ホーム / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 47 Mengajak bermain.

共有

Bab 47 Mengajak bermain.

作者: SanASya
last update 公開日: 2026-02-01 19:19:29

Bella tertegun sesaat ketika melihat Luca keluar dari halaman vila nomor tujuh. Pria itu mengenakan pakaian santai khas pantai, kemeja tipis berwarna netral dengan lengan digulung santai, celana pendek, dan sandal. Di sampingnya berjalan pria yang sama seperti kemarin, Matteo, dengan aura yang jauh lebih ceria.

Tatapan Bella dan Luca sempat bertemu beberapa detik. Cukup lama untuk membuat Bella sadar dirinya sedang diperhatikan. Ia segera tersenyum lembut dan menyapa lebih dulu.

"Selamat pagi,
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 230

    "Apa hubunganmu dengan Bella?"Shin cukup heran kenapa Walikota DeLuca berani untuk menanyakan hal sensitif itu di situasi seperti sekarang. Apakah pria paruh baya itu tidak takut jika putrinya sendiri akan ikut terseret dalam pusaran masalah ini?Arah mata Shin perlahan beralih, menatap ke arah dinding hitam yang berada tepat di belakang Giovanni dan Komandan Lombardi. Ia tahu di balik dinding itu terdapat sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk mengamati proses interogasi yang hanya bisa dilihat dari satu arah, beserta dengan petugas yang merekam seluruh percakapan mereka. Kemungkinan, Giovanni sudah memberi arahan sebelumnya kepada seseorang di dalam ruangan tersebut untuk mematikan alat perekam sebelum mengajukan pertanyaan pribadi ini.Dugaan Shin memang tepat. Di ruang pengawas, Chiara segera meminta petugas operator untuk mematikan rekaman begitu melihat Walikota DeLuca memberikan kode rahasianya. Petugas itu langsung melakukannya tanpa banyak bertanya. Sebagai bawahan, ia t

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 229

    Giovanni sudah menyiapkan penawaran khusus jika Shin bersedia membuka mulut. "Kenapa? Bahkan bisnis musuhmu pun tidak ingin kau sebutkan? Kau masih ingin melindungi mereka?" Giovanni mencondongkan tubuhnya, lalu melanjutkan, "Saya akan memberikan penawaran bagus. Jika kau mau mengatakannya, hukumanmu akan diringankan."Shin tersenyum miring, menatap meremehkan. "Apakah Anda akan membebaskan saya?"Giovanni tidak langsung mengiyakan. "Tergantung seberapa berat kesalahanmu."Shin mengernyitkan dahi. "Tuan Walikota, apa sebenarnya tujuan Anda menangkap saya? Selama saya menjalankan bisnis di kota ini, saya tidak pernah melanggar hukum dan aturan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah."Giovanni tersenyum mengejek mendengar pembelaan itu. "Tidak pernah melakukan kesalahan, katamu?"Ia mendorong sebuah map dokumen tebal ke depan Shin. Dokumen yang berisi puluhan lembar kertas itu mencatat dengan rinci apa saja pelanggaran yang dituduhkan kepada Shin dan kelompok Red Line. Giovanni membuka

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 228

    "Kalau kau sudah mendapatkan hasilnya, jangan lupa kalau saya juga ambil bagian dalam tujuanmu."Suara berat Marco seketika menarik Bianchi dari lamunannya yang sedang membayangkan cara menguasai seluruh harta kekayaan milik Shin."Tentu saja, saya tidak akan pernah melupakan bantuan Anda, Tuan Marco. Apalagi ke depannya saya masih akan membutuhkan banyak kerja sama dengan Anda," ujar Bianchi dengan senyuman elegan khas bangsawan tua yang dipaksakan."Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan Bianchi. Saya mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan dari konspirasi ini.""Kita sama-sama saling menguntungkan dan saling membantu untuk menjatuhkan musuh yang menghalangi jalan kita menuju kesuksesan. Maka dari itu, sebelum Giovanni DeLuca benar-benar turun dari jabatannya, tolong jangan tersinggung jika nantinya saya masih akan meminta bantuan Anda," kata Bianchi."Itu hal yang mudah. Dengan informasi akurat yang Anda berikan selama ini, hal itu juga memudahkan kami untuk menjalankan rencana

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 227 Identitas yang sebenarnya.

    Di penjara bawah tanah, Giovanni sudah menunggu kedatangan rombongan Komandan Lombardi yang membawa Shin. Melihat kondisi Luca atau yang sekarang harus ia panggil sebagai Shin, begitu mengenaskan, Giovanni dilingkupi perasaan campur aduk. Meski sekarang di matanya pria muda itu adalah seorang penjahat kelas satu, ia tetap memberikan perintah tegas untuk memanggil dokter pribadi dan mengobatinya. Setidaknya, jangan sampai tahanan yang sudah susah payah ditangkap ini langsung kehilangan nyawa begitu sampai di penjara, tanpa sempat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah.Selama Shin menerima pengobatan medis, Komandan Lombardi melaporkan setiap detail kejadian yang berlangsung saat proses penjemputan di vila perbatasan tadi. Mendengar klaim Bianchi yang mengatakan bahwa kondisi luka-luka Shin sama sekali tidak ada kaitan dengan dirinya, Giovanni mendengus tidak percaya. Justru karena pria tua itu bekerja sama dengan musuh bebuyutan kelompok Shin, proses penangkapan ini dipasti

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 226 Pulang sekarang.

    Bella belum mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Shin, tetapi hatinya terasa kurang nyaman sejak perpisahan mereka semalam. Hari ini ia hampir tidak bisa fokus mengajar, hingga Miss Clara beberapa kali menegurnya. Ia tidak mengerti apa yang membebani pikirannya. Pagi tadi ia sudah menghubungi ayahnya dengan sedikit basa-basi agar tidak menimbulkan kecurigaan, dan ia merasa lega karena sang ayah baik-baik saja. Namun, bayangan wajah Shin yang tersenyum semalam terus muncul di kepalanya. Bella berulang kali menggeleng pelan, menepis pikiran itu dan fokus dengan anak-anak di kelas.Tepat pukul satu siang, pekerjaan Bella akhirnya selesai. Ia baru saja bersiap untuk pulang ketika ponselnya bergetar, menampilkan pesan dari Chiara.Chiara: Bella, bisa kita bertemu sekarang di pusat kota Whitesand?Chiara: Ada hal penting yang ingin kubicarakan. Kita bertemu di kafe depan gedung kejaksaan.Bella mengernyit bingung. Tempat itu sangat jarang mereka datangi, seingatnya baru sekali mereka b

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 225 Memindahkan Tahanan.

    Satu mobil tahanan antipeluru, delapan mobil berisi lima puluh lima pasukan elit yang dipimpin oleh Komandan Richard Lombardi, serta satu mobil kejaksaan yang membawa empat orang jaksa termasuk Chiara telah mengepung sebuah vila mewah yang terletak di daerah perbukitan Barat Kota Whitesand.Suasana di dalam barisan penjemput terasa sangat tegang sekaligus membakar semangat. Jantung mereka berdebar kencang dilingkupi rasa penasaran yang luar biasa untuk melihat langsung sosok pemimpin mafia tertinggi di kota Blackstone. Di kalangan aparat keamanan, siapa yang tidak tahu reputasi mengerikan dari penguasa bayangan tersebut? Kekuasaannya bahkan disebut-sebut melebihi pengaruh Walikota Blackstone sendiri.Mereka sering mendengar rumor bahwa pria ini masih berusia cukup muda. Namun, sangat jenius dalam berbisnis, mematikan dalam bertarung, dan hanya butuh waktu lima tahun untuk memaksa seluruh kelompok mafia tunduk di bawah perintahnya. Mengingat betapa kuatnya kelompok kriminal di kota itu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 137 Bukti Asli

    Pagi harinya, Giovanni, Komandan Lombardi, dan pemimpin pengawal berangkat lebih awal ke gedung pemerintahan. Ia sengaja berangkat sebelum banyak karyawan datang karena membawa sesuatu yang rahasia.Tidak lama kemudian, beberapa orang datang ke ruangan walikota. Mereka adalah Chiara yang menjadi ja

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 129 Mata-mata orang lain.

    Luca sedang berada di kantor perusahaannya. Tangan dan matanya sibuk memeriksa tumpukan pekerjaan didepannya.Vito mengetuk pintu kemudian masuk dan memberitahu, “Bos, orang-orang pemerintahan sepertinya mulai bergerak.”Luca tidak mengangkat wajahnya. Tangannya masih sibuk menulis, lalu ia menjawa

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 121 Karena aku ingin...

    Adrian baru saja parkir di halaman dan keluar dari mobil ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat Nenek Sophia berdiri di depan gerbang dan menyuruhnya mendekat.“Adrian, kemari sebentar,” panggil Nenek Sophia. Suaranya cukup pelan, dan matanya sesekali melirik ke rumah Bella.Adrian mer

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 115 Bertemu lagi.

    Bella hendak mendekati Luca, tetapi ia ingat bahwa dirinya sedang bekerja. Ia kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan. Ponsel Luca berdenting dua kali.Bella: Kamu sudah pulang? Bukankah seharusnya kamu pulang lusa? Bella: Apa yang kamu lakukan di sini?Luca meliriknya sekilas, lalu tersenyum

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status