Inicio / Romansa / Om Duda! 2 / Chapter 11: Tentang Keinginan Kai

Compartir

Chapter 11: Tentang Keinginan Kai

Autor: Anaa
last update Fecha de publicación: 2023-08-27 19:01:25

"Naya tidak jadi kembali ke Lampung?"

Maya mengangguk, tersenyum menjawab pertanyaan putra sulungnya. "Mamah seneng banget, Dev...."

Devan juga tidak kalah senang mendengar berita itu. Setelah selesai mengantar Kai ke sekolah, Devan langsung mengunjungi rumah kedua orang tuanya, apalagi ketika mengetahui jika adiknya memutuskan untuk kembali tinggal di rumah.

"Naya di kamar?"

Maya menggeleng. "Nay ada di halaman samping."

Wajah Maya yang jelas sekali perubahannya itu menimbulkan tanda tanya di
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Anaa
Mau cerita aja haha... semalem aku baca ulang season1. Emang jahat banget si Devan! Bener-bener kacau dia, edan!...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Om Duda! 2   Cuap-cuap:)

    Hai teman-teman! Kalau di season 1 aku butuh waktu kurang lebih delapan bulan buat menyelesaikan, di season 2 ini aku makan waktu tiga tahun lima bulan buat sampai nulis epilog. Tiga tahun lebih—waktu yang bukan cukup lama... Tapi lama banget! Aku mau ngucapin banyak-banyak terimakasih buat semua teman-teman yang sudah mau baca novelku, terkhusus buat temen-temen yang sudah ngikutin novel Om Duda ini dari awal sampai akhir, masih ada 'kan? Aku juga mau minta maaf karena sudah sering buat kalian nunggu update. Buat teman-teman yang sering muncul di kolom komentar dari awal sampai sekarang, mungkin kalian nggak sadar, tapi komentar kalian sering banget bikin aku semangat buat lanjut nulis. Makasih sudah tetap baca, dan terus dukung cerita ini sampai akhir. Hehehe.... Gimana? Apa pendapat kalian setelah baca novel dengan dua season ini? Semoga novel ini worth it untuk kalian baca ya, terlebih buat yang udah selalu nunggu aku update. Akhir yang manis buat kisah Devan dan Disya

  • Om Duda! 2   Epilog

    Proses persalinannya kurang lebih tinggal sebulan lagi, banyak yang menantikan, kediaman Devan lebih sering dikunjungi oleh beberapa keluarga—terlebih jika di siang hari, ketika Devan sedang bekerja, Disya tidak akan pernah sendirian pasti ada saja salah satu keluarga yang menemani. Naya juga sering sekali menginap, Samudra akan menjemputnya setelah dua atau tiga hari Naya berada di rumah Devan dan Disya. Disya sangat bersyukur, keluarganya begitu sangat menyayanginya. Banyak hal yang sudah dilalui, tangisan, kekecewaan,kesalah pahaman, kehilangan—tetapi, pada akhirnya kebahagiaan juga menghampiri... begitulah hidup berjalan. "Jelek ya?" "Apa?" "Kaki Disya... bengkak." Devan yang sedang fokus memotongi kuku kaki Disya seketika langsung menghentikan kegiatannya, menatap istrinya lalu menggeleng pelan. "Tidak jelek." Disya terkekeh pelan mendengar jawaban Devan. "Terimakasih ya sudah m

  • Om Duda! 2   Chapter 86: Tanpa Jarak

    Malam datang perlahan, semua yang hadir sudah berpamitan pulang—masih jam delapan malam, belum memasuki tengah malam, mereka memilih langsung pulang agar Disya bisa beristirahat katanya—manis sekali 'kan? "Sya, masih suka ngidam ngga?" tanya Naya masih tertawa karena baru saja menonton video si kembar yang cemberut karena disuruh memakai kostum Upin & Ipin, handphone masih di tangan, video dijeda untuk beberapa saat. "Hmm... ngga sih," jawab Disya seadanya, tetapi perempuan itu masih berpikir mencoba mengingat. "Kamu ngerjain si kembar ya? Atau beneran ngidam kaya gini sih?" tanya Naya lagi memastikan. "Beneran ngidam, Nay. Beneran maunya dede bayi nonton Upin & Ipin sama si kembar. Awalnya aku iseng nanya sama Dokternya waktu USG, jangan-jangan aku lagi hamil anak kembar. Eh, Dokternya malah kaget, kok aku tahu katanya. Padahal Dokternya udah punya niat kalau kehamilan aku yang kembar ini mau diraha

  • Om Duda! 2   Chapter 85: Gender Reveal

    "Kok ngga ada dekorasi sih, Sya?" tanya Alya dengan kening mengernyit menatap sekitaran halaman rumah, hanya ada Devan dan si kembar yang sedang duduk di gazebo sibuk meniup balon. "Bang Devan tuh ngga punya duit sampe ngga mampu buat beli dekor!" dumel Gio dengan wajah memerah kesal. Alya, Fani, dan juga Yumna yang baru datang sama-sama mengeryit menatap Disya. "Padahal kalau pake dekor lebih bagus lho, Sya. Bisa bikin postingan sosmed kita estetik tau!" usul Alya. "Bang Devan tuh kolot banget!" Lagi-lagi Gio mulai mengomel. "Lo juga, Sya! Bisa-bisanya ketularan Bang Devan sih?" Disya terkekeh pelan. "Acaranya kan jam tiga sore, ini masih jam sepuluh. Kalian datangnya kepagian sih makannya disuruh Pak Devan niup balon." Gio mencebik kesal, tetapi mulutnya masih sibuk meniup balon. Dio juga melakukan hal yang sama, bedanya lelaki itu lebih bersikap tenang seperti Devan. "Kita pesen dekor kok, sebentar lagi juga s

  • Om Duda! 2   Chapter 84: Melekat vs Menjauh

    "Ada apa?" tanya Disya melirik suaminya beberapa detik, lalu kembali fokus dengan kegiatanya yang sedang memasangkan dasi di leher Devan.Lelaki itu tersenyum lalu mengusap lembut pipi kanan Disya. "Kamu cantik sekali, Sya?"Disya memberengut, memukul pelan dada Devan untuk menutupi rasa gugupnya. Bukan satu, dua bulan mereka bersama. Tetapi, Disya selalu dibuat salah tingkah jika Devan menggodanya. Jelas pipinya bersemu merah sekarang, membuat Devan gemas, tidak tahan untuk menciuminya, bahkan lelaki itu sudah memeluk tubuh Disya."Pak Devan harus sarapan, nanti telat.""Saya cuti lagi ya hari ini.""Ngga boleh! Kemarin kan Pak Devan udah ngambil cuti."Devan berdecak, lelaki itu malah semakin memeluk Disya erat. "Saya mau sama kamu terus...." rengeknya manja—Bukan Devan sekali 'kan?!"Ayo sarapan, di bawah Naya sama Bang Sam pasti nungguin!" kata Disya mencoba melepaskan pelukan suaminya."Biarkan saja mereka," ucap Devan sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya.Kalau sudah begi

  • Om Duda! 2   Chapter 83: Kebenaran Yang Ditunda

    "Abang cinta sama Naya, Sya...." Disya mengangguk pelan memeluk lengan Samudra dengan lembut sesekali mengelusnya, mencoba menyampaikan bahwa ia percaya dengan ucapannya—bagaimana Disya tidak percaya, manik mata Abangnya sudah memerah sekarang, bahkan berkaca-kaca jika saja matanya berkedip beberapa detik maka air mata yang menggenang itu akan jatuh membasahi pipinya. "Abang ngga tau kenapa kamu sama Devan masih belum percaya itu. Abang harus bagaimana lagi?" Disya menggeleng pelan. "Pak Devan bilang apa sama Bang Sam?" Tanya Disya memastikan, beberapa menit yang lalu suami dan abangnya ini baru mengobrol di halaman samping. Disya sudah mengetahui apa yang dibahas, tetapi ia tidak tahu secara rinci kalimat seperti apa yang suaminya ucapkan kepada Samudra sehingga lelaki itu sampai berkaca-kaca hendak menangis seperti ini. "Disya cuman takut—" "Sudah beberapa kali Abang bilang takut kalian itu keterlaluan, berlebihan. Apalagi sekarang

  • Om Duda! 2   Chapter 59: Kesepakatan

    Duduk setengah berbaring di atas karpet dengan alas tumpukan beberapa selimut bedcover yang menjadi satu, punggungnya bersandar di sofa, Devan memperhatikan kuku jari jemarinya yang sedang dipotong oleh Disya. "Sini Disya potongin kukunya, udah pada panjang itu." Hanya kalimat itu yang sebelumnya d

    last updateÚltima actualización : 2026-03-30
  • Om Duda! 2   Chapter 56: Kenangan

    Saat sarapan pagi itu, Kai meminta ijin kepada Devan untuk ikut bersama Husein dan Maya mengunjungi kediaman Samudra dan Naya di Bandung. Tentu saja Devan memberi ijin, akhir-akhir ini Kai pasti kesepian sekali, tidak ada Disya juga Naya—walaupun banyak bertengkar dengan Naya, tetapi tetap saja Kai

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Om Duda! 2   Chapter 57: Sakit

    Butuh waktu untuk ke luar dari rasa terpuruk karena duka mendalam. Disya masih merasa bersedih, kehilangan, menyesal, atas kepergian ketiga orang yang sudah menjadi bagian tersendiri di hidupnya. Husein, Maya, dan terlebih Kai—bolehkah waktu diputar kembali? Disya ingin memperbaiki hubungannya deng

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Om Duda! 2   Chapter 52: Tentang Sarah

    “Tipe gue oke ngga, Bang?”Devan menengok, menatap Gio yang juga sedang menatapnya dengan senyuman lebar juga kedua alisnya yang dinaik turunkan setelah mengajukan pertanyaannya.“Hm.”“Cantik banget Sarah—”“Sudah sedekat itukah kalian sampai kamu tidak memanggil Sarah dengan sebutan Mba—dia lebih tua

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status