Share

BAB 100

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-06-26 23:56:29

Mendengar godaanku, wajah Kanya seketika merona merah padam. Dia baru sadar kalau kardigan sutranya sudah melorot sampai ke siku, menonjolkan keindahan tubuh bagian atasnya yang sempat bergesekan dengan dadaku.

"Ih! Mas Kipli mesum!" seru Kanya malu-malu, buru-buru menarik kardigannya ke atas dan merapatkannya kembali hingga menutupi lehernya.

Aku tertawa renyah, merasa lega karena aura kesedihan di wajahnya sudah sepenuhnya hilang. "Nah, gitu dong. Kan cantik kalau senyum."

"Tapi... Mas Kipli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 104

    Sentuhan bibir kami terasa begitu berbeda malam ini. Biasanya, Diva yang selalu memegang kendali. Dia yang bergerak agresif, mendominasi, dan menuntutku mengikuti ritme yang dia ciptakan layaknya seorang ratu yang sedang menjinakkan bawahannya.Namun, kali ini tidak ada paksaan.Aku bisa merasakan getaran halus di bibirnya. Sebuah keinginan yang teramat sangat agar aku yang mengambil langkah pertama untuk merengkuh dan memeluk tubuhnya erat-araf.Dia ingin diratukan, ingin dambakan bukan karena status, melainkan karena dia adalah wanita yang bener-bener ada di dalam lubuk hatiku yang terdalam.Di sela-sela pagutan kami yang semakin dalam, aku mendadak merasakan dilema yang luar biasa besar menghantam dadaku. Pikiranku mendadak melayang mundur ke belakang, menembus batas waktu sebelum takdir membawaku ke lingkaran elite ini."Mbak... Diva..." bisikku parau, perlahan menjauhkan wajahku hanya beberapa sentimeter dari bibirnya yang kini basah dan memerah. Napas kami berdua menderu saling

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 103

    "Nggak gitu, Mbak Diva. Sumpah, hati saya tetep—""Buktikan!" potong Diva cepat, suaranya naik satu oktav.Kedua tangannya mencengkeram kerah jas hitamku, mendongakkan wajahnya yang cantik dengan napas yang memburu pendek. "Buktikan kalau loyalitas fisik dan batin kamu itu cuma terkunci buat aku, Kipli! Aku nggak suka berbagi milikku dengan anak kecil!"Intimidasi sensual yang dilakukan Diva bener-bener gila. Wangi parfum mawar yang mewah bercampur dengan aroma tubuh khasnya langsung menyerbu indra penciumanku, bikin otakku mendadak nge-blank.Ditambah lagi, gaun tidur satinnya yang super tipis itu bener-bener menerawang. Aku bahkan bisa merasakan kehangatan kulitnya yang bergesekan langsung dengan tubuh kekarku setiap kali dia menarik napas.Darahku langsung berdesir hebat. Milikku di bawah sana yang tadinya sudah tenang, seketika kembali menegang keras dan berdenyut-denyut, menuntut untuk segera menerkam wanita dominan di depanku ini.Sialan, pikiran kotor bener-bener mulai menguasa

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 102

    "Mbak Kanya nggak apa-apa?" tanyaku terengah-engah, menatap wajah Kanya yang bersembunyi di ceruk leherku dengan tubuh yang gemetar hebat karena syok.Kanya perlahan membuka matanya, menatap puing-lampu di belakang kami, lalu menatap wajahku yang dipenuhi keringat. Rasa takutnya mendadak lenyap, berganti dengan luapan emosi kedekatan yang teramat luar biasa pekat karena baru saja diselamatkan dari kematian."Mas Kipli..." lirih Kanya, matanya berkaca-kaca penuh kekaguman yang mendalam.Tanpa memedulikan puluhan ribu pasang mata, sorotan lampu yang kembali menyala terang, ataupun kamera siaran langsung televisi nasional yang berada tepat di depan kami, Kanya mendadak menegakkan tubuhnya.Cup!Gadis itu secara spontan mencium pipi kananku dengan sangat erat dan lama, menyalurkan seluruh rasa terima kasih dan perasaan cintanya yang mendalam ke permukaan kulitku. Teriakan histeris dari seluruh penjuru stadion langsung meledak hebat, bahkan lebih kencang dari gemuruh lagu pembuka tadi.Kan

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 101

    "Kipli, cepat ganti baju kamu! Tim tata rias sudah menunggu di ruang sebelah!" seru Ciska setengah berteriak melalui HT di tangannya, sibuk memecah kepanikan para kru yang berlarian membawa perlengkapan panggung.Aku melangkah cepat menyusuri lorong bawah panggung yang pengap, penuh dengan gulungan kabel hitam tebal dan monitor teknis yang menyala berkedip-kedip. Bau uap dari mesin asap dan wangi parfum menyengat bercampur jadi satu di udara.Begitu aku melirik ke arah luar lewat celah tirai kain penutup, pemandangan di depanku bener-bener membuat bulu kudukku meremang seketika.Stadion malam ini bener-bener pecah. Lautan manusia memenuhi area festival, bergerak seirama dalam kegelapan yang hanya diterangi oleh puluhan ribu kilauan lightstick berwarna merah muda milik penggemar setia Kanya. Rasa tegang mendadak mengocok perutku.Di balik panggung yang riuh rendah oleh instruksi sutradara pertunjukan melalui penelaah suara, aku berdiri kaku. Jas hitam kasual pilihan Ciska melekat pas d

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 100

    Mendengar godaanku, wajah Kanya seketika merona merah padam. Dia baru sadar kalau kardigan sutranya sudah melorot sampai ke siku, menonjolkan keindahan tubuh bagian atasnya yang sempat bergesekan dengan dadaku."Ih! Mas Kipli mesum!" seru Kanya malu-malu, buru-buru menarik kardigannya ke atas dan merapatkannya kembali hingga menutupi lehernya.Aku tertawa renyah, merasa lega karena aura kesedihan di wajahnya sudah sepenuhnya hilang. "Nah, gitu dong. Kan cantik kalau senyum.""Tapi... Mas Kipli tetep temenin aku tidur di sini kan malam ini? Temenin aja, nggak usah ngapa-ngapain. Aku cuma mau tidur sambil meluk lengan Mas," pinta Kanya lagi, kali ini murni dengan nada manja seorang adik kepada kakaknya, tanpa ada kepalsuan media atau gairah yang berlebihan.Aku tersenyum lembut, lalu mengacak rambutnya pelan. "Iya, saya temenin di sini sampai Mbak tidur nyenyak. Tapi saya duduk di kursi sebelah kasur aja, ya?""Nggak mau! Harus di atas kasur, di sebelah aku!" tuntut Kanya sambil menepuk

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 99

    Kanya tidak hanya diam menunggu jawabanku. Gadis itu mulai menggeser tubuhnya lebih dekat, merapatkan seluruh lekuk tubuhnya yang hanya terbalut kardigan sutra tipis itu ke dadaku.Dia mulai mengendus leherku, mendusel-duselkan hidung mancungnya ke ceruk leherku dengan gerakan lambat yang teramat manja sekaligus menuntut."Eh? Mbak Kanya, bentar dulu," ujarku dengan suara yang mendadak serak. Jantungku berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya."Nggak mau, Mas... aku mau kayak gini aja. Tubuh Mas Kipli anget banget, bikin aku lupa sama semua berita jahat di luar sana," bisik Kanya, suaranya terdengar seksi sekaligus polos di telingaku.Napasnya yang hangat berembus putus-putus di kulit leherku, membuat bulu kudukku meremang.Sebagai pria dewasa yang normal, apalagi baru saja melewati malam bersama Diva, dipancing secara fisik oleh seorang idol top se-Indonesia seperti ini bener-bener membuat pertahananku berada di ujung tanduk.Milikku di bawah sana yang tadinya sempat ditenangkan o

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 84

    Namun, melihat bagaimana para wanita di dekatku ini langsung bergerak kompak tanpa komando berulang demi melindungiku, ada rasa hangat dan loyalitas luar biasa yang membuncah di dalam dadaku. Mereka bersatu demi menjaga statusku.Diva memegang lenganku dengan erat, menatapku lurus-urus. "Kamu tetap

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 83

    Hingga akhirnya, waktu yang dinantikan pun tiba. Ruang tamu utama penthouse disulap menjadi ruang dansa mini yang luar biasa mewah. Musik klasik mengalun lembut memecah atmosfer ruangan.Puluhan tamu VIP dengan pakaian formal mahal mulai berdatangan. Mereka saling mengobrol santai sambil memegang g

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 79

    "Kipli..." bisik Kanya, suaranya mendadak berubah rendah dan serak yang terdengar begitu seksi.Dia menarik napas dalam, membuat bagian dadanya naik-turun dengan cepat."Kalau cuma besok malam yang dijagain... rasanya kurang adil deh," goda Kanya sambil tersenyum tipis.Jemari halusnya yang tadi me

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 73

    Langkahnya lambat namun pasti. Diva mulai berjalan mengitari tubuhku yang mematung di dekat pintu. Dia menelitiku dari belakang, berputar ke samping, seolah sedang menginspeksi seorang tawanan.Aroma parfum mahalnya yang sensual langsung menusuk hidungku saat dia berhenti tepat di belakang punggung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status