Share

Bab 148

Penulis: yourayas
last update Tanggal publikasi: 2026-08-04 21:21:16

Setelah konser berakhir, Seraphine memimpin melangkah melewati koridor utama menuju ruang tunggu VIP Motion13. Di depan pintu ruang ganti utama, tiga belas member Motion13 baru saja selesai mengelap keringat dan melepaskan aksesoris panggung yang berat. Begitu pintu koridor terbuka lebar dan memperlihatkan kedatangan Seraphine beserta rombongannya, suasana yang tadinya ramai mendadak senyap seketika.

“Kak Sera!” Mahesa menjadi orang pertama yang bersuara. Pria jangkung itu melangkah maju mendek
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 148

    Setelah konser berakhir, Seraphine memimpin melangkah melewati koridor utama menuju ruang tunggu VIP Motion13. Di depan pintu ruang ganti utama, tiga belas member Motion13 baru saja selesai mengelap keringat dan melepaskan aksesoris panggung yang berat. Begitu pintu koridor terbuka lebar dan memperlihatkan kedatangan Seraphine beserta rombongannya, suasana yang tadinya ramai mendadak senyap seketika.“Kak Sera!” Mahesa menjadi orang pertama yang bersuara. Pria jangkung itu melangkah maju mendekati Seraphine. “Makasih banget, Kak. Gue pikir lo beneran gak sudi dateng kesini.”Seraphine menghentikan langkahnya, menatap Mahesa dengan seulas senyum tipis yang amat dingin namun berwibawa. "Kan gue udah bilang di telepon, Hes. Jangan biarin leader lo mati di panggung. Dan lo berhasil jalanin tugas lo."Seraphine menghentikan langkahnya tepat di tengah ruangan. Tatapan matanya yang tajam dan berwibawa menyapu wajah adik-adik ipar dan sahabat-sahabat suaminya itu satu per satu. Senyum tipis y

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 147

    Udara malam di Nagoya terasa sangat menusuk. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat penggemar Motion13 yang sudah memenuhi area Vantelin Dome Nagoya sejak sore tadi. Dan di dalam salah satu suite VIP Box privat yang terletak di lantai paling atas stadium, Seraphine duduk disana bersama kelima sahabatnya.Ia mengenakan trench coat cashmere berwarna beige-grey dan trousers hitam bermerek Celine. Makeup tegas dengan garis eyeliner tajam dan perona bibir nuansa deep rose membuat sosoknya memancarkan aura seorang pimpinan eksekutif Kirana Group yang tak tersentuh."Gue masih gak nyangka kita beneran mendarat di Nagoya jam tiga sore tadi tanpa ngasih tahu satu orang pun dari tim manajemen Motion13," gumam Valerie sambil memutar gelang emasnya. "Gue rasa Mahesa atau Jauzan bisa kena serangan jantung kalau tahu lo ada di VIP Box ini sekarang, Ra.""Gue di sini bukan buat bikin kejutan romantis," sahut Seraphine dingin, matanya menatap lurus ke arah screen raksasa di panggung yang menam

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 146

    Di suite mewah hotel bintang lima di Kawasan Paradeplatz, Zurich, udara sore hari terasa mulai semakin dingin. Seraphine sedang duduk di sofa velvet, dikelilingi oleh kelima sahabatnya. Keadaan di dalam kamar itu mulai membaik setelah perdebatan sengit kemarin mengenai analogis bisnis Gisela dan teguran keras dari Karin.Tiba-tiba, ponsel Seraphine—yang ia nyalakan tadi pagi sesuai saran dari Valerie—yang tergeletak di atas meja bergetar nyaring. Layarnya menyala, menampilkan nama panggilan internasional.Mahesa Motion13 calling...Seraphine menatap layar ponsel itu dengan mata membelalak tipis. Sahabat-sahabatnya seketika menghentikan pembicaraan. Suasana kamar menjadi hening seketika."Mahesa?" bisik Valerie mengintip layar. "Kenapa adik kesayangan suami lo itu nelfon sore-sore gini?"Seraphine memejamkan mata sejenak, menggeser tombol hijau di layar, lalu menempelkan ponselnya ke telinga. Suaranya terdengar sangat dingin, datar, dan berwibawa—topeng ketahanan khas seorang Seraphine

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 145

    Siang itu, reherseal untuk konser hari pertama di Osaka baru saja diselesaikan. Selama hampir tiga jam di atas panggung, Samudera Adikara berdiri tegak bagaikan karang di tengah badai. Otoritasnya sebagai leader Motion13 tidak bergeser satu milimeter pun. Suaranya yang berat dan bertenaga menggelegar melalui mikrofon, koreografinya presisi, dan instruksinya kepada tim teknis mengenai pencahayaan serta tata suara terdengar sangat tajam.Namun, begitu sesi latihan selesai dan lampu panggung dipadamkan, seluruh atmosfer seolah ikut berubah.“Lampu midsage kurang lambat setengah detik pas drop kedua, tolong catat—”Kalimat Samudera terputus. Langkah kakinya yang hendak menuruni tangga panggung belakang mendadak limbung. Pandangannya berputar dan semakin lama semakin menggelap."Bang Sam!" Mahesa yang berjalan tepat di belakang Samudera refleks memburu maju. Tangan besarnya merengkuh dada sang leader sebelum tubuh tinggi itu roboh menghantam anak tangga besi."Sam! Samudera!" Jauzan berter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 144

    Sementara itu…Kota Osaka sedang diselimuti rintik hujan gerimis. Di dalam bus eksekutif yang membawa seluruh member Motion13 dari stasiun Shinkansen menuju hotel di Osaka, suasana terasa sangat sunyi dan tegang.Di baris kursi paling belakang, Samudera menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin. Wajahnya semakin tirus, tulang pipinya menonjol, dan bibirnya pecah-pecah kehitaman akibat dehidrasi serta kekeringan nutrisi yang parah.Meskipun di konser day 2 Tokyo Dome kemarin malam ia berhasil tampil sangat sangar dan ganas di atas panggung, menyembunyikan segala rasa sakitnya di balik profesionalisme leader yang legendaris, begitu lampu panggung padam, tubuhnya langsung ambruk total.Danendra, member termuda yang ditugaskan oleh Jauzan dan Zian untuk memantau pola makan Samudera selama di Osaka, duduk persis di sebelah sang leader. Di pangkuan Danendra, terdapat sebuah kotak bekal berisi hidangan nasi tim ayam yang dimasak khusus oleh koki pribadi agensi agar mudah dicerna.

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 143

    Sudah lima hari berlalu sejak penerbangan darurat dari Jakarta menuju Swiss malam itu. Namun, kehancuran di dalam dada Seraphine tidak kunjung reda. Siang itu, Seraphine berdiri membisu di hotel mewah bintang lima di Kawasan Paradeplatz.Tangannya memegang cangkir berisih teh chamomile hangat, namun minuman itu tidak sedikit pun menyentuh bibirnya. Wajahnya yang terbiasa tampil cantik dan menawan, kini tampak pusat pasi. Lingkaran hitam nampak jelas di bawah matanya, pertanda bahwa sejak malam menyakitkan itu, Seraphine benar-benar kesulitan menutup mata.“Sera…” suara lembut Bianca memecah kesunyian. Bianca melangkah mendekat membawa nampan kecil berisi piring dengan potongan buah segar dan roti croissant hangat. “Cobain crossaint­-nya dikit, ya? Ini freshly baked dari toko roti bawah. Lo dari pagi cuma minum teh dua teguk.”Seraphine tidak menoleh dari jendela. “Gue gak laper, Bi. Makasih ya.”“Sera, lo gak bisa gini terus!” Karin melangkah masuk, menatap Seraphine dengan dahi berke

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 34

    Begitu bus berhenti di depan sebuah hotel mewah di kawasan Mayfair, Samudera tidak lantas bisa bersantai. Sebagai leader, tanggung jawabnya berlipat ganda. Saat member lain mulai berebut mengambil koper dan kunci kamar, Samudera langsung ditarik oleh Manajer Lee dan tim produksi lokal."Sam, ada pe

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 32

    Bab 32Samudera menutup pintu mobilnya dengan helaan napas berat. Ia berdiri sejenak di samping mobil, merapikan penampilannya sejenak dan menarik napas panjang udara pagi Jakarta yang lembap. Di tangannya, ia menjinjing sebuah tas besar berisi paket-paket yang sudah disiapkan oleh Seraphine semala

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 31

    Alarm di nakas kamar mereka, berbunyi tepat pukul 04.00 pagi. Samudera adalah yang pertama kali membuka mata. Ia tidak langsung mematikan alarm, melainkan menatap langit-langit kamar sejenak. Menyadari bahwa dalam hitungan jam, ia tidak akan lagi mencium aroma vanilla dan sandalwood yang kini menjad

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 30

    Lampu tidur di sudut ruangan masih menyisakan pendar jingga yang redup, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di langit-langit kamar. Suasana hening, hanya ada deru halus AC dan suara napas Samudera yang mulai stabil di sampingnya. Namun, bagi Seraphine Swarna Kirana, keheningan ini just

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status