Sebelum Aura berdiri di podium megah itu sebagai asisten yang gemetar, ia adalah seorang perempuan pintar dalam bisnis. Setidaknya, begitu pikirnya.Dua minggu sebelum wawancara, di sebuah rumah kontrakan sempit yang berbau lembab di pinggiran kota, Aura menatap pantulan dirinya di cermin yang retak.Di kamar sebelah, ayahnya terbaring lemah dengan selang oksigen, sementara ibunya meratap tanpa suara sambil menghitung sisa uang lembaran.Reno, suaminya, sudah menghilang entah kemana setelah membawa lari sisa tabungan mereka untuk membayar bunga hutang pada rentenir.Aura tidak menangis.Jemarinya yang lentik menyisir rambut hitamnya, sementara matanya menyalang penuh kebencian menatap lembaran dokumen di atas meja kerja.Profil perusahaan Aditya Holdings dan foto sang CEO, Baskara Aditya.“Kau menghancurkan keluargaku, Baskara,” bisik Aura pada kegelapan malam, mengoles lipstik merah menyala ke bibirnya, sebuah warna yang ia pilih sebagai lambang perang.“Kau pikir bisa bersembunyi di
Last Updated : 2026-10-01 Read more