Home / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 47 Mengajak bermain.

Share

Bab 47 Mengajak bermain.

Author: SanASya
last update publish date: 2026-02-01 19:19:29

Bella tertegun sesaat ketika melihat Luca keluar dari halaman vila nomor tujuh. Pria itu mengenakan pakaian santai khas pantai, kemeja tipis berwarna netral dengan lengan digulung santai, celana pendek, dan sandal. Di sampingnya berjalan pria yang sama seperti kemarin, Matteo, dengan aura yang jauh lebih ceria.

Tatapan Bella dan Luca sempat bertemu beberapa detik. Cukup lama untuk membuat Bella sadar dirinya sedang diperhatikan. Ia segera tersenyum lembut dan menyapa lebih dulu.

"Selamat pagi,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 173

    - Kota Whitesand, Posko Kesehatan Pusat.Di sisi lain, suasana di posko kesehatan kota Whitesand terasa jauh lebih hangat. Bella, Adrian, Chiara, beserta beberapa rekan mereka sedang mengunjungi orang-orang yang terluka. Kedatangan mereka bertujuan untuk membantu para perawat medis, sekaligus menghibur beberapa warga yang masih mengalami trauma atau duka mendalam akibat penyerangan tempo hari.Tujuan utama Bella hari ini adalah posko khusus yang menampung anak-anak korban luka dan trauma. Saat pertama kali melangkah masuk, Bella melihat anak-anak itu tampak begitu ketakutan dan ragu-ragu untuk mendekat. Melihat binar cemas di mata polos mereka, Bella merasa sangat bersalah di dalam lubuk hatinya. Ia bertekad untuk membantu anak-anak ini kembali ceria seperti sediakala dan melupakan semua kejadian mengerikan yang dipicu oleh para penjahat Blackstone itu.Setelah menghabiskan waktu untuk menghibur dan membagikan mainan, Bella merasa cukup puas dengan hasilnya. Anak-anak tersebut setidak

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 172 Akhir dari pertemuan.

    - Kota Blackstone, Ruang Pertemuan Pemimpin Kelompok.Ruang rapat yang luas itu seketika diubah menjadi arena jagal. Lima petarung bertubuh raksasa langsung mengepung Shin dari berbagai arah, bergerak serentak dengan insting membunuh yang kuat.Petarung pertama, yang berada paling dekat, meluncurkan pukulan kanan yang sangat cepat ke arah pelipis Shin. Namun, dengan ketenangannya, Shin tidak mundur. Ia justru melangkah maju lalu memiringkan sedikit kepalanya. Tinju itu berdesing melewati telinganya.Tanpa membuang momentum, Shin menangkap pergelangan tangan lawan tersebut, memutarnya dengan sekali sentakan, lalu memanfaatkan membantingnya melewati bahunya sendiri.Brakkk!Tubuh besar itu menghantam meja rapat kayu oak hingga hancur berkeping-keping. Sebelum pria itu sempat bangkit, Shin menghentakkan tumit sepatunya ke leher belakang lawan, memutus kesadarannya seketika. Satu tumbang.Di saat yang sama, petarung kedua dan ketiga maju bersamaan dari kedua sisi, mencoba mengunci pergera

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 171 Mempengaruhi.

    Melihat arah pembicaraan dan kesalahan yang ia tuduhkan mulai berbalik menjadi bumerang bagi faksi lain, Tuan Marco tidak bisa lagi menahan diri. Ia tiba-tiba berdiri dari kursinya, menggebrak meja, lalu mendengus dingin."Humph! Shin bisa bicara seringan itu tentu saja karena dia sama sekali tidak mengkhawatirkan nasib bisnisnya!" seru Marco, suaranya menggema penuh kedengkian. "Dia sudah bergerak di belakang kita untuk membantu Wali Kota DeLuca. Tentu saja, akan ada imbalan besar yang nantinya ia dapatkan secara eksklusif!"Shin tidak terpancing. Ia hanya melirik Marco sekilas dengan tatapan meremehkan, lalu menyandarkan punggungnya kembali sembari berujar, "tentu saja, harus ada imbalan yang setimpal untuk setiap kerja sama di dunia ini. Namun, tuduhan Tuan Marco terhadapku sangatlah tidak berdasar. Menurut kalian semua yang ada di ruangan ini... apakah Wali Kota DeLuca adalah tipe orang yang mudah diajak bekerja sama oleh seorang mafia?"Pertanyaan retoris Shin melemparkan kehenin

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 170 Kekacauan yang tidak penting.

    Shin yang duduk bersandar di kursi kebesarannya sama sekali tidak terkejut. Ia sudah menduga sejak awal bahwa pria tua seperti Marco ini pasti akan mengendus pergerakannya cepat atau lambat. Alih-alih menunjukkan riak ketakutan atau kepanikan karena rahasianya telah terbongkar di depan publik, Shin justru menarik sudut bibirnya dan melepaskan sebuah tawa kecil.Heh...Tawa itu singkat, dan tidak keras. Namun, nada yang terkandung di dalamnya membawa kengerian dan teror yang pekat. Seketika itu juga, suhu di dalam ruang pertemuan terasa turun drastis. Tekanan aura sarat kekejaman yang biasa ditunjukkan oleh pemimpin tertinggi Red Line itu menguar hebat, menyelimuti setiap sudut ruangan hingga membuat para pemimpin kelompok di bawahnya merinding ketakutan.Bahkan, empat pemimpin dari kelompok terbesar yang duduk sejajar dengan Shin pun mulai menegang dan menaruh waspada. Mereka saling pandang dengan tatapan penuh selidik, mereka tidak tahu konspirasi atau rencana mengerikan apa lagi yan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 169 Perdebatan.

    Dua hari kemudian, kota Whitesand secara perlahan kembali mendapatkan kedamaiannya. Di sepanjang jalan, masyarakat mulai bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kekacauan. Warga yang tidak terluka secara sukarela membantu tetangga mereka yang rumah atau tokonya hancur didobrak musuh. Mereka bahu-membahu agar kota kembali rapi dan indah seperti semula. Semangat itu begitu menular, bahkan orang-orang yang mengalami luka ringan pun menolak untuk bermalas-malasan dan tetap ikut membantu pekerjaan-pekerjaan ringan. Suasana damai dan penuh kehangatan itu benar-benar terasa hampir di seluruh penjuru kota.Bella, di dalam mobilnya, memandangi aktivitas masyarakat tersebut dengan hati penuh kelegaan. Hari ini, ia berencana untuk bertemu dengan Adrian dan Chiara di rumah sakit pusat. Mereka akan menjenguk para korban yang masih dirawat, termasuk meninjau beberapa posko medis darurat di dekat sana.Pengaturan posko medis ini berasal dari ide Bella. Ia meminta semua korban dirawat di satu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 168

    "Dua unit maju, ikuti arah asap itu!" perintah sang komandan lapangan melalui interkom saat mereka sampai di pinggir hutan, suaranya berbisik dan tegas.Beberapa personel pengintai bergerak senyap menembus semak-semak. Ketika mereka melihat rombongan kelompok penyerang mulai menaiki kendaraan dengan terburu-buru, para pengintai itu langsung menghubungi rekan-rekan mereka yang berjaga di luar area hutan."Target bergerak keluar menggunakan kendaraan kap terbuka dan motor. Mereka menuju ke arah Tenggara hutan. Bersiap!"Informasi kilat itu membuat pasukan keamanan yang memblokade jalan di luar hutan langsung memindahkan titik penyergapan dan menempatkan posisi. Mereka menyambut kedatangan sisa kelompok penyerang itu dengan hujan peluru yang mematikan. Hasil pertempuran akhir itu sungguh memuaskan. Pasukan keamanan akhirnya berhasil melumpuhkan dan menghabisi seluruh kelompok mafia kejam yang selama hampir satu bulan ini telah meresahkan kota mereka.Setelah memastikan anggota mafia yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 57 Rencana Gannaro.

    Pemimpin pengawal sempat terkejut mendengar ucapan Rico. Namun keterkejutan itu hanya berlangsung sepersekian detik. Ia segera memaksa dirinya tenang dan menganalisis situasi.Luina tergeletak pingsan dan Bella tidak ada.Tekanan tak kasat mata menindih bahunya, tetapi ia tidak berani memikirkan ke

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 56 Tim medis yang membawa kakek dan nenek.

    Gannaro dan Aldo ikut naik kapal pesiar bersama Maggio dan tiga puluh anggota Cross Broke. Rombongan sebesar itu jelas terlalu mencolok jika datang tanpa kamuflase. Karena itu, sejak awal mereka sudah menyiapkan penyamaran, menyewa beberapa perempuan untuk berpura-pura menjadi pasangan, bercengkera

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 55 Tidak ada jawaban.

    Setelah makan siang, mereka menuju ruang karaoke privat yang sudah dipesan sebelumnya. Begitu pintu dibuka, suasana hangat langsung menyambut. Dindingnya dilapisi panel kayu vertikal berwarna cokelat tua, memberi kesan elegan sekaligus sedikit eksklusif.Di tengah ruangan terdapat meja persegi deng

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 52 Perasaan waspada akan bahaya.

    Shin menarik kembali tatapannya dari vila yang ditempati Bella lalu bertanya, "Siapa yang Maggio temui?""Begitu sampai di Whitesand, mereka berpencar ke beberapa tempat. Mungkin agar tidak terlihat mencurigakan. Maggio sendiri bersama asistennya pergi ke hotel di resort ini. Kami mengecek CCTV dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status