Inicio / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 46 Pertemuan Keluarga

Compartir

Bab 46 Pertemuan Keluarga

last update Fecha de publicación: 2026-03-21 07:06:29
Mobil Jordan dan David telah tiba di rumah Sean. Dua kendaraan mewah itu parkir di depan halaman yang luas. Aisyah melihat dari kamarnya. Dia memperhatikan seorang wanita dan tiga pria yang keluar dari mobil dengan tergesa-gesa.

“Apa mereka keluargaku?” tanya Aisyah duduk di dinding balkon. Wanita itu benar-benar tidak takut sama sekali.

“Apa kamu senang duduk di sini?” tanya Sean berdiri di belakang Aisyah.

“Sean.” Aisyah menoleh. Dia hampir jatuh dan dengan cepat Sean menarik tubuh Aisyah hing
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman. Semoga suka.

| 18
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Selamat hari raya idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin ...
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Karim...mohon maaf lahir dan batin ... Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, di hari yang mulia ini Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keberkahan kepada kita semua aamiin...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 125 Gaun Cantik

    Leana keluar dari ruang kerja dan menemui Maria. Dia melihat putri angkatnya masih belum menentukan pilihan.“Maria, apa tidak ada yang kamu suka?” tanya Leana.“Aku suka semuanya, Ma.” Maria memeluk tangan Leana. Dia sangat bahagia karena akan mengenakan rancangan hasil karya sang mama yang legendaris. Perancang busana yang sangat terkenal di seluruh dunia.“Kamu hanya bisa mengenakan tiga gaun, Sayang. Pagi, siang dan malam.” Leana mencubit pipi Maria.“Ma, di ruangan itu ada gaun apa?” Maria menunjukkan ruang kaca yang tertutup rapat.“Itu rancangan gaun Muslimah untuk Aisyah.” Leana tersenyum bangga.“Apa aku boleh melihatnya?” tanya Maria.“Kamu tidak akan suka karena gaun-gaun itu tertutup dan khusus untuk Aisyah,” jawab Leana yang tanpa sadar membuat Maria iri.“Mama sudah siapkan gaun pengantin ini yang juga dirancang khusus untuk kamu kenakan di hari bahagia.” Leana merapikan rambut Maria.“Terima kasih, Ma.” Maria tidak puas sebelum bisa melihat gaun Muslimah yang dibuat ole

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 124 Persiapan Pernikahan

    Pagi hari Sean membawa Aisyah sarapan di ruang makan. Dia tidak pergi ke perusahaan sehingga dapat menemani sang istri di rumah.“Sayang, apa tidak pergi ke kantor?” tanya Aisyah menyelesaikan sarapannya.“Beberapa hari ini aku tidak menemani kamu karena sibuk,” jawab Sean.“Jadi, hari ini aku akan tetap di rumah bersama kamu.” Sean tersenyum.“Jika banyak pekerjaan, aku tidak masalah di rumah atau mau aku temani di kantor?” Aisyah menatap Sean.“Tidak, Sayang. Di luar sana sangat bahaya. Jalanan akan menjadi medan perperangan,” jelas Sean.“Aku tidak mau kamu terluka,” lanjut pria itu.“Baiklah.” Aisyah tersenyum.Sean dan Aisyah beranjak dari kursi. Mereka berjalan bersama menuju taman samping ruang tengah. Keduanya menikmati suasana pagi yang tenang dan sejuk. Angin berhembus lembut menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Kupu-kupu tampak bertebangan bahagia menikmati harumnya bunga yang bermekaran.“Nyaman sekali.” Aisyah memperhatikan sekeliling. Dia sudah lama tidak menginjakk

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 123 Serangan

    Langit malam mulai diguyur hujan tipis ketika Sean mengendarai mobilnya pulang. Jalanan basah berkilau oleh lampu kota, namun ketenangan itu segera pecah. Dari persimpangan gelap, dua mobil hitam meluncur cepat, memotong jalannya. Rem Sean berdecit keras, mobilnya berhenti mendadak.Pintu mobil musuh terbuka serentak. Anak buah Barron keluar dengan langkah mantap, jas hitam mereka basah oleh hujan, senjata berkilat di bawah lampu jalan. Sean tetap tenang, matanya menyapu sekeliling mencari celah.“Turun, Sean! Malam ini kau tak akan lolos!” teriak salah satu dari mereka, suaranya menembus deru hujan.Sean membuka pintu, berdiri tegak meski tubuhnya basah kuyup. Pria itu tidak pernah melepaskan musuhnya. Apalagi tidak ada sang istri di dekatnya. Tangan kedua tangannya meraih pistol dari jas hitam.Benturan pertama terjadi cepat. Peluru menghantam bodi mobil, memercikkan api kecil. Sean membalas dengan tembakan terarah, membuat dua penyerang langsung terjatuh. Namun jumlah mereka terlalu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 122 Khawatir

    Sean pergi ke penjara. Dia harus memastikan bahwa Khaled masih hidup. Pria itu cukup khawatir dengan keadaan mantan tunangan istrinya.“Khaled,” sapa Sean melihat Khaled yang duduk di kursi. Pria itu sudah mendapatkan perawatan.“Kenapa kamu tidak membunuhku? Apa takut Aisyah akan marah?” Khaled hanya mengenakan celana dengan bertelanjang dada. Tubuhnya seksi dan terbentuk sempurna. Sejak mendapatkan keringanan hukuman dan makanan, Khaled fokus merawat diri dengan Latihan di dalam penjara.“Jika kamu tidak menculik Aisyah, maka tidak akan ada permusuhan ini,” ucap Sean tenang.“Aku hanya meniru kamu, Sean. Kamu yang menculik Aisyah di hari pernikahan kami. Pria mana yang rela?” Khaled menatap tajam pada Sean.“Aku akan mengirim kamu pulang ke Kairo dan jadilah saudara Aisyah. Hapus semua rasa cinta dan sayang kamu padanya.” Sean berlalu.“Sean!” teriak Khaled memegang pintu besi. Pria itu benar-benar marah. Cinta yang tersimpan dan terjaga sepuluh tahun dengan harapan bisa bersama sirn

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 121 Penghancur dan Penyelamat

    Setelah identitasnya Aisyah terungkap ke public bukan hanya Sean yang dicari, tetapi juga dirinya. Mereka berdua sama-sama dalam bahaya karena obsesi manusia yang ingin memiliki segalanya.“Apa aku akan terkurung lagi di menara kaca ini?” Aisyah berdiri di balkon. Dia memperhatikan sekeliling. Taman indah dan luas begitu tenang karena jauh dari jalan raya. Ruamh mewah itu berada di lahan pribadi yang tidak terganggu sama sekali.“Apa yang kamu pikirkan, Sayang.” Sean memeluk Aisyah dari belakang dan mencium leher yang terbuka dengan tidak lupa menyibak rambut yang sedikit basah. Istrinya tidak mengenakan hijab ketika berada di menara kaca. Itu adalah permintaan sang suami.“Sayang, maaf. Aku sudah membawa kamu dalam bahaya.” Aisyah memutar tubuh menghadap Sean.“Apa maksud kamu, Sayang? Aku memang selalu dalam bahaya sejak dilahirkan di dunia ini.” Sean meletakkan kedua tangannya di leher Aisyah. Dia melumat bibir merah tanpa ada lipstick. Wanita itu cantik alami dengan perawatan mahal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 120 Bukan Sean, tetapi Aisyah

    Aisyah dan Sean tiba di bandara internasional Italia. Pria itu benar-benar tidak ingin lagi kembali ke Amerika. Keluarganya telah mempertaruhkan nyawa sang istri sehingga dirinya menjadi benci dan memutuskan hubungan dengan semua anggota keluarganya.“Tuan Muda.” Paman Rome menyambut kedatangan Sean dan Aisyah. Pria itu cukup terkejut dengan kepulangan sang mafia yang mendadak.“Kami mau istirahat.” Sean membawa Aisyah ke menara kaca.Aisyah dan Sean masuk ke kamar. Mereka benar-benar lelah dan butuh istirahat. Sang istri harus ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada lagi racun di tubuhnya.Elio membawa sampel darah Aisyah ke laboratorium untuk diperiksa. Pria itu tidak lelah sama sekali. Dia terus bekerja untuk melindungi majikannya.“Bagaimana?” tanya Elio pada Leon.“Sudah tidak ada lagi racun,” jawab Leon.“Barron benar-benar gila. Dia membunuh banyak orang untuk bisa mendapatkan Nyonya Aisyah,” ucap Elio kesal.“Dia terobesesi pada dokter Aisyah karena pernah diselamatkan dari

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 118 Bukan Keluarga

    Sean menggandeng Aisyah berjalan bersama menuju pintu utama. Pria itu merasa tidak aman bahkan di rumah sendiri. Dia tidak ingin jauh dari istrinya.“Ini bukan rumah kita, tetapi sarang musuh,” bisik Sean di telinga Aisyah.“Inilah dunia suamiku. Keluarga pun menjadi musuh demi keuntungan dan kesela

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 117 Jaminan Kehidupan

    Malam semakin mencengkap di kediaman Jack. Semua orang berusaha mencari Sean dan Aisyah, tetapi tidak ditemukan. Tidak ada yang tahu bahwa pasangan itu sedang bulan madu di tengah hutan tanpa jaringan. Mereka tidak mau ada yang mengganggu.“Kemana Sean?” tanya Jack pada James.“Aku tidak tahu,” jawa

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 113 Alam Bebas

    Setelah sarapan Sean dan Aisyah meninggalkan kastil. Lokasi keluarga yang masih sepi karena semua orang masih terlelap di dalam tidur yang indah. Mereka berdua pergi ke padang rumput di mana terdapat peternakan kuda serta tempat Latihan.“Kita sampai, Sayang.” Sean mengendarai sendiri mobil. Dia be

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 112 Persetujuan

    Jack kembali ke aula pesta. Dia meminta semua orang berpindah ke ruang pertemuan untuk membicarakan permintaan Barron.“Ada apa ini? Malam sudah sangat larut dan kita masih harus berkumpul di ruang pertemuan?” tanya beberapa orang yang heran. Mereka sudah lelah dan mengantuk. Siang yang sibuk dan ha

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status