Share

Bab 140

Author: yourayas
last update publish date: 2026-07-25 19:52:10

Sementara itu, ribuan kaki di mesin jet pribadi Bombardier Global 7500 milik keluarga Hartono. Seraphine duduk menyandar di dekat jendela jet pribadi. Tatapan matanya kosong dengan tubuhnya yang meringkuk dibalut selimut tebal yang diselimutkan oleh Bianca.

Jaket milik Samudera yang semalam dibawanya kini tergeletak mengenaskan di lantai kabin, sengaja dilempar jauh oleh Seraphine karena aroma parfum suaminya yang tertinggal disana terus memicu rasa mual dan sakit di dadanya.

Di atas meja lipat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 140

    Sementara itu, ribuan kaki di mesin jet pribadi Bombardier Global 7500 milik keluarga Hartono. Seraphine duduk menyandar di dekat jendela jet pribadi. Tatapan matanya kosong dengan tubuhnya yang meringkuk dibalut selimut tebal yang diselimutkan oleh Bianca.Jaket milik Samudera yang semalam dibawanya kini tergeletak mengenaskan di lantai kabin, sengaja dilempar jauh oleh Seraphine karena aroma parfum suaminya yang tertinggal disana terus memicu rasa mual dan sakit di dadanya.Di atas meja lipat di hadapannya, sepiring waffle hangat dengan buah beri segar dan segelas jus jeruk yang disiapkan oleh pramugari jet sama sekali tidak disentuh. Seraphine benar-benar menolak untuk memasukkan makanan apa pun ke dalam mulutnya sejak mereka lepas landas dari Halim Perdanakusuma.“Sera,” panggil Anya lembut, duduk di kursi kosong yang berhadapan langsung dengan Seraphine. “Lo harus makan sesuatu. Lo udah hampir enam jam nggak kemasukan makanan sama sekali. Nanti lambung lo kena, Sera.”Seraphine t

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 139

    Pukul 05.45, sebuah Toyota HiAce hitam berlogi agensi World Entertainment tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pintu geser otomatis terbuka, Samudera sebagai leader turun sebagai orang pertama.Penampilannya pagi itu tampak menawan meskipun ada hal yang tidak biasa. Sebuah beanie berwarna merah ditarik sangat rendah menutupi dahi. Masker kain berwarna hitam menutup bagian bawah wajahnya. Jaket chrome hearts—pemberian Seraphine 3 hari yang lalu menyelimuti tubuh tegapnya.Di belakangnya menyusul Jauzan Shaka Aradhana, sang wakil ketua sekaligus penengah grup, disusul oleh Yosua Caleb Pramudya. Jauzan, dengan rambutnya yang agak panjang dan tatapan matanya yang tajam namun lembut, langsung menyadari ada yang salah sejak Samudera melangkah keluar dari mobil agensi.“Sam,” panggil Jauzan lirih, menyejajarkan langkah kakinya di samping Samudera saat mereka berjalan membelah barisan wartawan. “Lo oke? Masker lo kenapa tinggi banget? Mata lo kenapa merah gitu?”Samudera t

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 138

    Di tempat lain, Samudera berhasil masuk ke apartemen mewah milik Seraphine menggunakan kartu akses cadangan yang diberikah oleh Seraphine saat awal pernikahan mereka. Namun, kemewahan apartemen milik Seraphine terasa begitu sunyi, gelap, dan mencekam.Dalam perjalanan kesini, Samudera berdoa dan berharap setengah mati akan menemukan sosok sang istri yang sedang duduk menangis di sofa atau bersembunyi di dalam kamar utama. Sehingga Samudera bisa memeluknya dan menjelaskan tentang semuanya.Namun, kenyataan pahit harus dihadapi oleh Samudera saat melihat apartemen mewah itu kosong melompong. Tidak ada lampu yang dinyalakan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Membuktikan bahwa tempat ini sudah lama tidak dikunjungi.“Nggak… nggak mungkin! Kamu di mana, Sera?! Kamu di mana, Sayang?!” teriak Samudera histeris. Suaranya yang berat kini terdengar serak dan pecah, menggema pilu di ruangan yang sepi itu.Samudera berlari menuju kamar utama, membuka lemari pakaian dengan kasar, memeriksa kamar ma

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 137

    Deru mesin flat-six dari Porsche 911 Carrera berwarna hitam itu meraung memecah jalanan Jakarta. Seraphine mencengkeram kemudi dengan tangan yang masih gemetar. Dadanya masih bergemuruh, air matanya terus mengalir deras, sedikit mengaburkan pandangannya terhadap aspal yang basah sisa hujan yang mula mereda.Di belakangnya, lampu depan sebuah mobil Range Rover menyala terang. Seraphine tahu betul siapa pemilik mobil tersebut. Samudera. Pria itu mengejarnya tanpa memedulikan penampilannya yang hanya mengenakan kaos berwarna hitam berbalut celana panjang senada. Ia langsung melompat ke balik kemudi mobil SUV besarnya demi mengejar sang istri.Jantung Samudera berdegup kencang. Terasa ingin copot melihat bagaimana mobil Seraphine menyelinap di antara kendaraan-kendaraan lain dengan kecepatan yang sangat berbahaya.“Sialan! Bodoh! Bajingan lo, Samudera!” maki Samudera pada dirinya sendiri. Air matanya perlahan menetes membahasi pipi. “Kenapa lo harus jujur mala mini, hah?! Kenapa lo gak be

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 136

    Seraphine mencengkeram dadanya yang terasa sangat sesak. “Sementara aku? Aku menjaga diri aku seumur hidup aku. Aku gak pernah biarin cowok mana pun nyentuh aku sejauh itu sebelum kita nikah. Aku ngasih semuanya buat kamu, tubuh aku, my virginity, my whole soul karena aku pikir… we were on the sampe page, Samudera!” Seraphine menatap Samudera dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa muak dan jijik yang teramat sangat. "Tapi ternyata? Kamu udah bekas orang lain! Kamu udah biasa berbagi ranjang dan kehidupan domestik sama wanita lain! Kamu... kamu menjijikkan, Samudera!" Kata "bekas" dan "menjijikkan" yang keluar dari bibir Seraphine seketika menghantam ego paling dalam dari seorang Samudera Adikara. Sebagai seorang pria alpha yang memiliki harga diri tinggi dan sangat disegani di industrinya, harga dirinya hancur berkeping-keping mendengar kata-kata kasar dari istrinya sendiri. Rahang Samudera mengeras sempurna. Urat-urat di leher dan lengan kekarnya menonjol tajam saat ia mengepalk

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 135

    Samudera tidak menyadari perubahan atmosfer dari sang istri. Pria itu menundukkan wajahnya, berniat untuk menempelkan bibir tebalnya ke atas bibir Seraphine untuk memulai ciuman panas mereka. Namun, sebelum bibir mereka bertemu, Seraphine dengan cepat memalingkan wajahnya ke samping, membuat kecupan Samudera hanya mendarat di pipi kirinya. Samudera menghentikan gerakannya. Ia menjauhkan sedikit wajahnya, menatap Seraphine dengan dahi berkerut bingung. "Sayang? Kenapa, hm? Kamu capek?" Seraphine tidak langsung menjawab. Ia menolehkan kembali wajahnya, menatap lurus ke dalam mata suaminya dengan tatapan yang terasa dingin dan menyelidik. Samudera mengerjap menatap kedua manik istrinya. "Aku udah wangi, udah bersih. Sekarang... waktunya aku minta amunisi sebelum besok pagi-pagi banget harus ke bandara," bisik Samudera parau, menundukkan wajahnya hendak menyesap ceruk leher Seraphine yang selalu menjadi favoritnya. Namun, gerakan Samudera terhenti ketika kedua tangan Seraphine yang bi

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 43

    Paris, pukul sepuluh pagi. Sinar matahari musim semi yang tipis mulai menerangi jalanan berbatu di sekitar hotel mewah tempat Motion13 menginap. Bagi Samudera, ini adalah pagi pertama setelah insiden rinitis yang cukup menghebohkan semalam. Sesuai janjinya pada Seraphine, ia benar-benar tidur cukup

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 41

    Paris, pukul 22.15 malam. Udara di luar Accor Arena menusuk hingga ke tulang, mencapai titik di bawah 5°C. Di dalam gedung, energi ribuan orang baru saja meledak dan menyisakan keheningan yang mendengung di telinga para member Motion13. Samudera baru saja menyelesaikan lagu penutup, encore yang pe

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 36

    Malam itu, London tidak lagi terasa dingin bagi Samudera. O2 Arena bergetar. Ribuan lightstick berwarna biru safir—warna resmi Motion13—menciptakan samudra cahaya yang bergerak seirama dengan dentuman bass yang menghentak lantai stadion. Samudera berdiri di tengah panggung utama, peluh membasahi hel

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 35

    Pagi di Singapura disambut dengan aroma kopi premium dan udara tropis yang segar dari balkon suite hotel tempat mereka menginap. Seraphine sudah bangun sejak pukul tujuh pagi, kebiasaan sebagai CEO tidak membiarkannya tidur terlalu lama meskipun ia sedang berada di masa "liburan paksa". Ia baru saj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status