공유

Bab 66 Pelukan

last update 게시일: 2026-04-05 22:24:10
Vito dipukul mundur oleh pasukan elit milik Sean. Pria itu tidak berani menyerang sama sekali karena mereka telah dikepung dari segala penjuru.

“Kamu hanya perlu pergi,” tegas Sean yang sudah berada di luar masjid bersama pasukannya.

“Kita bisa bertemu lagi di lain waktu, Vito, tetapi hari ini biarkan aku menikmati kebahagiaan dengan penuh ketenangan.” Sean tersenyum.

“Apa dia Sean?” Seorang wanita berada di dalam mobil. Dia mengamati semuanya dengan tenang.

“Apa pria itu benar-benar memeluk Isl
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman. Semoga suka.

| 13
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (6)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Aamiin. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Sama-sama ...️
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehe. Terima kasih ...️
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 81 Berbahaya

    Lampu kamar telah dimatikan. Ruang yang terang menjadi remang. Sean dan Aisyah beristirahat di atas kasur yang sama.Vito dan Khaled telah mengerahkan banyak anak buah untuk melumpuhkan klinik. Mereka mau menghancurkan Sean dan merebut Aisyah.Badai berlalu, tetapi masih menyisahan basah. Langit malam di atas klinik Leon terasa berat, seolah ikut menahan napas. Lampu neon di depan pintu bergetar, memantulkan cahaya pucat ke jalan yang sepi. Di dalam, suasana klinik tampak biasa, aroma antiseptik, suara langkah perawat berjaga sesuai jadwal mereka.Penjagaan di klinik Leon sangat ketat. Anak buah Sean ditempatkan di setiap sudut. Ada yang berjaga di pintu depan, ada yang mengawasi lorong belakang, bahkan beberapa orang duduk di ruang tunggu dengan wajah dingin, seolah pasien bayangan. Mereka tahu klinik itu bisa jadi sasaran para musuh Sean yang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang.Malam semakin larut dan tiba-tiba. Klinik Leon berubah jadi medan perang terbuka. Anak buah Sean y

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 80 Klinik

    Elio benar-benar sibuk mempersiapkan para pengawal untuk melindungi Aisyah yang akan dibawa ke klinik Leon. Wanita itu harus dirawat dan mendapatkan pengobatan agar pulih lebih cepat dan membatasi hubungan intim dengan Sean.“Sayang, apa sudah siap?” tanya Sean.“Ya.” Aisyah keluar dengan gamis hitam cantik dan cadar. Wanita itu benar-benar terlihat seperti bidadari yang turun dari kayangan. Kecantikan yang tersembunyi tetap terpancarkan.“Aku gendong.” Sean memilih mobil dengan perlindungan anti peluru. Pria itu benar-benar tidak ingin Aisyah terlibat dalam bahaya. Apalagi terluka.“Aku sudah lebih baik,” ucap Aisyah melingkarkan tangan di leher Sean.“Aku akan menemani kamu, Sayang.” Sean membawa Asiyah ke dalam mobil.“Terima kasih,” ucap Aisyah lembut. Dia benar-benar wanita Soleha yang taat pada suaminya.Aisyah yang dibawa keluar terlihat jelas oleh mata-mata yang dikirimkan untuk terus mengawasi rumah Sean. Ada banyak musuh yang ingin menghancurkan pria itu dengan segala cara.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 79 Perawatan

    Empat mobil telah terparkir di halaman rumah Sean. Leon turun bersama tiga wanita cantik dan masih muda. Mereka adalah para dokter muda yang diseleksi cepat untuk menjadi perawat Aisyah.“Wah!” Para wanita cantik terkagum melihat mewah dan megahnya istana milik Sean.“Sudah lama tidak datang kemari.” Carina memperhatikan sekeliling. Dia mengagumi Sean dari kecil, tetapi pria itu tidak pernah meliriknya sama sekali.“Kalian tunggu di sini, aku masuk duluan,” ucap Leon masuk ke dalam rumah.“Sean,” sapa Leon.“Di mana tim dokter?” tanya Sean keluar dari ruang baca. Pria itu telah menyiapkan kamar untuk pemeriksaan istrinya.“Mereka masih di luar,” jawab Leon yang juga penasaran dengan istri Sean yang seorang Muslimah.“Bawa masuk. Aisyah harus mendapatkan perawatan. Aku sudah melukainya,” bisik Sean.“Kamu gila, Sean.” Leon menunjukkan dengan jarinya.“Diamlah!” Sean menatap tajam pada Leon.“Silakan.” Bibi Rose menawa tiga dokter wanita.“Apa hanya tidak orang?” tanya Sean.“Sean, tiga

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 78 Tim Dokter Wanita

    Aisyah dan Sean telah selesai sarapan. Mereka berdua berada di ruang baca untuk menunggu kedatangan tim dokter.“Sayang, kenapa kita tidak pergi ke rumah sakit atau klinik?” tanya Aisyah lembut. Dia rebahan di sofa bed.“Tidak perlu, Sayang. Tim dokter terbaik dalam perjalanan ke rumah kita,” jawab Sean.“Hm.” Aisyah mengangguk.“Apa aku tidak akan pernah keluar dari istana ini?” tanya Aisyah di dalam hatinya.“Kenapa, Sayang? Apa kamu punya kenalan dokter yang bisa merawat dan mengobati kamu?” tanya Sean duduk di samping Aisyah. Pria itu membelai kepala istrinya yang tertutup hijab.“Tidak. Aku hanya kenal tim dokter bedah. Belum pernah berhubungan dengan dokter kandungan,” jelas Aisyah.“Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah berkonsultasi dengan Leon. Dia telah mencari tim dokter wanita yang dibutuhkan untuk pengobatan dan perawatan dirimu.” Sean mencium dahi Aisyah.Leon benar-benar dibuat sibuk oleh Sean dari sejak pagi. Pria itu meminta tim dokter terbaik yang semuanya harus perem

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 77 Keganasan

    Vito berada di kamar hotel. Pria itu menunggu laporan dari anak buahnya. Dia duduk di sofa dan menghisap cerutu.“Kak, aku sudah kembali.” Varrel berdiri di depan Vito.“Varrel.” Vito melepas cerutu dan memeluk Varrel dengan erat.“Apa aku terlambat?” tanya Varrel.“Tidak ada kata terlambat. Lihatlah foto-foto itu.” Vito menunjukkan foto yang ada di atas meja.“Foto.” Varrel mengambil foto dan melihatnya dengan seksama.“Apa ini?” Varrel mengangkat foto wanita bercadar.“Kamu suka yang mana?” tanya Vito.“Kak, wanita Muslimah tertutup tidak mungkin menjadi pilihanku,” jawab Varrel tersenyum dan melempar foto Aisyah ke meja.“Apa kamu mau yang ini?” Vito mengambil foto Maria.“Aku tidak suka,” ucap Varrel melihat foto seksi Maria.“Kak, aku mau Maria. Gadis kecil yang dulu telah dijodohkan dengan diriku. Perbedaan usia kami hanya lima tahun,” jelas Varrel.“Kamu saja tidak mengenalinya. Bagaimana bisa menikahi gadis itu.” Vito tersenyum.“Apa maksud Kak Vito?” tanya Varrel.“Diantara f

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 76 Racun

    Tidak ada rekan bisnis yang tahu, jika Sean adalah seorang mafia dan tidak ada orang yang bisa membuktin bahwa pria itu sangat kejam. Vito adalah pengecualian karena mereka memiliki hubungan keluarga dan adanya dendam lama sepuluh tahun lalu buntut dari kecelakaan beruntun.“Sean, aku tidak mau membunuh kamu, tetapi akuk ingin kamu merasakan kehilangan wanita yang sangat dicintai. Kecelakaan dan kematian itu membuat kamu bisa memiliki Aisyah. Ini benar-benar tidak adil.” Vito mengepalkan tangannya.“Aisyah yang dulunya Maria telah diincar oleh banyak keluarga terpandang, tetapi cara licik kalian membuat berhasil dengan perjanjian pernikahan. Padahal adikku telah disetujui bertunangan dengan Maria.” Vito menatap tajam pada Sean.“Apa ada dendam lain diantara kita?” tanya Sean yang menyadari tatapan Vito.“Ada banyak utang yang harus kamu bayar,” tegas Vito beranjak dari sofa dan keluar ruangan.“Kembali setelah sepuluh tahun benar-benar tidak salah sehingga kita tahu bahwa putri Jordan

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 74 Pesta

    Sean dan Aisyah tiba di ruang rahasia. Pria itu menurunkan istrinya dari gendoangan.“Tuan, Nyonya. Semua sudah siap.” Bibi menyambut kedatangan Aisyah dan Sean.“Pastikan Aisyah aman dan nyaman,” tegas Sean.“Baik, Tuan.” Bibi menunduk. Wanita itu segera berpindah ke ruangan sebelah. Dia memberikan

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 73 Jodoh Pilihan

    Sean mengantarkan Aisyah ke kamar untuk beristirahat. Pria itu sudah membuat istrinya kelelahan sehingga sulit untuk berjalan.“Sayang, terima kasih untuk hari ini.” Sean melepaskan tubuh Aisyah di atas sofa di kamar menara kaca.“Maaf, aku terlalu kasar karena tidak bisa menahan diri.” Sean mencium

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 72 Kekuatan Sean

    Aisyah merasa benda milik Sean tidak juga kembali ke bentuk semula. Barang suaminya tetap kekar dan tegang.“Sayang, sudah pukul berapa sekarang? Aku mau mandi,” ucap Aisyah.“Sayang, sepertinya milikku masih bisa menembakan susu panas di dalam sana,” bisik Sean.“Apa?” Aisyah mendongak. “Tidak apa

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 71 Pagi yang Panas

    WARNING ! ADEGAN DEWASA! 21 +++++Aisyah melepaskan diri dan merapikan cadarnya. Dia sadar tidak ada siapa pun di sana, tetapi cctv selalu menyala.“Sean. Sayang, apa kamu sudah salat subuh?” tanya Aisyah.“Tentu saja. Hanya dua rakaat kan?” Sean menatap Aisyah penuh gairah. Pria itu tidak menahan d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status