Danil dan Alex tiba di kampus Emili, walaupun agak aneh berada di tempat itu, mereka tidak merasa canggung sama sekali. Alex bertindak seperti Intel yang mengawasi setiap mahasiswa yang lalu-lalang dari kejauhan, tidak lama kemudian, ia akhirnya menemukan targetnya, setelah merasa yakin tidak salah orang, ia pun menghampiri targetnya tersebut. "Nona Emili...!" Alex berseru, membuat Emili yang tampak lesu menjadi kaget. "Alex..?" Emili lupa sopan santunnya sakin kagetnya karena tiba-tiba melihat Alex di depan matanya. "Maaf, maksud Saya, Pak Alex." Emili meralat dengan sopan. "Maaf, tapi kok bisa, Pak Alex ada di sini?" lanjutnya dengan nada bertanya sambil celingukan mengawasi sekitar, berharap tidak ada teman dekat yang melihatnya. "Ikut saya, bukannya Nona Emili mau bertemu dengan Saya?" Ucap Alex sedikit menekan agar Emili mengingat pesan yang ia kirim padanya. "Iya, Pak. Tapi 'kan, setidaknya balas pesan saya dulu, kemudian buat janji untuk bertemu, jangan tiba-tiba datang
Read more