공유

Bab 66 Pelukan

last update 게시일: 2026-04-05 22:24:10
Vito dipukul mundur oleh pasukan elit milik Sean. Pria itu tidak berani menyerang sama sekali karena mereka telah dikepung dari segala penjuru.

“Kamu hanya perlu pergi,” tegas Sean yang sudah berada di luar masjid bersama pasukannya.

“Kita bisa bertemu lagi di lain waktu, Vito, tetapi hari ini biarkan aku menikmati kebahagiaan dengan penuh ketenangan.” Sean tersenyum.

“Apa dia Sean?” Seorang wanita berada di dalam mobil. Dia mengamati semuanya dengan tenang.

“Apa pria itu benar-benar memeluk Isl
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman. Semoga suka.

| 20
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (6)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Aamiin. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Sama-sama ...️
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehe. Terima kasih ...️
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 126 Tamu Istimewa

    Tidak sulit untuk keluarga Vito memberikan pesta yang meriah dalam waktu yang singkat. Mereka mengundang kolega dan keluarga terdekat. Satu hotel dijadikan tempat pesta dan kamar diberikan gratis untuk tamu undangan. Prosesi pernikahan dilaksanakan di sebuah gereja tua.Tamu adalah kalangan atas, pembisnis dan pejabat ternama. Tidak ada Masyarakat biasa yang hidup seadanya. Mereka semua adalah orang-orang dengan kuasa, tahta dan harta.Maria berdiri bersama dengan Varrel. Mereka masih menunggu Aisyah dan Sean untuk mengucapkan ikrar sumpah pernikahan di gereja yang mewah yang dihiasi dengan mawar putih.“Kenapa Aisyah belum datang?” Maria terlihat gelisah karena pernikahan tidak akan terjadi jika Aisyah tidak datang.“Bukankah kamu pastikan Aisyan akan datang?” Varrel menatap Maria yang tampak gugup.“Tuan Vito. Kapan sumpah pernikahan akan dilangsungkan?” tanya Pendeta.“Kita masih menunggu tamu Istimewa,” jawab Vito melihat pada Varrel.“Kemana Aisyah dan Sean? Kenapa mereka belum da

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 125 Gaun Cantik

    Leana keluar dari ruang kerja dan menemui Maria. Dia melihat putri angkatnya masih belum menentukan pilihan.“Maria, apa tidak ada yang kamu suka?” tanya Leana.“Aku suka semuanya, Ma.” Maria memeluk tangan Leana. Dia sangat bahagia karena akan mengenakan rancangan hasil karya sang mama yang legendaris. Perancang busana yang sangat terkenal di seluruh dunia.“Kamu hanya bisa mengenakan tiga gaun, Sayang. Pagi, siang dan malam.” Leana mencubit pipi Maria.“Ma, di ruangan itu ada gaun apa?” Maria menunjukkan ruang kaca yang tertutup rapat.“Itu rancangan gaun Muslimah untuk Aisyah.” Leana tersenyum bangga.“Apa aku boleh melihatnya?” tanya Maria.“Kamu tidak akan suka karena gaun-gaun itu tertutup dan khusus untuk Aisyah,” jawab Leana yang tanpa sadar membuat Maria iri.“Mama sudah siapkan gaun pengantin ini yang juga dirancang khusus untuk kamu kenakan di hari bahagia.” Leana merapikan rambut Maria.“Terima kasih, Ma.” Maria tidak puas sebelum bisa melihat gaun Muslimah yang dibuat oleh

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 124 Persiapan Pernikahan

    Pagi hari Sean membawa Aisyah sarapan di ruang makan. Dia tidak pergi ke perusahaan sehingga dapat menemani sang istri di rumah.“Sayang, apa tidak pergi ke kantor?” tanya Aisyah menyelesaikan sarapannya.“Beberapa hari ini aku tidak menemani kamu karena sibuk,” jawab Sean.“Jadi, hari ini aku akan tetap di rumah bersama kamu.” Sean tersenyum.“Jika banyak pekerjaan, aku tidak masalah di rumah atau mau aku temani di kantor?” Aisyah menatap Sean.“Tidak, Sayang. Di luar sana sangat bahaya. Jalanan akan menjadi medan perperangan,” jelas Sean.“Aku tidak mau kamu terluka,” lanjut pria itu.“Baiklah.” Aisyah tersenyum.Sean dan Aisyah beranjak dari kursi. Mereka berjalan bersama menuju taman samping ruang tengah. Keduanya menikmati suasana pagi yang tenang dan sejuk. Angin berhembus lembut menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Kupu-kupu tampak bertebangan bahagia menikmati harumnya bunga yang bermekaran.“Nyaman sekali.” Aisyah memperhatikan sekeliling. Dia sudah lama tidak menginjakka

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 123 Serangan

    Langit malam mulai diguyur hujan tipis ketika Sean mengendarai mobilnya pulang. Jalanan basah berkilau oleh lampu kota, namun ketenangan itu segera pecah. Dari persimpangan gelap, dua mobil hitam meluncur cepat, memotong jalannya. Rem Sean berdecit keras, mobilnya berhenti mendadak.Pintu mobil musuh terbuka serentak. Anak buah Barron keluar dengan langkah mantap, jas hitam mereka basah oleh hujan, senjata berkilat di bawah lampu jalan. Sean tetap tenang, matanya menyapu sekeliling mencari celah.“Turun, Sean! Malam ini kau tak akan lolos!” teriak salah satu dari mereka, suaranya menembus deru hujan.Sean membuka pintu, berdiri tegak meski tubuhnya basah kuyup. Pria itu tidak pernah melepaskan musuhnya. Apalagi tidak ada sang istri di dekatnya. Tangan kedua tangannya meraih pistol dari jas hitam.Benturan pertama terjadi cepat. Peluru menghantam bodi mobil, memercikkan api kecil. Sean membalas dengan tembakan terarah, membuat dua penyerang langsung terjatuh. Namun jumlah mereka terlalu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 122 Khawatir

    Sean pergi ke penjara. Dia harus memastikan bahwa Khaled masih hidup. Pria itu cukup khawatir dengan keadaan mantan tunangan istrinya.“Khaled,” sapa Sean melihat Khaled yang duduk di kursi. Pria itu sudah mendapatkan perawatan.“Kenapa kamu tidak membunuhku? Apa takut Aisyah akan marah?” Khaled hanya mengenakan celana dengan bertelanjang dada. Tubuhnya seksi dan terbentuk sempurna. Sejak mendapatkan keringanan hukuman dan makanan, Khaled fokus merawat diri dengan Latihan di dalam penjara.“Jika kamu tidak menculik Aisyah, maka tidak akan ada permusuhan ini,” ucap Sean tenang.“Aku hanya meniru kamu, Sean. Kamu yang menculik Aisyah di hari pernikahan kami. Pria mana yang rela?” Khaled menatap tajam pada Sean.“Aku akan mengirim kamu pulang ke Kairo dan jadilah saudara Aisyah. Hapus semua rasa cinta dan sayang kamu padanya.” Sean berlalu.“Sean!” teriak Khaled memegang pintu besi. Pria itu benar-benar marah. Cinta yang tersimpan dan terjaga sepuluh tahun dengan harapan bisa bersama sirn

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 121 Penghancur dan Penyelamat

    Setelah identitasnya Aisyah terungkap ke public bukan hanya Sean yang dicari, tetapi juga dirinya. Mereka berdua sama-sama dalam bahaya karena obsesi manusia yang ingin memiliki segalanya.“Apa aku akan terkurung lagi di menara kaca ini?” Aisyah berdiri di balkon. Dia memperhatikan sekeliling. Taman indah dan luas begitu tenang karena jauh dari jalan raya. Ruamh mewah itu berada di lahan pribadi yang tidak terganggu sama sekali.“Apa yang kamu pikirkan, Sayang.” Sean memeluk Aisyah dari belakang dan mencium leher yang terbuka dengan tidak lupa menyibak rambut yang sedikit basah. Istrinya tidak mengenakan hijab ketika berada di menara kaca. Itu adalah permintaan sang suami.“Sayang, maaf. Aku sudah membawa kamu dalam bahaya.” Aisyah memutar tubuh menghadap Sean.“Apa maksud kamu, Sayang? Aku memang selalu dalam bahaya sejak dilahirkan di dunia ini.” Sean meletakkan kedua tangannya di leher Aisyah. Dia melumat bibir merah tanpa ada lipstick. Wanita itu cantik alami dengan perawatan mahal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 6 Sean Costa Nostra

    Sean dirawat di rumah. Pria itu tidak teriasa berada di rumah sakit. Dia duduk di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada karena ada luka yang harus dijaga.“Permisi, Tuan. Kami akan mengganti perban.” Dokter dan perawat mengetuk pintu kamar Sean ditemani kepala asisten rumah tangga. Seorang pria

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 5 Keluarga Maria

    Jordan dan Leana duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Pasangan suami istri itu tampak gelisah.“Sayang, Sean akan segera pulang. Mereka akan bertemu di hari ulang tahun Maria yang kedua puluh.” Leana menatap Jordan. “Ya. Dia akan pulang, tetapi tidak tahu kapan? Maria akan berulang tahun bulan d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 4 Berpisah

    “Alhamdulilah.” Aisyah tersenyum melihat kedatangan para penyelamat. Dia berlari menuju tenda darurat.“Dia.” Sean mengikuti Aisyah dengan tubuh yang sakit.“Semuanya. Tim penyelamat datang.” Aisyah benar-benar bersemangat untuk menyampaikan kabar bahagia kepada semua orang yang masih selamat.“Syu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 3 Keberuntungan

    Aisyah sendirian mengobati para penumpang dan kru pesawat. Dia memeriksa semua orang baik itu para penjahat.“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Pria itu menembaki mereka tepat di jantung. Benar-benar ahli.” Aisyah melihat pada Sean yang rebahan di lantai pesawat.“Rena! Bangun Rena!” Pramugari mena

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status