공유

Ambang Batas

작가: Sabrina dewi
last update 게시일: 2026-03-12 18:46:59

Hari-hari pertama Nadia di Paris terasa seperti badai yang bergerak tanpa henti.

Residensi seni di Montmartre yang awalnya ia bayangkan sebagai waktu tenang untuk melukis ternyata jauh lebih sibuk dari yang ia duga.

Setiap pagi Nadia bangun sebelum matahari benar-benar naik. Cahaya pucat Paris masuk melalui jendela tinggi studionya, menyinari kanvas-kanvas yang bersandar di dinding.

Kopi pertama selalu ia minum sambil berdiri di dekat jendela.

Dari sana ia bisa melihat atap-atap bangunan tu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Om Bule Kekasihku   Pulang Lebih Cepat

    Selesai rapat besar bukan berarti pekerjaan Daniel langsung berakhir. Justru sebaliknya, begitu para investor meninggalkan kantor pusat, puluhan email baru sudah menunggu. Dokumen yang perlu ditinjau. Kontrak yang perlu disetujui. Laporan yang perlu dibaca. Namun ada satu perbedaan besar dibanding beberapa tahun lalu. Sekarang Daniel punya alasan untuk tidak menghabiskan seluruh harinya di kantor. Dan alasan itu berjumlah empat orang. Nadia. Elena. Noah. Dan Nora. Di ruang kerjanya yang berada di lantai paling atas gedung perusahaan, Daniel sedang menandatangani beberapa dokumen ketika Paul masuk membawa tablet. "Tuan." "Ada apa?" "Tim legal sudah menyelesaikan revisi kontrak" ucap Paul. "Bagus" jawab Daniel. singkat. "Dan investor Jepang meminta jadwal pertemuan lanjutan." Daniel mengangguk. "Atur minggu depan." Paul mencatat semuanya. Namun beberapa detik kemudian ia menyadari sesuatu. Daniel menatap layar komputer. Tetapi tidak membaca apa pun. "Tuan?" "Hm?

  • Om Bule Kekasihku   CEO Yang Kurang Tidur

    Pukul lima pagi. Villa Blankenese masih gelap dan tenang. Setidaknya untuk ukuran rumah yang dihuni dua bayi kembar. Daniel baru saja berhasil tidur sekitar satu jam ketika suara tangisan Nora terdengar dari baby monitor. Beberapa menit kemudian Noah ikut bergabung. Daniel membuka mata perlahan. Tatapannya kosong selama beberapa detik. Lalu ia menatap langit-langit kamar. "Ini serangan terkoordinasi lagi." Nadia yang sedang berusaha menahan tawa langsung memukul lengannya pelan. "Mereka masih bayi." "Aku tahu mereka bekerja sama" jawab Daniel. "Kamu mulai halusinasi karena kurang tidur." Daniel tidak menjawab. Karena sebagian dirinya mulai berpikir Nadia mungkin benar. Satu jam kemudian, semua kembali tenang.Noah dan Nora tertidur, Nadia kembali beristirahat. Daniel sedang menikmati secangkir kopi ketika ponselnya bergetar. Satu pesan. Dari Paul."Tuan, saya perlu berbicara dengan Anda segera." Daniel langsung membaca pesan itu dua kali. Karena Paul jarang menggunaka

  • Om Bule Kekasihku   Rencana Masa Depan

    Seminggu setelah Noah dan Nora pulang ke Villa Blankenese, seluruh penghuni rumah akhirnya memahami satu kenyataan yang sama. Bayi kembar memang menggemaskan. Sangat menggemaskan. Namun mereka juga mampu membuat seluruh rumah kehilangan jadwal tidur yang normal. Termasuk Daniel Charter. Pria yang selama bertahun-tahun mampu mengelola perusahaan internasional, menghadapi negosiasi bernilai miliaran euro dan menyelesaikan krisis bisnis tanpa kehilangan ketenangan. Kini terlihat kebingungan karena dua bayi berusia beberapa hari. Dan hal itu menjadi hiburan bagi seluruh keluarga. Pukul dua dini hari. Noah menangis. Daniel langsung bangun. Beberapa detik kemudian Nora ikut menangis. Daniel bangun sepenuhnya. Lalu lima menit kemudian Noah kembali menangis dan Nora menyusul. Daniel menatap langit-langit kamar. "Mereka ini kerja sama." Nadia yang sedang menyusui Nora tertawa pelan. "Mereka masih bayi" jawab Nadia. "Mereka bersekongkol" kata Daniel. "Kamu terlalu banyak mem

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Keluarga

    Suasana hangat yang tercipta setelah percakapan antara Margaret dan Ayu masih terasa bahkan hingga malam hari. Villa Blankenese yang besar itu dipenuhi tawa, percakapan, dan sesekali tangisan kecil Noah atau Nora yang langsung membuat setengah penghuni rumah bergerak bersamaan. Malam itu setelah makan malam selesai, sebagian besar keluarga berkumpul di ruang keluarga. Perapian memang tidak dinyalakan karena musim panas, tetapi lampu-lampu hangat dan suara ombak Sungai Elbe di kejauhan menciptakan suasana yang nyaman. Noah sedang tidur di pelukan Daniel. Sedangkan Nora tertidur di gendongan Nadia. Pemandangan yang masih membuat semua orang tersenyum. Karena beberapa bulan lalu, kamar bayi itu masih kosong. Dan sekarang ada dua penghuni kecil yang menjadi pusat dunia mereka. Di sofa panjang, Ayu duduk di samping Margaret. Kalung pemberian Margaret masih tergantung di lehernya. Beberapa kali tangannya tanpa sadar menyentuh liontin kecil itu. Margaret memperhatikannya. "Kamu men

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Undangan

    Beberapa hari setelah kepulangan Noah dan Nora ke Villa Blankenese, kehidupan perlahan mulai menemukan ritmenya. Meski "tenang" mungkin bukan kata yang tepat. Karena sekarang ada dua bayi yang bisa bangun bergantian sepanjang malam. Atau kadang-kadang bersamaan. Yang menurut Daniel merupakan bentuk konspirasi kecil terhadap waktu tidurnya. Pagi itu seluruh keluarga sedang menikmati sarapan di teras belakang. Udara musim panas Hamburg terasa nyaman. Noah tertidur di gendongan Nadia. Sedangkan Nora sedang berada dalam pelukan Oma Margaret yang tampak sangat menikmati perannya sebagai nenek. "Aku rasa aku akan pindah ke Hamburg" kata Margaret tiba-tiba. Thomas yang sedang minum kopi hampir tersedak. "Kita sudah membahas ini." Margaret tersenyum. "Dan aku masih menyukainya." Daniel hanya menggeleng. Sementara Elena langsung menyambut ide itu. "Oma tinggal di sini saja." Margaret tertawa. "Nanti Opa protes." "Aku tidak protes" jawab Thomas. "Kamu tidak protes?" tanya Marg

  • Om Bule Kekasihku   Kehangatan Keluarga

    Villa Blankenese yang selama beberapa bulan terakhir dipenuhi persiapan kelahiran kini memasuki babak baru. Babak yang jauh lebih ramai. Jauh lebih berisik. Dan jauh lebih melelahkan. Noah Charter dan Nora Charter akhirnya resmi menjadi penghuni termuda villa itu. Dan seluruh isi rumah mulai menyadari satu fakta penting. Dua bayi kecil bisa mengubah ritme hidup seluruh keluarga. Pukul tiga dini hari. Daniel terbangun. Bukan karena alarm. Bukan karena panggilan pekerjaan. Melainkan karena suara tangisan kecil. Ia membuka mata perlahan. Lalu mendengar suara tangisan kedua menyusul beberapa detik kemudian. Daniel langsung duduk. "Nadia." Nadia yang juga baru terbangun menghela napas pelan. "Keduanya?" tanya Nadia. "Keduanya." Mereka saling berpandangan. Lalu tertawa kecil. Karena ternyata beginilah rasanya menjadi orang tua bayi kembar. Keesokan paginya, Daniel yang biasanya selalu terlihat sempurna kini tampak sedikit berbeda. Rambutnya tidak serapi biasanya. Matany

  • Om Bule Kekasihku   Jejak Yang Tertinggal Diantara Kita

    Senja mulai turun di Ubud, memandikan segala sesuatu dengan warna keemasan yang lembut namun sayangnya, tidak ada yang terasa lembut di dada Nadia sore itu. Setelah percakapan panjang dengan Daniel mengenai keputusannya kembali ke Eropa untuk menyelamatkan perusahaannya, dunia di sekitarnya terasa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Om Bule Kekasihku   Retakan Yang Tidak Disengaja

    Pagi di Ubud kembali berlinang cahaya lembut, tapi hati Nadia terasa semakin berat. Hari-hari ini ia semakin sering terbangun lebih pagi, bukan karena segar… melainkan karena kecemasan halus yang merayap sejak Daniel tiba di Eropa. Ia mengecek ponselnya begitu bangun. Tidak ada pesan.Biasanya Da

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Om Bule Kekasihku   Saat Dunia Mereka Terasa Berbeda

    Pagi di Ubud hangat seperti biasa, tetapi hati Nadia masih terasa dingin. Ia membuka cafe sambil menahan rasa hampa yang pelan-pelan mencoba menyelinap setiap kali ia melihat ponselnya yang sepi. Daniel belum menghubungi lagi sejak pesan singkat semalam. Ia tidak ingin menuduh. Tidak ingin mera

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Om Bule Kekasihku   Antara Rahasia Dan Ketakutan

    Nadia duduk di kursi kerja Daniel, yang terasa terlalu besar untuk tubuh mungilnya. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar suara AC dan samar-samar percakapan dari lantai bawah. Dari tempatnya, ia bisa melihat hampir seluruh pemandangan Ubud: sawah, pohon kelapa, dan garis langit yang lembut. Namun p

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status