Home / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 46 Pertemuan Keluarga

Share

Bab 46 Pertemuan Keluarga

last update publish date: 2026-03-21 07:06:29
Mobil Jordan dan David telah tiba di rumah Sean. Dua kendaraan mewah itu parkir di depan halaman yang luas. Aisyah melihat dari kamarnya. Dia memperhatikan seorang wanita dan tiga pria yang keluar dari mobil dengan tergesa-gesa.

“Apa mereka keluargaku?” tanya Aisyah duduk di dinding balkon. Wanita itu benar-benar tidak takut sama sekali.

“Apa kamu senang duduk di sini?” tanya Sean berdiri di belakang Aisyah.

“Sean.” Aisyah menoleh. Dia hampir jatuh dan dengan cepat Sean menarik tubuh Aisyah hing
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman. Semoga suka.

| 18
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Selamat hari raya idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin ...
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Karim...mohon maaf lahir dan batin ... Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, di hari yang mulia ini Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keberkahan kepada kita semua aamiin...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 145 TAMAT

    Sepasang anak kembar memiliki nama yang indah telah diberikan oleh Sean dan Aisyah. Zayden Sean Mahendra dan Zayra Aisyah Maharani dengan panggilan Zay dan Ayra. Dua bayi kembar yang tampan dan cantik. Keduanya tampak berbeda pada warna rambut. Zayden memiliki rambut hitam sedangkan Ayra mempunyai rambut berwarna perak berkilau sehat. Bola matanya abu-abu kehijauan dan Zayden dengan bola hitam pekat. Tatapannya mampu menenggelamkan semua orang.Bayi kembar tumbuh dengan sehat dan cerdas. Mereka tidak kekurangan apa pun. Sang ahli gizi dan kedua orang tua yang selalu memberikan yang terbaik untuk putra serta putri kembar. Usia masih muda, tetapi sudah memiliki tinggi badan yang melebihi anak-anak usia mereka.“Terima kasih, Sayang.” Sean memeluk Aisyah. Mereka berdua duduk di rumput beralaskan tikar. Melihat sepasang anak kembar yang sedang bermain dengan kakek dan nenek di taman. Ada David dan Noah yang semakin betah di rumah karena memiliki keponakan yang tampan dan cantik.“Bagaiman

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 144 Kebahagiaan yang Sempurna

    Leana membuka pintu yang tidak dikunci perlahan. Dia melihat kepala Sean yang rebah di samping kasur Aisyah. Pria itu terlihat lelah hingga tertidur dengan mata yang masih basah.“Bagaimana kondisi Aisyah?” tanya Leana pada perawat yang berjaga di dekat pintu.“Kondisi Nyonya Aisyah sudah stabil dan semakin membaik,” jawab perawat.“Syukurlah. Aku tidak akan mengganggu mereka.” Leana mendekat dan mencium dahi Aisyah. Dia langsung keluar agar tidak membangun Sean.Cahaya sore menembus tirai tipis ruang perawatan, jatuh lembut di wajah Aisyah. Setelah berjam-jam dalam kondisi tak sadar akibat bius total dan operasi yang penuh risiko, matanya perlahan terbuka. Pandangannya masih kabur, tubuhnya terasa berat, namun detak jantung di monitor menunjukkan stabilitas.Aisyah mengatur napas. Dia melihat sekeliling. Wanita itu berusaha mengumpulkan kembali ingatan sebelum dirinya tidak sadarkan diri setelah dibius total. Jari-jari Aisyah meraba perut uang sudah kempis dan perih.“Sayang.” Sean de

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 143 Pascaoperasi

    Setelah perdarahan berhasil dikendalikan dan kondisi vital Aisyah stabil, tim medis segera mempersiapkan pemindahan ke ruang perawatan. Suasana masih penuh kewaspadaan, karena meski krisis telah teratasi, tubuh Aisyah tetap rapuh setelah operasi besar. Perawat membersihkan area operasi, mengganti kasa, dan menutup luka dengan balutan steril. Dokter anestesi memeriksa kembali tekanan darah, saturasi oksigen, dan memastikan Aisyah tetap dalam kondisi stabil.Noah dibantu perawat dengan hati-hati mengangkat tubuh Aisyah ke atas brankar khusus pasca operasi. Jalur infus, oksigen, dan monitor tetap terpasang, agar kondisi vital bisa terus diawasi selama pemindahan. Sean, yang masih mengenakan pakaian steril, berdiri di samping brankar, menatap istrinya dengan mata penuh haru.“Sayang.” Sean menyentuh pipi Aisyah yang tampak pucat dan dingin.“Sean, kamu ganti pakaian. Kami akan membawa Aisyah pindah ke kamar sebelah,” ucap Noah.“Ya.” Sean mengangguk. Pria itu menghapus air matanya.Pintu r

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 142 Bayi Kedua

    Tangan dokter akhirnya berhasil menemukan kepala bayi. Dengan gerakan cepat namun penuh kehati-hatian, ia menarik keluar tubuh mungil itu. Sesaat ruangan hening—bayi tak langsung menangis. Semua orang menahan napas.“Putriku….” Suara Sean terhenti. Dia ketakutan melihat tubuh pucat putrinya dengan rambut berwarna perak berkilau seperti ibunya yang telah meninggal. Tidak ada suara tangis dari bibir yang mungil."Segera lakukan stimulasi! Jangan biarkan terlambat!" Suara dokter terdesak.“Berikan padaku!” Noah mengambil ponakannya dari tangan dokter.Noah mengusap tubuh bayi, menepuk lembut punggungnya. Detik terasa seperti jam. Hingga akhirnya, suara tangisan lemah namun nyata terdengar. Tangisan itu membuat seluruh ruangan bergemuruh oleh kelegaan.“Oh God!” Noah memeluk dan mencium keponakan kecilnya. Air mata pria itu telah membasahi wajahnya. Dia menyerahkan bayi perempuan kepada perawat untuk segera dibersihkan.Sean menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata jatuh deras. Dua k

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 141 Bayi Pertama

    Lampu operasi menyinari tubuh Aisyah yang terbaring tak berdaya di meja operasi. Bius total telah membuatnya terlelap, wajahnya tenang namun penuh misteri—seolah berada di ambang batas antara kesadaran dan ketiadaan. Di sekelilingnya, tim medis bergerak cepat, setiap langkah penuh ketegangan.Suara monitor jantung berdetak teratur, namun setiap perubahan angka membuat suasana menegang. Bau antiseptik menusuk, bercampur dengan suara logam instrumen yang bergesekan. Dokter bedah menatap layar monitor dengan mata tajam, sementara perawat menyiapkan alat dengan tangan bergetar halus."Kita mulai insisi. Ingat, bayi pertama dalam posisi aman, tapi bayi kedua melintang. Kita harus bekerja cepat." Suara tegas dokter menembus keheningan. “Kehamilan Aisyah benar-benar beresiko. Padahal dia dan bayi kembar sangat sehat.” Noah meminta untuk tetap di dalam ruangan operasi agar bisa mengawasi kondisi Aisyah dan terus berada di sisi adiknya.“Dokter, apa aku Sean bisa masuk?” tanya Noah.“Tentu saj

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 140 Kontraksi

    Aisyah bangun di pagi hari. Dia duduk dengan sangat susah. Tangannya berpegangan pada pinggir tempat tidur agar mendapatkan bantuan tarikan.“Allahu Akbar.” Aisyah mengatur napas. Dia berdiri dan berjalan perlahan ke kamar mandi.“Sayang.” Sean dengan mudah terbangun. Dia melihat Aisyah sudah masuk ke dalam kamar mandi.“Jangan dikunci.” Sean dengan cepat beranjak dari kasur dan berlari ke kamar mandi. Dia segera masuk dan menyusul Aisyah.“Sayang, kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Sean khawatir. Pria itu segera mencuci muka.“Aku mau buang air kecil dan langsung mandi. Sebentar lagi subuh baru bangunkan kamu.” Aisyah tersenyum.“Jika kamu terbangun. Harus bangunkan aku, Sayang. Apa pun itu,” tegas Sean.“Baiklah.” Aisyah mandi dibantu Sean. Wanita itu duduk du kursi yang memang telah disiapkan.Sean dengan telaten membersihkan tubuh Aisyah. Dia menyampo rambut hitam istrinya. Membilas hingga bersih. Seorang mafia menjadi pria lembut dan perhatian ketika dia dipertemukan Tuhan deng

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 31 Penyelamatan

    Tidak ada yang mengawasi villa Aisyah sehingga tidak ada yang tahu bahwa Fatma telah dibawa ke Italia oleh Sean.Sean yang tidak bisa melakukan apa pun untuk segera bertemu dengan Aisyah menyibukan diri dengan bisnis. Pria itu memikirkan sesuatu yang bisa menjadi luapan emosinya.“Tuan, di depan ada

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 7 Makan Malam

    Kepulangan Sean masih dirahasiakan. David dan Noah pun tidak memberitahu keluarganya. Padahal dua bersaudara itu sudah tahu, tetapi mereka seakan sengaja menutupinya.“Kak!” Maria bersemangat menuruni tangga menuju ruang tengah.“Kak Noah. Kak David.” Maria memeluk dua pria tampan yang berdiri menun

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 6 Sean Costa Nostra

    Sean dirawat di rumah. Pria itu tidak teriasa berada di rumah sakit. Dia duduk di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada karena ada luka yang harus dijaga.“Permisi, Tuan. Kami akan mengganti perban.” Dokter dan perawat mengetuk pintu kamar Sean ditemani kepala asisten rumah tangga. Seorang pria

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 5 Keluarga Maria

    Jordan dan Leana duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Pasangan suami istri itu tampak gelisah.“Sayang, Sean akan segera pulang. Mereka akan bertemu di hari ulang tahun Maria yang kedua puluh.” Leana menatap Jordan. “Ya. Dia akan pulang, tetapi tidak tahu kapan? Maria akan berulang tahun bulan d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status