공유

31. RUMAH SAKIT

작가: mayuunice
last update 게시일: 2023-12-27 20:24:40
“Mitha!” seru Cakra, yang melihat Mitha tersungkur.

Dengan cepat, Cakra meninggalkan Candra yang baru saja dia pukul dengan keras. Segera menghampiri Mitha yang sudah terkulai, tak sadarkan diri.

“Mitha!” Cakra mencoba untuk memanggil nama wanita yang kini ada di dalam rengkuhannya.

Pipi Mitha ditepuk pelan-pelan, berusaha untuk menyadarkan wanita itu. Namun, usahanya tak berhasil. Karena Mitha masih memejamkan matanya dengan pipi kiri yang terlihat memerah.

“Kurang ajar kamu, Cakra!” seru C
mayuunice

Hai, Kak! Apa kabar? Mohon maaf lama menunggu, ya. Tapi aku akan sangat berterima kasih pada kalian yang sudah sabar menanti Mitha. Mohon maaf aku kemarin menghilang beberapa hari. Karena memang ada kesibukan yang benar-benar tidak bisa untuk ditinggalkan. Terima kasih banyak <3

| 좋아요
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   Bab 54

    “Cakra!” seru Rifah. Senyumnya merekah, ketika mendapati anak bungsunya itu pulang. Segera Rifah menghampiri Cakra dan memeluk anaknya itu. Kemudian Cakra menyalami sang ibu.“Mama sehat?” tanya Cakra seraya mengecup kening Rifah.Rifah berdiri tegak, memperlihatkan kondisinya yang prima.“Sehat, dong. Mitha ngurus Mama dengan baik.” Ia melirik ke arah Mitha yang masih sibuk dengan masakannya. Cakra melihat ke arah Mitha. Sudah satu tahun dia juga tidak melihat Mitha. Ibunya sengaja memberi jarak untuk mereka berdua.Mitha tersenyum ke arah Cakra. Ada perasaan rindu yang menggebu, ketika melihat wajah Cakra. Namun, Mitha menahannya karena ia masih merasa canggung. “Kamu sehat, Mith?” tanya Cakra penuh kehangatan.Sorot mata pria itu juga menunjukkan rasa yang sama. Dia merindukan Mitha. Selama jauh dari Mitha, Cakra merasakan sesak. Pikirannya kadang terbagi, mengkhawatirkan Mitha. Sesekali memang mereka mengirim pesan. Itu pun sebatas menanyakan kabar Rifah. Tidak ada hubungan int

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   Bab 53

    Mitha hancur berkeping-keping. Ternyata Candra sekejam itu. Harta yang seharusnya menjadi gonogini, sekarang lenyap. Candra mengambil paksa dan memberikan untuk Keyza.“Mitha.” Suara serak membuyarkan lamunannya. Mitha menoleh dan mendapati Rifah, tengah menatapnya nanar.“Ya, Ma?” sahut Mitha, ia menghampiri sang ibu dan duduk di kursi sebelahnya. Semenjak Candra mengusirnya hari itu, Mitha tinggal bersama Rifah. Ia resign dari pekerjaannya, dan ikut Rifah pulang ke kampung halaman.Di tengah kesendiriannya, Mitha bersyukur, Rifah masih mau menampungnya. Padahal yang dilakukan Mitha pun salah. Namun, wanita itu masih membukakan pintu maaf untuknya. Sedangkan Cakra, dia sudah tidak lagi bekerja di kota kembang. Dia tidak ingin bersinggungan dengan kakaknya lagi. Mereka sudah benar-benar putus ikatan dan silaturahmi. “Jangan sedih,” ujar Rifah sambil mengusap punggung tangan Mitha. “Jangan kamu pikirkan apa pun lagi tentang Candra. Biarkan saja dia mengambil semua yang kamu punya. M

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   Bab 52

    “Mas, coba jelaskan! Kenapa Keyza mengklaim ini adalah rumahnya? Sudah jelas-jelas ini rumahku!”Wajah Mitha mengetat, urat di keningnya terlihat. Sesampainya Candra di rumah, dia langsung mengintrogasi mantan suaminya dengan intonasi yang menekan. “Mas, jelaskan saja. Supaya makhluk ini tidak keterlaluan. Dia bukan lagi nyonya di rumah ini!” balas Keyza sambil mendelik kesal, tangannya ia silangkan di depan dada.Candra mengendurkan dasi. “Bisakah kamu diam, Mitha? Kamu terlalu berisik. Suaramu itu sampai merusak gendang telingaku,” cercosnya. Ia berjalan menuju dapur, membuka lemari pendingin dan mengeluarkan sebuah botol dari dalamnya. Hawa panas yang mendera membuat tenggorokannya teras kering. Ia pun meneguk air mineral dingin itu. “Jawab, Mas!” tuntut Mitha, ia mendekat pada Candra. Sorot matanya sudah menyala, membara terbakar emosinya. Lima tahun Mitha jungkir balik mencari uang untuk melunasi rumah ini. Sekarang, tiba-tiba ada wanita lain yang mengakui rumah yang sudah dip

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   Bab 51

    Sudah empat hari Rifah di rawat di rumah sakit. Matanya kadang terbuka, tapi tatapannya kosong. Beberapa bagian anggota tubuhnya tidak bisa berfungsi dengan baik. Dokter berkata, bahwa Rifah terkena stroke. Tekanan darahnya sering tinggi dan itu membuat Mitha semakin merasa bersalah.“Mama, maafkan Mitha,” ucapnya lirih. Air matanya kering, ia hanya bisa terisak sepanjang hari. Di seberang Mitha, Cakra sedang mengelap wajah Rifah dengan lap hangat. Anak bungsu Rifah itu sedang membersihkan tubuh ibunya. “Gara-gara aku, Mama jadi kayak gini,” imbuh Mitha lagi. “Nggak, Mith. Ini gara-gara aku. Harusnya aku sudah mengubur dalam-dalam perasaan aku padamu, sejak kamu menikah dengan kakakku. Tapi ….”Cakra menjeda kalimatnya, menatap wajah ibunya yang datar. Tatapan kosong Rifah beralih menatapnya. “Maaf, Bu. Ini salah Cakra. Maaf sudah merepotkan Ibu. Harusnya aku bisa lebih bijak lagi.” Nada penyesalan terdengar dari ucapan Cakra. Air matanya perlahan turun membasahi pipi.Sejak kemar

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   Bab 50

    “Maksud kamu apa, Mith? Bercerai dengan Candra?” Rifah terkejut, ketika mendapatkan kabar bahwa Mitha akan menggugat Candra ke pengadilan. Setelah mendapat kabar itu, Rifah langsung mengunjungi Mitha di rumahnya. Hal ini tidak bisa di acara kan dalam panggilan telepon. “Iya, Ma. Maaf, tapi aku ngga bisa melanjutkan pernikahan ini,” ucap Mitha lirih.Wajah Rifah sudah memerah. Jelas dari raut wajahnya bahwa, ia sangat menentang.“Aku sudah memasukan gugatan cerai,” tambah Mitha. Dia berusaha untuk meyakinkan ibu mertuanya, kalau ucapannya itu tak main-main. “Mitha! Kenapa kamu melakukan hal ini? Kamu benar-benar mengecewakan Mama!”“Ma, kenapa Mama marah sama Mitha? Apa Mama tidak mau mendengarkan alasan Mitha menggugat Kak Candra?” sela Cakra.Pria itu selalu ada di samping Mitha sekarang. Dia berjanji akan selalu mendampinginya sampai proses perceraian mereka selesai.Rifah terdiam. Emosinya menenggelamkan akal sehat. “Kak Candra selingkuh! Selama ini, Kak Candra tak pernah menye

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   Bab. 49

    Suara tawa menggelegar seisi ruangan. Baik Mitha maupun Cakra, keduanya sama-sama terlonjak. Mereka berdiri dengan kedua pupil melebar dan mulut menganga. “Hebat!” Candra bertepuk tangan sembari melangkah mendekat ke arah mereka.Tubuh Mitha bergetar, dia merasakan ketakutan yang sangat hebat. Pikirannya kacau, karena suaminya memergoki mereka sedang bersama dengan kondisi yang tidak semestinya. Namun, Cakra langsung menggenggam tangan Mitha. “Oh, ini yang kalian lakukan selama ini? Di hadapanku, kalian seperti saudara ipar. Tapi, di belakangku?” Candra mendengus, lalu tertawa. “Hahaha. Sumpah, ini seperti sinetron!” Mulut Mitha bergetar, dia ingin melawan. Memberikan serangan balik pada suaminya, yang tak jauh lebih buruk darinya. Akan tetapi, lidahnya terasa kelu. “Mitha!” teriak Candra.Seketika Mitha tersentak dan kakinya terpaku. “Kamu itu seperti nggak punya otak, ya? Adik ipar sendiri di embat! Ternyata kamu sangat hina!” Mata Candra menatap nyalang dan wajahnya memerah. B

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   23. SARAPAN BERDUA

    Sambil masih memejamkan mata, Mitha melenguh. Wanita itu nampak meregangkan kedua tangannya ke atas kepala. Badannya terasa sakit, dan kepalanya terasa sangat berat. Bahkan kelopak matanya saja seolah menolak untuk membuka. Pikiran Mitha yang perlahan sudah mulai jernih. Mencoba memutar kejadian ke

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   22. CURAHAN HATI KAKAK IPAR

    Anin menunggu jawaban atas pertanyaannya. Namun, sepertinya percuma, karena terlihat Mitha sudah mengangguk-angguk tidak jelas. Dia pun menghela napas, lalu membuka ponsel flip milik Mitha dan segera menghubungi Cakra.Kurang dari dua puluh menit, Cakra tiba di tempat. Dia tidak membawa kendaraan apa

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   21. MITHA SELINGKUH

    Mitha masih terdiam, dadanya terasa dihantam sesuatu. Entahlah, mulut Mitha tiba-tiba seperti diberikan perekat yang sangat kuat. Dia tak mampu menjawab pertanyaan yang baru saja ditanyakan adik iparnya.“Kalau iya. Tenang saja, itu tidak akan pernah terjadi lagi, Kak,” ucap Cakra dengan suara yang

  • Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan   20. INI JUGA RUMAHKU

    Setelah tiga hari tidak pulang, akhirnya Candra kembali ke rumahnya. Mitha yang juga baru saja pulang, mendapati Candra yang sedang memarkirkan mobilnya. Pria itu keluar dari mobil dengan mengenakan pakaian setelan kerja. Tak hanya itu, dia menenteng sebuah totebag yang lumayan besar. Mata Mitha mel

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status