Share

BAB 210 RESTU MAMA

last update publish date: 2026-09-18 08:38:34

Aku hanya menundukkan kepala seraya jemariku sibuk menggaruk tepian kuku, tak berani menjawab pertanyaan Mama meski hanya sepatah kata.

Axel yang menyadari kecemasanku spontan menggenggam tanganku hangat, menghentikan aktivitas jemariku yang refleks berusaha melukai diri sendiri akibat panik.

Kami saling menatap selama beberapa detik. Tatapan Axel padaku seolah menyampaikan satu pesan tegas: Jangan takut, gue ada di sini bersama lo.

Aku mengangguk pelan, memasrahkan nasibku sepenuhnya pada Axel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 338 PENUH SIASAT

    "Kayla beneran nggak selingkuh, Ma..."Aku spontan meloncat mundur, menyembunyikan seluruh tubuhku di belakang punggung Xin Yi demi menghindari jangkauan amukan Mama yang sudah pasang kuda-kuda."Jangan bohong kamu! Pantas saja model itu selalu menjemput ke Villa! Kalau nggak pacaran apa namanya?!" teriak Mama sambil menunjukku murka."Mati kau, Xin Yi..." bisikku panik setengah mati di samping telinganya, lalu mendorong punggung Xin Yi kesal. "Kenapa kamu malah membangunkan serigala yang sedang tertidur pulas, huh?!""Rasakan! Itu hukuman buatmu," sindir Xin Yi sambil terkekeh kecil."Dasar rubah kecil!" rutukku sambil berusaha menghindari jangkauan tangan Mama.Sementara Mama kini melangkah maju dengan mata mendelik lebar, berkacak pinggang hendak menyambar tubuhku sambil mengomel serupa mengomeli anak balita yang ketahuan mencuri permen. "Kamu ini memang benar-benar tidak bisa dinasihati, ya! Berani-beraninya kamu mengkhianati menantu Mama yang tampan itu, Kayla?!""Nggak, Ma! Ngg

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 337 GAWAT!

    Tepat saat desah napas hangat James hampir membelai bibirku, benturan keras dari luar dinding kaca van mendadak melengking nyaring.TOK! TOK!James tersentak kaku, seketika menyentak tubuh tegapnya mundur ke belakang."Kayla... apa itu kau?" suara lantang Xin Yi mengalun menembus kaca mobil yang temaram.Aku spontan menoleh ke samping. Di luar sana, sosok Xin Yi tengah berdiri dengan dahi berkerut, menempelkan kedua tangannya di pinggir kaca berusaha menerawang ke dalam kabin yang gelap.Ya Tuhan, terima kasih! batinku menjerit lega luar biasa, mendadak pasokan oksigen kembali memenuhi paru-paruku. Aku selamat lagi dari jebakan ciuman ini!"Itu... tetanggaku," bisikku pada James.Jemariku baru saja menyentuh tuas pintu mobil, namun dengan cepat jemari kekar James mencekal pergelangan tanganku, menahan pergerakanku."Kenapa kamu kelihatan begitu takut padanya?" selidik James dengan dahi berlipat tajam. "Itu wanita yang tadi pagi, kan?""Iya," sahutku cepat, memutar otak mencari alibi w

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 336 BENARKAH HANYA SANDIWARA?

    James melepaskan pelukannya perlahan. Jemari kekarnya kemudian meraih tanganku, menggenggamnya mesra seraya menuntunku kembali melangkah menuju ruangan desainer.Begitu pintu terhempas menutup, James berbalik memandangku. "Kayla... benarkah kamu mau menjalin hubungan sungguhan denganku?" tanyanya penuh harap. Binar matanya berkilat intens, seolah keinginan itu mencuat murni dari lubuk hatinya yang paling dalam, bukan sekadar sandiwara yang ia susun bersama Inez.Aku menelan ludah, menatapnya ragu. "Apa... kamu benar-benar mau menerimaku yang sudah memiliki seorang anak?"Bibir James mengukir senyum lebar. Tanpa ragu, ia kembali menarik tubuhku masuk ke dalam dekapan hangat yang erat. "Kayla... seperti apa pun keadaanmu, aku akan menerima kau apa adanya. Aku berjanji akan menyayangi anakmu seperti anakku sendiri."Nada suaranya bergetar tulus, meluncur begitu mulus seolah-olah ungkapan itu terlahir dari dasar jiwanya. Jika aku tidak melihat dan mendengar sendiri persekongkolan busuknya

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 335 KABAR MENGHARUKAN

    Pertanyaan James berhembus di udara, menggantung begitu berat dan menuntut balasan. Tatapan matanya yang membara seolah menelanjangi segalanya.Aku... aku harus menjawab apa?! batinku berkecamuk hebat, dihantam kepanikan. Apakah aku harus langsung pura-pura percaya dan menerima pengakuannya sekarang? Atau justru menolaknya dulu agar sandiwara ini terlihat makin meyakinkan di mata Inez?"A-aku..."Baru satu kata tercekat lolos dari tenggorokanku, dering nyaring ponsel di atas meja kayu mendadak meletup tajam, memotong intonasi canggung di antara kami. Spontan, kepalaku menoleh cepat menatap layar benda pipih itu.Kak Rayan?! pekik batinku lega luar biasa. Oh iya, aku baru ingat! Tadi saat di parkiran bawah dia sempat meneleponku. Pasti ada informasi darurat yang sangat penting!Aku menggigit bibir bawahku rapat-rapat, mencuri pandang ke arah James yang kini mengernyitkan alisnya."Maaf James, aku harus menjawab telepon ini dulu," pamitku terburu-buru.Tanpa menunggu persetujuannya, ak

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 334 PERNYATAAN CINTA

    "Dari mana saja kamu tadi?" selidik James dingin, menatapku lekat-lekat.Mendapat pertanyaan tajam yang langsung menembak tepat ke inti sasaran, seketika nyaliku ciut. Aku perlahan melangkah mundur dengan panik, sementara James terus melangkah maju tanpa ampun, mendesakku ke sudut ruangan."Aku... dari toilet tadi. Kenapa, memangnya?" kilahku terbata-bata, terus berjalan mundur hingga tanpa terasa bagian punggungku sudah membentur permukaan pinggiran meja kerja.James terus merangsek maju, memangkas jarak di antara kami hingga benar-benar habis. "Benarkah? Kamu yakin tidak keluar dari gedung tadi?" tanyanya penuh curiga, matanya menyipit tajam mengunci pergerakanku.Dengan sisa keberanian yang ada, aku menempelkan kedua telapak tanganku menekan dada bidangnya agar menjauh, sementara tubuhku melengkung ke belakang demi menghindari jarak yang terlampau dekat. "Aku sejak tadi di dalam kantor! Kamu mau apa, sih?!"Tanpa diduga, raut wajah James melunak dalam sekejap. Pria itu menyunggingk

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 333 HAMPIR SAJA

    "Kau sudah memastikan tidak ada orang yang mengikutimu ke sini kan, James?!" gertak Inez tajam, suaranya melengking menembus remangnya area parkir.Langkah kaki tegap James terdengar terhenti. "Sudah. Kayla juga sudah masuk duluan ke dalam gedung kantor.""Kau yakin?" selidik Inez curiga, nadanya dipenuhi kebencian yang dalam. "Apa dia sama sekali tidak mencurigaimu? Kalau Kayla sampai tahu rencana kita... aku terpaksa harus menghabisinya!"Ancaman dingin itu seketika memotong pasokan udara di tenggorokanku. Dadaku sesak luar biasa, keringat dingin membasahi sekujur tubuh hingga ke telapak tangan. Aku meremas ponsel dalam genggaman erat-erat, memejamkan mata seraya memanjatkan doa khusyuk di dalam hati. Tuhan... tolong lindungi aku..."Apa yang kau bicarakan, Inez?!" sergah James panik."Aku tidak mau tahu! Wanita itu sudah membuatku jadi buronan di Indrata! Bukan tidak mungkin dia akan berulah lagi di negara ini. Cepat cari dia, James!"Gema langkah kaki mereka mendadak terdengar he

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status