登入Bella tanpa sadar menegakkan tubuh. Percakapan itu mulai menyentuh sesuatu yang lebih besar daripada sekadar bisnis."Semenjak Anda menjadi pemimpin Red Line, kelompok-kelompok mafia lain tampaknya lebih berhati-hati," lanjut Tuan Bradley. "Mereka takut kepada Anda. Setidaknya sekarang, kejahatan terbuka di tempat umum jauh lebih jarang terjadi."Chiara melirik Bella yang tidak banyak bereaksi. Dari bilik sebelah, Shin terdengar menjawab dengan tenang."Itu tidak sepenuhnya karena saya, Tuan Bradley." Ia berhenti sebentar. "Benar, mereka mungkin takut. Tetapi jangan mengira mereka berhenti membuat rencana. Sebagian dari mereka hanya memilih untuk bergerak dengan cara yang tidak terlihat."Tak lama kemudian, pria tua itu mengembuskan napas panjang. "Kami tidak memiliki apa-apa selain bisnis dan harta. Kalau suatu hari kalian berdua membutuhkan bantuan, kami akan membantu sebisa mungkin.""Terima kasih atas tawarannya, Tuan," jawab Matteo. "Kami menerimanya."Tuan Bradley kemudian kemba
Begitu duduk di dalam bilik, Bella, Chiara, dan Adrian segera memesan makanan. Mereka berbicara jauh lebih pelan daripada sebelumnya. Ketiganya beberapa kali melirik ke arah pembatas kayu di samping mereka, memastikan suara mereka tidak terdengar sampai ke bilik sebelah.Seorang pelayan datang membawa buku catatan kecil dan menunggu dengan sopan. Bella membuka menu, lalu memilih beberapa makanan berat yang menurutnya cukup untuk mengisi perut mereka. Ia juga memesan minuman nonalkohol.Chiara sempat mengangkat wajah dari menu. "Kenapa tidak memesan anggur saja?""Kita belum makan.""Tapi kita sedang berada di bar."Bella menatapnya. "Itulah alasan kalian harus makan lebih dulu."Chiara mengembuskan napas, lalu mencoba membujuknya. "Ayolah, Bella. Mumpung kita sedang di sini, cicipi sedikit saja."Bella menggeleng. "Lebih baik makan siang dulu. Kalian sudah mengikutiku kemari sampai tidak jadi makan siang."Adrian yang sejak tadi memperhatikan daftar makanan mereka akhirnya ikut berbic
Setelah sosok Shin menghilang di balik pintu bar, Bella masih berdiri di tempatnya. Tatapannya tertahan pada pintu kayu berwarna gelap itu, seolah berharap pria yang baru saja dilihatnya akan keluar kembali dan membuktikan bahwa apa yang dilihatnya tadi hanyalah kesalahpahaman. Namun, itu tidak terjadi.Suara percakapan para pengunjung dan alunan musik dari dalam bar terdengar samar hingga ke luar. Bella menarik napas perlahan. Ada perasaan aneh yang kembali muncul di dadanya, campuran antara terkejut, dan gugup. Ia tidak menyangka akan bertemu Shin di tempat seperti ini.Bella akhirnya mengalihkan pandangan kepada kedua sahabatnya. "Kalian pergi ke restoran duluan, ada sesuatu yang harus aku lakukan. Nanti aku menyusul."Chiara dan Adrian saling berpandangan. Keduanya langsung menggeleng hampir bersamaan.Bella mengernyit. "Kenapa?""Tiba-tiba Aku tidak terlalu lapar," jawab Adrian santai. Ia melirik pintu bar, lalu kembali menatap Bella. "Bagaimana kalau kita mencicipi minuman anggu
Pada awalnya, Adrian mengira Distrik d'Elite tidak jauh berbeda dari pasar malam atau pusat perbelanjaan biasa. Namun, semakin jauh mereka berjalan, semakin ia menyadari bahwa perkiraannya benar-benar keliru. Kawasan itu jauh lebih luas daripada yang terlihat dari gerbang utama. Setiap bagian seolah memiliki area dan suasananya sendiri, lengkap dengan toko-toko yang menjual berbagai macam barang kelas atas.Tanpa terasa, hampir setengah jam telah berlalu hanya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Setelah berjalan selama hampir dua jam tanpa benar-benar beristirahat, Adrian mulai merasa lelah. Ia bahkan tidak lagi peduli dengan kemewahan tempat itu. Yang ada dalam pikirannya sekarang hanyalah kursi, minuman dingin, dan kesempatan untuk duduk selama beberapa menit.Tiga pengawal yang mengikuti mereka juga mulai kewalahan. Kedua tangan mereka sudah penuh dengan berbagai tas belanja, sementara Chiara dan Bella masih terlihat bersemangat mengamati barang-barang yang dipajang
Dua hari sebelum keberangkatan, Chiara mengirim pesan ke grup percakapan mereka dengan sebuah pengumuman yang langsung menarik perhatian Bella dan Adrian.Chiara: Teman-teman, baru saja aku memenangkan kartu VIP ke tempat wisata yang sangat menarik.Beberapa detik kemudian, pesan berikutnya masuk.Chiara: Sabtu besok kalian berdua senggang, kan? Ikut aku jalan-jalan ke sana, ya. (◠‿◕)Adrian yang saat itu sedang memeriksa beberapa laporan hanya mengangkat alis ketika membaca pesan tersebut.Adrian: Ke mana?Bella yang sedang menikmati waktu santainya ikut membaca percakapan itu. Ia segera merasa penasaran ketika melihat kata VIP.Bella: Kartu VIP itu terdengar menarik. Kamu mengikuti kuis?Balasan Chiara datang tidak lama kemudian.Chiara: Ya. Dua hari yang lalu aku iseng mengikuti kuis sepuluh pertanyaan tebak kata yang direkomendasikan rekanku. Setelah itu aku mengirimkan jawabannya. Tidak disangka, aku masuk dalam daftar pemenang tercepat yang berhasil menjawab semua pertanyaan
Tiga hari kemudian, Chiara akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit.Namun, kepulangannya bukan berarti ia bisa langsung kembali bekerja. Dokter masih memintanya beristirahat dan menghindari aktivitas berat sampai kondisinya benar-benar pulih. Chiara sempat mengeluh beberapa kali karena merasa sudah cukup sehat untuk berjalan-jalan, tetapi Bella dan Adrian sama sekali tidak terpengaruh oleh rengekannya.Bahkan, keduanya membuat kesepakatan di hadapan Chiara.Selama Chiara belum benar-benar pulih, mereka tidak akan mengajaknya pergi jauh. Jika ingin keluar, mereka hanya akan berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan atau mencari tempat makan yang tidak terlalu ramai."Ini tidak adil," keluh Chiara suatu sore sambil bersandar di sofa. "Aku sudah bisa berjalan sendiri. Bahkan aku bisa berlari seperti biasa."Bella yang sedang membaca sesuatu di tablet hanya mengangkat pandangan sekilas. "Dan dokter juga sudah mengatakan apa?"Chiara terdiam.Adrian yang duduk tidak jauh dari mer
Dua hari sudah Bella tinggal di rumah, kegiatannya itu-itu saja dan hanya sekali dia pergi ke luar untuk membeli sesuatu. Dengan pengawalan lengkap, meski tidak terlalu mencolok, tetap saja membuat Bella tidak bisa berbaur seperti warga biasa lainnya. Ia pun lebih memilih menghabiskan waktu di ruma
Salah satu pria yang sedang bermain melihat ke tempat Bella dan anak-anak dikurung. "Lihat, gadis itu sudah sadar."Tiga pria lainnya menoleh, tatapan berbinar mereka menandakan kekaguman pada kecantikan gadis yang tidak sengaja mereka culik."Kita sungguh beruntung, harganya pasti tinggi.""Tidak
Ketika Bella membuka matanya, bau debu dan rokok yang pekat membuatnya terbatuk. Ia terbaring di lantai, disekitarnya terdapat kotak-kotak besi besar dengan beberapa sudah berkarat. Ingatan sebelum dirinya pingsan membuatnya sadar dari linglung, ia ingin bangun. Tapi kemudian menyadari kalau kedua
Lima hari berlalu... Tiga puluh enam anggota polisi yang diperintahkan untuk memeriksa daerah San Felice secara menyeluruh tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Pencarian hingga luar daerah pun dilakukan, tidak ada tanda-tanda adanya kejahatan yang pernah terjadi dan semuanya aman-aman saja.Se






