Share

Bab 55

Author: yourayas
last update publish date: 2026-05-05 22:52:55

Pagi itu, saat langit Jakarta masih berwarna biru gelap, tepat pukul 04.30 pagi, Seraphine sudah terjaga. Ia sudah duduk di tepi ranjang, menatap koper kecil yang sudah ia siapkan semalam. Ada rasa lega yang luar biasa setelah beban proyek Malang diangkat dari pundaknya—semua berkat diplomasi "berisik" suaminya kepada sang Papa.

Seraphine membuka jam. Di Amsterdam pukul 22.30 malam waktu setempat. Rasa bersalah tiba-tiba menyelinap di hatinya—ia tahu Samudera pasti sedang sangat sibuk karena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 108

    Malam sudah semakin larut di Kawasan Uluwatu. Seraphine duduk bersandar di kepala ranjang yang empuk. Kakinya yang jenjang diselonjorkan ke depan, tertutup separuh oleh selimut tebal bernuansa putih bersih. Ia baru saja mengoleskan pelembap di kedua tangannya. Pakaian tidurnya malam ini hanya berupa slip dress berbahan sutra lembut berwarna champagne yang jatuh pas di tubuhnya.Jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sepuluh malam sebelum keheningan itu dipecahkan oleh suara kenop pintu yang diputar. Sosok Samudera melangkah masuk ke dalam kamar, wajahnya tampak sedikit kelelahan.Begitu netra gelapnya menangkap sosok Seraphine di atas ranjang, gurat kelelahan di wajah tampan pria itu seakan menguap begitu saja. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya."Belum tidur, Sayang?" sapa Samudera dengan suara deep baritone-nya yang khas, melangkah perlahan mendekati sisi ranjang.Seraphine meletakkan botol pelembapnya ke atas nakas, lalu menoleh menatap sang suami. "Belum. Nungguin kamu bal

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 107

    Keheningan yang nyaman itu berlangsung selama sekitar sepuluh menit, sampai akhirnya ketenangan mereka terganggu oleh suara getaran konstan yang nyaring dari atas meja nakas.Bzzzz... Bzzzz... Bzzzz...Seraphine menghela napas berat, merasa terganggu karena momen manjanya terusik. Dengan malas, ia mengulurkan tangan kanannya dari balik selimut, meraih ponsel pintarnya yang terus bergetar menampilkan nama 'Valerie Aureliana Hartono' di layarnya."Siapa pagi-pagi udah berisik banget?" tanya Samudera, matanya ikut melirik ke arah layar ponsel istrinya."Valerie," jawab Seraphine singkat. Ia menggeser layar ponselnya, membuka aplikasi pesan singkat yang ternyata sudah dipenuhi oleh puluhan notifikasi dari grup obrolan 'The Inner Circle' mereka.Valerie Aureliana Hartono: SERA!!!! BANGUN WOY!!!Valerie Aureliana Hartono: Gila ya ini anak jam segini belum muncul juga di grup. Pasti masih tepar gara-gara digempur Lider Semalam wkwkwk 🤪Valerie Aureliana Hartono: Ayo keluar jalan-jalan! Gabu

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 106

    Sinar matahari pagi Uluwati perlahan menerobos masuk melalui celah-celah gorden sutra tipis di Vila Cempaka, membangunkan Seraphine yang mulai merasakan pegal yang luar biasa menjalar di sepanjang pinggang, panggul, hingga paha bagian dalamnya.Seraphine menghela napas panjang, berniat membalikkan badannya untuk mencari kehangatan di dada suaminya. Namun, begitu tangannya meraba sisi ranjang di sebelahnya, ia hanya menemukan kekosongan. Kasur di sampingnya sudah mendingin."Sam...?" gumam Seraphine dengan suara yang teramat serak.Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengumpulkan fokus pandangannya. Begitu kepalanya menoleh ke arah sofa panjang di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke laut, sudut bibir Seraphine secara otomatis melengkung membentuk senyuman tipis.Di sana, suaminya sudah berdiri dengan sangat rapi. Pria itu sedang menyesuaikan letak jam tangan mewah pemberian Seraphine tempo hari di pergelangan tangan kirinya. Pagi ini, Samudera terlihat sangat tampan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 105

    Setelah memastikan tubuh Seraphine bersih dan wangi aroma lavender, Samudera mematikan air. Ia meraih sebuah handuk putih besar yang tergantung di dinding, lalu membungkus tubuh Seraphine dengan rapat dari batas dada hingga ke paha."Sini," Samudera kembali mengangkat tubuh Seraphine ke dalam gendongannya."Kita langsung tidur kan, Sam? Aku bener-bener udah ngantuk banget, mataku udah berat," ucap Seraphine sambil menyandarkan kepalanya di bahu Samudera, matanya sudah setengah terpejam."Iya, langsung tidur. Tapi sprei di kasur harus diganti dulu, Sayang. Gak mungkin kan kita tidur di atas kasur yang basah kayak gitu?" ujar Samudera saat mereka kembali memasuki kamar tidur.Samudera tidak langsung membawa Seraphine ke atas kasur. Ia melangkah menuju sebuah daybed atau sofa panjang yang terletak di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke arah pantai Uluwatu. Ia merebahkan tubuh Seraphine di sana dengan perlahan."Kamu tunggu di sini bentar ya. Aku ganti spreinya dulu. Jangan tid

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 104

    Di dalam kamar mandi yang mewah dengan bathtub besar berbahan marmer, Samudera menurunkan Seraphine dengan sangat hati-hati di atas dudukan wastafel yang luas, sementara ia sendiri mulai menyalakan kran air hangat untuk mengisi bathtub.Seraphine memperhatikan punggung lebar suaminya yang penuh dengan bekas cakaran kemerahan hasil perbuatannya sendiri selama ronde-ronde panas mereka tadi. Rasa bersalah sekaligus bangga anehnya muncul bersamaan di dalam hatinya."Sam..." panggil Seraphine pelan."Ya, Sayang? Bentar ya, airnya lagi diisi," jawab Samudera tanpa menoleh, masih sibuk mengatur suhu air agar pas."Punggung kamu... merah-merah semua. Maaf ya," cicit Seraphine, merasa agak bersalah karena telah melukai kulit mulus suaminya.Samudera menoleh, lalu melihat ke arah punggungnya sendiri melalui cermin besar di depan mereka. Sebuah senyuman penuh arti terukir di wajah tampannya. Ia berjalan mendekati Seraphine, memosisikan dirinya di antara kedua paha istrinya yang menggantung di te

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 103

    Meskipun hatinya sudah sedikit tenang setelah mendengar kalimat-kalimat menghanyutkan dari suaminya, ada satu hal yang tiba-tiba terlintas di otak jenius Seraphine."Bentar deh, Sam. Aku baru inget sesuatu," ketus Seraphine, bibirnya mengerucut maju beberapa senti.Samudera yang sedang asyik mengelus punggung mulus istrinya sambil memejamkan mata menikmati sisa-sisa kepuasan, perlahan membuka satu matanya. Ia menatap Seraphine heran. "Inget apa lagi, Sayang? Jangan bilang kamu mau bahas soal rapat triliunan rupiah kamu lagi di jam segini?""Bukan!" Seraphine mencubit keras-keras perut kotak-kotak Samudera, membuat pria itu sedikit mengaduh dan reflex mengencangkan otot perutnya."Aduh! Sakit, Sayang... Kamu ini kenapa sih? Tadi nangis, sekarang malah nyubit. Gemesan banget," kekeh Samudera sambil menangkap jemari lentik Seraphine, lalu mengecupi punggung tangannya dengan sayang."Kamu tuh yang kenapa!" Seraphine menarik tangannya dengan paksa, meskipun tenaganya sebenarnya tidak seber

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 59

    Dua hari tepat sebelum kepulangan Samudera.Di sudut meja kerja Seraphine, sebuah kalender kecil sudah dilingkari dengan tinta merah tebal pada tanggal lusa—dimana pesawat pribadi yang membawa rombongan Motion13 dijadwalkan take off dari Barcelona. Penerbangan akan membutuhkan waktu kurang lebih se

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 58

    Setelah liburan singkat bersama Adrian dan keluarganya. Seraphine jauh lebih stabil dalam melakukan pekerjaannya. Wanita cantik itu kembali memimpin rapat dengan tenang dan berhasil membuat suatu keputusan yang menguntungkan banyak pihak. Sore itu, di sebuah studio pilates privat di Kawasan Senopat

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 57

    Malam telah jatuh sepenuhnya di lereng Dago Pakar. Suasana di dalam villa keluarga Kirana sudah mulai sunyi, menyisakan suara jangkrik dan deru angin. Seraphine baru saja selesai membersihkan diri setelah tadi menemani Nara bermain. Saat ini, ia mengenakan piyama satin tebal berwarna biru dongker.

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 56

    Perjalanan menuju Bandung memakan waktu sekitar tiga jam. Begitu mobil memasuki area kompleks villa mewah di Kawasan Dago Pakar, udara dingin mulai terasa menusuk kulit. Villa besar milik keluarga Kirana berdiri megah dengan arsitektur modern minimalis yang didominasi kaca, memberikan pemandangan l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status