Home / Romansa / Obsesi Gila Tuan Baskara / Bab 21 Temani Aku Tuan Baskara!

Share

Bab 21 Temani Aku Tuan Baskara!

last update publish date: 2026-10-29 12:12:26

“T-Tuan Baskara?” panggil Aura dengan suara yang begitu lembut, memecah keheningan kamar VIP yang mencekam.

Aura mencoba mengukir senyum tipis, menatap wajah tampan nan dingin yang kini perlahan berbalik ke arahnya.

Meskipun tadi telinganya dengan jelas menangkap kata 'auraku' keluar dari bibir pria itu saat bertelepon, Aura tidak mau besar kepala.

Ketika berhadapan langsung seperti ini, Baskara kembali menjadi sosok batu yang tidak pernah memandangnya lebih dari sekadar objek.

Aura tahu posisi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Gila Tuan Baskara   Bab 22 Jangan Pernah Berpikir Menyentuhnya!

    “Dia tetap pergi.”Aura kembali sendirian di dalam kamar VIP yang super mewah itu. Keheningan malam perlahan menyergap, menyisakan gemerisik pendingin ruangan yang berhembus pelan.Saat ia menyandarkan punggungnya di ranjang dan menatap ke langit-langit kamar, manik matanya menangkap kilatan lampu kecil dari sebuah kamera CCTV yang terpasang tersembunyi di sudut ruangan.Tak hanya itu, dari balik celah pintu yang sedikit terbuka, ia bisa melihat bayangan tubuh tegap dua bodyguard kiriman Baskara yang berjaga ketat tanpa bergeser sedikit pun.Pria itu benar-benar menjaganya dengan sangat baik.Aura menghela napas panjang, jemarinya meraba wajahnya sendiri. Ia tahu dirinya adalah wanita yang sangat cantik.Dulu, ia tumbuh besar di tengah gemerlapnya kalangan elite, dikelilingi kemewahan dan dihormati banyak orang.Namun, seluruh dunianya runtuh dalam semalam.Perusahaan raksasa milik keluarganya hancur berkeping-keping akibat pengkhianatan keji yang dilakukan oleh Reno, suaminya sendiri

  • Obsesi Gila Tuan Baskara   Bab 21 Temani Aku Tuan Baskara!

    “T-Tuan Baskara?” panggil Aura dengan suara yang begitu lembut, memecah keheningan kamar VIP yang mencekam.Aura mencoba mengukir senyum tipis, menatap wajah tampan nan dingin yang kini perlahan berbalik ke arahnya.Meskipun tadi telinganya dengan jelas menangkap kata 'auraku' keluar dari bibir pria itu saat bertelepon, Aura tidak mau besar kepala.Ketika berhadapan langsung seperti ini, Baskara kembali menjadi sosok batu yang tidak pernah memandangnya lebih dari sekadar objek.Aura tahu posisinya, ia hanya sebatas properti berharga.Namun bagi Aura, untuk saat ini, semua ini sudah lebih dari cukup.Bagaimanapun juga, Baskara adalah satu-satunya pria yang mampu membangkitkan gairah liarnya sekaligus menjadi tameng pelindung.Di pelukan pria arogan inilah Aura bisa sejenak melupakan seluruh kekejaman dan trauma yang ditorehkan Reno terhadap ia dan keluarganya.“Siapa yang mau kau hancurkan, Tuan?” tanya Aura lagi, memecah kecanggungan.Baskara melangkah mendekat ke sisi ranjang.Langka

  • Obsesi Gila Tuan Baskara   Bab 20 Auraku

    “Kau memukulnya?”Suara Baskara terdengar begitu rendah, namun getaran dingin di dalamnya sanggup membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.Tatapan matanya nanar, memancarkan murka yang tak terbendung. Bagi Baskara, Aura adalah properti berharganya, tubuh yang semalam penuh ia kuasai dan sayangi dengan caranya sendiri.Melihat mahakarya miliknya kini dinodai oleh luka dan lebam, ego sang bos mafia serasa diinjak-injak.Pria gendut itu bersimpuh di lantai kapal yang dingin, tubuh tambunnya gemetar hebat memohon ampun dengan derai air mata.“Bawa pergi dan hancurkan sampai abunya pun tidak tersisa,” perintah Baskara mutlak kepada para anak buahnya.Suaranya datar, tanpa emosi, seperti sedang memesan menu makanan.“Ampun, Tuan Baskara! Ampun!”Jeritan histeris pria gendut itu menggema di lorong kapal sebelum kepalanya dihantam gagang pistol dan tubuhnya diseret keluar tanpa belas kasihan.Baskara tidak ingin mendengar apapun lagi.Malam itu, atas perintah mutlaknya, kapal pesiar mewah terseb

  • Obsesi Gila Tuan Baskara   Bab 19 Kau Memukulnya?

    Reno tahu betul bahwa Aura akan menghadiri pesta di kapal pesiar bersama Baskara malam itu.Dengan kelicikannya, Reno berhasil menyusup ke dalam daftar pelayan pelabuhan.Ia segera menghubungi bos besar kaya raya yang sudah lama mengincar tubuh Aura, seorang pria hidung belang yang kebetulan juga menjadi salah satu tamu undangan.Pesta malam ini bukanlah acara sembarangan. Ini adalah pesta eksklusif kalangan elite yang diadakan oleh Baskara, penguasa jaringan bisnis raksasa yang mengendalikan pasar legal sekaligus jalur dunia gelap.Orang kaya biasa tidak akan pernah punya kesempatan untuk menginjakkan kaki di atas kapal pesiar mewah ini.Saat Aura melangkah naik ke atas dek kapal, matanya melebar.“Wow….” gumamnya tertahan.Meskipun dulu Aura terlahir sebagai anak orang kaya, ia belum pernah melihat kemewahan yang se-megah ini.Kapal itu berkilau bak istana terapung di atas air. Di tengah kerumunan orang-orang paling berpengaruh di kota, Baskara berjalan dengan dagu tegak, menjadi pu

  • Obsesi Gila Tuan Baskara   Bab 18 Tidak Ada Komitmen

    “Selesaikan urusan perceraianmu dengan Reno secepatnya, Aura. Aku tidak suka barang milikku masih diklaim oleh pria lain.”Baskara melemparkan seberkas dokumen tebal ke atas meja kaca. Di sampingnya, sebuah kartu nama pengacara papan atas berkilau di bawah lampu gantung mewah.Tatapan matanya sedingin es, khas seorang pria yang terbiasa mengendalikan distrik hitam kota ini.Untuk Baskara, berbagi bukanlah pilihan. Menyentuh wanita yang secara hukum masih milik pria lain terasa begitu merendahkan harga dirinya.“Aku tidak punya waktu untuk menunggumu bertele-tele,” sambung Baskara, suaranya berat dan penuh penekanan. “Malam ini, bersiaplah! Temani aku ke pesta di kapal pesiar milik Luca. Kau tentu belum lupa dengannya, kan?”Nama itu membuat tubuh Aura membeku seketika. Ingatannya langsung terlempar ke masa lalu yang kelam.Luca adalah pria jahat yang pernah menjebaknya dalam situasi berbahaya hingga ia terdesak dan memohon bantuan kepada Baskara.Namun, Baskara yang berhati batu hany

  • Obsesi Gila Tuan Baskara   Bab 17 Pertama Untuk Kita, Aura!

    “Hehh!!! Aku memang ingin bercerai dari bajingan itu, Tuan. Apa kau jijik karena aku istri orang?”Tantangan itu keluar begitu saja dari bibir Aura, memecah ketegangan dengan keberanian yang nekat.Rasa malu telah sepenuhnya terbakar habis. Dengan gerakan perlahan namun pasti, Aura merangkak mendekati Baskara.“Aku menginginkanmu, sungguh!” bisik Aura tepat di telinga Baskara.Selimut tebal yang sedari tadi membungkus tubuh polosnya dibiarkan merosot jatuh, mengekspos setiap jengkal kulitnya yang indah di bawah temaram lampu kamar.Aura mendongak, meraih leher Baskara, lalu mendaratkan kecupan lembut di pipi sang mafia sebelum berpindah ke bibir pria itu. Ia mengecupnya perlahan, sebuah undangan yang tak mungkin ditolak.“Eummph, setiap malam, aku selalu mengingatnya Tuan Baskara.”Mengumpulkan seluruh sisa keberaniannya, Aura menelan saliva, sementara jemarinya yang lentik mulai menjelajahi dada bidang dan perut kotak-kotak Baskara yang mengeras di balik kemeja.Dengan napas memburu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status