แชร์

Bab 73

ผู้เขียน: yourayas
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-26 20:48:17

Samudera memposisikan tubuhnya di ranjang, menyandarkan punggungnya pada headboard yang empuk lalu menarik lembut tubuh Seraphine untuk bersandar nyaman di dadanya bidangnya yang telanjang.

Seraphine menghela napas lega, merilekskan seluruh otot tubuhnya yang tegang. Ia menyandarkan kepalanya di bahu lebar Samudera, membiarkan jemari tangannya bermain-main dengan lengan Samudera yang melingkar di atas perutnya.

“Laper banget ya?” tanya Samudera lembut, tangan kanannya untuk mengambil handph
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 74

    "Sam..." panggil Seraphine lagi, kali ini ini dengan suara yang lebih lembut. Ia menggeser duduknya, merapatkan tubuhnya pada tubuh telanjang dada suaminya, lalu menangkup wajah tampan Samudera dengan kedua tangannya yang hangat, memaksa pria itu untuk menatapnya. Samudera memilih memejamkan mata, menikmati sentuhan itu. "Aku nggak mau bahas dia, Sera. Tolong," ujar Samudera, suaranya terdengar bergetar oleh perpaduan antara ego, amarah, dan rasa dikhianati. "Aku ke sini buat kamu. Aku mau tenang sama kamu. Jangan sebut nama dia di kamar ini." "Samudera Adikara," Seraphine menyebut nama lengkap suaminya dengan nada yang sangat serius. "Dengerin aku dulu. Tolong liat aku." Samudera akhirnya menatap Seraphine. “Apa, Sayang? Kamu mau belain dia?” suaranya terdengar pahit. “Kamu kasihan liat dia ngemis-ngemis minta maaf kayak gitu setelah apa yang dia simpen di belakang aku selama bertahun-tahun?” “Enggak, Sayang,” ujar Seraphine lembut, menangkup rahang tegas suaminya. “Aku nggak

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 73

    Samudera memposisikan tubuhnya di ranjang, menyandarkan punggungnya pada headboard yang empuk lalu menarik lembut tubuh Seraphine untuk bersandar nyaman di dadanya bidangnya yang telanjang. Seraphine menghela napas lega, merilekskan seluruh otot tubuhnya yang tegang. Ia menyandarkan kepalanya di bahu lebar Samudera, membiarkan jemari tangannya bermain-main dengan lengan Samudera yang melingkar di atas perutnya. “Laper banget ya?” tanya Samudera lembut, tangan kanannya untuk mengambil handphonenya di atas nakas. Menyalakannya untuk pertama kali sejak kemarin. Ia mengabaikan beberapa pesan masuk, langsung membuka aplikasi layanan pesan antar makanan. “Mau makan apa siang ini, Sayang? Harus makan yang banyak dan gizinya tinggi ya, biar energi kamu cepet balik,” tanya Samudera, jemarinya bergerak lincah menelusuri menu restoran bintang lima. "Aku mau makanan yang anget... sup atau soto gitu ada nggak ya? Perut aku rasanya agak perih karena telat makan siang," jawab Seraphine denga

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 72

    Setelah hampir empat puluh lima menit menghabiskan waktu bersama di dalam bathub berukuran besar, Samudera akhirnya beridiri lebih dulu. Pria itu benar-benar menepati ucapannya untuk tidak macam-macam di dalam bathub, melainkan dia memijat lembut otot-otot paha dan pinggang Seraphine—mengingatkan wanita itu saat pertama kali Samudera menyentuhnya dulu sebelum world tour. Samudera mengeringkan dirinya terlebih dahulu dengan handuk besar di sudut kamar mandi. Setelah ia melilitkan handuk di pinggangnya, Samudera kembali berbalik menatap sang istri sambil membawakan bathrobe putih milik Seraphine. “Sini, Sayang,” bisik Samduera dengan suara serak dalamnya yang khas. Seraphine menurut, dia keluar dari dalam bathub, membuat Samduera langsung menyelimuti tubuh polos Seraphine dengan bathrobe tersebut. Setelah selesai, tanpa banyak kata, Samudera kembali menggendong istrinya ala bridal style yang membuat Seraphine memekik kaget. “Sam, aku bisa jalan sendiri…” gumam Seraphine protes,

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 71

    Matahari sudah tepat di atas kepala, cahayanya yang hangat masuk melalui celah gorden, membuat suhu kamar yang semula sejuk menjadi sedikit lebih hangat. Jam digital di nakas sekarang menunjukkan pukul 13.15 WIB. Namun, kedua sejoli yang penuh cinta itu masih tertidur berpelukan dengan posisi Seraphine yang masih berada di atas Samudera. Seraphine adalah yang pertama membuka mata. Ia merasa tubuhnya jauh lebih segar, meskipun masih terdapat rasa pegal di area pinggang dan pahanya, pengingat betapa buas dan berbahayanya seorang Samudera Adikara Wicaksana semalam. Seraphine mendongak, menatap wajah suaminya yang tertidur pulas. Dalam kondisi seperti ini, Samudera tidak terlihat seperti leader grup papan atas yang berwibawa dan galak. Ia terlihat seperti pria biasa yang sangat damai dan sangat tampan. Garis rahangnya yang tegas, hidung bangirnya, bulu mata lentiknya, hingga bibir tebalnya yang terlihat seperti cherry—sangat manis dan lembut ketika menyentuh bibir Seraphine, membuat

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 70

    Seraphine tidak langsung memejamkan mata seperti apa yang diperintahkan oleh suaminya. Wanita itu masih meringkuk di dada Samudera, jari lentiknya bermain-main di sekitaran dada Samudera membentuk pola abstrak. Sementara Samudera terus mengusap rambut Seraphine, menciumi puncak kepalanya berkali-kali. Samudera terlihat berpikir lama. Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya sejak semalam, sesuatu yang menurutnya harus diubah jika mereka ingin benar-benar melangkah ke babak baru yang lebih dalam. “Sayang?” panggil Samudera lembut. “Hmm?” sahut Seraphine, tangannya masih bermain-main di dada bidang milik suaminya. "Mulai hari ini... gue mau kita ubah sesuatu," ujar Samudera. Seraphine mendongak sedikit, menatap mata suaminya dengan dahi berkerut. "Ubah apa? Posisi lagi? Jangan bilang lo mau nambah ronde lagi sekarang, gue beneran bisa pingsan, Sam." Samudera tertawa kecil, kali ini tawa yang tulus dan hangat. "Bukan itu, Sayang. Walau jujur idenya menarik,” Samudera merunduk un

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 69

    Samudera adalah orang yang pertama kali membuka mata. Jam digital di atas nakas kamar mereka menunjukkan pukul 08.30 pagi. Jam biologis Samudera memang sudah terbentuk dengan sangat ketat akibat jadwal latihan yang keras dan jadwal tur dunia yang ketat. Tubuhnya terasa lebih segar meskipun ia hanya tidur kurang dari empat jam penuh. Mungkin alasan utamanya adalah karena wanita yang sekarang masih meringkuk di dadanya. Seraphine masih tertidur dengan pulas. Wajah cantiknya berada di ceruk leher Samudera dengan kaki jenjangnya yang menindih kaki besar Samudera. Napas teraturnya menyapu leher Samudera, menandakan bahwa sang istri tertidur pulas karena kelelahan akibat ‘permainan’ brutal mereka semalam. Samudera menahan napasnya sejenak, tidak ingin gerakan sekecil apapun mengganggu tidur istrinya. Tangannya yang besar bergerak perlahan mengusap punggung polos Seraphine dengan sangat lembut. Ia memperhatikan bagaimana mahakarya yang ia lukis dengan bibir dan giginya semalam masih menempe

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 14

    Samudera keluar dari kamar, setelah perdebatan di atas ranjang tadi dan akhirnya Seraphine bergantian masuk ke kamar mandi. Dia berjalan menuju ruang tengah, rambutnya masih basah dan hanya mengenakan celana pendek hitam serta baju putih. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Seraphine turun ke lanta

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 12

    Uap hangat sisa air panas masih mengepul tipis saat Seraphine membuka pintu kamar mandi. Ia telah menghabiskan waktu hampir empat puluh menit di dalam sana—jauh lebih lama dari ritual mandi biasanya. Karena Seraphine harus membersihkan diri dari makeup berat ataupun hair do yang sangat nempel. Sela

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 10

    Pagi itu, Jakarta seolah menahan napas. Pernikahan power couple antara leader Motion13 dan CEO Seraphine Aesthetics yang sudah diumumkan sejak bulan lalu, hari ini adalah puncaknya.Pemberkatan.Ballroom Hotel The Langham pagi itu telah disulap menjadi altar suci yang memadukan kemewahan dan elegan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 26

    Seraphie masih mematung, menatap daun pintu kayu itu dengan kekesalan yang melupa. Di samping kakinya, piyama sutra berwarna navy itu tergeletak disana. “Lima menit?” gumam Seraphine, suaranya parau. “Lo bener-bener gila, Samudera.”Seraphine mencoba bergerak. Tetapi denyutan ngilu masih terasa di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status