Compartilhar

19. Dipaksa Pulang

Autor: Lystania
last update Data de publicação: 2026-06-17 12:04:41
Ada rasa kesal karena Riana tak langsung menjawab pertanyaannya, malah bermain teka-teki. Secara tidak langsung Riana menyuruh Dante untuk mengecek ponselnya. Pria itu lalu merogoh saku celananya.

[Mas, aku jalan dulu sama Niken dan Evan.]

Itu adalah pesan yang Riana kirimkan padanya pukul lima sore. Dante terdiam sejenak, mencoba mengingat hal apa yang ia lakukan saat itu.

Saat itu ia tengah visit ke beberapa pasien, bukan sedang operasi seperti yang Riana katakan. Selesai visit pasien, ia k
Lystania

Pak Dokter kesambet apa nih kira-kira, kok gitu banget yaa(•ˋ _ ˊ•)

| 3
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
carsun18106
eh iya dante blm resmi cerai ya? cepetan lah resmikan perceraian itu, sekaligus urus gak asuh anak, biar kelak ibunya evan ngga seenaknya datang trs minta anakny
goodnovel comment avatar
carsun18106
udh ada rasa tp msh bingung ya pak dok
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
idih marah2, ntar bucin Lo pak baru tau rasa
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    68. Acara Akbar

    Mobil yang Dante kendarai mulai melambat saat masuk di salah satu komplek perumahan. Terlihat beberapa mobil berbaris rapi di pinggir jalan. Malam ini Akbar mengadakan acara syukuran menempati rumah barunya. Karena mereka datang sedikit terlambat, alhasil mereka parkir cukup jauh dari rumah Akbar.Turun dari kendaraan beroda empat itu, Dante menekan tombol– mengunci mobilnya.“Saya gak apa-apa ikut ke acara Pak Dante?” tanya Niken takut-takut. Melihat banyaknya mobil yang berjejer, sudah pasti tamu yang datang bukan orang sembarangan. Dokter dan sejenisnya. Ia merasa rendah diri dan takut membuat Dante malu.Dante tak menjawab malah menarik tangan wanita itu agar berjalan lebih cepat. Sebelum masuk ke dalam rumah, ia meminta Niken untuk tidak memanggilnya dengan sebutan bapak saat berada di sana nanti.Niken hanya diam, tidak mengiyakan dan juga tidak menolak. Dalam hatinya berkata sebisa mungkin ia tidak akan bicara apapun dan akan selalu berada dekat dengan Dante.“Ayo masuk,” sambu

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    67. Dibawa Pergi

    Menuruni tangga lalu ke ruang makan, Riana segera duduk di samping Dante yang telah lebih dulu berada disana.“Mas … kemarin aku lihat Mbak Agatha,” kata Riana menggebu-gebu. Dante menoleh malas. “Oh. Di mana?”Dengan semangat ia menceritakan dimana dan kapan ia melihat Agatha, hingga tak sadar menyebutkan nama seseorang yang membuat Dante mengerutkan kening.Riana cepat menutup mulutnya.“Bima? Siapa?” ulang Dante membuat Riana semakin erat menutup mulutnya. Ia merutuki dirinya kenapa bisa sampai menyebutkan nama Bima saat bicara dengan Dante. Walau sebenarnya tidak masalah, tapi malas saja kalau nanti Dante malah bertanya yang macam-macam.Dante masih menatapnya, menunggu penjelasan.“Dokter Bima … yang di rumah sakit Mas Dante. Kemarin gak sengaja ketemu,” terang Riana hati-hati.“Iya, Mas. Gak sengaja ketemu,” ujar Riana meyakinkan lantas mengalihkan pembicaraan agar Dante berhenti bertanya soal Bima.Percakapan mereka terhenti saat Niken dan Evan tiba di ruang makan.“Evan gak m

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    66. Mobil Putih

    “Sudah semua?” tanya Dante sebelum perawat keluar dari ruangan prakteknya.Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam saat itu.“Sudah, Dok,” sahut perawat itu.Menguap lebar sambil memijat leher belakangnya, pria itu mematikan laptop lalu merapikan mejanya.Keluar dari dalam ruangan, ia berpapasan dengan Wira. Sebenarnya Dante tidak ingin terlibat percakapan dengannya, tapi Wira menyapa duluan dan mengiringi langkahnya.“Baru selesai?”Dante tersenyum tipis.“Oh iya. Aku beberapa kali ketemu sama Riana, dia jalan sama Evan dan siapa … pengasuh Evan ya, Niken,” kata Wira membuat telinga Dante tiba-tiba meninggi.“Memangnya kenapa?” Dante menghentikan langkahnya menatap Wira– rahangnya mengeras.“Aku mau kenalan sama dia … sama Niken,” kata Wira membuat wajah Dante tegang.“Dia sudah ada yang punya. Dan dia gak ada waktu buat kenalan sama orang lain, karena fokus sama hal yang lebih penting,” ucap Dante kemudian pergi meninggalkan Wira. Entah apa yang dikatakannya barusan, ia se

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    65. Melihat Dante

    “Bagus ya kamu …” Anita yang duduk di ruang tamu langsung berdiri berkacak pinggang saat melihat Agatha masuk menarik kopernya. “Apa sih, Ma? Aku baru pulang, capek.” Agatha duduk di sofa tak jauh dari Anita. Penuh emosi ia menatap anaknya yang terlihat santai, seperti tidak melakukan kesalahan apapun. Anita lalu mengambil map putih yang sedari tadi ia pegang, lalu melemparkan ke arah Agatha. Agatha duduk bersandar– membuka dan membaca isi map putih itu. Senyum sinis tersungging di bibirnya. “Akta cerai,” gumam Agatha tak tertarik pada kertas itu. Ia menyimpannya kembali di dalam map dan meletakkannya di atas meja. “Kamu masih bisa sesantai itu? Mama heran sama kamu! Kamu melepaskan Dante sama anak kamu, demi pria yang gak jelas itu. Sekarang mana dia? Kenapa kamu pulang? Sudah habis uang dia!?” seru Anita emosi. Agatha tak merespon ucapan Anita, ia malah sibuk dengan ponselnya. Merasa diacuhkan oleh anaknya itu, Anita mendekat dan merampas ponsel yang sedang Agatha pegang. “Kam

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    64. Belanja

    Alhasil jam sepuluh ini mereka sudah berada di salah satu outlet perlengkapan bayi. Suasana masih sepi saat mereka datang, karena memang baru buka. “Sini Evan sama aku aja,” kata Dante membuka tangannya– siap menggendong anaknya itu. Niken mendekat dan menyerahkan Evan pada Dante. Berjalan beriringan, Niken mendorong troli sambil melihat-lihat pakaian yang terpajang di sana. Langkahnya kemudian terhenti di salah satu pajangan baju. “Ini kayaknya lucu. Ini boleh, Pak?” tanya Niken mengambil baju dari gantungan baju dan menunjukkannya pada Dante. Pria itu mengangguk setuju. Niken lalu semangat mencari baju yang pas dengan ukuran badan Evan. Troli yang ia dorong hampir penuh dengan berbagai jenis pakaian Evan. Tidak hanya Niken, tapi Dante juga ikut memilih dan memasukkan pakaian untuk anaknya itu. Kalau bukan Niken yang mengecek kembali apa yang diambil Dante, mungkin troli yang ia bawa tidak cukup menampung belanjaan mereka hari ini. “Masih ada yang mau dibeli?” tanya Dante begit

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    63. Ketemu Di Klinik

    Riana baru saja selesai praktek pukul sembilan malam. Entah kenapa hari ini pasiennya cukup banyak. Dari yang cuma ngecek kehamilan sampai yang lahiran. Baru saja akan meninggalkan ruangannya, pintu ruangan tiba-tiba dibuka oleh salah satu perawat yang jaga. Dengan tergesa, ia memberi tahu kalau di ruang tindakan ada pasien yang mengeluh sakit pada perutnya. Mau tak mau, Riana mengurungkan niatnya untuk pulang. Meletakkan tasnya diatas meja, ia keluar dan menuju ruang tindakan. “Dokter Bima,” gumamnya dalam hati melihat Bima ada di ruang tindakan bersama seorang wanita hamil. Sambil berjalan mendekat, ia terus menerka-nerka dalam hati. Siapa kira-kira wanita itu. Istri? Tapi seingatnya Akbar bilang kalau Bima dokter baru. Masa iya sudah menikah. “Selamat malam,” sapa Riana membuat Bima menoleh. Wajahnya kaget melihat Riana berdiri di depannya. “Dokter Bima, istrinya kenapa?” tanya Riana menatap Bima dan wanita yang terbaring diatas tempat tidur bergantian. “Bukan … bukan istri ak

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    7. Ditinggal Pergi

    Niken masih menatap Riana. Hatinya tak karuan. Pikirannya sudah berkelana ke mana-mana. Bagaimana kalau nanti ia harus berurusan dengan ayahnya Evan atau harus menghadapi keadaan yang diluar dugaan. “Tiga hari itu cuma sebentar, Niken. Gak usah takut kayak gitu, tenang aja. Kan ada Mbok Narti sama

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    3. Harus Bersih

    Niken menjerit dan reflek menutup pintu kamar mandi.“Auw!” jerit Dante keras karena tangannya terjepit di pintu. Mendengar suara itu, Niken buru-buru sedikit membuka pintu agar tangan Dante bisa lepas.“Astaga,” kata Niken bersandar di balik pintu. Cepat ia membersihkan badannya dan berganti pakai

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    2. Sudah Tak Haus Lagi

    Ditanya serius oleh Riana, Niken tak langsung menjawab. Tawaran yang datang padanya begitu aneh dan tiba-tiba.“Jadi kamu mau atau enggak?” tanya Riana lagi membuat Niken tersentak.Niken masih diam.“Kamu bisa ikut aku sebentar?”Niken tak bersuara tapi ia mengikuti kemana Riana melangkah. Setiban

  • PESONA DOKTER DANTE (ASI SATU MILYAR)    1. Periksa

    “Permisi, Bu,” suara seorang wanita muda terdengar saat pintu terbuka. Ia berjalan masuk menuju tempat duduk yang telah disediakan.Tepat di depannya tersenyum seorang wanita berseragam biru langit.“Selamat siang. Saya Bidan Riana,” ucap Riana memperkenalkan diri lantas membaca sekilas catatan yan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status