Home / Pendekar / PENDEKAR PENGUASA BUMI / 8. TRANSFORMASI NAGA PERTAMA

Share

8. TRANSFORMASI NAGA PERTAMA

Author: Suryadharma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-28 16:50:01

Saat ia berjalan di distrik kultivator, ia berpapasan dengan sekelompok pemuda sombong yang mengenakan jubah sekte mewah.

Pemimpin mereka, seorang pemuda tampan dengan aura Qi yang kuat di Tahap Inti Emas tingkat menengah, menatap Aksara dengan tatapan meremehkan. “Lihatlah si gelandangan ini. Berani-beraninya berkeliaran di distrik kultivator.”

Aksara mengabaikannya, namun salah satu teman pemuda itu sengaja menabraknya, membuat Aksara sedikit terhuyung.

“Maaf, tanganku terpeleset,” kata pemuda itu dengan nada mengejek.Ignis mendesis dalam benak Aksara.

“Jangan terpancing, Aksara. Mereka hanya mencari masalah.” Aksara menahan amarahnya. Ia tahu ia bisa mengalahkan mereka dengan mudah, namun itu akan menarik perhatian yang tidak diinginkan.

Ia hanya menatap mereka dengan dingin, lalu melanjutkan jalannya. Pemuda sombong itu terkejut dengan ketenangan Aksara. Ia mengharapkan reaksi marah, namun yang ia dapatkan hanyalah tatapan acuh tak acuh.“Menarik,” gumam pemimpin kelompok itu, matanya menyipit.

“Aura Qi-nya biasa saja, tapi tatapannya… tidak seperti kultivator rendahan.”Aksara terus mengumpulkan informasi, menyusun potongan-potongan teka-teki.

Ia belajar tentang berbagai faksi di Kota Langit, tentang aliansi dan permusuhan mereka. Ia juga menemukan peta kuno yang menunjukkan lokasi reruntuhan tersembunyi yang konon menyimpan warisan naga.

Ini adalah petunjuk yang Ignis cari.Di malam hari, ia kembali ke penginapan murahnya, merenungkan semua informasi yang ia dapatkan. Kota Langit adalah tempat yang berbahaya, namun juga penuh dengan peluang.

Ia telah mendapatkan petunjuk tentang Benih Alam, tentang Turnamen Kultivasi Langit, dan tentang warisan naga. Semua ini adalah langkah penting dalam perjalanannya.

“Kita harus pergi ke reruntuhan itu, Ignis,” kata Aksara, menatap liontin di lehernya.

“Mungkin di sana kita akan menemukan cara untuk mematahkan segel sepenuhnya, atau bahkan menemukan sekutu yang bisa membantu kita melawan Sekte Bayangan.”Ignis setuju.

“Itu adalah langkah yang tepat, Aksara. Tapi bersiaplah. Reruntuhan kuno selalu menyimpan bahaya yang tak terduga. Dan ingat, kekuatanmu semakin menarik perhatian. Kau tidak bisa lagi bersembunyi selamanya.” Aksara mengangguk.

Ia tahu itu. Ia telah tumbuh jauh melampaui pemuda lemah yang dulu. Ia kini adalah seorang kultivator yang kuat, dengan tujuan yang jelas. Kota Langit telah memberinya informasi yang ia butuhkan, dan kini saatnya untuk mengambil langkah selanjutnya dalam perjalanannya menuju puncak dunia.

Informasi yang didapatkan Aksara di Kota Langit bagaikan percikan api yang menyulut tekadnya. Ia kini memiliki tujuan yang lebih jelas: menemukan reruntuhan naga kuno yang disebutkan dalam peta, berharap di sana ia bisa menemukan cara untuk sepenuhnya mematahkan segel pada Tubuh Spiritual Alam Tertinggi dan mungkin, menemukan sekutu untuk melawan Sekte Bayangan.

Namun, sebelum memulai perjalanan berbahaya itu, Ignis bersikeras bahwa Aksara harus mencapai terobosan lebih lanjut dalam kultivasinya.

“Reruntuhan naga bukanlah tempat untuk kultivator Tahap Inti Emas tingkat awal, Aksara,” kata Ignis, suaranya serius.

“Bahaya di sana jauh melampaui apa yang pernah kau hadapi. Kau harus mencapai setidaknya Tahap Inti Emas tingkat menengah, atau bahkan lebih tinggi, jika kau ingin memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.”Aksara mengerti.

Ia menemukan sebuah gua tersembunyi di luar Kota Langit, tempat yang kaya akan energi spiritual, dan memulai retret kultivasinya. Kali ini, latihannya jauh lebih intens dan menuntut. Ignis tidak hanya membimbingnya dalam menyerap Qi, tetapi juga dalam memadatkan dan memurnikannya hingga ke esensi terdalam.

Ia menghabiskan berminggu-minggu dalam meditasi mendalam, merasakan setiap aliran Qi di dalam tubuhnya, memaksanya untuk berputar lebih cepat, lebih kuat, dan lebih padat. Rasa sakit menjadi teman akrabnya, namun ia menahannya. Ia membayangkan wajah Bayu yang meremehkan, jeritan penduduk desanya, dan tatapan dingin pemimpin Sekte Bayangan. Semua itu menjadi bahan bakar bagi tekadnya.

Ignis juga memperkenalkan Aksara pada konsep “Transformasi Naga Pertama”, sebuah teknik kuno yang memungkinkan kultivator dengan Tubuh Spiritual Alam Tertinggi untuk sementara waktu meminjam sebagian kecil kekuatan naga. Ini adalah teknik yang sangat berbahaya, membutuhkan kontrol Qi yang sempurna dan kekuatan spiritual yang luar biasa.

Jika gagal, meridian Aksara bisa hancur.“Ini adalah langkah yang sangat berisiko, Aksara,” Ignis memperingatkan.

“Tapi jika kau berhasil, kekuatanmu akan melonjak drastis. Kau akan merasakan kekuatan sejati dari ras naga mengalir dalam dirimu.” Aksara tidak gentar. Ia telah melewati banyak hal, dan ia tahu bahwa untuk mencapai tujuannya, ia harus mengambil risiko.

Ia berlatih teknik itu berulang kali, merasakan Qi di tubuhnya bergejolak, mencoba meniru aliran kekuatan naga. Berkali-kali ia gagal, merasakan sakit yang luar biasa, namun ia tidak menyerah.Hingga suatu hari, saat ia memusatkan seluruh Qi-nya, sebuah raungan naga kuno bergema dari dalam dirinya.

Tubuhnya memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan, dan aura naga yang kuat menyelimutinya. Matanya berubah menjadi keemasan, dan sisik naga samar-samar muncul di kulitnya. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa, seolah ia bisa menghancurkan gunung dengan satu pukulan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   142. Dunia Cahaya

    Ketika tim eksplorasi memasuki gerbang dan memasuki multiverse kedua, mereka langsung terpesona oleh keindahan dan kompleksitas dari dunia yang mereka lihat. Multiverse ini sangat berbeda dari multiverse yang telah mereka kenal. Daripada terdiri dari enam alam yang berbeda, multiverse ini tampaknya terdiri dari ribuan dimensi yang saling terhubung, masing-masing dengan karakteristik dan budaya yang unik.Cahaya yang memancar dari dimensi-dimensi ini menciptakan spektrum yang indah, spektrum yang lebih kompleks dan lebih kaya daripada spektrum yang diciptakan oleh enam alam di multiverse pertama. Aksara merasakan keajaiban dan kekhawatiran yang bercampur aduk dalam hatinya. Ia menyadari bahwa apa yang telah ia percayai sebagai seluruh alam semesta hanyalah sebagian kecil dari realitas yang jauh lebih besar."Ini luar biasa," kata Dr. Nexus dengan suara yang penuh dengan keajaiban. "Teknologi yang digunakan untuk membangun multiverse ini jauh melampaui apa yang kami pahami. Ini bukan ha

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   141. Gerbang di Kegelapan

    Tiga bulan telah berlalu sejak Jenderal Orion melaporkan tentang aktivitas yang mencurigakan di perbatasan multiverse. Selama waktu ini, Tim Penelitian Khusus yang telah dibentuk telah bekerja tanpa henti untuk menyelidiki sumber dari aktivitas-aktivitas ini. Tim ini terdiri dari para ahli dari berbagai alam, termasuk para ilmuwan dari Peradaban Cygnus, para dewa dari Alam Dewa, para makhluk primordial dari Alam Primordial, dan para penyihir dari Alam Spiritual.Kepala Tim Penelitian Khusus adalah seorang ilmuwan bernama Dr. Nexus, yang berasal dari Peradaban Cygnus. Dr. Nexus adalah seorang yang sangat cerdas dan berdedikasi, dan ia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mempelajari struktur multiverse dan hukum-hukum yang mengaturnya. Ketika Dr. Nexus datang ke Menara Keseimbangan untuk melaporkan penemuannya kepada Aksara, ia membawa dengan dirinya sebuah perangkat yang aneh, sebuah perangkat yang tampaknya terbuat dari material yang tidak ada di multiverse yang dikenal.

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   140. Konsolidasi dan Persiapan

    Satu tahun telah berlalu sejak pengadilan terhadap Dewa Angin. Selama waktu ini, Aksara telah bekerja keras untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan memperkuat sistem pemerintahan multiverse. Sistem hukum multiverse telah diuji dan terbukti mampu berfungsi dengan adil dan transparan. Departemen-departemen yang telah dibentuk untuk mengelola berbagai aspek dari multiverse telah mulai bekerja dengan efektif, dan perdagangan antar alam telah berkembang dengan lancar.Namun, Aksara juga menyadari bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi masih ada di luar sana, dan mereka masih merupakan ancaman bagi multiverse. Selain itu, ada beberapa alam yang masih menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan yang telah dibentuk.Aksara mengadakan pertemuan dengan Dewan Multiverse untuk mendiskusikan strategi jangka panjang untuk memastikan stabilitas dan keamanan multiverse. Dalam pertemuan ini, Aksara menyaji

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   139. Pengadilan dan Keadilan

    Pengadilan terhadap Dewa Angin berlangsung di ruang pengadilan khusus yang telah dibangun di Kota Multiverse. Ruangan ini dirancang untuk memastikan bahwa pengadilan ini adil dan transparan, dengan perwakilan dari semua alam yang hadir untuk menyaksikan prosiding ini.Dewa Angin berdiri di depan panel hakim yang terdiri dari tiga orang—seorang dari Alam Spiritual, seorang dari Alam Dewa, dan seorang dari Alam Primordial. Panel hakim ini dipilih karena kebijaksanaan dan integritas mereka, dan mereka memiliki tanggung jawab untuk menentukan hukuman yang sesuai untuk pengkhianatan Dewa Angin.Aksara duduk di ruang penonton, menatap pada Dewa Angin dengan pandangan yang penuh dengan kesedihan. Ia mendengarkan saat para hakim mengajukan pertanyaan kepada Dewa Angin tentang motif dan tindakan-tindakannya."Mengapa kau memilih untuk bekerja sama dengan entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi?" tanya hakim dari Alam Spiritual."Karena aku percaya bahwa sistem pemerintahan

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   138. Pencarian di Kegelapan

    Dua minggu telah berlalu sejak pengungkapan pengkhianatan Dewa Angin. Selama waktu ini, Komando Pertahanan Multiverse telah meluncurkan operasi pencarian yang komprehensif untuk menemukan Dewa Angin dan entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi yang telah bekerja sama dengannya. Namun, hingga saat ini, mereka belum menemukan jejak yang berarti.Aksara duduk di ruang kerja pribadinya, meninjau laporan-laporan dari berbagai tim pencarian. Laporan-laporan ini menunjukkan bahwa Dewa Angin telah menghilang tanpa jejak, seolah-olah ia telah meninggalkan multiverse sepenuhnya. Namun, Aksara percaya bahwa Dewa Angin masih ada di suatu tempat, mungkin di dimensi yang tersembunyi atau di perbatasan multiverse yang belum dijelajahi.Luna datang ke ruang kerja Aksara dengan membawa teh hangat dan makanan ringan. "Kau harus istirahat," katanya dengan lembut. "Kau telah bekerja tanpa henti selama dua minggu terakhir.""Aku tidak bisa istirahat," jawab Aksara dengan suara yang lela

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   137. Pengkhianatan dari Dalam

    Tiga bulan telah berlalu sejak Tim Investigasi Khusus mulai menyelidiki serangan-serangan yang mencurigakan. Selama waktu ini, mereka telah mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan pola yang jelas dari koordinasi antara pihak dalam multiverse dengan entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi. Namun, identitas dari pihak dalam ini masih tetap misterius.Aksara duduk di ruang kerja pribadinya, meninjau laporan-laporan dari Tim Investigasi Khusus. Laporan-laporan ini menunjukkan bahwa ada beberapa anggota dari Dewan Multiverse yang mungkin terlibat dalam pengkhianatan ini. Namun, bukti-bukti itu masih tidak cukup kuat untuk membuat kesimpulan yang pasti.Jenderal Orion datang ke ruang kerja Aksara dengan wajah yang serius. "Penguasa," katanya, "kami telah menemukan bukti yang sangat penting. Kami telah melacak sumber dari beberapa serangan ke sebuah lokasi yang tersembunyi di perbatasan Alam Kosmik. Kami telah menemukan fasilitas rahasia di mana para pihak dalam ini telah berko

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status