author-banner
Elsa Mahesa
Elsa Mahesa
Author

Novels by Elsa Mahesa

Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

"Rating televisimu terus turun. Sudahlah, tutup saja." Demi menyelamatkan stasiun televisi warisan keluarganya, Ellena rela mempertaruhkan segalanya. Namun, di balik perhatian dan kasih sayang sang suami, tersembunyi rencana yang perlahan menghancurkan mimpinya.
Read
Chapter: Bab 11. Senyum Seorang Pengkhianat
Begitu pesan singkat itu dipastikan terkirim, pria berseragam NTV tersebut mengunci layar ponselnya dengan gerakan santai.Ia meraih cangkir kopinya yang sedari tadi diabaikan, meneguk sisa cairan hitam di dalamnya hingga tandas, lalu bangkit berdiri seolah-olah baru saja menyelesaikan jeda makan siang biasa. Tidak ada satu pun gerak-gerik dari pembawaannya yang mengundang curiga. Pria itu sempat merapikan kartu identitas yang menggantung di dadanya, membetulkan letak kerah seragamnya yang sedikit kusut, lalu melangkah menuju pintu keluar dengan langkah kasual.Di sudut lain restoran, Halim masih sibuk merinci coretan jadwal kerja Kenzo untuk beberapa hari ke depan.Tak satu pun dari mereka yang menoleh ke arah pintu. Mereka benar-benar buta terhadap kenyataan bahwa pria yang baru saja berpapasan dengan mereka telah membawa sepotong informasi krusial mengenai internal NTV, langsung ke tangan orang yang salah.Sesampainya di area parkir yang terik, pria berseragam itu menghentikan lang
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 10. Pengkhianat di Dalam NTV
"Pemirsa, kali ini saya akan menyampaikan berita tentang seekor ular—"Kenzo mendadak berhenti sepersekian detik."Se... seekor ular kadut bernama Dudut... berkedut... di sudut..." Ia mencoba memaksakan diri untuk terus membaca, namun lidahnya justru semakin kusut dan terpeleset. "...dudut..."Suasana studio mendadak sunyi senyap. Beberapa kru menahan napas agar tawa mereka tidak bocor, sementara Halim yang duduk di balik monitor hanya bisa memijat pelipisnya pelan.Kenzo akhirnya menyerah dan menurunkan kertas naskahnya. "Hahaha... maaf, maaf." Pria itu langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, berusaha meredam tawa yang justru terasa semakin menggelitik dan sulit dikendalikan."Kenzo."Panggilan bernada datar dari Halim seketika membuat Kenzo menghentikan tawanya. Ia menurunkan tangannya, berusaha kembali bersikap formal. "Iya, Om?""Itu bagian dari twister tongue untuk menguji fokusmu. Kalau kamu malah tertawa saat membaca naskah penuh jebakan seperti itu, bagaimana ja
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 9. Tes Siaran Pertama
Sepanjang malam itu, nama Kenzo terus berputar di kepala Mahesa.Meski sudah kembali ke rumah dan menjalani rutinitas seperti biasa, pikirannya sama sekali tidak bisa lepas dari sosok pria yang dibawa Halim ke hadapan istrinya. Terlebih, sepanjang sore kemarin, Alena berkali-kali memuji potensi Kenzo dengan sorot mata penuh gairah dan harapan.Sebuah binar harapan yang sudah lama hilang dari sepasang mata istrinya sejak stasiun televisi NTV mulai terseok-seok.Keesokan paginya, Mahesa berdiri seorang diri di depan cermin besar kamarnya. Suasana rumah terasa begitu sepi karena Ellena masih harus mendekam di rumah sakit.Ia merapikan letak kerah kemejanya, lalu memakai jam tangan di pergelangan tangan kiri dengan gerakan ritmis. Tatapannya berserobok dengan pantulan dirinya sendiri di cermin."Baru mau memulai karier..." gumamnya lirih, disusul seulas senyuman tipis yang sarat akan makna tersembunyi. "Apa istimewanya pria itu sampai bisa membuat Ellena langsung seyakin itu?"Tidak ada j
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 8. Awal Sebuah Ancaman
Jarak di antara mereka semakin mengikis. Tanpa sadar, Kenzo yang sedang mendengarkan penjelasan sambil menoleh ke arah Halim, tanpa sadar bergeser sedikit ke sisi kanan koridor. Bruk. Bahu mereka beradu cukup keras. Kenzo refleks menghentikan langkah kakinya. "Ah, maaf," ucapnya spontan sembari sedikit menundukkan kepala tanda tidak sengaja. Mahesa ikut menghentikan langkah. Perlahan, ia mengangkat pandangannya. Sorot matanya yang sedingin es sempat tertuju sejenak pada wajah Kenzo. Hanya sepersekian detik, namun cukup untuk merekam visual pria muda di hadapannya. Tanpa membalas sepatah kata pun, Mahesa kembali melangkah, melewati Kenzo begitu saja seolah tidak terjadi apa-apa. Kenzo sempat memutar tubuhnya, menatap punggung tegap pria itu yang kian menjauh. "Gila... dingin banget tuh orang," gumamnya pelan sambil mengusap bahu luarnya yang sedikit ngilu. Halim hanya melirik sekilas ke arah pergerakan Mahesa. "Dia emang kayak gitu, orangnya ken." Kenzo langsung menoleh
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 7. Titik Pertemuan
Senyuman lega tidak bisa disembunyikan dari wajah Kenzo. Ia kembali menundukkan kepalanya, memberikan gestur hormat yang tulus. "Terima kasih banyak atas kesempatannya, Bu. Saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ini." "Saya pegang janji kamu," sahut Ellena dengan seulas senyuman tipis. "NTV sedang berada di masa-masa sulit sekarang. Karena itu, saya butuh orang-orang yang tidak cuma sekadar bekerja, tapi juga punya tekad untuk berjuang bersama menyelamatkan stasiun TV ini." "Kami siap memberikan yang terbaik untuk NTV, Bu," sahut Halim mantap. Belum sempat percakapan mereka berlanjut, terdengar ketukan pelan di daun pintu. "Permisi..." Pintu kamar rawat VIP itu terbuka perlahan, Sosok dokter spesialis penyakit dalam melangkah masuk, didampingi seorang perawat yang mendorong troli kecil berisi peralatan medis. "Ah, ternyata Bu Ellena sedang ada tamu," sapa dokter itu ramah dengan senyuman hangat. Halim bergegas mengangguk sopan. "Selamat sore, Dok. Maaf kalau
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 6. Pertemuan Pertama
"Kalau begitu, Om... kita berangkat sekarang saja."Kenzo segera bangkit dari sofa, lalu melangkah menuju lantai atas. Tidak butuh waktu lama bagi pria itu untuk turun kembali dengan penampilan yang jauh lebih segar. Kemeja santainya sudah berganti dengan pakaian yang lebih formal, bahkan tatanan rambutnya kini terlihat jauh lebih rapi daripada beberapa menit lalu.Halim memperhatikan perubahan penampilan keponakannya itu dari atas ke bawah, lalu menyeringai tipis. "Antusias banget, Ken?" sindir Halim. "Perasaan kemarin susahnya setengah mati Om bujuk kamu buat ikut ke Jakarta."Kenzo hanya tersenyum kecil sambil merapikan letak jam tangan di pergelangan kirinya. "Papa selalu berpesan, apa pun jalur pekerjaan yang sudah kita pilih, harus dijalani dengan sungguh-sungguh." Pria muda itu menatap Halim dengan sepasang mata yang memancarkan keseriusan. "Karena Kenzo sudah memutuskan untuk datang ke sini, artinya saya juga harus memberikan impresi yang terbaik."Halim mengamatinya lekat-lek
Last Updated: 2026-07-14
You may also like
Yang Tak Kunjung Padam
Yang Tak Kunjung Padam
Romansa · Suzy Wiryanty
18.5K views
Mengandung Benih Majikanku
Mengandung Benih Majikanku
Romansa · Pena_Receh01
18.5K views
GREET'S WILDEST DREAM
GREET'S WILDEST DREAM
Romansa · Karen Sanjaya
18.5K views
Terjerat Cinta Duda Bucin
Terjerat Cinta Duda Bucin
Romansa · Oryza_Sativa
18.5K views
Sembilan Tahun Lagi
Sembilan Tahun Lagi
Romansa · Sandra Setiawan
18.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status