Share

Sah!

Author: Tinta Emas
last update publish date: 2026-10-05 23:17:12

"Bodyguard?!"

"Putri pengusaha terkenal menikahi bodyguard nya?"

"Itu pengganti nya! Suami pengganti!" Bisik-bisik dan pendapat para tamu undangan tidak diindahkan oleh Elora.

Flash kamera wartawan Forbes yang tadi sudah siap foto calon pengantin mulai mengambil gambar sebanyak mungkin.

"TIDAK! Elora kamu gila! Kamu membuat malu keluargamu! Dia itu bodyguard!"

Kendra maju mau tarik tangan Elora. Baru dua langkah -

*BRAK.*

Dua pengawal yang dari tadi berdiri di belakang Aven langsung maju, sila
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Muda, Tuan Dominic Akan Menjagamu    Kepulangan

    Pagi itu, pulau yang selama hampir sebulan menjadi tempat Dominic dan Elora bersembunyi dari hiruk-pikuk dunia perlahan diselimuti kesibukan. Angin laut bertiup lembut, membawa aroma asin yang bercampur dengan wangi pepohonan basah setelah hujan semalam. Di kejauhan, sebuah kapal berwarna putih dengan lambung gelap telah bersandar di dermaga pribadi, menunggu penumpangnya kembali ke kota.Elora berdiri di depan teras vila dengan sebuah cangkir teh di tangan. Tatapannya tertuju pada kapal yang bersandar.Hampir sebulan. Waktu yang awalnya terasa panjang kini justru berlalu terlalu cepat.Di pulau ini, ia belajar mengenal Dominic dengan cara yang berbeda. Bukan hanya pria yang selalu tahu bagaimana memenuhi keinginannya, bukan pula sosok yang terbiasa menyelesaikan segala sesuatu sebelum orang lain sempat mengeluh. Di tempat yang jauh dari keramaian, Elora menemukan sisi Dominic yang jarang diperlihatkan kepada dunia. Dan tanpa disadarinya, ia mulai mengingat hal-hal kecil tentang pria

  • Nona Muda, Tuan Dominic Akan Menjagamu    Sebuah Keputusan Baru

    Pagi hari di pulau tropis itu menyambut dengan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah tirai kamar vila. Suara deburan ombak terdengar lebih lembut, seolah ikut merayakan lembaran baru yang terbuka bagi dua insan di dalam ruangan tersebut.Elora terbangun dalam dekapan hangat lengan kokoh Dominic. Entah kapan, posisi tidurnya sudah begitu dekat dengan dominic. Seolah mencari jalannya sendiri setelah malam kemarin yang mengubah panggilan dan mengikis sedikit jarak diantara mereka. Dekapan hangat lengan dominic menghadirkan rasa aman yang terasa berbeda-beda setiap Elora mendapatkannya. Apakah karena jarak yang mulai berkurang itu? Atau karena status mereka yang berbeda sekarang dan dia menyadarinya. Dominic, yang ternyata sudah terjaga lebih dulu, menatap wajah Elora yang masih setengah sadar dengan sorot mata penuh pemujaan. Jemarinya dengan telaten merapikan helaian rambut hitam Elora yang berantakan di atas bantal."Kau sudah terlihat lebih baik. Wajahmu kembali bersinar, ap

  • Nona Muda, Tuan Dominic Akan Menjagamu    Antara Batas

    Dua kali nama itu disebut, mengalir begitu ringan namun menghujam telak di antara keheningan vila yang ditemani deburan ombak.Dominic tidak langsung bergerak. Tatapannya yang tajam, yang biasanya mampu melumpuhkan lawan bicara dalam hitungan detik, kini mendadak kehilangan taringnya. Ada ketegangan yang kasat mata di udara bukan ketegangan seorang pengawal melainkan ketegangan dua insan yang sengaja meruntuhkan tembok benteng pertahanan mereka sendiri.Pria itu meletakkan sendok peraknya perlahan ke atas piring kecil di sisi mangkuk. Suara dentingan logam itu beradu pelan, seolah menjadi penanda berakhirnya batasan-batasan formal yang selama ini dia jaga mati-matian.Ia menegakkan tubuhnya, postur tegapnya kini condong ke depan, menatap Elora seolah tengah menilai apakah gadis di hadapannya ini benar-benar menyadari apa yang baru saja ia lakukan. "Elora, kau sadar dengan apa yang kau katakan?" Elora mengangguk. "Aku sadar.""Aku berpikir..... Setelah yang terjadi, saat kita disini.

  • Nona Muda, Tuan Dominic Akan Menjagamu    Kejutan Sesungguhnya

    Suasana ruang makan di vila itu terasa temaram, berat oleh angin laut malam yang berembus pelan dan suara deburan ombak yang menghantam karang di luar sana. Hanya diterangi cahaya lampu gantung kekuningan yang menggantung di atas meja kayu jati, pemandangan malam di pulau tropis itu tampak begitu intim.Dominic melangkah kecil melihat kejutan yang dimaksud oleh Elora. Di atas meja, dua mangkuk keramik putih mengepulkan uap tipis, menyebarkan aroma gurih mentega, bawang putih, dan jamur yang kaya.Elora berdiri di sisi meja dengan tangan bertaut di depan apron-nya, menatap cemas sekaligus antusias ke arah pria yang baru saja duduk di hadapannya.Dominic, dengan postur tegap khas melirik mangkuk di depannya sebelum mengangkat pandangan menatap Elora. Alis kirinya sedikit terangkat."Apa ini kejutan nya?" tanya Dominic, suaranya berat dan datar, namun matanya mengamati detail kecil dari senyuman Elora dan tangannya yang mempersilahkan. Tidak tau kapan Elora memasak nya, mungkin saat dia

  • Nona Muda, Tuan Dominic Akan Menjagamu    Kejutan Kecil

    "Merasa deg-degan?" Tanya dominic melihat reaksi Elora."Tentu saja bukan. Aku sedang berpikir. Kakak yang seharusnya merasa deg-degan!" Seru Elora."Sekarang kakak fokus, aku akan mulai dengan pertanyaan pertama.""Baiklah." Dominic mengangguk kecil."Apa yang paling kakak sukai dari tempat ini?"Dominic mengalihkan pandangan ke laut. Ombak bergulung perlahan di bawah cahaya matahari yang memudar."Kesunyiannya."Elora mengangguk. "Aku juga suka itu.""Bukan hanya karena tidak ada suara kendaraan atau orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka sendiri." Dominic berhenti sejenak. "Di sini, aku tidak merasa harus menjadi siapa-siapa."Elora menatapnya dengan lebih saksama.Dominic melanjutkan, "Di tempat lain, selalu ada sesuatu yang harus kuselesaikan. Seseorang yang harus kubantu. Keputusan yang harus kubuat. Bahkan ketika semuanya berjalan baik, aku tetap merasa harus memikirkan apa yan

  • Nona Muda, Tuan Dominic Akan Menjagamu    Permainan Kita

    "Sampai jumpa ayah." Panggilan itu berakhir seiring dengan tatapan Elora menatap mentari yang bersinar terang. Kalender di ponselnya ikut bergulir. Tanpa terasa, sudah hampir sebulan di pulau ini. Pulau ini, mengajarkan Elora sesuatu yang tidak pernah benar-benar ia pahami sebelumnya bahwa ketenangan tidak selalu datang dari hilangnya masalah, melainkan dari kehadiran seseorang yang membuatnya tidak perlu menghadapi semuanya sendirian. Pikirannya langsung tertuju pada dominic. Dialah orang itu, sosok pria yang dikenalnya dengan tatapan tajam, ucapan seperlunya dan berdiri tegak seolah tak merasa lelah dan mengikutinya kemanapun. Ternyata memiliki sisi yang jauh lebih lembut daripada yang pernah dibayangkan Elora. Selama mereka disini, Dominic tidak pernah memaksanya bercerita tentang kekecewaan yang masih tertinggal di hatinya. Ia tidak mendesak Elora untuk melupakan hal-hal yang menyakitkan, apalagi menyuruhnya berhenti bersedih seolah perasaan bisa diatur semudah membalikkan te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status