Compartilhar

29. Dasar Pelit!

Autor: A mum to be
last update Data de publicação: 2026-11-08 10:10:21

Aroma santan kental dan daun jeruk purut menguar dari meja kecil di sudut ruangan. Dua jam setelah insiden tumpukan dus mi instan di lantai bawah beres, ruko itu menyisakan bau debu semen dan hening yang ganjil. Adam baru saja menenteng kantong keresek merah berlogo warung Padang Sederhana dari lantai bawah.

Cia langsung bertepuk tangan begitu bungkusan dibuka di atas meja, tapi tidak dengan Raya. Gadis itu baru keluar dari kamar mandi, handuk kecil masih melingkar di le
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Nikahnya Settingan, Tapi Kok Jadi Salting?   30. Membangkang?

    "Kalau aku enggak mau gimana dong?" Raya melontarkan tantangan itu tanpa gentar, sengaja menaikkan dagunya untuk menguji batas kesabaran sang suami. Namun, alih-alih tersulut emosi, Adam tidak bergeming. Pria itu hanya menatapnya lurus dengan sebelah alis terangkat. Tanpa membuang tenaga untuk mendebat, Adam merogoh saku celananya. Jemarinya bergerak santai di atas layar ponsel, mengetik beberapa patah kata dengan gerakan lambat yang disengaja, sebelum akhirnya mendongak menatap Raya tepat di manik matanya."Bagus," ujar Adam datar, suaranya rendah namun menghantam telak. "Saya akan kabari Kakek malam ini juga, bahwa cicit kesayangannya batal datang karena tantenya sedang malas-malasan."“Sialan,” desis Raya, telak terskakmat. Ia mendengus kesal saat menyadari kebenaran di balik ucapan suaminya. “Kamu ini—”“Mau lanjut membangkang?” potong Adam tenang. Raya mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Ia tahu, jika ia menolak, dampaknya bisa berujung pada anc

  • Nikahnya Settingan, Tapi Kok Jadi Salting?   29. Dasar Pelit!

    Aroma santan kental dan daun jeruk purut menguar dari meja kecil di sudut ruangan. Dua jam setelah insiden tumpukan dus mi instan di lantai bawah beres, ruko itu menyisakan bau debu semen dan hening yang ganjil. Adam baru saja menenteng kantong keresek merah berlogo warung Padang Sederhana dari lantai bawah. Cia langsung bertepuk tangan begitu bungkusan dibuka di atas meja, tapi tidak dengan Raya. Gadis itu baru keluar dari kamar mandi, handuk kecil masih melingkar di lehernya. Ia menarik kursi, duduk, lalu menatap piring seng di depannya dengan mata menyipit tajam. Tidak ada gulai ayam. Tidak ada rendang. Hanya ada kepulan nasi putih, selembar telur dadar barendo yang dibelah dua, dan sepotong tempe goreng kering berwarna cokelat tua. Di sampingnya, sebungkus plastik kuah sayur nangka tergeletak agak menyedihkan. Raya melirik piring kecil di sebelah kirinya. Di sana, Cia mendapat jatah sepotong ikan lele goreng berukuran sedang, kulitnya garing kec

  • Nikahnya Settingan, Tapi Kok Jadi Salting?   28. Balas Dendam??

    "Dua kardus minyak gorengnya mau ditaruh di mana, Bang?!" Teriakan melengking dari seorang kuli angkut berbadan tegap memecah keheningan lantai bawah ruko pagi itu, disusul suara benturan tumpukan karton mi instan yang diturunkan dari troli besi. Dua truk engkel pemasok barang parkir bersamaan di depan ruko, mengepung lantai bawah dengan atmosfer kerja yang riuh, bising, dan penuh debu tipis. Di tengah kekacauan itu, Adam berdiri tenang. Tangannya memegang clipboard kayu tebal dan pulpen, sementara tangan kirinya membenarkan posisi gendongan Cia yang sibuk mengucek mata ngantuknya. Raya yang baru turun dari lantai dua dengan sisa-sisa kekesalan karena insiden sereal tadi pagi, mematung di anak tangga terakhir. Matanya membelalak. Namun, melihat Adam yang mulai kerepotan mengecek nota sambil menenangkan Cia yang merengek, senyum jahil mendadak terbit di bibir Raya. Gadis itu melangkah maju dengan gaya anggun yang dibuat-buat, memutari eta

  • Nikahnya Settingan, Tapi Kok Jadi Salting?   27. Dasar Gak Peka!!

    Pagi pertama kembali ke realita setelah acara menginap berkedok honeymoon di resort mewah keluarga Prasetya sama sekali tidak terasa romantis bagi Raya dan Adam. Lantai dua ruko tempat tinggal mereka masih diliputi keheningan total. Di lantai bawah, Adam baru saja menyelesaikan rutinitas lari paginya. Pria itu bergegas mandi untuk menyegarkan diri, menyeduh secangkir kopi hitam pekat tanpa gula, lalu meletakkannya di atas meja kasir.Sepuluh menit berlalu, tetapi tanda-tanda kehidupan dari lantai dua sana belum juga terdengar. Keheningan itu baru pecah saat suara cempreng Cia merengek membangunkan Raya. Tak lama kemudian, terdengar derap langkah kaki yang diseret malas-malasan menyusuri tangga. Raya muncul dengan rambut sedikit berantakan, muka bantal yang kusut, d

  • Nikahnya Settingan, Tapi Kok Jadi Salting?   26. Pria Manipulatif

    Napas Raya tertahan di tenggorokan. Tubuhnya yang tadinya menegang kaku karena amarah kini membeku sempurna dalam pelukan Adam. Jarak yang terlampau dekat membuat aroma sabun mandi beraroma mint dan maskulin dari tubuh pria itu menguar tajam, bercampur dengan debar jantung yang bergemuruh di balik kaos hitam tipis yang dikenakannya. Belum sempat Raya mengangkat tangan untuk mendorong dada bidang itu, sebuah suara bariton yang rendah dan dingin berbisik tepat di dekat telinganya, mengirimkan sengatan asing yang menggelitik kulit lehernya."Diamlah sebentar. Mereka sedang memperhatikan kita," bisik Adam. Bersamaan dengan kalimat itu, tangan kanan Adam yang tadinya melingkar kencang di pinggang Raya perlahan naik, mulai mengusap punggung gadis itu dengan gera

  • Nikahnya Settingan, Tapi Kok Jadi Salting?   25. Jangan Berlagak Paling Tersakiti!

    Langkah kaki Raya tergesa menyusuri koridor pualam, mengabaikan tatapan beberapa pelayan yang kebetulan berpapasan dengannya. Jantungnya masih berdegup liar akibat sisa ketegangan di ruang kerja Kakek Prasetya. Suara bantingan pintu Adam tadi masih bergeming di kepalanya, menuntut penjelasan atas sandiwara yang baru saja terkuak mentah-mentah tanpa sisa. Hingga akhirnya Raya menemukan pria itu berdiri di ujung koridor semi-terbuka yang menghadap langsung ke arah taman belakang resort. Adam tidak lagi mengenakan jas formalnya. Pria itu hanya memakai kaos oblong hitam berlengan pendek yang melekat pas di tubuh atletisnya, dipadukan dengan celana bahan santai. Lengan kaosnya yang sedikit tergulung memperlihatkan otot lengannya yang tegang, menunjukkan sisa-sisa amarah yang belum sepenuhnya reda dari kepalanya."Adam!" panggil Raya tajam, su

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status