah Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya" Ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah, sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi."Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat, yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania."Iya Nek, apa Nenek meragukannya? padahal dia begitu mirip denganmu Nek" Ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya, Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri."Betul Kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili, kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang."Iya Nek, tapi Emili juga tidak tahu
Terakhir Diperbarui: 2023-02-17
Chapter: Sembilan Puluh Tiga
Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili, ia tidak memberitahu hal itu pada siapapun, karena itu ponselnya berdering beberapa kali entah itu panggilan dari asistennya Alex, klien bahkan ada panggilan juga dari Neneknya.Ia terbangun dan mengucek matanya, ia sadar sedang berada di kamar orang lain, namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya.[Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingun harus menyebutnya apa, Nenek Marita mencarimu dan ku beri tahu Kamu bersamanya, mungkin Nenek sedang ke sana sekarang, jadi siapkan alat untuk bertempur, dia terdengar tidak senang karena panggilannya di abaikan cucu kesayangannya, Oh iya aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien, jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas."Aku akan menyambutnya" Ucap Danil tersenyum menyering
Terakhir Diperbarui: 2023-02-14
Chapter: Sembilan Puluh Dua
"Kenapa Emili lama sekali? Kemana pula perginya Nak Danil?" Ucap Bu Tiara merasa tidak senang, ia sudah bersusah payah masak untuk mereka tapi justru mereka yang tidak hadir di meja makan."Tidak apa Bu, biarkan saja" Pak Feri masih setia menghibur sang istri."Mungkin lagi melepas rindu, Bu" Celetuk Bu Eni asal, sebenarnya ia hanya bercanda karena dirinya sendiri tidak tau kemana kedua orang itu berada, Pak Feri yang memahami langsung tersedak."Ayah, hati-hati dong makannya" Kata Mila yang dari tadi menyuapi Dania yang tampak asyik dengan mainannya."Iya, ayah akan hati-hati" Ucap Pak Feri gelagapan."Itu sama sekali tidak boleh dibiarkan, mereka baru saja bertemu setelah berpisah selama tiga tahun" Seru Bu Tiara menanggapi candaan Bu Eni ia segera bangkit dari duduknya, ia hendak melabrak Emili."Ibu mau apa?" Pekik Pak Feri, ia juga berdiri untuk mencegah sang istri.Bersamaan dengan itu Danil keluar dari kamar Emili dengan penampilan yang lebih cerah dari sebelumnya, ia tampak sep
Terakhir Diperbarui: 2023-02-14
Chapter: Sembilan Puluh Satu
Setelah selesai merapikan mainan Dania, seluruh orang berkumpul di ruang keluarga, karena memang tidak ada lagi ruangan yang lebih luas dari tempat itu, kecuali Bu Eni dan Bu Tiara yang sedang sibuk di dapur, demi menyambut menantunya yang tiba-tiba datang dan tampaknya tidak berniat untuk pergi, dan juga Emili yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi."Apa rencana kalian kedepannya?" Pak Feri memulai obrolan, ia bertanya pada Danil sebagai kepala keluarga dari pernikahan kontrak putrinya."Saya ingin tetap melanjutkan pernikahan Kami Yah, tidak ada lagi kontrak atau apapun itu, tolong restua hubungan kami" Danil berbicara sungguh-sungguh, ia menatap kedua mata mertuanya."Bagaimana dengan keluargamu, mereka tidak menerima Emili lagi, Nyonya Marita bahkan mengusirnya dari rumahmu" "Nenek melakukan itu karena terpengaruh omongan setan, informasi yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan" Danil membahas soal Alea. Tampak kebencian dari raut wajahnya."Apa yang membuatmu m
Terakhir Diperbarui: 2023-01-23
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status