Share

7. BENIH ALAM

Author: Suryadharma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-28 16:48:11

Latihan Aksara menjadi jauh lebih intens dan brutal. Ignis tidak lagi bersikap lembut.

“Di alam liar, tidak ada belas kasihan, Aksara. Setiap kesalahan bisa berarti kematian. Kau harus belajar mengandalkan instingmu, dan menggunakan setiap ons kekuatan yang kau miliki.”

Aksara dipaksa untuk berburu monster spiritual tingkat menengah untuk makanan dan untuk mengasah kemampuan bertarungnya. Ia belajar cara melacak, menyergap, dan mengalahkan makhluk-makhluk buas yang jauh lebih kuat dari Serigala Bayangan.

Tubuhnya dipenuhi luka dan memar, namun setiap luka adalah pelajaran, setiap pertarungan adalah peningkatan. Ia menyerap Qi dari monster yang ia kalahkan, mempercepat kultivasinya.

Selain bertarung, Ignis juga mengajarkan Aksara tentang sejarah dunia, ras naga kuno, dan ancaman yang lebih besar yang mengintai di balik bayangan. Ia belajar tentang Sekte Bayangan, tentang ambisi mereka untuk menguasai dunia, dan tentang kekuatan gelap yang mereka layani.

Aksara menyadari bahwa perjalanannya bukan hanya tentang balas dendam pribadi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan dunia.

"Ras naga pernah menjadi penjaga keseimbangan ini, Aksara,” jelas Ignis suatu malam, saat mereka beristirahat di gua tersembunyi.

“Namun, kami terlalu percaya diri, terlalu sombong. Kami jatuh, dan kegelapan mulai merayap. Kau, dengan Tubuh Spiritual Alam Tertinggi, adalah harapan terakhir. Kau harus menjadi lebih kuat dari siapa pun yang pernah ada.”

Aksara berlatih tanpa henti, siang dan malam. Ia memanjat tebing terjal, menyeberangi sungai deras, dan bermeditasi di bawah air terjun yang membeku, semuanya untuk memperkuat tubuh dan jiwanya. Ia menemukan sumber daya spiritual alami, seperti mata air Qi dan tanaman obat langka, yang membantu mempercepat kultivasinya. Ia juga belajar cara membuat ramuan sederhana untuk menyembuhkan luka dan memulihkan Qi.

Setelah berbulan-bulan di alam liar, Aksara telah mencapai Tahap Inti Emas tingkat awal. Qi-nya kini lebih padat dan kuat, mampu membentuk perisai yang lebih kokoh dan melancarkan serangan yang lebih merusak.

Ia juga telah menguasai beberapa teknik naga tingkat menengah, seperti “Cakar Naga Langit” yang mampu merobek pertahanan musuh, dan “Langkah Bayangan Naga” yang membuatnya bergerak dengan kecepatan luar biasa.

Tubuhnya kini lebih kekar dan berotot, namun tetap lincah. Matanya memancarkan ketajaman seorang pemburu, dan auranya kini terasa lebih kuat dan mengintimidasi. Ia bukan lagi pemuda kurus yang mudah diintimidasi. Ia adalah seorang kultivator yang tangguh, siap menghadapi bahaya apa pun.

“Kau telah tumbuh pesat, Aksara,” puji Ignis, suaranya kini penuh kebanggaan.

“Tapi ingat, ini baru permulaan. Dunia di luar sana jauh lebih luas dan penuh dengan kultivator yang lebih kuat. Kau harus terus belajar, terus berjuang. Sekarang, saatnya kita mencari informasi. Saatnya kita menuju peradaban.”

Aksara mengangguk. Ia telah siap. Hatinya dipenuhi tekad yang membara. Ia akan mencari tahu siapa yang menghancurkan desanya, dan ia akan membuat mereka membayar. Perjalanan menuju puncak dunia baru saja akan dimulai, dan ia tidak akan berhenti sampai ia mencapai tujuannya.

Setelah berbulan-bulan mengembara di alam liar, Aksara dan Ignis akhirnya tiba di pinggiran Kota Langit, salah satu metropolis terbesar di Terra Nova. Dari kejauhan, kota itu tampak seperti permata yang bertaburan di atas daratan, dengan menara-menara tinggi yang menembus awan dan aura spiritual yang melimpah.

Ini adalah dunia yang sama sekali berbeda dari desa kecilnya yang hancur, sebuah pusat peradaban dan kultivasi yang megah.

“Ingat, Aksara, di kota besar ini, bahaya bisa datang dari mana saja,” Ignis memperingatkan.

“Banyak faksi, sekte, dan individu kuat yang berkeliaran. Jangan menarik perhatian yang tidak perlu. Kita di sini untuk mencari informasi, bukan masalah.” Aksara mengangguk.

Ia telah menyamarkan auranya, membuatnya tampak seperti kultivator biasa di Tahap Fondasi. Pakaiannya yang bersih namun sederhana membantunya berbaur dengan keramaian.

Ia memasuki gerbang kota, merasakan gelombang energi spiritual yang jauh lebih padat daripada di alam liar. Jalanan dipenuhi dengan kultivator dari berbagai tingkatan, pedagang yang menjajakan ramuan langka, dan pengrajin yang menjual artefak spiritual.

Ia menghabiskan beberapa hari pertama mengamati, mendengarkan, dan belajar tentang dinamika kota. Ia mengunjungi pasar gelap, tempat informasi dan barang-barang terlarang diperdagangkan. Di sana, ia mendengar desas-desus tentang Sekte Bayangan, tentang operasi mereka yang semakin berani, dan tentang pencarian mereka terhadap individu-individu dengan bakat spiritual unik.

“Mereka mencari sesuatu yang disebut ‘Benih Alam’,” bisik seorang pedagang informasi tua kepada Aksara, setelah Aksara membayar dengan beberapa koin spiritual yang ia dapatkan dari monster.

“Konon, Benih Alam adalah inti dari Tubuh Spiritual Alam Tertinggi. Siapa pun yang memilikinya, akan menjadi target utama Sekte Bayangan.” Aksara merasakan jantungnya berdebar. Benih Alam

. Itu pasti dirinya. Ia harus lebih berhati-hati. Ia juga mendengar tentang Turnamen Kultivasi Langit, sebuah kompetisi besar yang diadakan setiap lima tahun sekali, menarik kultivator muda paling berbakat dari seluruh benua.

Hadiahnya sangat menggiurkan: sumber daya spiritual langka, teknik kultivasi kuno, dan kesempatan untuk bergabung dengan sekte-sekte besar.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   44. Melintasi Gurun Bayangan dan Ilusi Kekosongan

    Perjalanan melintasi gurun bayangan adalah ujian yang tak henti-hentinya. Tanah tandus membentang sejauh mata memandang, diselimuti pasir hitam yang bergemuruh pelan oleh angin yang membawa bisikan-bisikan putus asa. Langit yang selalu mendung di Alam Bayangan memancarkan cahaya redup yang aneh, seolah matahari telah lama mati. Aksara, Luna, dan Dewa Angin bergerak dengan hati-hati, mengikuti petunjuk samar dari liontin pelindung yang diberikan Tetua Kael.Liontin itu berdenyut lembut, memancarkan cahaya redup yang menangkis ilusi-ilusi yang terus-menerus mencoba menyesatkan mereka. Gurun ini bukan hanya berbahaya karena makhluk-makhluk bayangan yang berkeliaran, tetapi juga karena energi Kekosongan Abadi yang meresap ke setiap sudut, menciptakan distorsi realitas dan bisikan-bisikan yang meracuni pikiran.“Energi Kekosongan Abadi di sini sangat pekat, Aksara,” Ignis memperingatkan dalam benak Aksara. “Ia mencoba menembus pertahanan mentalmu, menunjukkan ketakutan dan keraguan terdala

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   43. Persiapan Menuju Kuil Matahari dan Bisikan Kuno

    Kemenangan atas patroli bayangan telah membangkitkan semangat perlawanan di desa. Penduduk desa, yang tadinya hidup dalam ketakutan dan keputusasaan, kini melihat secercah harapan. Mereka mulai percaya pada Aksara, sang Benih Alam, yang datang dari alam lain untuk menyelamatkan mereka. Namun, Aksara tahu bahwa ini hanyalah kemenangan kecil. Ancaman Kekosongan Abadi masih sangat besar, dan perjalanan menuju Hati Cahaya di Reruntuhan Kuil Matahari akan jauh lebih berbahaya.Selama beberapa hari berikutnya, desa perlawanan menjadi pusat aktivitas. Aksara, Luna, dan Dewa Angin bekerja sama dengan Tetua Kael dan para pemimpin perlawanan lainnya untuk merencanakan perjalanan mereka. Mereka mempelajari peta-peta kuno yang dimiliki penduduk desa, yang menunjukkan jalur-jalur tersembunyi dan jebakan-jebakan alami di gurun bayangan.“Gurun bayangan adalah tempat yang berbahaya,” Kael memperingatkan. “Ia dipenuhi dengan makhluk-makhluk yang telah dikorupsi oleh Kekosongan Abadi, dan juga jebakan

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   42. Kepercayaan yang Tumbuh dan Kisah Perlawanan

    Pria tua itu, yang memperkenalkan dirinya sebagai Tetua Kael, memimpin Aksara, Luna, dan Dewa Angin ke dalam sebuah gubuk sederhana yang berfungsi sebagai pusat perlawanan. Di dalamnya, beberapa penduduk desa lainnya berkumpul, mata mereka masih dipenuhi kecurigaan, namun juga secercah harapan yang mulai menyala. Kael menuangkan minuman hangat dari ramuan lokal, yang meskipun pahit, memberikan sedikit kehangatan di tengah dinginnya Alam Bayangan.“Kami telah bersembunyi di sini selama berabad-abad,” Kael memulai, suaranya pelan. “Sejak Kekosongan Abadi datang dan menelan alam kami. Ia menguras energi kehidupan, mengubah tanah kami menjadi gurun, dan jiwa-jiwa kami menjadi bayangan. Banyak yang menyerah, banyak yang dikorupsi, namun kami… kami menolak untuk tunduk.”Aksara mendengarkan dengan seksama. Ia merasakan kesedihan yang mendalam dari kisah Kael, namun juga kekaguman atas ketahanan mereka. “Bagaimana Kekosongan Abadi menguasai alam ini? Dan apa yang kalian ketahui tentang bente

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   41. Gerbang Bayangan dan Kedatangan di Alam Kegelapan

    Dengan tekad membara dan dukungan penuh dari Dewan Tetua Alam Dewa, Aksara, Luna, dan Dewa Angin bersiap untuk misi paling berbahaya mereka: infiltrasi ke Alam Bayangan. Alam ini, yang telah sepenuhnya dikuasai oleh Kekosongan Abadi, adalah sarang kegelapan dan kengerian, tempat di mana cahaya hampir tidak pernah menyentuh. Gerbang Bintang, yang kini telah disempurnakan oleh para dewa, memancarkan aura yang lebih stabil, siap membawa mereka melintasi dimensi. “Alam Bayangan adalah dimensi yang telah mati, Aksara,” Ignis memperingatkan, suaranya dipenuhi kesedihan. “Kekosongan Abadi telah menguras semua kehidupan dan energi dari sana, mengubahnya menjadi cerminan dari kehampaan itu sendiri. Kau akan menghadapi kengerian yang tak terlukiskan.” Aksara mengangguk. Ia merasakan tarikan kuat dari Alam Bayangan, sebuah dimensi yang menjanjikan bahaya yang tak terlukiskan, namun juga kunci untuk memahami Kekosongan Abadi. Ia telah mencapai Transformasi Naga Kosmik Kedua, dan ia memiliki kek

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   40. Terobosan Transformasi Naga Kosmik Kedua dan Misi Baru

    Berbulan-bulan berlalu dalam keheningan ruang kultivasi rahasia di Alam Dewa. Aksara, yang kini telah pulih sepenuhnya dari luka-lukanya, membenamkan diri dalam latihan Transformasi Naga Kosmik Kedua. Ini adalah teknik yang jauh lebih kompleks dan menuntut daripada yang pertama, membutuhkan pemahaman mendalam tentang hukum-hukum kosmik dan kontrol sempurna atas energi primordial. Setiap hari, ia merasakan tubuhnya bergejolak, jiwanya diregangkan hingga batasnya, saat ia mencoba menyerap dan memanipulasi energi kosmik yang lebih besar. Ignis, dengan kebijaksanaannya yang tak terbatas, membimbing setiap langkah Aksara. “Transformasi Naga Kosmik Kedua bukan hanya tentang kekuatan fisik, Aksara,” jelas Ignis. “Ini tentang menyelaraskan jiwamu dengan esensi kosmik, tentang menjadi satu dengan alam semesta. Kau harus melepaskan semua batasan, semua keraguan.” Aksara bermeditasi tanpa henti, membiarkan energi kosmik mengalir melalui setiap meridian dan titik akupunturnya. Ia merasakan bint

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   39. Pemulihan dan Gema Pertempuran

    Setelah pertarungan yang menghancurkan di kuil kuno, Aksara terbaring tak berdaya, tubuhnya babak belur, Qi-nya terkuras habis. Luna dan Dewa Angin segera membawanya kembali ke Istana Langit, di mana para ahli penyembuhan terbaik Alam Dewa segera dikerahkan. Luka yang diderita Aksara sangat parah, terutama tusukan dari Dewa Kegelapan yang hampir menembus Inti Warisan Naga-nya. Energi gelap dari serangan itu masih meracuni tubuhnya, menghambat proses penyembuhan. “Luka ini sangat dalam, Aksara,” kata seorang dewa penyembuh, suaranya serius. “Energi gelap Dewa Kegelapan sangat korosif. Kami akan melakukan yang terbaik, tapi pemulihanmu akan memakan waktu lama.” Aksara mengangguk lemah. Ia merasakan sakit yang luar biasa, namun ia juga merasakan kepuasan. Ia telah menutup portal, ia telah menyelamatkan Alam Dewa dari invasi iblis. Itu adalah pengorbanan yang layak. Ignis, dalam benak Aksara, berkata, “Kau telah melakukan hal yang benar, Aksara. Tapi kau harus pulih dengan cepat. Kekos

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status