Accueil / Romansa / Obsesi Gila Suamiku / Bab 43. Harga Sebuah Popularitas

Partager

Bab 43. Harga Sebuah Popularitas

Auteur: Elsa Mahesa
last update Date de publication: 2026-08-02 16:08:48

Arka menatap megahnya gedung ALTV di hadapannya dengan sorot mata menerawang.

"Aku belum tahu detail pastinya," gumamnya pelan. "Tapi firasatku... ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan kita berdua."

Didorong rasa penasaran yang membuncah, Manora menepis keraguan dan langsung memberi isyarat pada Arka untuk masuk.

"Ya sudah, Mas. Mending kita cari tahu langsung sekarang. Biar makin jelas."

Arka mengangguk mantap. "Ayo."

Mereka berjalan bersisian menembus lobi ALTV yang megah, lalu naik meng
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 44. Di Antara Cinta dan Ambisi

    Di saat seluruh tim ALTV sedang ketar-ketir memeras otak menyiapkan strategi untuk meluncurkan program baru mereka, sang Direktur Utama justru memilih menghabiskan waktu di tempat yang tak ada hubungannya sama sekali dengan dunia televisi.Sebuah pusat perlengkapan bayi.Mahesa berjalan berdampingan dengan Ellena di antara lorong-lorong rak yang sarat dengan deretan pakaian mungil, boneka pastel, stroller, hingga printilan kehamilan.Anehnya...Bukan Ellena yang sibuk cuci mata dan kalap berbelanja.Melainkan Mahesa.Jemari pria itu seolah tak bisa diam, terus-terusan mengambil satu demi satu barang dari atas rak."Mas..." Ellena terkekeh geli melihat tingkah suaminya. "Jangan kalap gitu, dong. Ini kan baru hitungan minggu, belum juga kelihatan perutnya."Mahesa bahkan tidak menoleh, matanya sibuk memandangi sepasang kaus kaki mungil di genggamannya. "Enggak bisa, sayang," jawabnya amat serius. "Lihat ini... mungil banget. Mana tahan aku enggak beli."Ellena cuma bisa menggeleng-gelen

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 43. Harga Sebuah Popularitas

    Arka menatap megahnya gedung ALTV di hadapannya dengan sorot mata menerawang."Aku belum tahu detail pastinya," gumamnya pelan. "Tapi firasatku... ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan kita berdua."Didorong rasa penasaran yang membuncah, Manora menepis keraguan dan langsung memberi isyarat pada Arka untuk masuk."Ya sudah, Mas. Mending kita cari tahu langsung sekarang. Biar makin jelas."Arka mengangguk mantap. "Ayo."Mereka berjalan bersisian menembus lobi ALTV yang megah, lalu naik menggunakan lift menuju lantai divisi produksi. Begitu pintu lift berdenting dan terbuka, keduanya bergegas menuju ruangan salah satu produser eksekutif ALTV.Setibanya di depan ruangan yang dituju, seorang pria berusia empat puluhan sudah berdiri menyambut mereka dengan senyum ramah yang tertata rapi."Selamat datang di ALTV. Saya Reza," sapanya hangat sembari mengulurkan tangan. "Mari, silakan duduk."Arka dan Manora saling melempar pandang sejenak sebelum mengambil tempat duduk berhadapan langsun

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 42. Strategi Sang Pemburu

    Arka segera menggerakkan jemarinya di atas layar ponsel.Dengan raut wajah serius dan penuh perhitungan, ia menyusun balasan yang cermat untuk pesan singkat dari pihak ALTV. Begitu tombol kirim tersentuh, ia meletakkan ponselnya pelan di atas nakas sebelah tempat tidur.Helaan napas lega meluncur pelan dari dadanya.Mungkin... tersingkirnya dia dari NTV malam ini memang bukan akhir dari jalan karirnya.Dengan pikiran yang jauh lebih jernih dan tenang, Arka merebahkan tubuhnya di atas ranjang, membiarkan kelopak matanya perlahan terpejam menembus lelap.Di saat yang hampir bersamaan...Sebuah notifikasi serupa juga mendarat di akun Instagram peserta lain yang baru saja gugur.Manora Shalomita.Getaran lembut ponsel membuyarkan lamunan Manora yang sedari tadi hanya duduk membisu di tepi ranjang kamar hotelnya. Ia meraih benda persegi itu, lalu mengernyit heran saat matanya menyapu baris awal pesan tak dikenal tersebut.["Halo, Mbak Manora. Kami mengikuti seluruh perjalanan Anda selama k

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 41. Ketika Harapan Berpindah

    Malam makin larut...Atap gedung NTV jauh lebih sunyi dibanding riuhnya atmosfer studio beberapa jam lalu.Dari ketinggian lantai atas, hamparan gemerlap lampu Jakarta membentang luas di bawah sana. Angin malam berembus dingin, menerpa pelan wajah-wajah yang lelah.Kenzo berdiri bersandar pada tembok pembatas rooftop. Di jemarinya tergenggam sekaleng minuman bersoda yang dingin—sesekali ia teguk tanpa benar-benar meresapi rasanya.Tatapannya menerawang kosong, hanyut ditelan kerlip lampu kota.Di sampingnya, Halim berdiri santai dengan kedua siku bertumpu pada pagar pembatas.Pria paruh baya itu tak berniat mengusik. Tak ada desakan atau cecaran pertanyaan. Halim hanya setia menemani keponakannya dalam bungkam, memberi jeda sampai Kenzo merasa benar-benar siap untuk bersuara.Cukup lama mereka saling bergeming dalam sepi, hingga Halim memutuskan untuk memecah kebisuan."Ini... gara-gara Bu Ellena?"Kenzo perlahan menoleh.Tatapannya beradu sekilas dengan sang paman, sebelum akhirnya i

  • Obsesi Gila Suamiku   bab 40. Kemenangan dan Kehilangan

    Lebih dari seminggu berlalu. Di balik ritme kerja NTV yang tak pernah mengendur, Kenzo perlahan menjelma jadi pribadi yang jauh lebih pendiam. Sejak tak sengaja mendengar kabar kehamilan Ellena dan menyaksikan sendiri betapa hangatnya hubungan wanita itu dengan Mahesa di area parkir hari itu, ada sesuatu yang meremuk di dalam dadanya. Ia tetap menjalankan tugas seperti biasa. Masih sanggup melempar senyum ramah pada rekan kerja, dan merampungkan setiap detail pekerjaan secara presisi. Namun... binar di matanya sudah tak lagi sama. Senyum itu cuma formalitas di bibir. Malam itu, ajang NTV News Anchor Search akhirnya resmi memuncak di babak Grand Final. Atmosfer studio bergemuruh hebat oleh sorak-sorai penonton. Sorot lampu panggung membelah kegelapan, mengunci deretan finalis yang berdiri tegang menanti pengumuman krusial. Host perlahan membuka amplop hasil penilaian dewan juri. "Juara ketiga... jatuh kepada Laura Sabrina!" Tepuk tangan riuh seketika pecah memenuhi rua

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 39. Saat Harapan Itu Pupus

    Dua hari berlalu.Kabar kehamilan Ellena masih menjadi suntikan kebahagiaan terbesar bagi pasangan suami istri itu. Di tengah gunungan kesibukan kantor, Mahesa tak pernah absen menelepon sang istri—sekadar memastikan Ellena sudah makan tepat waktu, meminum vitaminnya, dan tidak terlalu memeras tenaga.Namun... di balik kehangatan pribadi yang membuncah, roda persaingan industri media yang dingin tak pernah melambat satu detik pun.Di gedung NTV, atmosfer justru makin membara.Ajang NTV News Anchor Search telah resmi memasuki fase penyisihan yang kian krusial.Lima peserta terbaik yang berhasil lolos kini menjalani karantina dan pelatihan intensif sebelum dilepas ke panggung utama berikutnya. Ruang produksi riuh oleh lalu-lalang kru yang memindahkan perlengkapan siaran. Monitor-monitor besar memajang jadwal coaching, sementara para produser sibuk membedah dan menyempurnakan detail acara.Di sudut studio utama, Halim tak kalah cekatan memastikan kesiapan teknis."Lampu nomor tiga beneri

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status