Share

BAB 41

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-06-08 22:07:19

"Nghhh... Mas Kipli, pelan-pelan ya... punya kamu besar banget," rintih Sora, kedua tangannya meremas seprai dengan kencang, matanya terpejam erat mengantisipasi apa yang akan datang.

"Iya, Sora... saya pelan-pelan," sahutku sambil menelan ludah, mencoba mengatur napas agar tidak langsung lepas kendali.

Aku mulai menekan pinggulku perlahan ke depan. Begitu bagian ujung raksasaku menyentuh dan mulai mendesak masuk ke dalam celah intimnya, aku bisa merasakan jepitan dinding bagian dalam Sora yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 75

    "Mbak, tolong... saya cuma sadar diri dengan posisi saya sebagai bodyguard Mbak Diva," kataku pelan, mencoba sekuat tenaga menolak tatapan matanya, walau suaraku sendiri sudah mulai bergetar payah.Diva terkekeh pelan, sebuah tawa lirih yang sangat menggoda. Jari-jari lentiknya yang halus kembali merayap ke dadaku, bergerak turun perlahan membelai perutku, lalu dengan sengaja menekan pelan tepat di atas si bunglon di balik celanaku yang sedari tadi sudah menegang keras dan berdenyut intim."Bodyguard ya...?" rayu Diva, wajahnya maju hingga bibir ranumnya nyaris menyentuh sudut bibirku. "Tapi pengawal saya yang satu ini jujur banget di bawah sini. Dia nggak bisa bohong kalau dia lagi butuh saya, Kipli."Sentuhan langsung di area sensitifku itu seperti menyiram bensin ke dalam kobaran api. Posisiku sebagai bodyguard, batasan profesionalitas mendadak langsung hangus terbakar dari kepalaku dalam sekejap mata.Pertahanan akal sehatku yang sudah kupertahankan mati-matian seolahruntuh berkep

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 74

    "Mbak Diva terlalu seksi, saya jadi nggak konsen mijatnya," ujarku jujur. Tanganku kini beralih dari pinggang, perlahan mengusap kulit paha mulusnya yang mulai terekspos karena gaun tidurnya makin tersingkap ke atas.Diva perlahan membalikkan tubuhnya menjadi telentang. Dia menatapku dari bawah dengan sepasang mata yang sayu, berair, dan penuh dengan kilat dominasi yang berbaur gairah.Pemandangan di depanku gila.Gaun tidur sutra hitamnya yang super tipis itu bergeser naik sampai batas pangkal paha, mengekspos lekuk kaki jenjangnya yang putih bersih dan mulus tanpa cela.Potongan dada gaunnya yang rendah juga melonggar sempurna. Pemandangan itu memamerkan sepasang gundukan dadanya yang montok, padat, dan besar, naik-turun seiring deru napasnya yang mulai memburu.Bahkan, puting dadanya sampai mencetak samar di balik kain sutra tipis itu. Hal itu bikin darah lelakiku berdesir hebat sampai ke ubun-ubun."Kalau nggak konsen... kenapa nggak langsung kamu serang aja bos kamu ini, Kipli?"

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 73

    Langkahnya lambat namun pasti. Diva mulai berjalan mengitari tubuhku yang mematung di dekat pintu. Dia menelitiku dari belakang, berputar ke samping, seolah sedang menginspeksi seorang tawanan.Aroma parfum mahalnya yang sensual langsung menusuk hidungku saat dia berhenti tepat di belakang punggungku. Diva memajukan wajahnya, lalu berbisik dengan sangat pelan tepat di lubang telingaku. Napasnya yang hangat membuat bulu kudukku meremang seketika."Olahraga subuh ya...?" bisik Diva dengan nada menyindir yang sangat kental."I-iya, Mbak. Olahraga ringan biar badan nggak kaku," jawabku, mencoba tetap konsisten dengan kebohonganku.Diva berpindah posisi ke depanku, menatap lurus ke dalam mataku dengan jarak yang sangat dekat. Jari telunjuknya yang berkuku merah menyala bergerak naik, menyentuh dadaku yang terbalut kemeja, lalu mengusapnya perlahan ke atas menuju leherku."Lalu... olahraga apa yang nggak ngebuat badanmu berkeringat, Kipli?" tanya Diva pelan, namun nadanya sarat akan intimid

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 72

    "Sudah ah, nggak usah dipikirin!" seru Kanya mendadak, kembali ke mode imutnya dalam sekejap. "Ayo, kita lanjut latihan lagi. Masih ada beberapa gerakan yang harus disinkronkan sama koreografer!""Eh? Latihan lagi? Ini kan sudah larut malam, Mbak," ujarku sambil melirik jam dinding studio."Nggak ada alasan! Pokoknya video ini harus sempurna!" ketus Kanya sambil menarik lenganku kembali ke tengah ruangan.Kami pun kembali tenggelam dalam sesi latihan yang menguras tenaga. Kanya seorang profesional yang perfeksionis kalau sudah menyangkut karyanya. Kami terus mengulang gerakan dan mencocokkan ketukan musik, hingga tanpa sadar malam semakin larut."Sekali lagi, Kipli! Pas bagian memukul, kamu harus liat mata aku," ucap Kanya terengah-engah, menyeka keringat di pelipisnya."Ini udah ke-sepuluh kalinya, Mbak Kanya. Mbak nggak capek?" tanyaku sambil bersandar di dinding cermin studio.Kanya tidak menjawab. Dia malah berjalan mendekat, lalu tiba-tiba menyandarkan kepalanya di dadaku yang ma

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 71

    Aku terdiam sejenak, meresapi ucapan gadis di depanku.Ada benarnya juga apa yang dikatakannya. Ini bisa jadi kesempatan besar buat memperluas pengaruhku ke industri hiburan yang lebih luas, sekaligus bikin hubungan kami berdua jadi makin dekat."Jadi, saya harus gerak gimana di depan kamera?" tanyaku akhirnya, mulai mengalah."Nah, gitu dong! Bagus!" Kanya melompat kegirangan."Nanti pas bagian interlude musiknya berdegup kencang, kamu masuk ke frame. Kamu pasang kuda-kuda silat kamu yang aneh itu, lalu lakukan gerakan memutar dan memukul udara dengan tenaga dalam kamu sampai anginnya kerasa ke kamera. Biar kelihatan keren tapi tetap kocak!""Oke, saya coba," kataku sambil mengembuskan napas panjang.Proses pengambilan gambar pun dimulai. Musik diputar dengan volume keras melalui pelantang suara studio.Kanya mulai menari dengan anggun di depan kamera, memperlihatkan pesonanya sebagai seorang Idol profesional. Tubuhnya yang mungil bergerak lincah, memancarkan aura bintang yang luar b

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 70

    "Lama banget sih, Kipli!"Suara cempreng nan merdu khas Kanya menyambutku begitu aku mendorong pintu kedap suara studio rekaman bernuansa neon biru dan merah muda itu. Gadis mungil itu sedang duduk di atas sofa kulit besar, mengenakan headphone nirkabel yang melingkari lehernya, lengkap dengan baju latihan yang agak longgar."Maaf, Mbak Kanya. Tadi jalanan agak padat," jawabku santai, berjalan mendekat.Kanya mengerucutkan bibirnya yang mungil, melipat kedua tangan di dada dengan gaya manja yang khas. "Halah, alasan! Kamu pasti habis sibuk sama Mbak Ciska ya? Atau sama Mbak Diva? Atau malah nemenin Mayden sama Sora?""Nggak, karena jalanan padat," ujarku sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal, berusaha menyembunyikan rasa bersalah karena tebakannya tentang Diva sebenarnya seratus persen akurat.Kanya mendengus, matanya yang bulat menatapku tajam, meneliti penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki."Kamu ngerasa nggak sih, Kipli? Belakangan ini kamu tuh kayak mengabaikan aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status