Se connecterTanpa mengulur waktu, Samudera langsung memajukan wajahnya, membenamkan mulut dan hidungnya sepenuhnya di liang sensitivitas Seraphine. "AAAHHH!" Seraphine berteriak histeris, tangannya langsung mencengkeram sprei tempat tidur hingga kukunya nyaris merobek kain mahal tersebut. Pria itu menjilat dengan sapuan lebar dari bawah ke atas, memutari area klitoris yang menegang, lalu menusukkan lidahnya dalam-dalam ke dalam liang yang sempit dan panas tersebut, menghisap cairan keintiman yang keluar dari sana dengan suara sesapan yang sangat intim dan kotor di keheningan kamar. Sementara mulutnya sibuk memanjakan area bawah, kedua tangan besar Samudera bergerak kembali ke atas, meremas, meraup, dan mencengkeram kedua payudara Seraphine dengan kasar, memberikan stimulasi ganda yang benar-benar menghancurkan seluruh sisa kewarasan Seraphine. "Sam... ohhh, mhh, gila... ahhh! Kamu... kamu ngapain... mhh, geli banget, Samh! Please, stop... ahh, aku bisa gila..." Seraphine terus mendesah parau,
Begitu pintu kayu jati tebal Vila Cempaka tertutup rapat, Samudera tidak memberikan jeda sedetik pun. Sebelum Seraphine sempat bersuara, tangan besar Samudera sudah mencengkeram pinggang ramping Seraphine, mengangkat tubuh wanita itu sedikit sebelum akhirnya memojokkannya ke dinding lorong yang dingin.Tanpa memberikan kesempatan untuk istrinya, Samudera sudah menundukkan kepalanya, membungkam mulut ranum istrinya dengan ciuman yang begitu panas dan agresif. Lidah Samudera langsung menerobos masuk tanpa permisi, menjelajahi setiap sudut rongga mulut Seraphine dengan sangat memburu dan posesif."Mmph..." Seraphine melenguh pelan di dalam ciuman itu. Jemari lentik Seraphine yang semula meremas kemeja linen suaminya, kini berpindah ke tengkuk Samudera, mengusap tengkuk Samudera yang membuat pria itu menjadi semakin gila.Samudera menggerakkan kepalanya, mengubah sudut ciumannya menjadi lebih dalam. Suara kecupan yang basah dan intim terdengar memenuhi lorong,
Berbeda seratus delapan puluh derajat dari sudut Wira dan Valerie yang penuh dengan ketegangan seksual yang halus, area di dekat tengah meja justru dipenuhi oleh letupan tawa yang nyaris tidak berhenti.Anya sedang memegangi perutnya yang kaku karena tertawa mendengar cerita Daksa. Pria bersuara emas itu saat ini sedang menggunakan sebuah capit daging berukuran besar sebagai mikrofon darurat, menirukan gaya bernyanyi seorang diva opera Italia dengan ekspresi wajah yang sangat berlebihan."Sumpah ya, Daksa! Lo kalau gak jadi idol, mending jadi komedian aja deh!" seru Anya di sela-sela tawanya. Gaun kasual kuningnya ikut bergoyang seiring dengan tubuhnya yang terguncang karena geli."Wah, menghina karier profesional gue lo ya," sahut Daksa dengan cengiran lebarnya yang khas. Pria itu meletakkan capit dagingnya lalu duduk tegak kembali di samping Anya, menuangkan sedikit air mineral ke gelas wanita itu dengan gerakan yang mendadak sangat gentleman. "Gue begini cuma khusus di depan penont
Malam yang dijanjikan oleh Samudera akhirnya tiba. Setelah agenda syuting summer package global milik Motion13 yang menguras energi di bawah terik matahari pesisir Sanur dan tebing-tebing Nusa Penida resmi dinyatakan selesai sore itu.Sebagai bentuk perayaan atas selesainya seluruh kewajiban profesional mereka, sebuah makan malam privat berskala besar digelar di area terbuka deck tebing Vila Anggrek—unit sekunder yang kini berubah menjadi arena peleburan dua dunia yang sangat kontras.Lampu-lampu fairy lights berwarna kuning hangat digantung melingkar di antara pepohonan kamboja tua, menciptakan pendaran romantis yang memantul di atas permukaan air infinity pool. Aroma premium Wagyu ribeye yang dipanggang di atas arang kayu briket berpadu sempurna dengan wangi segar laut dan semilir angin malam. Sebuah meja kayu komunal panjang berkapasitas dua puluh orang sudah tertata rapi dengan lilin-lilin aromaterapi dan botol-botol champagne serta white wine premium yang terendam dalam es batu.
Jauzan Shaka Aradhana.Pria berambut agak gondrong yang auranya selalu terlihat ethereal itu perlahan melangkah maju ketika keriuhan sedikit mereda. Ada sekelebat keraguan kecil di matanya, sebuah memori tentang pertengkarannya dengan Samudera di apartemen tempo hari, tentang masa lalunya yang diam-diam mengagumi Seraphine dari kejauhan saat masa SMA.Namun, Jauzan tahu, malam ini adalah momen di mana semua batasan canggung itu harus benar-benar dihilangkan. Ia adalah pilar kedua Motion13, dan wanita di depannya adalah jangkar bagi sahabat terbaiknya.Jauzan menarik napas pelan, menampilkan senyum paling tulus dan menenangkan yang ia miliki. Ia melangkah mendekat, lalu mengulurkan tangan kanannya."Hai, Sera," sapa Jauzan santai, suaranya mengalun lembut. "Lama ya nggak interaksi sedeket ini sejak syuting iklan di Paris tahun lalu."Seraphine menatap Jauzan sejenak. Ia tahu segalanya. Samudera telah menceritakan seluruh kronologi masalah di apartemen hari itu kepadanya dengan jujur. I
Malam itu, Seraphine berdiri di depan cermin wastafel besar, mengenakan silk robe panjang berwarna midnight blue yang diikat longgar di pinggangnya. Uap hangat masih mengepul perlahan dari permukaan bathub di belakangnya, menyisakan aroma sandalwood dan vanilla yang menguar pekat di udara. Wanita itu sedang mengoleskan night cream di wajah cantiknya ketika sepasang lengan besar dan kokoh tiba-tiba melingkat dari belakang, mengunci pinggangnya dengan posesif. Samudera menumpukan dagunya di ceruk leher Seraphine, menghirup dalam-dalam aroma istrinya. Pria itu baru saja selesai berpakaian santai—hanya mengenakan kaus oblong hitam polos dan celana training abu-abu. “Kamu wangi banget, Sayang,” gumam Samudera dengan suara dalam yang serak, mengecup pelan pundak Seraphine yang terekspos. Seraphine tersenyum tipis melihat pantulan suaminya di cermin. Ia menyentuh rahang tegas Samudera dengan punggung tangannya. "Kamu kalau udah mode manja begini, auranya bener-bener beda ya, Sam. Susah di
Samudera keluar dari kamar, setelah perdebatan di atas ranjang tadi dan akhirnya Seraphine bergantian masuk ke kamar mandi. Dia berjalan menuju ruang tengah, rambutnya masih basah dan hanya mengenakan celana pendek hitam serta baju putih. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Seraphine turun ke lanta
Uap hangat sisa air panas masih mengepul tipis saat Seraphine membuka pintu kamar mandi. Ia telah menghabiskan waktu hampir empat puluh menit di dalam sana—jauh lebih lama dari ritual mandi biasanya. Karena Seraphine harus membersihkan diri dari makeup berat ataupun hair do yang sangat nempel. Sela
Pagi itu, Jakarta seolah menahan napas. Pernikahan power couple antara leader Motion13 dan CEO Seraphine Aesthetics yang sudah diumumkan sejak bulan lalu, hari ini adalah puncaknya.Pemberkatan.Ballroom Hotel The Langham pagi itu telah disulap menjadi altar suci yang memadukan kemewahan dan elegan
Seraphie masih mematung, menatap daun pintu kayu itu dengan kekesalan yang melupa. Di samping kakinya, piyama sutra berwarna navy itu tergeletak disana. “Lima menit?” gumam Seraphine, suaranya parau. “Lo bener-bener gila, Samudera.”Seraphine mencoba bergerak. Tetapi denyutan ngilu masih terasa di







