Share

bab 112

Author: Caca
last update publish date: 2026-10-07 13:26:22

Bandara Internasional Adolfo Suárez Madrid-Barajas dipenuhi hiruk-pikuk manusia sejak pagi hari. Suara pengumuman penerbangan bergema secara berkala melalui pengeras suara, bersahut-sahutan dengan langkah kaki ribuan penumpang yang berlarian membawa koper, derit roda bagasi di atas lantai marmer, serta keramaian percakapan dalam berbagai bahasa dunia. Di tengah hilir-mudik kerumunan yang sibuk dengan urusan masing-masing, atmosfer bandara terasa amat asing, dingin, dan impersonal.

Aixa duduk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 112

    Bandara Internasional Adolfo Suárez Madrid-Barajas dipenuhi hiruk-pikuk manusia sejak pagi hari. Suara pengumuman penerbangan bergema secara berkala melalui pengeras suara, bersahut-sahutan dengan langkah kaki ribuan penumpang yang berlarian membawa koper, derit roda bagasi di atas lantai marmer, serta keramaian percakapan dalam berbagai bahasa dunia. Di tengah hilir-mudik kerumunan yang sibuk dengan urusan masing-masing, atmosfer bandara terasa amat asing, dingin, dan impersonal. Aixa duduk di salah satu kursi besi ruang tunggu terminal keberangkatan internasional. Tubuhnya terbungkus mantel kain tebal berwarna krem yang sedikit kebesaran—sebuah pilihan busana sederhana untuk menyembunyikan siluet tubuhnya yang kian kurus serta tonjolan kecil di perutnya yang mulai terbentuk. Di genggaman tangannya yang dingin, ia memegang erat sebuah paspor baru bernuansa biru tua yang permukaannya masih terasa kaku dan licin. Izin dokumen itu diterbitkan secara resmi melalui jalur khusus dengan

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 111

    Jejak Terakhir dan Harapan Kecil** Malam berlarut-larut dalam keheningan yang kian pekat di sudut kota Madrid. Di dalam apartemen sempit yang temaram, Aixa duduk bertelanjang kaki di atas lantai ubin yang dingin. Di sekelilingnya, koper-koper tua tergeletak terbuka dengan pakaian dan barang-barang pribadi yang sudah setengah terisi. Penerangan dari lampu gantung yang remang-remang membingkai sosoknya yang tampak semakin kurus, namun menyimpan kelembutan yang tak terhingga. Jemarinya yang gemetar memegang sebuah pakaian bayi berukuran sangat kecil yang baru saja dibelinya siang tadi dari sebuah toko kain di pinggiran kota. Warna putih. Sederhana. Tanpa hiasan berlebihan, tanpa renda-renda mewah yang biasa menghiasi perlengkapan bayi dari kelas atas. Bahan katunnya lembut di bawah sentuhan tangannya, membawa kehangatan nyata yang menyengat kalbunya. Aixa memeluk baju mungil itu ke dadanya. Air matanya kembali mengalir tanpa terbendung, menetes basah membentangi kain katun putih terse

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 110

    Ketakutan Fernando** Di sisi lain kota Madrid, jauh dari pemukiman kumuh dan gang-gang sempit yang terisolasi, megah berdiri gedung pencakar langit yang menjadi markas besar kekuasaan keluarga Castello. Di dalam ruang kerja utamanya yang serba marmer dan berdinding kaca tebal, Fernando berdiri mematung di depan jendela ruang kerjanya. Dari ketinggian lantai tiga puluh, hamparan kota Madrid tampak begitu kecil, tergenang dalam balutan hujan deras yang tak kunjung reda sejak dini hari. Namun, pemandangan kota yang biasanya memberi rasa puas dan kendali atas kekuasaan itu kini tak lebih dari hamparan abu-abu yang hampa. Sudah tiga hari sejak Elio pergi meninggalkan Spanyol menuju Inggris setelah pertengkaran hebat yang membongkar kebenaran pahit di antara mereka. Dan tiga hari itu menjadi mimpi buruk yang tidak berkesudahan bagi seorang Fernando Castello. tiga hari di mana seluruh pondasi kesombongan, prasangka, dan rasa percaya dirinya runtuh tanpa sisa. *Dia sedang hamil.* Kalimat

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 109

    **Bab 109: Tujuan Baru di Ujung Dunia** Isabel merapatkan jarak di antara mereka, menggeser kursi kayu tua itu hingga berderit nyaring di atas lantai ubin yang dingin. Dengan penuh kehangatan, Isabel menggenggam tangannya—kedua telapak tangan wanita tua itu terasa begitu hangat dan kasar, memberikan kontras yang sangat nyata pada jemari Aixa yang pucat dan sedingin es. Genggaman itu bukan sekadar gestur penenang, melainkan sebuah jangkar kasih sayang di tengah samudra penderitaan yang sedang menghempas jiwa keponakannya. "Lalu ke mana kau akan pergi?" tanya Isabel dengan suara lirih yang nyaris tertutup oleh gemericik hujan di luar jendela. Matanya menatap dalam, menelusuri kelelahan luar biasa yang terpancar dari manik mata Aixa. Aixa terdiam beberapa saat. Keheningan merayap cepat di antara mereka, terasa berat dan sarat akan pertimbangan mati-matian. Matanya menerawang jauh menembus dinding-dinding kayu apartemen sempit itu, melintasi cakrawala kota Madrid yang tertutup awan men

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 108

    **Bab 108: Keputusan yang Bulat** Suara bel apartemen berbunyi mendadak, memecah keheningan mencekam yang menyelimuti kamar sempit itu. Aixa tersentak kaget. Tubuhnya seketika menegang, dan cangkir teh yang dipegangnya bergetar tipis. Jantungnya berdegup cepat, berpalu-palu menembus rongga dadanya dengan kepanikan yang tak terelakkan. Di tengah kondisi mentalnya yang terkoyak, setiap suara asing dari luar seolah menjadi ancaman mematikan—apakah wartawan telah melacak tempat persembunyiannya? Atau orang-orang utusan keluarga Castello yang datang untuk menuntut ketundukan lebih jauh? Dengan hati-hati dan langkah kaki tanpa suara, ia melangkah mendekati pintu kayu usang itu. Ia menahan napasnya, menempelkan wajahnya perlahan, lalu mengintip melalui lubang pintu yang agak kabur. Seorang perempuan paruh baya berdiri di luar di koridor yang remang-remang. Wanita itu mengenakan pakaian hangat yang sedikit basah oleh sisa rintik hujan, membawa beberapa kantong plastik belanjaan yang tampak

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 107

    **Bab 107: Sebuah Kebenaran yang Terlambat** Mereka bahkan tidak mengetahui namanya yang sebenarnya. Bagi dunia luar, bagi ribuan pasang mata yang haus akan kemalangan orang lain, ia hanyalah sebuah bayangan tanpa identitas mandiri—seorang perempuan yang identitasnya selalu dilekatkan pada kekuasaan sang mantan suami. Bagi publik Madrid yang dingin, ia hanyalah mantan istri Fernando Castello. Perempuan pembawa skandal. Sosok rekaan media yang pantas dicaci, dihujat, dan disudutkan di setiap pojok berita gosip hiburan. Ia adalah tokoh utama dalam video memalukan yang sempat menggegerkan jagat raya, sebuah rekaman murahan yang dirancang dengan sengaja untuk meruntuhkan martabatnya. Padahal, kebenaran sejati telah lama terungkap di balik pintu tertutup. Video tersebut sudah dibuktikan secara sah sebagai hasil manipulasi digital yang sangat halus oleh tim penyelidikan internal. Bukti-bukti forensik telah dikumpulkan, identitas para peretas dan perancang rekayasa pun telah dikantongi, da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status