Share

BAB 253 PERCIKAN CEMBURU

Penulis: Libra Syafarika
last update Tanggal publikasi: 2026-10-02 10:59:00

Sang manajer menghampiriku dengan raut wajah penuh rasa bersalah dan penyesalan. "Mbak Kayla... saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian pihak manajemen dalam melindungi keselamatan atlet kami."

​Aku menegakkan badan, menatapnya tajam penuh peringatan dingin. "Saya tidak butuh permohonan maaf dari ucapan saja, Bu. Yang saya inginkan, semua pelaku yang terlibat ditindak tegas dan diproses secara hukum seadil-adilnya. Anda tahu sendiri seberapa parah kondisi suami saya saat ini."

​"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 255 TIDAK PERCAYA DIRI

    Aku segera menghampiri Axel dan berlutut di depan kursi rodanya. "Iya, Xel... Tadi kami dari kampus, dan Kak Rayan bilang mau menjenguk untuk melihat kondisi lo."​"Bagaimana keadaan lo sekarang, Xel?" tanya Kak Rayan hangat dan ramah dari belakangku.​Namun, di luar dugaan, Axel justru menyambut sapaan itu dengan tatapan mata yang amat dingin dan menusuk. "Lo datang dan bertanya seperti itu cuma untuk memastikan kalau gue benar-benar sudah cacat, kan?!"​Dahiku seketika mengernyit dalam, spontan berbalik menatap Kak Rayan yang terpaku kaget.​"Xel... kok omongan lo melenceng begitu, sih?" bisikku heran.​Axel mengabaikan bisikanku. Dengan gerakan kasar, jemarinya menarik paksa jaket kulit Kak Rayan dari pundakku, lalu melemparkannya begitu saja ke lantai menuju arah Kak Rayan."Xel!" teriakku kaget, spontan menoleh ke arah Kak Rayan dengan panik.​Sorot mata Axel kini tertuju tajam pada pundakku yang terekspos akibat robekan kemeja. "Ada apa dengan baju lo?"​"Tadi ada insiden kecil

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 254 HARI YANG CANGGUNG

    "Ngg-nggak usah, Kak," ucapku cepat-cepat seraya hendak melepas jaket kulit itu dari pundakku.​Namun, Kak Rayan menahannya dan memegang bahuku lembut. "Kayla, tolong dengarkan aku. Kamu itu perempuan. Jika Axel ada di posisi ini dan melihat bajumu robek, dia juga pasti nggak akan pernah membiarkan bahumu menjadi tontonan orang lain."​Aku menunduk tak berdaya. Aku tahu niat Kak Rayan sangat baik dan murni ingin melindungiku. Tapi jika Axel tahu, dia pasti akan merasa cemburu dan tidak menyukai perhatian seperti ini.​Aku melirik canggung ke arah Hani. rasa tidak enak makin membuncah di dalam dada. "Tapi, Kak..."​Kak Rayan spontan berpaling menatap Hani yang berdiri kaku di belakangnya. Mereka sempat bertukar pandang dalam momen yang canggung dan menyiksa, sebelum akhirnya Hani mendadak melangkah mendekati kami. Dengan gerakan cepat, Hani merapikan kembali posisi jaket Kak Rayan agar menutup rapat pundakku.​"Pakai saja, Kay. Kak Rayan sudah berniat baik menggantikan peran Axel untuk

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 253 PERCIKAN CEMBURU

    Sang manajer menghampiriku dengan raut wajah penuh rasa bersalah dan penyesalan. "Mbak Kayla... saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian pihak manajemen dalam melindungi keselamatan atlet kami."​Aku menegakkan badan, menatapnya tajam penuh peringatan dingin. "Saya tidak butuh permohonan maaf dari ucapan saja, Bu. Yang saya inginkan, semua pelaku yang terlibat ditindak tegas dan diproses secara hukum seadil-adilnya. Anda tahu sendiri seberapa parah kondisi suami saya saat ini."​"Saya sangat mengerti, Mbak..." ucapnya seraya menundukkan kepala pilu. "Saya akan segera menginstruksikan tim hukum kami untuk mengawal kasus ini bersama kepolisian."​"Kami sangat berharap janji itu bukan sekadar wacana penenang," timpal Kak Rayan seraya melangkah maju mendekati kami. "Motif kedua pelaku sudah terbukti sangat jelas. Jika pihak manajemen terkesan lambat atau tebang pilih dalam memberikan keadilan untuk Axel, kami tidak akan segan-segan memviralkan betapa bobroknya sistem perlind

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 252 SENJATA MAKAN TUAN

    "Kay... Lo nggak apa-apa?!" tanya Hani panik seraya memeriksa kondisiku.​Aku segera menyembunyikan wajah di balik bahu Hani, lalu mengedipkan sebelah mata padanya seraya menyunggingkan senyum tipis.​Seketika mulut Hani membulat sempurna diiringi matanya yang membelalak kaget. "Ohh..." bisiknya paham.​Aku bergegas kembali bersandiwara, memasang raut wajah terintimidasi dan syok. "Tolong gue, Han... Gue malu banget. Miko mau melecehkan gue di kampus..." rengekku seraya berpura-pura terisak pelan.​"Dasar asdos biadab! Dia memang nggak pantas jadi panutan di kampus ini!" teriak Hani nyaring, menunjuk Miko yang baru saja berhenti dihajar oleh Kak Rayan.​Kak Rayan yang melihat kondisiku yang berantakan, langsung menyeret Miko secara paksa keluar dari koridor gedung fakultas.​"Lepaskan aku!" teriak Miko seraya meronta-ronta dengan napas tersengal-sengal.​Kak Rayan tidak memedulikan rintihannya. Dengan cengkeraman tangannya yang kuat, ia terus menyeret Miko di hadapan para mahasiswa ya

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 251 JEBAKAN

    Aku menyeringai, membalas tatapannya dengan angkuh. Sementara jemariku di dalam saku celana diam-diam menekan tombol volume ponsel, mengaktifkan fitur cepat aplikasi rekam suara yang sudah kusiapkan sejak awal.​"Kamu puas sekarang? Apa kamu sudah merasa menjadi pemenang?" tanyaku dengan nada datar dan tatapan dingin nan menusuk.​Miko tersenyum miring. Ia mendorong bingkai kacamatanya naik seraya melangkah lebih dekat. "Tentu saja belum. Sampai detik ini aku masih melihatmu berdiri begitu angkuh di hadapanku, Kayla..."​Ia menceda kalimatnya sejenak, menatapku dengan kilat mata penuh obsesi. "Haruskah... aku membuat kedua kaki Axel lumpuh total agar dia bisa berlutut dan memohon ampun di kaki aku?"​Aku menyeringai dingin. "Tak kusangka, seorang asisten dosen yang dihormati di kampus ini ternyata berotak psikopat," sindirku tajam tanpa gentar.​"Kamu yang memaksa aku menjadi monster seperti ini, Kayla!" sanggahnya dengan mata menyala-nyala penuh amarah. "Axel sudah merebut kamu dari

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 250 AKSI PEMBALASAN

    Aku menggeleng pelan dengan air mata yang terus menetes membasahi pipi. "Bagaimana pun keadaan lo, lo tetap Axel yang gue kenal. Bagi gue... lo akan selalu sempurna..."​Aku menjatuhkan diri di atas dada Axel, mendekap tubuhnya erat-erat dengan derai air mata yang tak sanggup kubendung.​Hingga beberapa menit berlalu dalam keheningan yang pilu, suara engsel pintu yang dibuka perlahan terdengar. Aku segera menegakkan badan, menatap ke arah pintu seraya menyeka sisa air mata di wajah.​"Kayla..." panggil Pakde Arga yang baru saja melangkah masuk bersama seorang pria berjas rapi.​Aku bergegas berdiri, memberi ruang bagi pak de dan pria tersebut untuk mendekati brankar. "Pakde..." sapaku lirih.​"Ini dokter psikolog yang Pakde hubungi. Biarkan dokter menangani dan mengajak Axel berbincang dulu, ya..." pinta Pakde Arga lembut.​Aku mengangguk patuh, lalu mengekor Pakde Arga keluar dari ruangan setelah sempat menatap nanar ke arah Axel.​Aku dan Pakde Arga terduduk di bangku tunggu kayu y

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status