Home / Romansa / Om Bule Kekasihku / Tangis di Monkey Forest

Share

Tangis di Monkey Forest

Author: Sabrina dewi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-08 08:32:18

Pagi di Ubud terasa segar setelah hujan deras semalam. Udara lembap masih menyimpan aroma tanah basah dan daun-daun yang mengilap terkena sinar matahari.

Hari itu Nadia, Daniel, dan Elena berencana berjalan-jalan ke Sacred Monkey Forest Sanctuary. Elena sudah sangat bersemangat sejak bangun pagi.

“Aku mau lihat monyet!” seru Elena sambil melompat kecil di halaman rumah orang tua Nadia.

Daniel tertawa kecil. “Tapi ingat, jangan terlalu dekat.”

Elena mengangguk cepat, meskipun wajahnya menunj
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Om Bule Kekasihku   Kembali Ketempat Semuanya Dimulai

    Tiga bulan kemudian. Musim dingin mulai mendekati Hamburg. Udara pagi semakin dingin. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese hampir kehilangan seluruh daunnya. Namun di dalam villa, suasana tetap hangat. Terutama karena Noah dan Nora yang kini berusia delapan bulan mulai merangkak ke mana-mana. Dan itu berarti, tidak ada sudut rumah yang aman lagi. "PAPA!" Teriakan Elena terdengar dari lantai bawah.Daniel yang sedang mengikuti rapat daring langsung memejamkan mata. Karena berdasarkan pengalaman, teriakan Elena biasanya berarti sesuatu telah terjadi. "Apa?" "Noah kabur!" Daniel langsung menutup laptop. Dan berlari keluar ruang kerja. Beberapa detik kemudian ia menemukan Noah sedang merangkak dengan penuh semangat menuju mangkuk makanan Bruno. Sedangkan Bruno sendiri terlihat bingung. "Noah." Daniel mengangkat putranya."Kita sudah membahas ini." Noah tertawa, seolah tidak merasa bersalah sama sekali. Sementara itu di sisi lain ruangan, Nora sedang mencoba memakan salah s

  • Om Bule Kekasihku   Kisah Yang Berawal Dari Pantai Kuta

    Malam itu hujan turun perlahan di Hamburg. Bukan hujan deras, hanya rintik-rintik lembut yang membuat suasana Villa Blankenese terasa semakin hangat. Di ruang keluarga, semua orang berkumpul seperti biasa. Noah dan Nora yang kini semakin aktif sedang menjadi pusat perhatian. Nora baru saja berhasil membalikkan tubuhnya sendiri untuk pertama kalinya. Prestasi yang langsung dirayakan seluruh keluarga seolah-olah ia baru memenangkan olimpiade. "Dia jenius" kata Elena bangga. "Itu hanya berguling" kata Daniel. "Tetap jenius." Yang membuat semua orang tertawa. Tak lama kemudian, Nora mulai menguap. Sedangkan Noah sudah tertidur di pelukan Nadia. Melihat kedua bayi mulai mengantuk, Nadia menyerahkan Nora kepada Daniel lalu duduk kembali di sofa. Entah bagaimana, pembicaraan malam itu beralih ke masa lalu. Awalnya karena Elena mendapat tugas sekolah untuk menulis tentang kisah cinta yang menginspirasi. Dan tentu saja, ia langsung menjadikan orang tuanya sebagai bahan wawancara. "M

  • Om Bule Kekasihku   Mimpi Yang Menjadi Kenyataan

    Tiga bulan kemudian.Musim gugur telah tiba di Hamburg. Daun-daun berwarna emas dan jingga menghiasi jalanan Blankenese. Udara terasa lebih dingin. Namun Villa Blankenese tetap hangat seperti biasanya. Terutama karena dua bayi kecil yang kini menjadi pusat dunia semua orang, Noah Charter dan Nora Charter. Usia mereka kini hampir lima bulan. Dan keduanya tumbuh dengan sangat sehat. Noah mulai menunjukkan sifat yang sangat mirip Daniel tenang, jarang menangis, namun sangat keras kepala. Sedangkan Nora jauh lebih ekspresif, suka tertawa, suka mencari perhatian dan sangat senang berada dalam pelukan Nadia. "Yang ini anak mama" kata Nadia sambil menggendong Nora. "Yang itu anak papa" sahut Ayu sambil menunjuk Noah. Daniel yang sedang membaca laporan perusahaan hanya mengangkat alis. "Aku tidak sekeras kepala itu." Semua orang langsung tertawa. Bahkan Camille, yang biasanya paling sulit tertawa. Sementara itu Elena telah menjalani sekolah selama beberapa bulan. Dan ternyata ia san

  • Om Bule Kekasihku   Awal Yang Baru

    Waktu berlalu dengan cepat. Musim panas perlahan mulai berakhir. Udara Hamburg mulai terasa sedikit lebih sejuk pada pagi hari. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese masih hijau, tetapi tanda-tanda pergantian musim mulai terlihat. Dan untuk keluarga besar itu, kehidupan perlahan kembali ke rutinitas normal. Atau setidaknya senormal mungkin bagi keluarga Charter. Pagi itu suasana villa terasa sedikit berbeda. Karena Margaret dan Thomas akan kembali ke London. Setelah tinggal cukup lama di Hamburg untuk menemani Nadia setelah kelahiran Noah dan Nora, hingga pernikahan Paul dan Ayu. Kini mereka harus kembali. Meskipun sebenarnya tidak ada seorang pun yang benar-benar ingin berpisah. Di ruang makan, sarapan berlangsung lebih tenang dari biasanya. Margaret sedang menggendong Nora, sedangkan Thomas memangku Noah. Keduanya tampak menikmati setiap detik terakhir bersama cucu-cucu mereka. "Oma akan kembali bulan depan" kata Margaret kepada Nora yang sedang tertidur. "Aku rasa dia belum

  • Om Bule Kekasihku   Kunjungan Pertama Di Rumah Baru

    Dua hari setelah pernikahan. Pagi di Villa Blankenese berlangsung seperti biasa atau setidaknya seperti biasa bagi keluarga Charter. Yang berarti cukup ramai. Noah menangis karena lapar, Nora ikut menangis karena Noah menangis. Bruno berlari ke sana kemari. Dan Elena sibuk mengawasi semua orang seolah-olah dirinya adalah manajer rumah tangga. Di tengah suasana itu, Nadia sedang menyusui Nora ketika Elena tiba-tiba datang membawa sebuah ide. "Ide bagus." Nadia langsung waspada. Karena biasanya kalimat itu berakhir dengan kekacauan kecil. "Apa?" "Kita harus mengunjungi rumah Tante Ayu." Nadia tersenyum. "Tante Ayu?" "Iya." "Bagus." Nadia mengangguk puas. Memang sejak lama ia mengajari Elena memanggil Ayu dengan sebutan tante. Karena suatu hari nanti Noah dan Nora pasti akan mengikuti apa yang dilakukan kakak mereka. Dan Nadia ingin mereka tumbuh dengan menganggap Ayu sebagai keluarga, bukan sekadar sahabat. "Kalau nanti Noah dan Nora besar..."kata Nadia. "Mereka juga har

  • Om Bule Kekasihku   Pagi Pertama Sebagai Suami Istri

    Pagi hari setelah pernikahan.Matahari musim panas menyinari Hamburg dengan cahaya hangat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Ayu bangun sebagai Nyonya Weiss. Dan untuk pertama kalinya pula, ia bangun di rumah yang secara resmi menjadi miliknya dan Paul. Rumah hadiah pernikahan dari Daniel dan Nadia. Rumah yang hanya berjarak beberapa menit dari Villa Blankenese. Rumah yang masih terasa seperti mimpi. Ayu membuka mata perlahan. Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar. Lalu menoleh ke samping, Paul masih tertidur. Sangat jarang melihat pria itu tertidur begitu pulas. Biasanya bahkan saat libur sekalipun ia selalu bangun lebih awal. Namun kemarin adalah hari yang panjang, hari yang penuh emosi dan hari yang mengubah hidup mereka. Senyum kecil muncul di wajah Ayu. Ia mengamati wajah suaminya beberapa saat, kemudian tertawa pelan. Karena kata "suami" masih terdengar aneh di telinganya. "Kenapa tertawa?" Ternyata Paul sudah bangun dan langsung menangkap basah dirin

  • Om Bule Kekasihku   Retakan Yang Tidak Disengaja

    Pagi di Ubud kembali berlinang cahaya lembut, tapi hati Nadia terasa semakin berat. Hari-hari ini ia semakin sering terbangun lebih pagi, bukan karena segar… melainkan karena kecemasan halus yang merayap sejak Daniel tiba di Eropa. Ia mengecek ponselnya begitu bangun. Tidak ada pesan.Biasanya Da

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Om Bule Kekasihku   Saat Dunia Mereka Terasa Berbeda

    Pagi di Ubud hangat seperti biasa, tetapi hati Nadia masih terasa dingin. Ia membuka cafe sambil menahan rasa hampa yang pelan-pelan mencoba menyelinap setiap kali ia melihat ponselnya yang sepi. Daniel belum menghubungi lagi sejak pesan singkat semalam. Ia tidak ingin menuduh. Tidak ingin mera

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Om Bule Kekasihku   Suara Kecil Dari Jauh

    Wajah kecil di layar ponsel itu membuat suasana ruangan berubah total. Elena memiliki rambut hitam bergelombang, mata besar setengah biru setengah hazel, perpaduan yang indah antara Daniel dan mantan istrinya. Nafas Nadia hampir terhenti melihat betapa miripnya gadis itu dengan Daniel ketika tersen

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Om Bule Kekasihku   Rahasia Yang Mulai Terlihat

    Pagi di Ubud terasa lebih sunyi dari biasanya. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan ketika Nadia membuka jendela kamarnya, membiarkan udara lembap bercampur bau tanah basah menyapu wajahnya. Ia belum sepenuhnya pulih dari kejadian semalam, kecanggungan, dan kedekatan yang membuat dadan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status