Share

Agen Ganda

Author: Wii
last update Last Updated: 2025-08-28 12:34:05

Malam itu, rombongan Lucca tiba di sebuah hotel bintang lima yang terletak tak jauh dari Grand Canal. Mereka menyamar seperti pebisnis kaya raya agar tidak menarik perhatian siapapun. Puluhan bodyguard berpakaian rapi segera mengamankan seluruh area hotel.

Lucca berjalan tegap melewati lobi, wajahnya dingin tanpa senyum. Carlo berjalan di sisinya, sementara Franco dan Ciro sibuk memberi instruksi pada para penjaga. Wyatt memastikan semua CCTV hotel bisa dipantau langsung dari kamar suite Lucca.

Begitu pintu suite mewah itu tertutup, Lucca langsung melepaskan jas hitamnya. Ia duduk di kursi dengan pandangan kosong sejenak, sebelum akhirnya berkata pelan namun penuh tekanan, “Cannaregio tidak boleh jatuh ke tangan Serpente Nero, sekalipun hanya semalam. Jika itu terjadi, reputasi kita akan hancur.”

“Aku setuju,” ucap Carlo, menunduk.

“Bagaimana dengan para petinggi Il Trono del Nord? Sudah dihubungi?”

Carlo mengangguk. “Para petinggi sudah dihubungi. Mereka akan tiba dalam waktu satu ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Owned by The Don   Kecemasan Bianca

    Pasukan Il Trono del Nord berdiri di antara gudang yang porak-poranda, bau mesiu masih tebal menyesaki udara. Tubuh-tubuh tak bernyawa dari Serpente Nero berserakan, bercampur dengan sisa kayu peti amunisi yang hancur berantakan.Namun, tidak ada sorak kemenangan. Tidak ada pekikan gegap gempita. Yang terdengar hanyalah napas berat mereka yang masih terengah, dan derap langkah pelan menunggu perintah.Hening yang menyelimuti seakan menjadi bentuk penghormatan terhadap betapa besar darah yang baru saja tertumpah. Semua mata terarah pada sosok Lucca yang berdiri tegak dengan wajah dingin. Tatapan matanya tajam, namun ada ketenangan yang menyalurkan komando tanpa harus berteriak.“Bagilah tugas kalian,” suara Lucca akhirnya terdengar rendah, tapi cukup untuk menggema di antara pasukan. “Sebagian dari kalian, bersihkan gudang ini. Jangan sisakan jejak. Yang lain, bawa Elio ke tempat pengasingan kita di Venesia. Dia resmi menjadi tahanan kita sek

  • Owned by The Don   Jatuhnya Serpente Nero

    Gudang Cannaregio sudah seperti neraka. Bau mesiu menusuk hidung, darah segar mengalir di lantai semen, dan jeritan bercampur dengan suara tembakan.Guiseppe Russo berdiri di tengah aula, wajahnya dipenuhi amarah dan kekecewaan. Ia melepaskan beberapa tembakan ke udara.“Diam! Hentikan! Turunkan senjata kalian!” suaranya menggema keras, membuat sebagian orang tersentak dan berhenti bergerak.Namun, suasana tetap panas. Kelompok yang sudah terlanjur saling curiga enggan meletakkan senjata. Ada yang berdarah di pelipis, ada yang masih menodongkan pistol ke arah rekannya sendiri.Guiseppe menendang meja kayu hingga hancur berantakan. “Aku bilang berhenti! Siapa pun yang terus menembak, akan kubunuh dengan tanganku sendiri, sekarang juga!”Hening sesaat. Napas kasar pasukannya terdengar. Mata mereka liar, penuh kebencian, tapi ketakutan pada Guiseppe menahan mereka untuk melakukan hal lebih.Elio yang masih dijaga dua orang di sudut ruangan tampak menunduk, menyembunyikan senyum kecilnya.

  • Owned by The Don   Siasat Lucca Berhasil

    Beberapa jam kemudian, Elio berhasil mendekati dua anggota Serpente Nero muda yang berjaga di ruang bawah. Dengan suara berbisik, ia mulai menebar racun.“Kalian tahu, kan, kenapa Lucca bisa tahu lokasi gudang kalian di Mestre beberapa bulan lalu? Itu bukan sebuah kebetulan. Itu terjadi karena ada orang dalam. Dan aku tahu siapa dia.”Penjaga itu menatapnya curiga. “Kau bicara apa, Elio?”Elio menatap kanan dan kiri, lalu mendekatkan wajahnya. “Orang itu dekat dengan Guiseppe. Tapi aku butuh waktu untuk membuktikannya. Kalau aku bicara sekarang, Guiseppe tak akan percaya. Dia akan melindungi pengkhianat itu.”Bisikan itu pun dengan cepat menyebar. Keesokan harinya, beberapa anggota mulai menatap curiga—satu sama lain. Saling bisik, saling mengawasi, bahkan ada yang sengaja tidak mau berpatroli berdua karena takut dikhianati.Guiseppe menyadari perubahan itu. Ia menatap Elio semakin tajam saat datang ke ruangan baw

  • Owned by The Don   Umpannya sudah masuk

    Malam berikutnya, di dermaga yang sepi, seorang pria berjas lusuh berdiri gugup. Namanya Elio de Santis—mantan anggota Serpente Nero yang dulu kabur karena takut dieksekusi. Kini, Lucca memberinya satu kesempatan untuk menebus semuanya.Carlo mendekatinya, menepuk pundaknya dengan keras. “Kau hanya perlu melakukan misi ini, sesuai perintah Don Lucca. Masuk ke gudang, bangun kepercayaan mereka, lalu sebarkan kabar bahwa ada pengkhianat di dalam tubuh Serpente Nero. Itu akan membuat mereka saling bunuh, sebelum kami turun tangan.”Elio menelan ludah. “Kalau mereka tidak percaya padaku?”Wyatt menyeringai dingin. “Maka kau akan mati. Cepat atau lambat. Jadi pilihannya sederhana: mati dengan sia-sia, atau mati sebagai alat kemenangan Don Lucca.”Elio menunduk, wajahnya pucat, tapi akhirnya ia mengangguk. “Baiklah. Aku akan lakukan.”Dengan perahu kecil, Elio bergerak menyusuri kanal menuju Cannaregio. Sementara dari k

  • Owned by The Don   Agen Ganda

    Malam itu, rombongan Lucca tiba di sebuah hotel bintang lima yang terletak tak jauh dari Grand Canal. Mereka menyamar seperti pebisnis kaya raya agar tidak menarik perhatian siapapun. Puluhan bodyguard berpakaian rapi segera mengamankan seluruh area hotel.Lucca berjalan tegap melewati lobi, wajahnya dingin tanpa senyum. Carlo berjalan di sisinya, sementara Franco dan Ciro sibuk memberi instruksi pada para penjaga. Wyatt memastikan semua CCTV hotel bisa dipantau langsung dari kamar suite Lucca.Begitu pintu suite mewah itu tertutup, Lucca langsung melepaskan jas hitamnya. Ia duduk di kursi dengan pandangan kosong sejenak, sebelum akhirnya berkata pelan namun penuh tekanan, “Cannaregio tidak boleh jatuh ke tangan Serpente Nero, sekalipun hanya semalam. Jika itu terjadi, reputasi kita akan hancur.”“Aku setuju,” ucap Carlo, menunduk.“Bagaimana dengan para petinggi Il Trono del Nord? Sudah dihubungi?”Carlo mengangguk. “Para petinggi sudah dihubungi. Mereka akan tiba dalam waktu satu ja

  • Owned by The Don   Memang itu yang aku inginkan

    “Siapkan mobil. Kita akan berangkat ke Venesia, sekarang!”“Baik, Don.”Carlo bergegas pergi, sementara Lucca tampak menahan amarah yang hampir meledak. Ini pertama kalinya ada pemberontak yang memasuki wilayahnya. Venesia adalah kunci utama perdagangan ilegal milik Il Trono del Nord. Tidak mungkin Lucca akan melepas begitu saja.Gudang di Cannaregio adalah kunci utama perdagangan mereka dan kemungkinan besar gudang itulah yang diincar Serpente Nero.“Kau yakin akan pergi?” tanya Bianca. Suaranya terdengar cemas.Lucca menatap Bianca. “Ya, aku harus pergi dan sebaiknya, kau tetap di sini. Aku akan meminta Felice untuk menjagamu.”“Kau tidak perlu mencemaskanku. Aku sudah terbiasa dengan musuh yang datang tiba-tiba,” ucap Bianca. Suaranya sedikit meninggi. “Aku justru mencemaskanmu. Lukamu masih belum sembuh total. Kau masih harus istirahat dari hal-hal semacam ini.”“Bianca, kau tidak tahu seberapa penting gudang itu bagi organisasiku. Gudang itu satu-satunya akses yang tepat untuk ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status