LOGIN"Aku akan merahasiakan tempat ini dari siapa pun, tapi apakah aku bisa minta pendapatmu untuk satu hal?" sahut Cang Sin berujung sebuah pertanyaan."Pendapat apa?" tanya Yu Fei sembari mengarahkan pandangannya pada Cang Sin. "Aku terkena kutukan dari Dewi Lembah Seribu Obat. Aku melanggar karena tidak sengaja. Saat ini, aku sedang mencari penawar, berupa ilmu inti pendekar wanita. Aku sudah mendapatkan beberapa. Apakah selain ilmu inti, tidak ada penawar lain yang bisa memusnahkan kutukan yang kudapatkan ini?"Mendengar apa yang dikatakan oleh Cang Sin, Yu Fei diam sejenak. Wajahnya terlihat terkejut dengan apa yang diceritakan oleh Cang Sin tentang pria itu, tapi ia berusaha untuk tenang."Jika sudah mendapatkan cara, kenapa mencari cara yang lain? Lakukan saja cara itu sampai tuntas, kau juga akan terlepas dari kutukan itu, bukan?" katanya membuat Cang Sin membuang napas. "Cara ini terlalu rumit. Terkadang membahayakan nyawa pendekar wanita yang memberikan ilmu inti padaku.""Tida
"Selain melanggar perjanjian antara aku dan Pangeran Yuan, tidak ada aturannya seorang yang kotor menjadi penerus.""Dengan kata lain, perguruan ini akan ditutup jika tidak ada yang bisa menggantikan dirimu?""Andai saja bukan darah dagingku bisa meneruskan semua yang aku bangun selama ini, aku akan memberikan kepercayaan itu pada Zaiho dan Im Kwan. Tapi jika itu kulakukan, nyawa mereka akan menjadi taruhannya. Tidak akan bisa."Tabib Wu membuang napas berat. Sekarang ia tahu kesulitan yang membuat sang guru besar tidak tenang. Antara Cang Sin dan Cung Sin sama-sama tidak bisa meneruskan jerih payahnya sebagai perintis perguruan. "Im Kwan masih menyelidiki kematian Cang Sin. Siapa tahu dia masih hidup. Kau masih punya harapan."Hanya itu yang dikatakan oleh Tabib Wu. Namun, itu tetap membuat wajah Cang San semakin suram."Belum mati pun, Cang Sin masih bergelut dengan kutukan itu. Dia benar-benar sudah membuat aku kecewa.""Cung Sin memfitnahnya. Kau kecewa padanya itu tidak benar."
"Pertanyaanmu itu tidak bisa aku pastikan. Tapi kurasa, kecil kemungkinannya untuk melihat Cang Sin lagi. Maksudnya, kecil kemungkinannya dia akan selamat."Lemas seluruh persendian Im Kwan mendengar apa yang dikatakan oleh Pangeran Yuan. Meskipun ia tahu resikonya memang seperti itu untuk mereka yang mengabdikan diri pada negeri, tetap saja Im Kwan tidak bisa menahan rasa sedihnya membayangkan Cang Sin benar-benar mengorbankan diri untuk menyelamatkan semuanya. "Aku bersama Pendekar Lentera Kuning waktu itu, dia mengatakan padaku masih bisa merasakan kehadiran Cang Sin. Tapi setelah wilayah khusus meledak dan amblas ke dalam tanah, keberadaannya tidak bisa dirasakan lagi oleh Pendekar Lentera Kuning. Benarkah Cang Sin sudah tewas karena memusnahkan wilayah khusus tersebut?"Zaiho bicara dan Cang San menatapnya seraya menarik napas panjang. "Anakku seorang pendekar. Resiko gugur memang selalu ada. Aku sebagai ayahnya sangat hancur menerima ini semua. Tapi kita tetap harus membereska
"Jantung. Dia menggenggam jantung segar. Apakah itu jantung Cang Sin?" ucap Ai Ling dan perkataannya membuat Zaiho geram. Ia ingin mendekati Lien Er tapi terlambat perempuan itu sudah berkelebat pergi sembari membawa jantung itu di tangannya.Ketika Zaiho ingin melontarkan pertanyaan pada Ai Ling, perempuan itu sudah melompat dan menghilang di wilayah khusus yang ada di hadapan mereka. Melihat hal itu, Zaiho tidak mau terlalu banyak berpikir lagi. Ia juga ikut melompat hingga keduanya sama-sama masuk ke dalam wilayah khusus tersebut. Di dalam sana, keduanya disambut oleh serangan para makhluk astral anak buah Lucifer. Mereka sangat buas ingin menghisap dan menggigit Ai Ling juga Zaiho. Keduanya segera menghadapi serangan tersebut tapi mereka tidak melihat Cang Sin di manapun."Cang Sin! Kau di mana?!" teriak Ai Ling seraya terus menghadapi serangan para makhluk astral tersebut.Tidak ada sahutan, hingga Ai Ling meningkatkan serangannya disusul Zaiho yang juga melakukan hal yang sam
Jantung yang digenggam Cang Sin tidak seperti jantung pada umumnya. Jantung milik Lucifer berwarna merah bercampur sinar perak. Sinar perak itu menyeruak di antara darah yang menyelimuti jantung tersebut. Cang Sin sebenarnya merasa heran dengan kondisi jantung milik Lucifer. Namun, ia tidak punya waktu untuk menyelidiki mengapa jantung itu berbeda. Karena setelah teriakan Lucifer, anak buah Lucifer dari berbagai macam penjuru perbatasan berdatangan dan langsung menyerang Cang Sin. "Cang Sin! Berikan jantung itu padaku!" teriak Lien Er sambil membantu Cang Sin menghadapi serangan para makhluk astral yang datang karena marah melihat Lucifer diperdaya oleh manusia.Cang Sin mendengar apa yang diteriakkan oleh Lien Er. Namun ketika ia ingin melakukan apa yang diminta oleh Lien Er, suara Dewi Lembah Seribu Obat terdengar di telinganya."Jika kau memberikan kristal itu pada Lien Er, maka dia akan menjadi Lucifer selanjutnya, Cang Sin. Perjuanganmu sekarang akan sia-sia!" tegas Dewi Lemba
"Tunggu apalagi? Cepat serang!" teriak suara itu kembali di telinga Cang Sin.Namun, Cang Sin tidak melakukan perintah itu dengan segera melainkan tetap fokus dengan pandangannya ke arah bagian jantung Lucifer untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Lien Er. Darah mengucur deras dari luka di leher Cang Sin. Bersamaan dengan itu, perlahan-lahan, kerangka tubuh Lucifer makin lama makin mulai berbentuk seiring darah Cang Sin terhisap oleh Lucifer.Sementara itu, detak jantung Lucifer perlahan terlihat. Dimulai dari sarafnya sampai kemudian gumpalan itu makin lama makin terlihat dengan detak jantung yang terlihat mata Cang Sin karena permukaan tubuh Lucifer masih belum tertutup daging dan kulit. Karena sudah melihat bagian jantung milik Lucifer, Cang Sin bersiap untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Lien Er. Meskipun ia tahu mungkin keputusannya tersebut akan membawa masalah, tapi yang dipikirkan Cang Sin adalah, jika Lucifer tidak dimusnahkan terlebih dahulu, maka iblis itu akan me
Namun, sebelum bibir mereka bertemu, Cang Sin memalingkan wajahnya hingga Dewi Lembah Seribu Obat menghentikan desakannya seketika."Aku bisa pergi sendiri dari sini, tanpa bantuanmu!" kata Cang Sin dengan wajah yang terlihat sangat serius.Mendengar apa yang dikatakan oleh Cang Sin, Dewi Lembah Se
"Apa yang kau pikirkan pada gadis ini?" tanyanya dengan tatapan mata serius pada sang raja iblis. "Apa yang aku pikirkan? Pertanyaan apa itu? Tentu saja yang aku pikirkan adalah, apakah gadis ini bisa membuat Tuan Lucifer merasa puas!"Raja Iblis Bo menjawab pertanyaan sang ratu dengan suara yang
"Kenapa? Tidak mau?"Pria berjubah hitam itu melontarkan pertanyaan itu pada Cing Lian ketika gadis itu bergidik melihat isi cawan."Seperti ada bau amis, Tuan. Apakah aku boleh tahu, air apa ini?"Cing Lian memberanikan diri untuk mencari tahu, minuman apa yang diberikan padanya. Warnanya merah,
Setelah memastikan sang kakak kembar sudah tidak lagi terlihat, Cang Sin keluar dari tempat persembunyiannya. Ia memandang berkeliling seolah menyelidiki sesuatu. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Cung Sin di tempat itu?Cang Sin terus melangkah, tapi tiba-tiba saja...."Jika kau melewatkan tempat







