Compartilhar

Bab 53

Autor: Author Lee
last update Data de publicação: 2026-06-29 16:44:47

Mansion keluarga Kendrick hari itu terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Jauh lebih hidup dan ceria. Kebahagiaan seolah menyelimuti tempat yang biasanya tampak muram itu.

Seisi mansion tampak sibuk, namun wajah mereka dihiasi senyuman yang merekah. Setiap sisi mansion penuh dekorasi bunga-bunga yang indah, membuat tempat itu terlihat seperti istana yang hidup kembali.

Pagi-pagi sekali Nyonya Kyle sudah tiba di sana. Saat itu ia bersama Claudia berada di kamar Olivia, membantunya menata rias
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 83

    Matahari bahkan belum benar-benar tegak ketika Aaron mengguncang pelan tubuhnya.Tidurnya yang lelap terganggung, membuat wajah Olivia tampak agak kusut. Dengan kedua mata yang masih terasa berat, ia memutar badan ke belakang dan melihat Aaron yang duduk di tepi kasur.Sebelah tangannya masih berada di lengan Olivia, menyentuhnya sambil mengusapnya lembut. "Maaf sudah mengganggu tidurmu. Tapi kau harus bangun sekarang, Olivia Rose." kata Aaron lembut.Olivia bergumam tidak jelas, lalu dengan susah payah menegakkan tubuh. Rambut kecoklatannya yang bergelombang terurai agak berantakan di punggungnya.Pandangannya menoleh ke arah jendela yang tirainya sudah dibuka. Langit masih terlihat agak gelap. Jam kecil di atas nakas bahkan belum menunjukkan pukul lima! Kenapa Aaron membangunkannya sepagi ini?"Perjalanan kita agak jauh, jadi kita harus berangkat dari sekarang." ujar Aaron lagi seolah menjawab pertanyaan yang tidak diucapkan oleh Olivia.Butuh waktu beberapa detik untuk Olivia mengu

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 82

    "Aku menolaknya." tambah Aaron lagi setelah diam sejenak.Olivia membenarkan posisi duduknya. Ia memutar sedikit tubuhnya menghadap Aaron, lalu bertanya, "Kenapa kau menolaknya?"Aaron tidak langsung menjawab. Jadi Olivia kembali menambah pertanyaan. "Karina Burgess cukup cantik. Dia juga wanita berkelas. Setidaknya kalian sama-sama berasal dari kalangan bangsawan."Saat mendengar pernyataan Olivia yang begitu polos, Aaron langsung menoleh ke arahnya. Tatapan matanya berubah cukup intens ke arah Olivia yang mendadak terpaku karena ditatap seperti itu."Kau mau tahu alasanku yang sebenarnya?" Suara Aaron terdengar pelan, namun juga serius. Ekspresi wajahnya terlihat sulit diartikan.Kedua mata Olivia mengerjap, lalu ia mengangguk ragu. "Kalau kau tidak mau memberitahu alasanmu juga tidak masalah." kata Olivia seraya menunduk menatap kedua tangannya yang ada di atas pangkuannya. "Aku hanya bertanya."Suasana berubah hening sejenak. Dedaunan yang bergemerisik tertiup angin malam yang ber

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 81

    Melihat sikap Aaron barusan terhadap Karina membuat Olivia menegang. Ia tidak menyangka jika pria itu juga bisa bersikap begitu mengerikan pada seorang wanita.Tapi kalau melihat sikap Karina yang seperti itu, wanita itu memang pantas mendapatkannya.Raut wajah Aaron langsung melunak saat berhadapan dengan Olivia. Tangan besarnya kembali merangkul pundaknya, lalu menuntunnya ke ruang makan."Aku sudah lapar." bisiknya setelah kegaduhan di belakangnya lenyap. "Aku akan menceritakan semuanya, seperti yang sudah kujanjikan, setelah kita selesai makan malam. Bagaimana?"Olivia melirik ke arahnya sekilas, lalu tergelak pelan. "Ternyata kau bisa lapar juga." balasnya meledek. "Baiklah."Suasana di mansion Kendrick kembali tenang dan damai setelah kepergian Karina yang diusir secara tidak terhormat. Jika Olivia adalah Karina, ia lebih baik langsung meninggalkan mansion sebelum pemilik mansion memerintahkan penjaga untuk menyeretnya.Sepertinya Karina Burgess memang begitu tergila-gila pada A

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 80

    Melihat sikap Olivia yang begitu tenang dan tidak terusik sama sekali membuat Karina semakin kepanasan. Rasa marahnya semakin meledak-ledak.Olivia tergelak pendek, lalu menyingkirkan telunjuk Karina dari hadapannya. Karina langsung menarik tangannya seakan merasa jijik jika kulitnya bersentuhan dengan kulit Olivia.Keributan kecil yang ditimbulkan Karina di sana langsung menarik perhatian para penjaga yang ada di sana. Tanpa aba-aba mereka langsung mengarahkan tombak ke arah Karina, membuat wanita angkuh itu tersentak.Melihat hal itu, Olivia dengan tenang mengangkat sebelah tangan dan meminta para penjaga untuk menurunkan tombak mereka dari Karina yang ketakutan. Mereka pun menurut, namun perhatian mereka tetap tertuju ke arah Karina, seakan wanita itu adalah ancaman besar sekarang."Aku sudah bertanya padamu sebelumnya, kan?" balas Olivia santai. "Kau sendiri yang tidak mau menjawab pertanyaanku. Apa aku perlu meminta bantuan para penjaga untuk menanyakannya sekali lagi?"Kedua tan

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 79

    Langit di luar sudah gelap.Suara jam lantai antik di tengah ruangan yang berdentang teratur memecah keheningan. Sekaligus menunjukkan waktu yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam.Hari itu rasanya mansion keluarga Kendrick benar-benar terasa sepi. Olivia yang berdiri termenung di tepi jendela sejak tadi merasa benar-benar sendirian kali ini.Claudia sudah berangkat pagi-pagi sekali ke rumah sakit dan belum kembali. Aaron dan Josh juga masih berada di sana."Kenapa mereka lama sekali? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" gumam Olivia seorang diri.Dari tempatnya berdiri, Olivia dapat melihat sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang. Awalnya ia mengira bahwa itu adalah mobil Aaron.Tapi saat melihat para penjaga berdiri di balik pintu gerbang tanpa membukanya sama sekali, ia baru sadar bahwa pikirannya salah.Jika yang pulang itu memang Aaron, para penjaga pasti akan langsung membukakan pintu gerbang dan membiarkannya masuk tanpa berlama-lama.Pencahayaan di sana agak remang. Oliv

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 78

    "Tuan, Tuan!"Suara Josh yang tampak begitu panik dan tergesa-gesa langsung mengisi lorong yang semula begitu hening.Aaron yang saat itu sedang berjalan berdampingan dengan Olivia langsung menoleh ke belakang."Ada apa?" tanya Aaron heran saat melihat raut wajah Josh yang tampak cemas.Olivia yang berdiri di sampingnya ikut panik saat melihat nafas Josh begitu terengah-engah di hadapan mereka. "Paman kenapa? Apa sudah terjadi sesuatu?""Leo," ujarnya dengan suara terbata-bata. "Claudia baru saja menelepon dan memberitahuku bahwa kondisi Leo memburuk. Dia mengalami kejang hebat."Mendengar hal itu, rahang Aaron langsung mengeras. Raut wajahnya berubah sangat dingin dan menakutkan. "Kita pergi ke rumah sakit sekarang."Josh mengangguk."Maaf aku tidak menemanimu makan siang hari ini," kata Aaron pada Olivia yang berdiri di sampingnya.Olivia menarik sudut bawah pakaian Aaron. "Aku ingin ikut." gumamnya pelan. Sepasang mata bulatnya menatap Aaron seperti seekor anak kucing yang memohon

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 22

    Aaron sedang berbaring di atas tempat tidurnya ketika Olivia masuk ke dalam kamarnya.Mulanya ia merasa ragu. Tapi kemudian ia memutuskan untuk berjalan mendekat ke arah ranjang berukuran cukup luas itu.Wajah pria itu tampak pucat. Aaron sama sekali tidak bergerak saat Olivia mendekatinya.Bibir t

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 16

    "Tidak ada yang gratis di dunia ini."Kalimat Aaron kemarin malam masih mengiang di telinga Olivia hingga pagi ini.Setelah mengatakan hal itu, Aaron langsung keluar dari kamarnya dan tidak kembali lagi. Para pelayan-lah yang datang membereskan sisa piring kotor di kamarnya.Pagi ini hanya ada Oliv

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 7

    Aaron tidak pernah berpikir jika Olivia akan merasa sangat takut dan benci padanya. Padahal pikiran untuk menyakiti gadis itu tidak pernah terbersit di pikirannya, sama sekali."Banyak rumor buruk tentang Anda yang beredar di luar sana." jelas Josh.Setelah mengantar Olivia ke kamarnya, Josh kembal

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 6

    Pintu tinggi yang terbuat dari kayu terbaik di hadapannya dibuka oleh Josh. Sebuah pemandangan yang tidak pernah dibayangkan oleh Olivia sebelumnya menyambut kehadirannya."Ini kamarmu, Olivia." kata Josh seraya mempersilakannya untuk masuk.Dengan langkah ragu, Olivia masuk ke dalam ruangan yang c

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status