Home / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 47 Mengajak bermain.

Share

Bab 47 Mengajak bermain.

Author: SanASya
last update publish date: 2026-02-01 19:19:29

Bella tertegun sesaat ketika melihat Luca keluar dari halaman vila nomor tujuh. Pria itu mengenakan pakaian santai khas pantai, kemeja tipis berwarna netral dengan lengan digulung santai, celana pendek, dan sandal. Di sampingnya berjalan pria yang sama seperti kemarin, Matteo, dengan aura yang jauh lebih ceria.

Tatapan Bella dan Luca sempat bertemu beberapa detik. Cukup lama untuk membuat Bella sadar dirinya sedang diperhatikan. Ia segera tersenyum lembut dan menyapa lebih dulu.

"Selamat pagi,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 243

    Mobil yang membawa Bella perlahan memasuki gerbang besi hitam yang berukuran tinggi. Setelah petugas penjaga mengenali siapa sosok yang datang, ia segera memberikan kode kepada penjaga lainnya agar pintu gerbang raksasa itu dibukakan. Mobil pun melaju masuk dengan sangat mulus, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan jalan setapak berbatu yang mengarah langsung ke halaman utama rumah.Villa ini berdiri megah di tengah hamparan alam yang asri, dengan latar belakang pegunungan hijau yang menjulang tinggi dan diselimuti kabut tipis serta awan mendung, menciptakan suasana yang tenang sekaligus memukau.Villa dua lantai ini berarsitektur modern yang menyatu dengan alam, menggabungkan material batu alam bertekstur kasar, kayu berwarna cokelat hangat, serta kaca bening berukuran besar yang mendominasi dinding dan jendela. Atapnya dirancang berupa atap genteng bergaya tradisional yang memberikan kesan elegan sekaligus kokoh.Halaman villa sangat luas dan tertata rapi dengan rumput hijau. Jal

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 242

    Di saat ketiganya sedang sibuk membicarakan pergerakan licik Marco Bellandi dan Bianchi Vittorio, pintu keluar penjara bawah tanah pusat perlahan terbuka. Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari dalam gedung dengan tergesa-gesa. Ketiganya segera naik ke dalam mobil sedan hitam mereka dan langsung memacu kendaraan meninggalkan lokasi dengan diikuti oleh mobil pengawal dari belakang. Melihat pergerakan itu, Rico segera berpamitan kepada Zero dan Vito untuk kembali menaiki sepeda motornya dan menyusul sekaligus mengawal ketat pergerakan Nona Bella dari kejauhan.Hampir sepanjang malam itu, Bella sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dengan nyenyak. Pikirannya terus berkecamuk, memikirkan detail ucapan dingin Shin di dalam ruang interogasi serta konspirasi politik yang sedang mengepung keluarganya. Ia hanya mampu tertidur selama kurang lebih dua jam saja, dan sebelum jarum jam menunjukkan pukul enam pagi, ia sudah terbangun dari tidurnya.Setelah berjalan-jalan sebentar menyus

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 241

    Rico yang sejak awal mengawal pergerakan dari jarak aman, memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan yang cukup gelap, tidak jauh dari kompleks penjara bawah tanah pusat. Ia kemudian berjalan santai ke salah satu mobil hitam yang terparkir di sana. Setelah memastikan situasi sekitar aman, ia membuka pintu di samping kemudi. Di dalam kendaraan, tampak Zero sedang bersandar, sementara adiknya, Vito, duduk tenang di kursi penumpang bagian belakang."Kamu akhirnya datang juga," sapa Zero menyambut kehadiran Rico."Kak Rico, apakah dua mobil yang baru saja masuk ke halaman penjara tadi membawa Nona Bella?" tanya Vito penasaran, menatap ke arah pintu masuk fasilitas tersebut."Ya, itu Nona Bella dan kedua sahabat dekatnya," jawab Rico sembari matanya tetap mengawasi area parkir penjara. Ia cukup familier dengan beberapa kendaraan yang terparkir di sudut lain halaman. Mobil-mobil itu memiliki kode tanda khusus yang samar. "Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan mereka bertiga di dalam sana te

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 240

    Bella menatap pria di hadapannya cukup lama. Di dalam ruang interogasi yang temaram itu, kesunyian mendadak membeku saat keduanya saling melempar pandangan, seolah sedang menilai isi kepala satu sama lain melalui sorot mata masing-masing.Setelah beberapa saat, Bella menarik pandangannya perlahan. "Sayang sekali kamu tidak bisa melakukannya di kota ini. Jadi, kau mungkin akan mendekam sangat lama di sini, dan kemungkinan besar... kau tidak akan pernah bisa bebas lagi."Shin justru menyunggingkan sebuah senyuman yang penuh arti, sama sekali tidak terpengaruh oleh kalimat ancaman itu. "Kau sangat tahu apa maksudku yang sebenarnya, Bella."Bella sedikit mencondongkan tubuhnya, lalu berbisik dengan nada suara yang teramat lirih, "Kau pikir... aku benar-benar akan melakukannya?""Kau pasti akan melakukannya, Bella. Dan setelah itu, kau akan menemukan sesuatu yang sangat menarik," sahut Shin dengan tatapan mata yang memancarkan keyakinannya terhadap kemampuan perempuan didepannya."Kenapa k

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 239

    Bella mengernyitkan dahinya saat menyadari pria di depannya malah terpaku. "Kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Ayo, cepat bangun. Lantai ini sangat dingin dan sama sekali tidak baik untuk pemulihan luka-lukamu. Kenapa kamu tidak meminta kasur lantai atau apa pun yang layak kepada sipir untuk dijadikan sebagai alas tidur sementara?"Bella perlahan membantu memapah tubuh Shin, lalu menuntunnya duduk di atas kursi. Shin mencoba menenangkan gejolak di dalam hatinya akibat kejutan manis yang diberikan oleh perempuan di sampingnya ini."Tidak apa-apa, Bella," ujar Shin, suaranya terdengar rendah dan serak. "Penjaga di tempat seperti ini tidak akan mungkin mau mengizinkan seorang tahanan sepertiku untuk meminta banyak hal mewah. Lagipula, kenapa kamu bisa nekat datang ke tempat mengerikan ini tengah malam begini? Dengan siapa saja kau datang ke sini?"Bella sangat tahu bahwa peraturan hukum di penjara militer memang seketat itu. Apalagi ia menyadari bahwa citra sosok Shin di mata para

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 238

    Bella, Chiara, dan Adrian berhasil masuk ke dalam penjara bawah tanah pusat dengan sangat mudah. Skenario yang disusun Chiara berjalan lancar. Semua aparat yang bertugas menjaga sif malam ini adalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Chiara. Karena Bella memegang kekuasaan pasukan keamanan kota, mudah bagi Chiara untuk melakukan semua ini, termasuk petugas sipir di pintu masuk utama pun ia ganti dan sudah diberi arahan untuk tutup mulut. Chiara sengaja merombak seluruh daftar penjaga malam itu agar nama mereka bertiga tidak perlu tercatat di dalam buku pengunjung.Penjara bawah tanah pusat ini terhitung sangat steril dan hanya memiliki kurang dari dua puluh sel isolasi. Tempat ini memang dirancang khusus hanya untuk menampung para penjahat kelas atas. Ini pun statusnya hanya berupa tempat penahanan sementara sebelum para tahanan tersebut menjalani proses persidangan dan menerima ketetapan hukuman ma ti atau seumur hidup.Setelah seluruh proses hukum mereka selesai disidangkan, baru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 103 Kepastian.

    Begitu masuk, Bella langsung menuju dapur. Ia membuatkan kopi untuk Luca, lalu mulai memasak satu menu tambahan untuk makan mereka. Ini sudah menjadi semacam kebiasaan—makanan wajib yang selalu Luca minta setiap kali datang membawakan makanan, dan mereka akan memakannya bersama.Aroma kopi hangat d

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 102 Undangan.

    “Miss Bella?” gumam Barna, mendengar nama perempuan yang menurut istrinya sedang disukai putranya.Elia mengangguk. “Kata Alan, dia adalah salah satu wali kelasnya. Alan juga menunjukkan fotonya padaku. Kalau bicara soal penampilan, meskipun dandanannya sederhana, dia sangat cantik, dan usianya beb

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 98

    Barna Benvenuto, pejabat yang memiliki kedudukan sebagai kepala bidang ekonomi di pemerintahan Kota Whitesand, adalah ayah kandung Steve Benvenuto. Kalimat yang diucapkan Steve tadi sebenarnya bukan sindiran, melainkan kenyataan yang apa adanya.Keluarga Benvenuto dahulu tidak setuju dengan pernika

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 97 Tamu terhormat.

    Chiara masih belum yakin, apakah Luca benar-benar orang baik, atau justru menyimpan sesuatu di balik sifat ramahnya saat mendekati Bella. Keraguan itu terus mengganggunya, meski ia sudah memastikan tidak ada yang salah dengan latar belakang keluarganya.Sementara itu, orang yang sedang diam-diam ia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status