LOGINRasa kehilangan anak yang Niken alami langsung terobati saat ia diminta menjadi ibu susu untuk anak seorang pria bernama Dante. Pria super sibuk yang membuat istrinya kabur dan meninggalkan bayi yang baru saja ia lahirkan. Dante yang awalnya menjaga jarak, pada akhirnya tidak ingin Niken pergi. "Tinggal dulu sebentar, sampai aku memutuskannya." Dante menatap Niken penuh harap.
View MoreUntuk kesekian kalinya Evan kembali menangis. Padahal baru tiga puluh menit bayi mungil itu tertidur. Niken yang hampir tertidur mau tak mau kembali membuka matanya dan mengecek keadaan Evan. Duduk sebentar di tepi ranjang, ia lalu beranjak menuju box yang berada tak jauh darinya.“Kenapa, Sayang?” Niken mengecek popok Evan yang ternyata penuh.Setelah mengambil popok dan perlengkapannya dari dalam laci, Niken memindahkan Evan dari box dan membaringkannya di atas tempat tidur.“Kita ganti dulu ya, Sayang.” Niken menatap Evan beberapa saat, kemudian mengganti popoknya dengan yang baru. Tak lupa ia mengoleskan minyak telon di perut Evan. Seolah suka dengan usapan tangan Niken, bibir kecil Evan mengulas senyum tipis. Niken lantas kembali membaringkan Evan di dalam box sementara ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.Baru saja menekan botol pump yang berisi sabun tangan, sayup-sayup terdengar suara tangisan Evan. Buru-buru Niken menyudahi aktivitasnya. Sambil mengeringkan tangan
Keluar dari kamar dengan pakaian rapi, Riana turun ke bawah dan mendapati ruangan tampak sepi.“Mbok, Mas Dante sudah pergi?” tanya Riana pada Mbok Narti yang muncul dari balik pintu depan.“Belum, Mbak. Mobilnya masih parkir,” kata Mbok Narti.“Tumben. Mungkin gak ada janji sama pasien,” gumam Riana berjalan mengikuti Mbok Narti ke arah dapur.Ia ingin memastikan makanan yang dimasak Mbok Narti sudah sesuai dengan permintaannya kemarin.“Kalau Niken sudah keluar dari kamarnya gak, Mbok?” tanya Riana lagi.“Belum juga, Mbak. Mungkin masih tidur karena tadi malam Evan nangis terus,” ucap Mbok Narti memberitahu. Riana memutuskan untuk sarapan sebentar sebelum pergi ke klinik.Selesai di ruang makan, Riana berjalan menuju kamar Niken berniat untuk mengecek keadaannya, tapi niat itu dibatalkannya mengingat apa yang dikatakan Mbok Narti barusan.“Mas,” panggil Riana sambil mengetuk dan memutar gagangnya.Ia benar-benar terkejut saat melihat Niken dan Dante tidur di ranjang yang sama tapi d
“Kenapa gak ketuk pintu sih, Mas?” protes Riana saat mereka berada di luar kamar.“Ke kamar aku sendiri harus ketuk pintu?” Dante bertanya balik sambil melotot.“Aku capek. Mau istirahat,” kata Dante lagi dengan raut wajah tak karuan. “Sekarang kan sudah beda keadaannya, Mas. Ada Niken yang bakal mengurus Evan,” ucap Riana.Dante menghela nafas panjang sambil membuka beberapa kancing kemeja. Pria itu kemudian berjalan menuju sofa diikuti oleh Riana di belakangnya.“Mas Dante, gak nyari Mbak Agatha?”“Jangan sebut nama dia lagi. Terserah dia mau apa. Aku sudah minta pengacara buat urus perceraian. Aku capek di rumah sakit ngurus pasien, jadwal operasi yang padat, dia malah nambah beban pikiran,” sahut Dante emosi. Rahangnya mengeras dengan wajah penuh amarah.Riana diam sejenak. Ia tidak berani berkomentar melihat kemarahan saudara laki-lakinya itu.“Jadi kapan aku bisa masuk kamar? Aku mau istirahat.” Pria itu menyandarkan punggungnya.“Sebentar aku lihat ke dalam dulu.” Riana beranj
Niken menjerit dan reflek menutup pintu kamar mandi.“Auw!” jerit Dante keras karena tangannya terjepit di pintu. Mendengar suara itu, Niken buru-buru sedikit membuka pintu agar tangan Dante bisa lepas.“Astaga,” kata Niken bersandar di balik pintu. Cepat ia membersihkan badannya dan berganti pakaian.“Mas Dante ngapain sih?” Riana menghampiri Dante yang mengibas-ngibaskan tangannya yang sakit.“Aku mau ke kamar mandi. Itu siapa yang di dalam? Kenapa dia bisa ada di sini?” tanya Dante menginterogasi adiknya.“Dia yang bisa menyusui Evan, Mas. Mas Dante sendiri kan yang tadi minta dicarikan orang yang bisa menyusui Evan?”“Iya tapi kamu dapat dari mana orang kaya gitu, Riana? Buka-buka baju di kamar mandi, gak dikunci lagi,” cecar Dante tak henti.“Mas Dante yang aneh. Datang-datang malah langsung ke kamar mandi,” kata Riana heran.Niken yang masih berada di dalam, bisa mendengar jelas percakapan Dante dan Riana. Ia bingung serta malu kalau harus keluar dan bertemu dengan pria itu. Nam












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.