แชร์

Bab 94 Bunker Keheningan

ผู้เขียน: Seri E Gulo
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08 17:51:34

​Pintu logam bundar itu bergeser dengan suara gesekan baja yang berat, sebuah bunyi yang sangat asing bagi telinga Kora yang terbiasa dengan resonansi kristal. Saat mereka meluncur masuk ke dalam kegelapan, pintu di atas mereka tertutup rapat, memutus jeritan sonik dari Harmonic Kraken yang kelaparan.

​Tiba-tiba, lampu-lampu biopendar berwarna biru pucat menyala satu per satu, menyusuri dinding lorong yang terbuat dari logam hitam halus. Udara di dalam sini terasa dingin, statis, dan yang paling mengejutkan bagi Kora—benar-benar diam.

​Fasilitas 0-Kael: Proyek Transmutasi Frekuensi

​Mereka tiba di sebuah aula besar yang dipenuhi dengan tabung-tabung kaca raksasa. Di dalam tabung tersebut, terdapat benda-baju yang tampak seperti jam mekanis kuno yang telah menyatu dengan akar tanaman merambat. Di tengah ruangan, terdapat sebuah konsol besar dengan layar holografik yang berkedip lemah.

​Lyran mendekati konsol tersebut. Saat ia meletakkan busur Gema Kael di atas meja logam, sebuah suara
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 95 Konfrontasi di Ambang Kehampaan

    Gedoran pada pintu bunker berhenti seketika, digantikan oleh keheningan yang jauh lebih menakutkan daripada ledakan. Logam baja hitam setebal satu meter itu mulai meluruh, bukan hancur, melainkan terurai menjadi partikel abu-abu yang halus. Dari balik kabut dekomposisi tersebut, muncullah The Void Walkers.Prajurit-prajurit ini tidak memiliki bentuk fisik yang tetap. Mereka tampak seperti siluet manusia yang terbuat dari asap hitam pekat, dengan satu lubang cahaya putih di dada mereka sebagai sensor energi. Di depan mereka berdiri sang pemimpin serangan, General Malphas, seorang cyborg dari era transisi yang seluruh tubuhnya tertutup jubah mekanis berat.Uji Coba Modulator Kora"Begitu banyak suara yang bisa dipanen di dunia ini," suara Malphas terdengar statis dan berat, keluar dari pemancar di balik topeng bajanya. "Dan kau menyembunyikan jantungnya di dalam lubang ini?"Kora tidak menunggu perintah. Ia menyentuh modulator perak di lehernya. Melalui pikirannya, ia membayangkan sebua

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    Bab 94 Bunker Keheningan

    ​Pintu logam bundar itu bergeser dengan suara gesekan baja yang berat, sebuah bunyi yang sangat asing bagi telinga Kora yang terbiasa dengan resonansi kristal. Saat mereka meluncur masuk ke dalam kegelapan, pintu di atas mereka tertutup rapat, memutus jeritan sonik dari Harmonic Kraken yang kelaparan.​Tiba-tiba, lampu-lampu biopendar berwarna biru pucat menyala satu per satu, menyusuri dinding lorong yang terbuat dari logam hitam halus. Udara di dalam sini terasa dingin, statis, dan yang paling mengejutkan bagi Kora—benar-benar diam.​Fasilitas 0-Kael: Proyek Transmutasi Frekuensi​Mereka tiba di sebuah aula besar yang dipenuhi dengan tabung-tabung kaca raksasa. Di dalam tabung tersebut, terdapat benda-baju yang tampak seperti jam mekanis kuno yang telah menyatu dengan akar tanaman merambat. Di tengah ruangan, terdapat sebuah konsol besar dengan layar holografik yang berkedip lemah.​Lyran mendekati konsol tersebut. Saat ia meletakkan busur Gema Kael di atas meja logam, sebuah suara

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 93 Pasang Surut

    ​Meninggalkan Menara Resonansi yang masih bergetar akibat konflik dengan High Cantor Vax, Lyran dan Kora menuju ke arah Barat Daya. Di hadapan mereka terbentang Lautan Pasang-Surut Nada (The Tides of Pitch). Ini bukanlah lautan air, melainkan sebuah dataran rendah yang dipenuhi oleh partikel kristal cair yang bereaksi terhadap gravitasi dua matahari Sonora, menciptakan gelombang energi yang naik dan turun berdasarkan tinggi rendahnya nada alam.​Hukum Lautan Cair​Di tempat ini, udara memiliki kepadatan yang berubah-ubah. Jika nada yang dominan adalah nada tinggi (High Pitch), partikel kristal akan memadat, membuat udara terasa seberat timah. Jika nada menjadi rendah (Low Pitch), partikel akan merenggang, menciptakan ruang hampa yang bisa membuat paru-paru meledak.​"Jangan pernah bernapas jika kau melihat warna udara berubah menjadi ungu," Kora memberikan instruksi melalui bahasa isyarat dengan gerakan tangan yang tegas. Matanya terus waspada memantau "Meteran Frekuensi" di pergelang

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 92 Dunia Yang Tercipta

    Setelah Kael menjadi pilar stabilitas multidimensi, percikan energinya menyebar ke seluruh penjuru semesta yang baru lahir. Di sebuah sudut galaksi yang tersembunyi oleh kabut nebula emas, terdapat sebuah planet bernama Sonora. Di Sonora, daratan tidak terbuat dari tanah padat, melainkan dari kristal resonansi yang sangat sensitif terhadap suara. Pohon-pohon di sini tidak tumbuh melalui fotosintesis, tetapi melalui harmoni melodi yang ditiupkan oleh angin. Inilah dunia di mana Suara adalah Materi. Cerita kita dimulai dengan seorang pemuda bernama Lyran. Berbeda dengan penduduk Sonora lainnya yang terlahir dengan kemampuan untuk "menyanyi" dan membentuk realitas, Lyran terlahir Tuli-Nada. Bagi masyarakat Sonora, ini adalah kutukan tertinggi. Tanpa suara, ia tidak bisa membangun rumah, tidak bisa memetik buah yang hanya terbuka dengan nada tertentu, dan tidak bisa berkomunikasi dengan "Roh Gema" yang menjaga planet tersebut. Lyran hidup di pinggiran Kota Simfoni, bekerja sebagai pen

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 91 Rahasia Keberadaan

    Setelah pembentukan "Langit Baru" ,Kael bukan lagi sekadar planet, melainkan jantung dari konvergensi multidimensi. Namun, kompas emas yang ditemukan Kaelo tidak memberikan ketenangan. Jarumnya menunjuk dengan stabil ke arah koordinat yang secara matematis tidak seharusnya ada: Titik Nol, pusat ledakan dari mana segala realitas, waktu, dan kemungkinan pertama kali memancar.Sinyal purba yang memanggil mereka bukan lagi sebuah ancaman, melainkan sebuah undangan—atau mungkin, sebuah peringatan terakhir.Keberangkatan sang NavigatorRatu Elara II memutuskan bahwa ia sendiri yang harus melakukan perjalanan ini. Ia tidak membawa armada, hanya Kaelo dan kesadaran Aethel yang kini telah menyatu sepenuhnya dengan struktur "Silikon Hidup" di tubuh mereka. Mereka menggunakan kapal Ethereal Voyager, sebuah kendaraan yang tidak bergerak melintasi ruang, melainkan "melipat" makna keberadaan untuk berpindah dimensi."Jika kita masuk ke Titik Nol," Kaelo memperingatkan saat mereka bersiap di anjunga

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    Bab 90 Titik Temu

    Keberhasilan Kael dalam menyatukan semua garis waktu menjadikannya titik paling stabil di seluruh multiverse. Namun, stabilitas ini menciptakan efek samping yang tak terduga: Gravitasi Ontologis. Kael kini bertindak seperti "lubang hitam cahaya" yang menarik realitas-realitas lain yang sedang sekarat atau hancur di sudut-sudut jauh multiverse untuk mendekat.Planet Kael kini dikelilingi oleh ribuan "Celah Langit" yang membawa pengungsi dari peradaban yang gagal, garis waktu yang runtuh, dan dimensi yang mulai menguap.Arus Pengungsi MultidimensiIbu kota Kael, yang kini merupakan perpaduan antara kristal hidup, eter memori, dan struktur biologis, dipenuhi oleh mahluk-mahluk yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Ada mahluk gas dari planet nebula, kecerdasan kolektif dari dimensi fraktal, hingga versi manusia dari realitas di mana bumi tidak pernah terbentuk."Kita tidak bisa membiarkan mereka semua masuk tanpa kendali," lapor Kaelo, yang kini bertindak sebagai Navigator Realitas. "Kae

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status